
"Gadis yang malang !" ucap Bunga menggeleng gelengkan kepalanya , kemudian memutar tubuhnya , kembali duduk dan melanjutkan makannya .
Zoya dan ketiga temannya pun pergi meninggal Bunga ,tentu dengan hati yang terbakar amarah dan dendam .
"Ada masalah apa kamu dengan Zoya ?" tanya Vani , yang sudah bergabung di meja langganan mereka bersama Tari dan Leo .
"Apa lagi , kalau bukan masalah hati !" jawab Bunga dengan wajah datar mengunyah makanan di mulutnya dengan perlahan , berpikir bagaimana caranya melumpuhkan Zoya .
.
.
"Kak Arya !"
Arya langsung membalik badannya ," Ini di lingkungan sekolah Bu Frisil . Sudah berapa kali ku ingatkan ?" tegur Arya .
"Batalkan pertunanganmu dengan Bunga !."
"Apa maksudmu ?"
"Aku akan mengganti biaya sekolahmu yang di biayai Kakeknya Bunga ! . Aku tau Kak Arya menerima bertunangan dengan Bunga , Karna Kak Arya ingin balas budi ." jelas Frisilia .
"Trus aku bertunangan denganmu gitu ?" tanya Arya ."dan apa bedanya ?" tanya Arya lagi .
"Bunga tidak pantas untuk kak Arya !" ujar Frisilia .
Arya menyinggungkan senyumnya ," menurutmu kamu yang pantas ?."
"Aku mencintaimu Kak Arya ! , kenapa sekalipun tidak memberiku kesempatan ?" ucap Frisilia dengan air mata yang mengalir di pipinya .
"Itu bukan cinta Frisil ! , tapi obsesi !" balas Arya .
Ia sendiri lupa ,kalau ia memaksa Bunga menikah dengannya , dengan memanfaatkan surat wasiat perjodohan konyol Kakek Samsul , dan memanfaatkan mendiang Nenek Marni sebagai senjatanya .Apa itu namanya kalau bukan obsesi , Arya seakan lupa itu . Dia menikahi Bunga , karna cemburu , pernah melihat Bunga dan Aldo berciuman di belakang sekolah .
Itu sangat tidak adil ! .
"Aku tulus Kak !" ucap Frisilia lagi .
"Kalau kamu tulus ?, kamu pasti bisa mengikhlaskanku dengan wanita lain Frisil !" balas Arya .
"Apa kekuranganku kak Arya ?, apa yang tidak kumiliki , yang di miliki Bunga ?. Bilang Kak Arya !" Tangis Frisilia terisak .
"Aku gak tau !" jawab Arya . kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Frisilia yang menangis .
Arya berjalan ke arah parkiran mobilnya , di sana sudah ada Bunga menunggu dengan bibir yang mengerucut .
"Kenapa sayang ? Hm..!" tanya Arya membukaan pintu untuk Bunga .
"Aku pengen ke korea selatan !" jawab Bunga , masuk ke dalam mobil .
"Ngapain ?"
"Operasi plastik !"
Arya menutup pintu di samping Bunga , kemudian memutari bagian bagian depan mobilnya , berjalan ke arah pintu samping kemudi . Setelah membuka pintu , Arya pun langsung masuk .
__ADS_1
"Untuk apa ?" tanya Arya lagi , setelah menutup pintu di sampingnya . Ada ada aja istri labilnya itu .
"Biar cantik !" jawab Bunga .
Arya menajamkan tatapannya ke wajah Bunga , mengangkat ke dua tanhannya menangkupkannya ke sisi wajah Bunga .
"Untuk jadi istriku ! segini udah pas..! , pas cantiknya !"ucap Arya tersenyum , mengecup bibir Bunga kilas .
"Aku cemburu ! cewek cewek yang menyukaimu sangat cantik cantik !" ujar Bunga , masih memanyunkan bibirnya .
"Tapi mereka tidak unik sepertimu sayang ! , dan tidak menggemaskan !, aku tidak menyukainya" balas Arya , lagi Arya mengecup bibir Bunga .
"Emang aku barang antik ! di bilang unik !" ujar Bunga .
Cup !
Lagi lagi Arya mengecup bibirnya ." I love you !" ucapnya . Cup ! cup ! cup ! cup ! cup ! , bertubi tubi Arya mengecup bibir Bunga " ayo kita pulang sayang ! , jangan manyun lagi , aku hanya milikmu seorang !" ucap Arya lagi . melepaskan tangannya dari wajah Bunga , kemudian melajukan kenderaannya keluar dari parkiran sekolah .
Meskipun bibir Bunga masih manyun , tapi wajahnya nampak berbinar . Arya selalu saja bisa menyenangkan hatinya , baik dengan kata kata maupun perbuatan .
Melihat itu Arya tersenyum , di angkatnya sebelah tangannya untuk mengacak acak ujung kepala Bunga , gemas !.
"Sayang !" panggil Arya , Bunga menoleh ." Aku antar kamu pulang , aku langsung pergi ya ! nanti aku akan cepat pulang !".ucap Arya .
"Iya !" jawab Bunga , sekarang dia sudah menjadi anak yang baik .
Arya tersenyum , di usapnya kepala Bunga dari belakang . Manisnya istriku ! kalau penurut begini , batin Arya .
