Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab.10# Bebas seperti burung


__ADS_3

Malam harinya..


Elard masuk ke dalam mension mewahnya dengan langkah perlahan. Kepalanya masih terisi dengan senyum gadis remaja yang baru bertemu dengannya beberapa jam yang lalu.


Dia bahkan tak melihat Rain yang berpapasan dengannya.


“Apa kau baik baik saja.” Tanya Rain menghentikan langkahnya. Anak Robin adik dari ayahnya.


Elard hanya melirik ke arah Rain. Dia kemudian melangkah lebar menaiki anak tangga tanpa memperdulikan Rain yang menatapnya tak suka.


Ya di mension ini dihuni oleh beberapa orang salah satunya adalah adik ayahnya, Robin. Dia tinggal di mension ini beserta istri dan dua anaknya. Ada juga yang lainnya, adik dari istri Robin.


Itu sebabnya dia tak betah tinggal di sini. Ini memang mension mewahnya, tapi untuk mengusir mereka ini belum saatnya. Dia akan mengusir mereka, jika waktunya sudah tiba.


Ya jika waktunya sudah tiba. Beberapa adik ayahnya dan ibunya sering berebut menginginkan mension mewah ini dan perusahaan daddy nya. Robin lah yang selalu mengusir mereka dan memang berdebat dengan mereka. Padahal dia sudah tau jika Robin juga menginginkan semua ini sebenarnya.


Dari dulu Elard sudah tau, jika mereka saling memperebutkan harta milik Ayahnya. Salah satunya adalah memanfaatkan dirinya. Begitu juga dengan pernikahannya dengan Airin. Robinlah yang semakin memperkeruh gosip yang beredar waktu itu. Hingga dia menikah dengan Airin tanpa cinta sedikitpun.


Tapi Elard tidak bodoh, Elard tau maksud Robin sebenarnya. Robin ingin namanya semakin terlihat, kemudian perlahan mengambil alih semuanya. Sayangnya dia sudah tau lebih dulu tujuan Robin.


Itu sebabnya dia membiarkan Robin tinggal di mension sini. Membiarkan saja mereka saling berebut satu sama lainnya dan yang pasti Robin akan menang.


Bukankah ini juga trik yang hebat. Dan Robin, tak tau menahu jika dia juga sebenarnya sedang di manfaatkan oleh Elard.


Clek..


Elard membuka pintu kamarnya dan membuang jas miliknya lalu mengendurkan dasi yang di pakainya. Elard masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuh tegapnya dengan air dingin.


Sementara Rain yang di abaikan oleh Elard mengepalkan tangannya. Dia mendengus dan keluar dari mension seperti biasa. Apalagi jika bukan untuk bersenang senang bertemu dengan kawan kawannya tentunya.

__ADS_1


Airin tak tau jika malam hari ini Elard kembali pulang ke mension mewahnya. Dia masih berkumpul bersama dengan para sahabatnya yang lain di dalam kafe hingga tengah malam. Dan baru kembali pulang pukul dia belas malam lewat.


“Kau mau pulang.” Tanya seorang pria yang duduk tak jauh darinya. Jastin sang fotografer Airin saat Airin menjadi model.


“Ya.. Ini sudah malam.” Sahut Airin tersenyum dan lebar. Mengambil tas miliknya dan memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas brended miliknya.


“Ku antar..” Tawar Jastin pada Airin. Wanita cantik dengan tubuh proporsional idaman seluruh kaum adam. Tak ada pria yang akan menolak pesona Airin, begitu juga dengan Jastin. Dia sebenarnya jatuh cinta dengan Airin, sudah sangat lama. Tapi sayangnya Airin memilih Lionel Elard Roberto pria muda yang sangat kaya raya tentunya.


Wajar saja jika Airin memilih Elard, selain mereka pas dan pasangan serasi, Elard juga pria yang sangat kaya raya.


Airin menoleh dan menggelengkan kepalanya pada Jastin. Dia kemudian melambaikan tangannya pada sahabat nyasahabatnya dan kru yang lainnya. Mereka baru saja merayakan ulang tahun Airin. Itu sebabnya Airin kembali pulang lewat tengah malam.


Sampai di halaman mension Roberto. Airin turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam tanpa menoleh ke kiri dan kanannya jika mobil suaminya sudah berada di parkiran.


“Apa Elard pulang.” Gumam Airin mendongak dan menghembuskan nafasnya perlahan. Dia berjalan gontai menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.


