
Arya mengusap usap punggung Bunga dari belakang ,tidak berhenti mengecup ngecup ujung kepala Bunga yang menangis terisak . Arya merasa bersalah , secara tidak sengaja ia sudah menyakiti hati istrinya , Karna mengabaikan gosip yang menurut Arya tidak penting , dan Arya tidak menyangka kalau gosib itu berpengaruh kepada istrinya . Arya lupa istrinya itu masihlah remaja labil , yang jelas cara berpikirnya sangat berbeda dengannya .
"Kami tidak ada hubungan apa apa sayang ! , aku sama Zoya hanya sebatas murid dan guru . Kami sering bertemu di cafee , hanya untuk melatih Zoya untuk cerdas cermat mata pelajaran matematika , itu aja !. Kami bertemu di cafee juga , karna aku disana juga ngecek usaha kita di mall itu sayang !" jelas Arya .
Bunga diam tidak menjawab, entah sejak kapan ? Bunga sangat takut , Arya meninggalkanya .
"Iya Bunga ! , aku sama Pak Arya gak punya hubungan apa apa kok !" Sambung Zoya dari kursi belakang .
"Aku..gak..percaya..!" sanggah Bunga terbata di selah selah tangisnya .
"Ssssttt....!" Arya melap wajah Bunga yang basah air mata dengan tissu .
"Aku tidak akan menghianatimu Bunga ! , Kamu adalah pilihanku ! , aku mencintaimu sayang ! . Kamu boleh tidak percaya dengan Zoya , tapi apa kamu tidak percaya denganku ?" tanya Arya .
"Kenapa Pak Arya tidak bilang sama orang orang kalau gosip itu gak benar ? , Bapak diam seperti membenarkannya !" tanya balik Bunga .
jangan samakan pemikiran Bunga dengan orang dewasa dan orang waras lainnya . Itu tidak akan sama , ia memiliki pemikiran sendiri .
Arya menghela napasnya , apa dia harus ikut terjun di Dunia pergosipan anak anak didiknya sendiri di grup chat sekolah . Bahkan Arya tidak mengikuti grup chat itu , dan Arya juga tidak tau menau apa saja yang di posting di grup itu . Dia tau di gosipi, karna sering tidak sengaja mendengar ia di bicarakan siswa siswinya . Arya tidak ambil pusing untuk itu , menurutnya itu tidak penting . Lagi pula semenjak ia mengajar di sekolah itu , ia sudah terbiasa jadi bahan gosip , bukan petama kalinya .
"Zoya !" panggil Arya .
"Iya Pak ?" jawab Zoya
"Tolong luruskan berita gosip itu !" ujar Arya .
"Iya Pak !" Balas Zoya , mengeluarkan ponsel dari saku rok seragamnya , Menghidupkan layar phonselnya , membuka aplikasi grub sekolah . Kemudian mengetik sesuatu , dan mengirimnya ke grup chat." Sudah Pak !" ucap Zoya .
"Timakasih !" balas Arya .
Zoya pun menganggukkan kepalanya , ingin rasanya ia bertanya soal hubungan Arya dengan Bunga , tapi ia tidak berani .
"Jangan menangis lagi ya ! , katanya tadi lapar !" ucap Arya .
"Aku gak lapar lagi !" manja Bunga sambil menggelengkan kepalanya di dalam pelukan Arya .
"Kalau begitu kita antar Zoya pulang kerumahnya dulu , gak apa apa 'kan sayang ?" tanya Arya lembut . Bunga menganggukkan kepalanya .
Arya melepas pelukannya , mencium kening Bunga . Kemudian kembali melajukan kenderaannya bergabung dengan kenderaan lain ke jalan raya . Dan membiarkan kepala Bunga menyender di lengannya .
__ADS_1
Sepertinya tadi aku gak salah dengar , kalau Arya dengan Bunga sudah menikah ,batin Zoya .
Arya menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Zoya . Rumah yang lumayan besar dan mewah .
Bahkan Pak Arya tau dimana rumah Zoya ,batin Bunga . Dari tadi Ia tidak ada mendengar Zoya menyebutkan alamatnya , atau menunjukkan jalannya kepada Arya .
"Trimakasih Pak sudah mengantar saya pulang !" ucap Zoya sebelum ia membuka pintu di sampingnya .
"Tidak apa apa !, jangan lupa besok jangan sampai terlambat , istirahat yang cukup , ingat besok grand final !" ujar Arya .
"Iya Pak !" balas Zoya ." Bunga ! aku minta maaf soal gosip itu ! , aku pikir itu bukanlah masalah yang serius , aku tidak begitu menanggapinya . Trimakasih sudah memberiku tompangan" ucap Zoya serius .
