
"Maafkan perbutan putri kamu Bu Indah ! , tapi saya rasa..putri putri kami tidak sepenuhnya bersalah . Wajar mereka berasumsi buruk kepada putri kalian , karna mereka tidak tau kalau putri kalian sudah menikah !" ujar salah satu orang tua siswi yang menyeret Bunga dari dalam toilet .
"Tetap saja mereka tidak berhak ! menghakimi putriku ! , sampai saya harus kehilangan calon cucu saya" ujar Mama Indah .
"Justru itu ! kami minta maaf atas kesalahan putri kami !" balas orang tua murid yang satunya , Mama Indah diam .
"Kalau begitu kami akan bertanggung jawab atas kesalahan putri putri kami ! . Apa yang harus kami lakukan , supaya masalah ini selesai , dan kita berdamai !" ujar orang tua murid yang satunya lagi , di angguki orang tua murid lainnya , pertanda setuju .
Mama Indah berpikir sebentar lalu berbicara ." Setelah selesai ujian dan menerima raport, saya ingin anak anak kalian tidak bersekolah disini lagi !" jawab Mama Indah ." Saya kawatir putri saya celaka di tangan putri putri kalian lagi !" lanjut Mama Indah .
Kelima orang tua murid itupun saling pandang , kemudian menganggukkan kepala mereka pertanda setuju .
"Baiklah !" ucap salah satunya ."dan sebagai terimah kasih kami karna sudah menerima maaf dan berdamai , biarkan kami yang membayar biaya pengobatan putri anda sampai sembuh ! Bu Indah !" ucapnya lagi , menyalam tangan Bu Indah .
"Masalah itu , nanti kalian tanyakan langsung kepada menantu saya !" balas Mam Indah .
"Baiklah !, kalau begitu kami permisi , sekali lagi terima kasih sudah memberi toleransi kepada anak anak kami untuk menyelesaikan ujian sekolah mereka" ucapnya lagi .
Kelima orang tua murid itu pun keluar dari ruangan kepala sekolah . Sekarang yang menjadi tugas Mama Indah adalah mencari orang yang menyebar vidio putrinya dan Arya , siapa dalang di balik itu semua , pasti ada yang bermain main ! kira kira siapa ? pikir Mama Indah .
Pak Fariq dan Pak Siddiq , mereka yang membiarkan Mama Indah yang menyelesaikan masalah kelima siswi itu . Memutuskan berjalan jalan mengelilingi lingkungan sekolah , karna jarang sekali Pak Fariq tidak mengunjungi sekolah yang di dirikan Ayah angkatnya itu . Karna ia juga punya kesibukan mengurus usahanya sendiri .
"Pak Fariq ! , sepertinya saya sudah waktunya pensiun . Saya sudah ingin menikmati masa tua dengan istri saya ! . Saya rasa Arya bisa menggantikan saya ! , Arya juga sudah sah menjadi suami Bunga . Saya rasa tugas saya sudah selesai menjaga amanah dari kakek Samsul untuk mengurus sekolah ini !" ucap Pak Siddiq , setelah mereka menghentikan langkah mereka di taman belakang sekolah .
"Terserah kamu saja ! , saya rasa juga seperti itu ! , melihat wajahmu yang sudah tua dan sebentar lagi renta " balas Pak Fariq .
Pak siddiq berdecak ," kau dari dulu tidak berobah , orang bicara serius , malah kamu bercanda" kesal Pak Siddiq.
"Makanya wajah saya awet muda , karna saya orangnya enjoy !" balas Pak Suddiq .
"Terserah kau saja !, bagaimana kalau kita menjodohkan anakku dengan putrimu Rania ?. Supaya hubungan persahabatan kita semakin erat !." Pak Siddiq mengutarakan ide konyolnya .
"Anakmu saja baru kelas dua , bagaimana caranya kamu bisa menyuruh anakmu menikah ?" tanya Pak Fariq , heran dengan ide konyol sahabatnya itu .
