Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 48


__ADS_3

"Permisi Pak Arya ! di depan ada tiga cewek remaja mencari Bapak !"ucap Maya , pegawai yang bekerja di counter HP Arya .


"Suruh masuk aja !" balas Arya , tanpa menoleh ke arah Maya . Arya sudah tau yang datang itu adalah Bunga , Vani dan Tari .


Maya Pun kembali kedepan dan membuka pintu masuk , mempersilahkan tiga cewek cabe cabean itu masuk .


"Kata Pak Arya , silahkan masuk aja !" ucap Maya .


"Trimakasih Mbak !" balas Tari dan Vani . Bunga hanya diam saja , dia lagi malas bicara karna tubuhnya yang terasa tidak enak .


"Permisi Pak Arya ! , kami kesini mengantar Bunga . Sepertinya dia sakit" ujar Vani .


Arya langsung mengalihkan pandangannya ke arah ketiga muridnya itu .


"Sayang !"


Arya langsung berdiri dari tempat duduknya , melihat wajah Bunga yang pucat . melangkahkan kakinya berjalan mendekati Bunga .


"Kenapa gak telephon , biar aku jemput tadi ?" Arya merangkul Bunga , membawanya duduk di kursinya tadi .


"Kalau begitu kami permisi Pak !" pamit Vani .


"Trimakasih ya ! , sudah mengantar istriku kesini !" balas Arya tersenyum ramah kepada Vani dan Tari .


"sama sama Pak !" balas Vani tersenyum .Ya ampun Pak Arya ! , ganteng banget sih kalau tersenyum begitu , meleleh hati adek BANG !. Beruntungnya Bunga mendapatkan Pak Arya , batin Vani .


"Bubu ! kami pergi ya !" pamit Vani lagi kepada Bunga . Bunga menjawab hanya dengan menganggukkan kepalanya . Vani dan Tari pun keluar dari rungan itu . Tidak lupa , Tari meninggalkan belanjaan Bunga .


"Kamu sakit apa sayang ?" tanya Arya .


"Sepertinya aku kecapean karna kamu gempur tiga kali sehari semalam . Badanku rasanya sudah remuk !" jawab Bunga cemberut .


"Maaf sayang ! , habis kamu sangat menggemaskan . Aku tidak tahan jika tak memakanmu !. Kamu adalah makanan ternikmat dan terlezat di Dunia ini !" gombal Arya tersenyum . Merapikan rambut Bunga ke belakang , lalu mengikatnya dengan kawat kecil yang biasa di buat untuk mengikat tali carger hp .


"Kita periksa ke Dokter ya !" ucap Arya .


"Aku hanya lelah aja ! , gak usah ke Dokter , sekarang aku lapar , ingin makan" balas Bunga .


"Ya sudah ! , kamu pengen makan apa sayang ? Hm..!" tanya Arya .


"Ikan pari goreng tepung , dengan sambal pedas asam manis" jawab Bunga .


"Trus apa lagi ?" Arya membelai belai kepala Bunga dari samping .


"Itu aja , tapi gak usah pakai nasi , ganti dengan Burger aja karbohidratnya" jawab Bunga .

__ADS_1


"Minumnya ?" tanya Arya lagi .


"Air putih aja !"


"Ya udah !"


Arya pun menganbil HPnya yang terletak di meja . kemudian mengetik sesuatau , kemudian mengirimnya .


"Tunggu ya !" ucap Arya .


Menarik Bunga untuk berdiri , kemudian mendudukkan dirinya di kursi yang di duduki Bunga . Lalu menarik Bunga ke atas pangkuannya, menyandarkan kepala Bunga ke dadanya .satu tangannya pun memijat mijat punggung Bunga dari belakang .


Bunga , ia memejamkan matanya , menikmati tangan Arya yang bergerak gerak memijat punggungnya . Sampai tak sadar ia pun ketiduran karna tiba tiba ngantuk menyerangnya .


"Tidur lagi !" guman Arya , menghela napasnya , melihat Bunga sudah kebanyakan tidur .


"Pak Arya ! ini ada yang mengantar makanan !" tiba tiba Maya masuk ke ruangannya , meletakkan kantong plastik yang berisi kotak makanan di atas meja Arya .


"Tolong bayarkan dulu ya May !" suruh Arya . Karna ia tidak bisa mengambil dompetnya di saku celananya , karna Bunga yang tidur dipangkuannya .


"Iya Pak !" balas Maya , keluar dari ruangan Arya .