"Buktikan aja !" ketus Bunga dengan wajah tidak bersahabat .
"Sayang !" tegur Arya
"Maafin Bunga ya ! Zoya !" ucap Arya kepada Zoya .
"Gak apa apa Pak !" balas Zoya , tersenyum dipaksakan ."Kalau begitu saya permisi Pak ! , trimakasih sekali lagi" pamit Zoya , kemudia membuka pintu di sampingnya dan langsung turun .
Arya langsung melajukan kenderaanya meninggalkan kediaman Zoya .Dilihatnya Bunga yang duduk disampingnya cemberut memanyunkam bibirnya dengan pandangan lurus ke depan .
"Bahkan Pak Arya tau dimana rumahnya , berarti bukan pertama kali ini Pak Arya mengantarnya pulang" Bunga berbicara dengan bibir maju lima senti .
Arya mengulas seyumnya , melihat istrinya yang sedang cemburu . Itu berarti sudah ada benih benih cinta di hati istrinya , tentu itu membuat Arya senang .
Bunga mengalihkan tatapannya ke arah Arya, karna tidak menjawabnya .
"Kenapa Pak Arya diam ? , malah senyum senyum lagi !" kesal Bunga .
"Love you..!" ucap Arya tersenyum .
"Au ah !" Bunga langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain , untuk menyembunyikan wajahnya yang merona salah tingkah .
"Kok gak di balas sayang ? , balas dong !".goda Arya .
"Aku gak suka sama yang sudah tua !" ketus Bunga .
"Benaran sayang ?, gak nyesal ? , tua tua gini banyak yang suka loh !" balas Arya .
__ADS_1
"Pergi sanah ..! , kenapa masih bersama Bunga ?" ucap Bunga ketus .
"Benaran..? , Yakin..?" goda Arya .
"Yakinlah !"
"Gak akan nyesal ?"
"Gak !" balas Bunga , tapi hati kecilnya mengatakan takut Arya benar benar pergi meninggalkannya .
Arya menarik dagu Bunga supaya melihat ke arahnya , setelah ia memarkirkan kenderaannya dihalaman rumah mereka .
"Lihat aku Bunga !" ucap Arya , menatap dalam ke bola mata Bunga ."Katakan Bunga !, kalau sedikit pun tidak ada tempatku dihatimu !" ucap Arya serius .
Bunga diam membalas tatapan Arya ," Aku.. " Bunga bingung mau mengatakan apa . Ia bukanlah orang yang pandai merangkai kata kata . Karna selama ini ia datang kesekolah hanya menjadi D3(datang , duduk , diam ). Apa lagi saat mapel B.Indonesia , Bunga akan mengantuk berat .
Bagaimana bilangnya ya ? , Ini juga penyakit jantung kenapa kumat lagi ? , bikin gak konsentrasi aja . Pak Arya juga , kenapa menatapku seperti itu ?Aku kan jadi gerogi . Kok aku jadi begini ya ? kaya patung bernapas . Aih ! kamu kenapa sih Bunga , mau ngaku cinta aja gengsinya selangit .batin Bunga .
Cup !
Bunga terlonjak tersadar dari lamunannya , saat benda kenyal milik Arya menempel di bibirnya . Mencium Bunga dengan begitu lembut , sangat lembut sehingga membuat Bunga terbuai melayang tinggi hingga ke awan , tanpa sadar Bunga membalas ciuman Arya . Semakin lama ciuman itu semakin dalam . Lama ciuman mereka berlangsung , karna Bunga juga sepertinya menikmati ciuman Arya , sampai ia tidak ingin melepasnya .
"Aku sudah tau jawabannya " ucap Arya tersenyum , setelah melepas pagutan mereka , jempol tangannya melap sudut bibir Bunga yang basah karna ulahnya .
Blush !
Wajah Bunga memerah seperti tomat , ia baru sadar kalau ia baru saja membalas ciuman Arya , ciumannya lama lagi . Bunga jadi malu sendiri , karna ketahuan menikmati ciuman Arya .
"Aku gak bilang apa apa !" ucap Bunga menyangkal maksud Arya .
Arya mendekatkan wajahnya ketelinga Bunga , kemudian berbisik sambil terseyum ." Aku menyukai permainan lidahmu sayang ! , sangat nikmat !." Arya menggigit kecil daun telinga Bunga dan langsung turun dari dalam mobil . membuat Bunga merinding si bulu roma , detak jantungnya semakin berpacu .
Ya ampun ! , begini ya ? kalau pacaran sama orang tua , mesumnya keterlaluan . Sepertinya Pak Arya sudah lama menjomlo ,batin Bunga .
.
.
.
__ADS_1