"Ayolah Fariq !, kau sudah mengenal anakku , meski dia masih kelas dua SMA . Dia sudah mempunyai penghasilan sendiri !" bujuk Pak Siddiq .
"Aku rasa putriku tidak menyukai anakmu yang masih ingusan itu !. Putriku sudah berusia 23 Tahun , sedangkan anakmu sepertinya belum genap 18 Tahun" ujar Pak Fariq .
"Usia tidak menjadi masalah !" balas Pak Siddiq .
"Terserah kaulah !, aku tidak mau membujuk putriku !" ujar Pak Fariq .
__ADS_1
.
.
Bunga membuka matanya , ia terbangun karna merasakan sangat haus , tenggorokannya terasa kering . Entah sudah berapa jam ia tertidur , di lihatnya Arya tertidur pulas di sampingnya, berbaring dengan posisi miring memeluk pinggangnya , wajah Arya berada di ceruk lehernya .
"Aaryan ! aku haus !" terpaksa Bunga membangunkan Arya , karna ia sudah bergerak , karna Arya memeluknya sampai mengunci pergerakannya .
"Aaryan..!" panggil Bunga , menggoyang lengan Arya dengan tangannya yang di tusuk jarum infus .
Lelap sekali dia ?, batin Bunga , karna Arya masih bergeming .
"Aaryan..!" panggil Bunga lagi , menyibak rambut Arya yang menutupi keningnya ke belakang , kemudian mencium kening Arya . Arya tidak juga bangun , Bunga pun menyentil kening Aarya kuat sambil terseyum , kesempatan balas dendam , pikirnya .
Takk !
Melihat Arya yang kaget , langsung membuka matanya . Bunga malah tertawa cekikikan .
"Sayang !" Arya mengangkat kepalanya , eh ! malah memindahkannya ke atas dada Bunga .
"Aku haus Aaryan..!, aku gak bisa gerak !" ucap Bunga , mengusap usap kepala Arya , sesekali mengecup ujung kepalanya .
"Haus banget ya ?" tanya Arya melihat bunga minum dengan rakus , dan langsung habis setengah botol , tangannya mengusap kepala Bunga dari belakang .
"Haus banget !" jawab Bunga , setelah ia menyerahkan botol di tangannya kepada Arya . Arya menerima botol dari tangan Bunga , mengembalikannya ke atas meja bakas setelah ia menutup botolnya kembali .
"Ayo tidur lagi !, masih lama baru pagi !" ucap Arya , membatu Bunga berbaring .
"Tapi aku udah gak ngantuk lagi !" balas Bunga .
Arya yang sudah berbaring kembali pun , menarik Bunga ke dalam pelukannya , Mengusap usap kepala Bunga supaya tertidur lagi .
"Aaryan..!" panggil Bunga , memain mainkan telunjuknya di dada Arya .
"Apa sayang..?" menjawab dengan mata terpejam , karna mengantuk .
"Lapar !" manja Bunga .
Arya membuka matanya kembali ,"pengen makan apa sayang ?Hm..!" mengecup ujung kepala Bunga , turun dari atas brankar , berpindah duduk di atas kursi di samping brankar .
"Apa aja !" jawab Bunga , ia benar benar lapar . sepertinya ia makan terakhir tadi pagi , sekarang sudah jam setengah dua dini hari .
__ADS_1
"Makan burger mau ?, tadi Mama membawanya !"tanya Arya , Bunga menganggukkan kepalanya . Kemudian Arya pun mengambil kantong plasti yang berisi burger dari dalam laci meja nakas , kemudian memberikannya Bunga yang sudah duduk .
"Aaryan !" panggil Bunga , kemudian menyuapkan burger di tangannya ke mulutnya .
"Apa sayang ?" Arya memperhatikan Bunga mengunyah burger di mulutnya .
