
"Bu Frisil ! Leo ! Zoya ! , saya minta datang ke depan !" tegas Arya .
Semua terdiam dan Bingung , kenapa Arya memanggil mereka bertiga ke depan .
"Baiklah ! , kalau kalian tidak mau ! , Jangan salahkan saya jika saya melakukan pemaksaan" ucap Arya dengan santai .
Tiba tiba polisi datang masuk ke dalam aula tersebut membuat semua heran dan semakin bingung , dan langsung menangkap Frisilia , Zoya dan Leo . Yang sebelumnya mereka sudah pantau letak ketiganya berdiri .
"Pak Arya ! apa apaan ini !!?" pekik Frisilia , seorang polisi sudah langsung memborgol tangannya .
"Pak Arya ! kenapa saya di tanggap ?, saya tidak melakukan apa apa !!!" teriak Zoya .
Leo yang sudah diborgol pun meronta minta dilepas , tapi tidak berbicara apa apa .
Arya menarik sudut bibirnya ke samping , senyum yang tidak dapat di artikan . Sedih karna ulah dari ketiga orang itu , ia harus kehilangan calon bayinya .Terlebih ketiga orang itu adalah orang yang di percayanya . Frisilia , adik sahabatnya dulu . Zoya murid kebanggaannya , yang selalu berpenampilan memukau . Leo , sahabat istrinya .
"Gara gara kalian bertiga , istri saya mengalami pendarahan yang hampir merenggut nyawanya , dan saya juga harus kehilangan calon bayi saya" ucap Arya , berbicara dengan merapatkan gigi giginya , menahan getir .
"Saya tidak tau apa apa Pak Arya !" bela Zoya , berusaha melepaskan diri dari pegangan polisi .
"Saya bukan orang bodoh Zoya !, jangan pikir saya tidak tau !, kamulah yang selalu membuat gosip kalau kita bertunangan . Kamulah yang mengirim pesan kepada Frisil , mengatakan kalau saya dan Bunga melakukan kumpul kebo, kamulah yang terus menghasutnya . Melalui no rahasiamu , akun palsumu ! . Kamulah yang menyebarkan berita itu !." ungkap Arya .
Zoya terdiam ,dari mana dia tau itu !, batin Zoya . Zoya lupa , siapa Arya , sipemilik otak encer . Zoya tidak tau kalau Arya adalah seorang hacker .
Kemudian Arya menajamkan pandanganya ke arah Frisilia . Menatap kecewa bercampur amarah ."Apa kamu ingin saya yang mengatakan apa kesalahamu Bu Frisil ?" tanya Arya .
Frisilia menundukkan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca kaca , Frisil tidak bisa menjawab .
"Seorang guru , bekerja sama dengan muridnya , untuk mencelakai muridnya yang lain . Dengan memasukkan obat perangsang ke minumannya . Untuk menjebakku dan Bunga , mendapatkan bukti yang akurat , kalau aku dan Bunga melakukan kumpul kebo! , Sungguh sangat menjijikkan !" decih Arya .
"Karna kecantikan kalian , kalian merasa lebih pantas dari Bunga . Kalian merasa lebih hebat dengan kepintaran yang kalian miliki . Merasa lebih layak karna kekayaan yang kalian punya ! . Tapi kalian tidak sadar , kalau kalian tidak punya hati untuk menjadi orang yang baik !" ucap Arya lagi .
"Karna saya tidak tau ! hukuman apa yang pantas untuk orang orang seperti kalian . Yang sudah mencemarkan nama baik saya dan istri saya , merenggut nyawa calon buah hati saya dan hampir menghilangkan nyawa istri saya , menghasut dan menyebarkan kebencian , melakukan penjebakan , dan memfitnah . Maka saya menyerahkan kalian kepada polisi." ucap Arya lagi .
__ADS_1
"Polisi ! , bawa mereka dari sini !" suruh Arya kepada para polisi yang menangani kasusnya .
"Baik Pak Arya ! , kalau begitu kami permisi !" Pamit polisi yang menangkap Frisilia , kemudian membawa tawanannya keluar dari dalam aula , di ikuti yang lainnya .
"Sekian dan terima kasih untuk waktunya" ucap Arya , undur diri meninggalkan mikrophonnya , berjalan ke barisan guru guru .
Pak Fariq yang ikut berdiri di barisan guru guru pun menghapus sudut matanya yang berair . Ia memang tidak berbicara apa apa , karna ia yakin Arya bisa menghadapinya , menghadapi semua orang yang ada di hadapannya .