Airin berjengit saat melihat pintu balkon terbuka. Apa suaminya pulang. Airin mengutuk dirinya yang sangat bodoh, tak menyadari jika suaminya ternyata kembali pulang ke mension.


“Mandilah Airin, aku tau kau pasti lelah.” Airin menghentikan langkahnya mendengar penuturan Elard. Dia tau ini adalah bentuk  penolakan dari suaminya.


Sett..


“Maaf aku tak tau kau pulang ke mension.” Ucap Airin memeluk Elard dari belakang. Dia tak perduli dengan penolakan Elard. Dia sangat ingin Elard mengerti dirinya, jika dia sangat mencintainya.


Elard mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Airin. Dia melepaskan tangan Airin dan berbalik melangkah menuju ranjang lalu membaringkan tubuhnya di tempat dimana dia tidur selama ini.


Sementara Airin mengepalkan tangannya melihat Elard lagi lagi menghindarinya. Matanya memerah menahan amarah yang luar biasa. Hingga beberapa menit Airin masuk ke dalam kamar mengusul suaminya.


Airin melihat Elard yang sudah memejamkan matanya, dia juga ikut membaringkan tubuhnya di samping Elard suaminya.

__ADS_1


Tidur di ranjang berdua, tapi mereka sama sekali tak pernah dekat dan saling berpelukan. Elard akan langsung terbangun jika dia tiba-tiba saja memeluknya. Memeluk tangannya saja Elard akan langsung membuka matanya, meski dia terlelap sekalipun.


Airin pernah melakukannya, dia memeluk tubuh Elard saat dia melihatnya tertidur pulas. Tapi lagi lagi, Elard akan membuka matanya saat dia menyentuh tangan dan tubuhnya. Alhasil, Elard justru tidur di atas sofa. Sudah sering Airin melakukan itu dan hasilnya sama. Elard justru mengancamnya akan menceriakan dirinya jika dia melakukan itu.


*


Beberapa hari berlalu...


Ara berlari keluar dari pintu lift menuju parkir. Masuk ke dalam mobil yang baru di belinya beberapa hari yang lalu setelah dia baru pertama kali datang kemari. Ara menginjak pedal gasnya perlahan dan meninggalkan gedung apartemen di mana dia tinggal di Las Vegas.


Ara bersenandung riang di dalam mobil m beberapa hari ini, daddy dan mommy nya benar-benar melepaskannya untuk mandiri dan sekolah. Rasanya Ara sudah seperti burung yang terbang kesana kemari tanpa ada seseorang yang mengikutinya. Terutama daddynya yang selalu membuntuti dirinya di mana pun juga.


Seperti dua hari kemarin, dia menikmati wisata di kota Las Vegas. Berkeliling kota sendiri. Ara berpikir dia harus memanfaatkan waktu liburan nya sebelum masuk kuliah untuk pertama kalinya. Menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas di Las Vegas.


“Ayo Ara apa kau akan punya teman baru, atau sebaliknya.” Gumam Ara berdecak dan turun dari mobil Lamborghini keluaran terbaru.


Ya Ara membeli mobil Lamborghini keluaran terbaru. Empat hari yang lalu. Itu sebabnya, dia berkeliling kota Las Vegas dengan mobil barunya.


Ara berjalan melangkah ke depan. Dia tersenyum saat melihat para gadis sebayanya dan beberapa pria yang mungkin lebih tua darinya sedang berkumpul di salah satu halaman.


Kedatangan Ara seketika menjadi sorot perhatian mereka. Gadis remaja bertubuh kecil yang baru turun dari mobil Lamborghini seketika menjadi perbincangan topik pembicaraan mereka.


Begitu juga dengan para pria, baik dari teman seangkatannya atau seniornya. Mereka menatap Ara tak berkedip. Bagaimana tidak tubuh Ara sangat mencolok. Tubuh kecil mungil dengan kulit putih mulus, rambut panjang bergelombang wajahnya yang sangat imut terlihat seperti boneka. Hidungnya yang mungil  bibirnya yang tipis dan sedikit penuh terlihat sangat seksi di mata para pria. Mata bulatnya yang di tumbuhi bulu mata yang sangat lentik.


Wajar saja, Ara bertubuh kecil dan berkulit putih. Semua yang ibunya miliki, turun pada Ara. Freya yang notabene keturunan Indonesia menurun pada tubuh putrinya.


Berbeda dengan pria, para gadis yang melihat penampilan Ara saling mengumpat. Mereka semua menatap Ara dengan pandangan remeh dan  tak sukanya.


“Hay boleh berkenalan dengan ku.”

__ADS_1


 


__ADS_2