Itu siapanya Pak Arya ya ? , kalau gak salah itu anak sekolah yang kemarin 'kan !. Yang menukar tambah HP ? . Masa iya ! Pak Arya pacaran sama anak ABG ?. Kalau di bilang adik ! , adik dari mana ? , Pak Arya 'kan gak punya adik sama sekali . Masa adik ketemu gede ! . Tidur lagi di pangkuan Pak Arya.!. bingung Maya dalam hati .


"Sayang ! ayo bangun !" ucap Arya , mengusap usap ubun ubun Bunga . Namun Bunga masih bergeming .


"Sayang !"


"Sayang !"


Arya pun mendekatkan bibirnya kebibir Bunga , mencium bibir Bunga ,melu***nya .


"Ma..maaf Pak !" gugub Maya yang tiba tiba hendak masuk ke ruangan Arya , melihat bosnya mencium cewek yang tidur di atas pangkuannya , Maya langsung menundukkan pandangannya . Arya pun langsung melepas pagutannya .


"Maaf !" ucap Arya , seharusnya ia tidak mencium Bunga di tempat itu .


Ya ampun Pak Arya ! , ternyata seleramu cabe cabean , batin Maya .


"Itu Pak ! , ada yang beli HP , dia meminta harga sedikit di bawah harga jual kita" ucap Maya .


"Berapa ?" tanya Arya .


"Satu persen dari harga jual !" jawab Maya .


"Yang harga berapaan !" tanya Arya lagi .

__ADS_1


"Lima jutaan !"


"Kasih aja !" ujar Arya ," Maaf ya yang barusan , seharusnya aku tidak melakukannya disini , jangan salah paham , dia adalah istriku , dia sangat sulit di baguni , kalau gak seperti itu dia gak mau bangun !" ucap Arya lagi .


"Iya Pak ! , gak apa apa !" balas Maya , tersenyum masam . kemudian keluar dari rungan Arya .


kapan Pak Arya menikah ? , ya ampun Pak Arya !, seleramu benar benar cabe cabean . Pak Arya romantis banget , mau bangunin istrinya aja pake di cium .batin Maya . kemudian menemui pelanggan yang ingin membeli HP . Kagum dengan bos ganteng dan baik hatinya itu .


Melihat Bunga belum juga bangun , Arya terpaksa mencium bibir Bunga lagi . Melu***nya sampai Bunga menggeliatkan tubuhnya .


"Bangun sayang ! , katanya tadi mau makan !, ini makanannya sudah datang !" ucap Arya , setelah melepas ciumannya .


"Aku ketiduran ya ?" tanya Bunga , menguap lebar .


"Iya sayang ! , ayo makan !" jawab Arya .


Bunga menganggukkan kepalanya , karna memang ia sudah lapar . Kemudian turun dari atas pangkuan Arya , menarik kursi plasti yang tidak terlalu jauh dari meja . Setelah mendudukkan tubuhnya , Bunga pun menarik kantong plasti yang berisi kotak makan di atas meja tersebut . Membukanya , lalu melahapnya dengan rakus .


"Pelan pelan aja sayang !"


"Lapar banget !"


Arya mengusap usap kepala Bunga , memandang Bunga dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .


Maafkan aku Bunga ! aku sudah mengambil segalanya darimu . Aku memisahkanmu dari Aldo , aku sudah merampas masa remajamu . Aku mencintaimu Bunga ! , sungguh aku sangat mencintaimu !,batin Arya . kadang terbesit rasa bersalah , sudah memaksa Bunga menjadi miliknya .


"Aku sadar kok , kalau aku cantik !" ucap Bunga mengedipkan matanya , menyuapkan satu potong ikan goreng tepung ke mulut Arya . Melihat Arya memandanginya tak berkedil.


Arya tersenyum , menerima suapan ikan dari tangan Bunga .Menahan Tangan Bunga supaya Bunga tidak langsung menariknya .Kemudian mengisap saos sambal belepotan di jari jari Bunga , memandang Bunga dengan tatapan genit .


"Dasar mesum !" cibir Bunga , dengan wajah berbinar .


"Sama istri sendiri , itu pahala sayang !" balas Arya .Bunga mengerucutkan bibirnya . pura pura cemberut , padahal suka dimesumi suaminya .


Arya mengulum senyumnya , melihat istinya yang cemberut di buat buat . Gemas melihatnya , Arya pun menngecup pipi Bunga yang mengembang .


"Ayo cepat habiskan makananmu , biar kita pulang mencium bau surga" bisik Arya di telinga Bunga.


"Aaryan !!!" teriak Bunga .


Paham 'kan ? Mencium bau surga maksud Arya ?.Hanya Bunga yang pahan hal itu .


Arya pun tertawa tawa , melihat Bunga yang kesal kepadanya . Semenjak kapan Arya suka tertawa ? , semenjak Bunga menjadi istrinya .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2