Pak Siddiq sebagai kepala sekolah pun , berjalan ke arah mikrophon .
"Assalamu alaikum dan selamat pagi semuanya !" sapanya sambil menurunkan tinggi tiang mikrophon , menyesuaikan ke tinggi badannya .
"Anak anak semua yang saya sayangi dan yang saya cintai ! . Tidak panjang lebar lagi , karna kita sudah banyak menghabiskan waktu di dalam aula ini . Semua sudah mendengar klarifikasi dari Pak Arya , tentang hubungannya dengan Bunga , cucu dari pemilik sekolah ini . Untuk menyingkat waktu , Bapak ingin bertanya kepada kalian semua . Apakah kalian keberatan jika Bunga dan Arya masih berada di sekolah ini ?. Apakah kalian bisa menerima mereka ?" tanya Pak Siddiq , melalui pengeras suara di depannya .
Hening !
Semua saling pandang dengan teman teman di samping masing masing .
"Bapak tau ! mereka sudah melanggar peraturan sekolah , tidak boleh berstatus menikah ,apa lagi guru dan murid . Kita sudah dengar sendiri , alasan mereka menikah . Apakah kalian bisa memberi toleransi kepada mereka ?" tanya Pak Siddiq lagi .
"Bagaimana dengan yang lainnya ? , apa kalian setuju , Pak Arya masih menjadi guru kalian ?" tanya Pak Siddiq lagi .
"Setuju Pak !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" seru semua murid yang ada di dalam aula .
"Vani dan Tari berpelukan , terharu , masalah yang menimpa sahabat mereka sudah beres .
.
.
"Mama ! Aaryan kemana ? , kenapa dari tadi gak datang ?" sungut Bunga , ia terbangun , Arya tidak ada di ruang perawatannya lagi , sudah di gantikan Mama Indah duduk di atas sofa sambil bermain Phonsel .
"Ck !" decak Mama Indah ! " belum juga setengah hari Arya menghilang , sudah dicariin !" cibir Mama Indah .
__ADS_1
"Wajar dong Ma ! suami sendiri di cariin , Masa Bunga cariin suami orang !" kesal Bunga .
"Kemarin aja nolak nolak di nikahkan !" cibir Mama Indah lagi .
"Cinta datang karna terbiasa , Bunga mekar karna sering di pupuk dan disirami !" balas Bunga , sok puitis ,membuat Mama Indah mendengus .
"Ma !"
"Apa !"
"Suamiku yang tampannya kebangatan itu kemana sih sebenarnya ?" tanya Bunga lagi , karna Mama Indah tidak memberitahunya .
"Ada urusan katanya , Mama gak tau apa dan kemana ? . Tunggu aja , gak sabaran banget !" jawab Mama Indah , ia tidak mau memberitahu , kalau Arya membereskan biang kerok di sekokah mereka .
"Namanya juga kangen berat Ma ! , kaya gak pernah muda aja !" balas Bunga .
"Jadi menurutmu Mama sekarang sudah tua ?" tanya Mama Indah bernada kesal .
"Gak Ma ! , mengkal masih !" jawab Bunga , memutar bola matanya malas , Mamanya itu memang terlalu berjiwa muda , sampai lupa usia .
"Ma ! , apa benar aku keguguran ?" tanya Bunga tiba tiba . Mama Indah langsung mendongakkan kepalanya ke arah Bunga . Mama Indah melangkahkan kakinya ke arah Bunga yang duduk di atas brankar dengan wajah sendu dan mata berkaca kaca . Mama Indah kawatir Bunga nagamuk lagi , Mama Indah pun memeluk Bunga dan mengusap usap punggungnya .
"Sabar ya !" ucap Mama Indah lembut , kemudian mencium ubun ubun Bunga .
"Kenapa semua keluarga kandungku pergi meninggalkan aku Ma ?. Bahkan anakku yang belum kuketahui keberadaannya pun ,pergi meninggalkanku ?." ucap Bunga , dengan air mata mengalir membanjiri pipinya .
"Ssstttt.....!!! , Semua memiliki takdir masing masing . Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya , bersabarlah !."
"Aku sayang sama Mama !" ucap Bunga .
"Mama juga sayang sama anak nakal ini !" gemas Mama Indah , menarik hidung Bunga .
"Sakit Mama !" keluh Bunga .
__ADS_1
"Rasain !" balas Mama Indah .