Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 52


__ADS_3

"Sayang !" Mama Indah menyentuh bahu Bunga , Bunga pun menolehkan pandangannya kepada Mama Indah ." Tinggallah di tempat tinggal suamimu ,ikutlah kemana pun dia membawamu .Karna seorang istri memang harus mengikuti suaminya , bukan suami yang mengikuti istri sayang !" jelas Mama Indah , memberi putrinya pengertian .


"Tapi Ma ! , aku juga masih ingin tinggal bersama Mama sama Papa !" ucap Bunga .


Mama Indah menghela napasnya ."kalian bisa datang berkunjung dan menginap sayang !" ucap Mama Indah membelai kepala Bunga .


"Gak apa apa Ma ! kalau Bunga masih ingin tinggal bersama Mama dan Papa . Biar nanti Arya yang mengunjungi Bunga kerumah Papa sama Mama !" ujar Arya . Ia harus mengalah , kalau memang itu keinginan Bunga . Ia tidak mau memaksa Bunga lagi , karna ia sudah melanggar satu janjinya .


Bunga mengalihkan kepalanya lagi ke arah Arya , menatap Arya dengan tatapan meneduh .


"Gak apa apa sayang ! kalau kamu ingin tinggal sama Papa dan Mama !" ujar Arya lagi kepada Bunga .


"Tapi aku juga ingin kamu ikut !" ujap Bunga dengan wajah memohon .


Arya menghela napasnya , kemudian mengalihkan pandangannya kepada kedua mertuanya yang berdiri di sisi sebelah ranjang . Pak Fariq mengangguk pelan , supaya Arya menurutinya dulu , nanti kalau Bunga sudah sembuh , nanti bisa di bahas lagi .


Kembali Arya mengalihkan pandangannya kepada Bunga ."Iya sayang ! , apapun untukmu !" ucapnya lembut .


Wajah Bunga langsung berbinar , ia bisa tinggal bersama keluarga dan suaminya . Walau pun Bunga sudah menjadi seorang istri , tapi tetaplah dia seorang gadis remaja , dengan pemikiran anak anaknya . Arya harus bersabar menghadapinya .


Tiba tiba Bunga mengerutkan keningnya mengingat kenapa ia sampai berada di Rumah Sakit .


"Kenapa sayang ? , ada yang sakit ?" tanya Arya kawatir .


"Iya sayang ! kenapa ?" sambung Mama Indah .


"Aku kenapa sampai harus dirawat di rumah sakit ?" tanya Bunga . Seingatnya ia merasakan perutnya tiba tiba sakit waktu di sekolah .


"Kamu mengalami keguguran sayang !" jawab Arya dengan mata kembali berkaca kaca . mengecup punggung tangan Bunga , seolah olah mencari kekuatan dari aroma tubuh Bunga untuk melawan kesedihannya kehilangan calon si buah hati mereka ,yang mereka belum sempat tau keberadaannya .


"Keguguran ?" ulang Bunga , dengan kening mengerut .


"Iya sayang !, kamu hamil , tapi kita belum sempat mengetahuinya , anak kita sudah tidak ada !" jawab Arya lagi , tak bisa menahan kesedihannya , akhirnya air matanya pun tumpah lagi .

__ADS_1


Bunga meraba perutnya yang rata , Bunga sedih mendengar mereka kehilangan calon anak mereka .Walau pun Bunga belum siap hamil memiliki anak , tapi jika memang dia benar hamil , Bunga pasti menerima anak itu , Bunga pasti menyanyanginya .


"Maaf ! aku gak tau kalau aku hamil , aku gak menjaganya dengan baik !" tangis Bunga , biar bagaiman pun Bunga pasti memiliki naluri keibuan .


"Kamu tidak salah apa apa sayang , akulah yang salah , tudak menjaga kalian dengan baik" balas Arya , lagi Arya mengecup tangan Bunga .


"Mama ! Papa ! aku kehilangan anak kami Pah ! Mah !" tangis Bunga pecah .


"Sssttt....! sabar sayang ! , mungkin belum rejeki kalian ! . Semoga kalian cepat mendapat gantinya !" ucap Mama Indah , mengusap usap kepala Bunga .


"Aku gak terima kehilangan anakku Ma ! Pa ! . Ini semua gara gara orang itu ! , orang itu menghempaskan aku ke tanah !!! . Aku akan membalasnya !! , lihat saja ! aku akan memberi mereka hukuman yang setimpal !!" histeris Bunga bercampur amarah . Bunga mendudukkan tubuhnya , dan hampir saja menarik selang infusnya , jika Arya tidak sigap menahannya .


Bunga marah , Bunga tidak terima , Ia tak sabar ingin mencabik cabik orang yang menyebabkannya kehilangan anaknya .


Jangan menilai Bunga buruk , Bunga bukanlah gadis yang lemah lembut . Bunga adalah si tomboy imut imut manja menggemaskan . Sewaktu waktu ia bisa berobah menjadi harimau , dan bisa juga berobah menjadi kucing manja . Tergantung situasi dan kondisi .


