
"Sayang !" Mama Indah menyentuh bahu Bunga , Bunga pun menolehkan pandangannya kepada Mama Indah ." Tinggallah di tempat tinggal suamimu ,ikutlah kemana pun dia membawamu .Karna seorang istri memang harus mengikuti suaminya , bukan suami yang mengikuti istri sayang !" jelas Mama Indah , memberi putrinya pengertian .
"Tapi Ma ! , aku juga masih ingin tinggal bersama Mama sama Papa !" ucap Bunga .
Mama Indah menghela napasnya ."kalian bisa datang berkunjung dan menginap sayang !" ucap Mama Indah membelai kepala Bunga .
"Gak apa apa Ma ! kalau Bunga masih ingin tinggal bersama Mama dan Papa . Biar nanti Arya yang mengunjungi Bunga kerumah Papa sama Mama !" ujar Arya . Ia harus mengalah , kalau memang itu keinginan Bunga . Ia tidak mau memaksa Bunga lagi , karna ia sudah melanggar satu janjinya .
Bunga mengalihkan kepalanya lagi ke arah Arya , menatap Arya dengan tatapan meneduh .
"Gak apa apa sayang ! kalau kamu ingin tinggal sama Papa dan Mama !" ujar Arya lagi kepada Bunga .
"Tapi aku juga ingin kamu ikut !" ujap Bunga dengan wajah memohon .
Arya menghela napasnya , kemudian mengalihkan pandangannya kepada kedua mertuanya yang berdiri di sisi sebelah ranjang . Pak Fariq mengangguk pelan , supaya Arya menurutinya dulu , nanti kalau Bunga sudah sembuh , nanti bisa di bahas lagi .
Kembali Arya mengalihkan pandangannya kepada Bunga ."Iya sayang ! , apapun untukmu !" ucapnya lembut .
Wajah Bunga langsung berbinar , ia bisa tinggal bersama keluarga dan suaminya . Walau pun Bunga sudah menjadi seorang istri , tapi tetaplah dia seorang gadis remaja , dengan pemikiran anak anaknya . Arya harus bersabar menghadapinya .
Tiba tiba Bunga mengerutkan keningnya mengingat kenapa ia sampai berada di Rumah Sakit .
"Kenapa sayang ? , ada yang sakit ?" tanya Arya kawatir .
"Iya sayang ! kenapa ?" sambung Mama Indah .
"Aku kenapa sampai harus dirawat di rumah sakit ?" tanya Bunga . Seingatnya ia merasakan perutnya tiba tiba sakit waktu di sekolah .
"Kamu mengalami keguguran sayang !" jawab Arya dengan mata kembali berkaca kaca . mengecup punggung tangan Bunga , seolah olah mencari kekuatan dari aroma tubuh Bunga untuk melawan kesedihannya kehilangan calon si buah hati mereka ,yang mereka belum sempat tau keberadaannya .
"Keguguran ?" ulang Bunga , dengan kening mengerut .
"Iya sayang !, kamu hamil , tapi kita belum sempat mengetahuinya , anak kita sudah tidak ada !" jawab Arya lagi , tak bisa menahan kesedihannya , akhirnya air matanya pun tumpah lagi .
__ADS_1
Bunga meraba perutnya yang rata , Bunga sedih mendengar mereka kehilangan calon anak mereka .Walau pun Bunga belum siap hamil memiliki anak , tapi jika memang dia benar hamil , Bunga pasti menerima anak itu , Bunga pasti menyanyanginya .
"Maaf ! aku gak tau kalau aku hamil , aku gak menjaganya dengan baik !" tangis Bunga , biar bagaiman pun Bunga pasti memiliki naluri keibuan .
"Kamu tidak salah apa apa sayang , akulah yang salah , tudak menjaga kalian dengan baik" balas Arya , lagi Arya mengecup tangan Bunga .
"Mama ! Papa ! aku kehilangan anak kami Pah ! Mah !" tangis Bunga pecah .
"Sssttt....! sabar sayang ! , mungkin belum rejeki kalian ! . Semoga kalian cepat mendapat gantinya !" ucap Mama Indah , mengusap usap kepala Bunga .
"Aku gak terima kehilangan anakku Ma ! Pa ! . Ini semua gara gara orang itu ! , orang itu menghempaskan aku ke tanah !!! . Aku akan membalasnya !! , lihat saja ! aku akan memberi mereka hukuman yang setimpal !!" histeris Bunga bercampur amarah . Bunga mendudukkan tubuhnya , dan hampir saja menarik selang infusnya , jika Arya tidak sigap menahannya .
Bunga marah , Bunga tidak terima , Ia tak sabar ingin mencabik cabik orang yang menyebabkannya kehilangan anaknya .
Jangan menilai Bunga buruk , Bunga bukanlah gadis yang lemah lembut . Bunga adalah si tomboy imut imut manja menggemaskan . Sewaktu waktu ia bisa berobah menjadi harimau , dan bisa juga berobah menjadi kucing manja . Tergantung situasi dan kondisi .