Setelah sampai , Arya pun memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk rumah mereka .
Bunga menganggukkan kepalanya sambil tersenyum , dan mengulurkan tangannya kepada Arya .
"Apa ?" tanya Arya gak paham .
"Salam ! , katanya aku harus belajar jadi istri yang soleh !" jawab Bunga . mengambil tangan kanan Arya , lalu membawanya ke keningnya .
"Hati hati ya Pah !, cari duit yang banyak !" ucap Bunga , lalu cekikikan .
"Iya Ma ! , nanti malam kita buat dede bayi ya !" balas Arya menyeriangai .
"Gak !" Bunga langsung bergidik ngeri , dan buru buru keluar dari mobil Arya . Bunga paling takut adegan berbahaya yang satu itu .
"Ma..! nanti malam tunggu Papa ya..! " sahut Arya tersenyum menggoda Bunga dari dalam mobil . Namun Bunga sudah menghilang di balik pintu . Arya pun melajukan kenderaannya dari halaman rumahnya .
Mendengar mobil Arya sudah pergi , bergegas Bunga berlari masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya rapat rapat , dengan gerakan cepat langsung mengganti pakaian seragam sekolahnya dengan pakaian santai ,menggunakan celana potong setengah paha berwarna biru , dipadukan dengan kaus oblong berwarna putih . Setelah mengambil tas kecil handphon dan dompetnya , Bunga pun keluar lewat jendela kaca kamarnya . Berjalan mengendap ngendap ke arah gerbang , supaya tidak ketahuan sama Bu Ipa .
"Ayo cepat jalan Pak !" suruh Bunga setelah ia duduk di belakang tukang ojek online langganannya , yang sengaja mangkal di dekat rumah Arya .
Tanpa menjawab tukang ojek itu pun langsung melajukan kenderaannya ."Ke tempat biasa Dek ?" tanya si Bapak tukang ojek .
"Nggak Pak ! , ke alamat XXXX " jawab Bunga .
Kurang lebih sepuluh menit , Bunga pun sampai di tempat tujuannya .
"Pak ! nanti tunggu di sini ya seperti jam biasa ! , jangan lupa Pak ! Okeh !" ucap Bunga , setelah turun dari atas motor dan langsung masuk ke salah satu karokean .
__ADS_1
"Tuh ! Si Bubu udah datang !" tunjuk Gandi , melihat Bunga sudah nongol di pintu masuk .
"Ribet amat sih hidupnya sekarang !" ujar Leo. Karna Bunga sudah tidak sebebas dulu , dia harus main kucing kucingan dengan Arya jika ia harus ngumpul bareng dengan teman temannya .
"Lama banget sih Bubu ?" tanya Tari .
"Gimana lagi ! , aku harus main kucing kucingan dulu baru bisa keluar rumah !" jawab Bunga cemberut .
"Yuk ! kita masuk , si Vani udah duluan di dalam" ajak Gandi . Mereka pun berjalan masuk ke salah satu kamar karaokean yang sudah mereka pesan .
"Gan ! pesan minum sama makanan dong !" suruh Bunga .
"Oke ! " Jawab Gandi , pergi memesan makanan dan minuman .
Bunga Tari dan Leo pun masuk ke kamar karaoke disana sudah ada Vani bernyanyi mengeluarkan suara emasnya , tak lama kemudian Gandi pun datang . Mereka pun bernyanyi nyanyi riang gembira secara bergantian .
"Van ! dari tadi kamu trus ! , gantian dong !" ujar Bunga .
"kenapa ? , itu mikrophonnya ada yang nganggur ." balas Vani .
"Aku ingin nyanyi sendiri ! , tanpa ada suaramu !" ujar Bunga .
"Pesanlah kamar sendiri , biar karaokenya sendiri !" balas Vani .
"Kamu mau ngajak berantem ya Van ?. Dari tadi kamu gak ada berhentinya , orang mau nyanyi solo ! gak bisa" ujar Bunga lagi .
"Namanya juga karaokean bersama !" balas Vani lagi .
"Bisa gantian Vani !!!" geram Bunga . langsung menarik rambut Vani .
"Sakit Bunga !!" teriak Vani , membamas menarik rambut Bunga .
"Ck ! woi ! kenapa kalian malah berantem ?" tegur Gandi , menarik tangan Bunga supaya melepas rambut Vani .
Tari dan Leo , mereka hanya geleng geleng kepala lihat Bunga dan Vani yang sama sama kurang waras .
"Sayang ! jangan mau ketularan gila ya !" ucap Leo kepada Tari , menarik Tari supaya bersandar ke lengannya .
"Cukup mereka yang gila sayang !" balas Tari .
Mereka tidak peduli dengan mikrophon yang pengangguran , mereka lebih menikmati makanan yang tersaji di meja .
.
.
Arya memasukkan mobilnya langsung ke dalam garasi , malam hari baru ia pulang ke rumah , setelah mengunjungi beberapa cabang counter HPnya . Dengan langkah semangat , ia melangakahkan kakinya masuk ke dalam rumah , berjalan langsung ke arah kamar Bunga . Dari tadi siang ia tidak melihat istri labilnya , rasanya Arya sudah rindu berat .
Tok tok tok !!!
"Sayang !" panggil Arya .
.
.
__ADS_1