"Aku rasa Zoya yang menyebarkan vidio itu !" ucap Bunga setelah mengunyah makanan di mulutnya , kemudian menyuapkannya lagi .
Arya menaikkan sebelah alisnya , dari mana Bunga tau Zoya yang menyebarkan vidio itu .
"Dia pernah mengancamku !" ucap Bunga lagi, setelah menelan makanan di mulutnya lagi , lalu menyuapkannya lagi .
"Aku rasa dia orang pertama yang mengetahui kita tinggal satu rumah !" lanjut Bunga . lagi Bunga menyuapkan makanan kemulutnya setealah menelan makanan sebelumnya .
"Dia..
"Habiskan dulu makanannya sayang ! ,baru cerita !" potong Arya , mengambil sisa potongan Burger dari tangan Bunga , lalu menyuapkannya ke mulut Bunga .
"Aaryan..!" sungut Bunga , terdengar kumur kumut , karna mulutnya penuh , Arya menyuapkan potongan besar ke mulutnya .
"Makanya ! kalau makan..makan dulu . jangan makan sambil cerita , ceritanya jadi terpotong potong , gak jelas !" ucap Arya , membersihkan saos yang belepotan di bibir Bunga dengan jempol tangannya , kemudian mengisapnya .
"Tambah lagi ?" tanya Arya , melihat makanan di mulut Bunga sudah habis di telan , Bunga sudah habis satu burger, Bunga menganggukkan kepalanya . Maklum ! Bunga lagi masa pertumbuhan .
Setelah menghabiskan dua burger , Bunga mulai ngatuk kembali .Aryan pun membatu Bunga berbaring kembali , menarik selimut sampai ke dada . kemudian naik ke atas brankar berbaring disamping Bunga .
"Tidurlah sayang !" Arya menarik kepala Bunga ke atas lengannya , merapatkan tubuh mereka , memeluk Bunga dengan posesif , lalu memejamkan matanya .
.
.
"Saya menikahi Bunga selain karna saya ingin membalas budi Kakek Samsul a , dan ingin menjalankan wasiatnya untuk menjaga cucu kesayangannya ! , beserta ingin mengabulkan keinginan Mendiang Nenek saya yang ingin melihat saya menikah . Saya menikahi Bunga karna saya mencintainya ! . Saya menikahinya bukan karna terpakasa sama sekali !" Arya menjeda kalimatnya , memperhatikan siswa siswi dan semua guru yang berkumpul di dalam aula sekolah .
"Saya sadar ! Bunga istri saya , tidak secantik wajah kalian , tapi menurut saya..dialah wanita paling cantik di hati saya ! . Dan kalian tidak berhak ! menilai Bunga tidak pantas untuk saya ! .Dan sayalah yang tau mana yang pantas untuk saya , bukan kalian ." Arya menjeda kalimatnya lagi .
"Jika status saya dan Bunga yang sudah menikah di sekolah ini menjadi masalah , atau menganggap pernikahan kami suatu kesalahan besar dan menurut kalian saya tidak pantas mengajar di sini ! , tidak masalah ! . Saya akan mengundurkan diri menjadi tenaga pengajar dari sekolah ini !." Lagi Arya berhenti Bicara , Memandangi siswa siswi yang melempar kotoran ke wajahnya itu , menuduhnya melakukan perbuatan keji .
"Saya rasa saya sudah berbicara terlalu panjang lebar tentang hubungan saya dengan Bunga , yang menurut saya sebenarnya tidak penting untuk mengklarifikasi kepada kalian semua . Tapi saya harus melakukannya untuk membersihkan nama baik istri saya , karena di nodai oleh seseorang yang dengki !" ujar Arya lagi .
"Kepada Bu Frisil ! , Leo ! , Zoya ! ,saya mohon untuk datang ke depan !" panggil Arya melalui mikrophon yang dari tadi tepat berada di depan mulutnya .
__ADS_1