"Sayang ! , sabar !" Arya langsung memeluk Bunga , karna Bunga ingin turun dari atas brankar .
"Lepaskan aku Aaryan !! , aku akan menghabisi orang orang yang membunuh anakku !!." Bunga meronta di dalam pelukan Arya .
"Papa ! panggil Dokter Pah !" suruh Mama Indah kepada sumaminya , melihat emosi Bunga yang tidak stabil . Mama Indah kawatir, Bunga bisa mengalami pendarahan lagi , karna baru keguguran .
"Iya Mah ! , pencet tombol itu Mah ! , biar cepat !" suruh Pak Fariq , mengingat ada tombol untuk panggilan darurat di dekat kepala ranjang .
"Oh iya Pah , Mama lupa " balas Mama Indah , dan langsung memencet tombol berwarna merah di dekat kepala ranjang .
"Lepaskan aku Aaryan....!!!" teriak Bunga , karna Arya memeluknya erat dan mengunci pergerakannya .
"Sayang ! tenanglah ! , jangan seperti ini , kamu lagi sakit sayang !" ucap Arya , menangis melihat keadaan Bunga yang kacau .
Pintu ruang perawatan Bunga pun terbuka dari luar . Masuk seorang Dokter yang menangani Bunga bersama seorang perawat . mereka melihat Bunga sedang menangis histeris dan mengamuk .
"Lepas Aaryan...!!!" teriak Bunga .
__ADS_1
"Dok ! tolong putri saya Dok !" ucap Pak Fariq, dengan mata berkaca kaca . sedih melihat keadaan putrinya yang terpuruk .
Tanpa menjawab Dokter itu pun langsung menyuntikan obat penenang lewat selang infus Bunga .
Mama Indah Ia sudah menangis melihat keadaan Bunga . Ia tidak menyangka Bunga akan sekacau dan semarah itu , mengetahui kehilangan calon anaknya .
"Papa ! Putri kita Pah !" tangis Mama Indah .
"Lepas Aaryan...!"
Perlahan tubuh Bunga pun melemah dan memejamkan matanya , setelah di suntikkan obat bius . Arya pun membaringkan tubuh Bunga kembali . Mencium kening Bunga , sambil mengusap usap kepala Bunga , kemudian menyelimutinya .
"Apa yang terjadi ?" tanya Dokter itu .
"Kami memberi tahu tentang kehilangan calon bayinya Dok ! . Dia tidak terima dan lasung ngamuk !" jawab Mama Indah , mengusap air matanya .
Dokter itu menghela napasnya ," sepertinya pasien mengalami depresi ringan . berusahalah tetap membuat hatinya senang . Nanti jika dia bangun , masih mengamuk langsung panggil Dokter !" ucap Dokter itu ." kalau begitu saya permisi !" pamit Dokter itu , langsung keluar dari ruangan perawatan Bunga di ikuti perawat yang datang bersamanya .
"Pah ! ayo sekarang kita kesekolah ! , Mama gak terima Pah ! , putriku menjadi seperti ini !" geram Mama Indah , berbicara dengan mengeraskan rahangnya .
"Ayo Ma !" balas Pa Fariq , ia juga marah , melihat kondisi Bunga , karna perlakuan murid murid disekolah mereka .
"Nak Arya ! kami pergi dulu , jagalah Bunga , Biar Papa sama Mama yang mebereskan masalah di sekolah " ujar Mama Indah , menarik Pak Fariq keluar dari ruang perawatan Bunga .
"Iya Ma ! Pah ! , Bunga adalah istriku , pasti Arya akan menjaganya . Trimakasih Ma ! Pah ! , sudah mau membatu Arya menyelesaikan masalah Arya sendiri !" balas Arya . Bukan Arya tidak bisa menyelesaikan masalahnya , hanya saja ia harus menjaga Bunga .
Mama Indah dan Pak Fariq pun pergi meninggalkan kamar perawatan Bunga . Mereka akan pergi kesekolah , untuk menyelesaikan masalah yang menimpa putri mereka .
Arya mengecup kening Bunga lama , dengan air mata yang mengalir di pipinya . Melihat Bunga selama ini orang yang ceria dan kuat . Siapa menduga , Bunga adalah orang yang lemah gampang rapuh .
"Bungaku adalah orang yang kuat !, jangan seperti ini sayang ! , aku tidak sanggup melihatnya , hatiku hancur sayang , tabahkanlah dirimu !" ucap Arya ke telinga Bunga , berharap Bunga mendengarnya , kemudian mengecup pelipis Bunga dengan penuh rasa sayang .
.
__ADS_1
.
#baca karyaku yang berjudul 21 Hari Bersama Majikan Bajingan (21+) ya..! . ceritanya di jamin seru !.