"Sayang ! , sabar !" Arya langsung memeluk Bunga , karna Bunga ingin turun dari atas brankar .


"Lepaskan aku Aaryan !! , aku akan menghabisi orang orang yang membunuh anakku !!." Bunga meronta di dalam pelukan Arya .


"Papa ! panggil Dokter Pah !" suruh Mama Indah kepada sumaminya , melihat emosi Bunga yang tidak stabil . Mama Indah kawatir, Bunga bisa mengalami pendarahan lagi , karna baru keguguran .


"Iya Mah ! , pencet tombol itu Mah ! , biar cepat !" suruh Pak Fariq , mengingat ada tombol untuk panggilan darurat di dekat kepala ranjang .


"Oh iya Pah , Mama lupa " balas Mama Indah , dan langsung memencet tombol berwarna merah di dekat kepala ranjang .


"Lepaskan aku Aaryan....!!!" teriak Bunga , karna Arya memeluknya erat dan mengunci pergerakannya .


"Sayang ! tenanglah ! , jangan seperti ini , kamu lagi sakit sayang !" ucap Arya , menangis melihat keadaan Bunga yang kacau .


Pintu ruang perawatan Bunga pun terbuka dari luar . Masuk seorang Dokter yang menangani Bunga bersama seorang perawat . mereka melihat Bunga sedang menangis histeris dan mengamuk .


"Lepas Aaryan...!!!" teriak Bunga .

__ADS_1


"Dok ! tolong putri saya Dok !" ucap Pak Fariq, dengan mata berkaca kaca . sedih melihat keadaan putrinya yang terpuruk .


Tanpa menjawab Dokter itu pun langsung menyuntikan obat penenang lewat selang infus Bunga .


Mama Indah Ia sudah menangis melihat keadaan Bunga . Ia tidak menyangka Bunga akan sekacau dan semarah itu , mengetahui kehilangan calon anaknya .


"Papa ! Putri kita Pah !" tangis Mama Indah .


"Lepas Aaryan...!"


Perlahan tubuh Bunga pun melemah dan memejamkan matanya , setelah di suntikkan obat bius . Arya pun membaringkan tubuh Bunga kembali . Mencium kening Bunga , sambil mengusap usap kepala Bunga , kemudian menyelimutinya .


"Apa yang terjadi ?" tanya Dokter itu .


"Kami memberi tahu tentang kehilangan calon bayinya Dok ! . Dia tidak terima dan lasung ngamuk !" jawab Mama Indah , mengusap air matanya .


Dokter itu menghela napasnya ," sepertinya pasien mengalami depresi ringan . berusahalah tetap membuat hatinya senang . Nanti jika dia bangun , masih mengamuk langsung panggil Dokter !" ucap Dokter itu ." kalau begitu saya permisi !" pamit Dokter itu , langsung keluar dari ruangan perawatan Bunga di ikuti perawat yang datang bersamanya .


"Pah ! ayo sekarang kita kesekolah ! , Mama gak terima Pah ! , putriku menjadi seperti ini !" geram Mama Indah , berbicara dengan mengeraskan rahangnya .


"Ayo Ma !" balas Pa Fariq , ia juga marah , melihat kondisi Bunga , karna perlakuan murid murid disekolah mereka .


"Nak Arya ! kami pergi dulu , jagalah Bunga , Biar Papa sama Mama yang mebereskan masalah di sekolah " ujar Mama Indah , menarik Pak Fariq keluar dari ruang perawatan Bunga .


"Iya Ma ! Pah ! , Bunga adalah istriku , pasti Arya akan menjaganya . Trimakasih Ma ! Pah ! , sudah mau membatu Arya menyelesaikan masalah Arya sendiri !" balas Arya . Bukan Arya tidak bisa menyelesaikan masalahnya , hanya saja ia harus menjaga Bunga .


Mama Indah dan Pak Fariq pun pergi meninggalkan kamar perawatan Bunga . Mereka akan pergi kesekolah , untuk menyelesaikan masalah yang menimpa putri mereka .


Arya mengecup kening Bunga lama , dengan air mata yang mengalir di pipinya . Melihat Bunga selama ini orang yang ceria dan kuat . Siapa menduga , Bunga adalah orang yang lemah gampang rapuh .


"Bungaku adalah orang yang kuat !, jangan seperti ini sayang ! , aku tidak sanggup melihatnya , hatiku hancur sayang , tabahkanlah dirimu !" ucap Arya ke telinga Bunga , berharap Bunga mendengarnya , kemudian mengecup pelipis Bunga dengan penuh rasa sayang .


.

__ADS_1


.


#baca karyaku yang berjudul 21 Hari Bersama Majikan Bajingan (21+) ya..! . ceritanya di jamin seru !.


__ADS_2