
Ara masuk ke dalam apartemen miliknya sebelumnya. Dia menghembuskan nafasnya perlahan dan mengusap pipinya yang terus basah. Sakit dan perih di pipi dan bibirnya sudah tak terasa, karna dokter memberikan obat penghilang rasa sakit.
Ara masuk ke dalam kamar miliknya dan membaringkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya. Hari sudah mulai malam, dan dia belum mengisi perutnya sama sekali. Shock mendapatkan perlakuan Airin dan shock mendengar penuturan pria paruh baya yang mengatakan jika ayahnya adalah pembunuh pria yang belakang ini menjadi orang suruhan ayahnya.
“Apa dia bukan orang suruhan daddy.” Gumamnya membayangkan lagi. Ya bukankah dia sudah kaya, untuk apa menjadi orang suruhan daddynya.
Ara menggigit boneka di pelukannya, menyamarkan tangisnya yang sedari tadi di tahannya. Apa setelah ini nyawanya berada dalam bahaya. Apa mereka akan membunuh nya.?
Ara terus terisak hingga dia lelah dan akhirnya tidur di ranjang miliknya seorang diri.
“Maafkan daddy.” Sky mengusap kepala putrinya sayang dan mengecupnya. Ya Sky datang ke apartemen Ara lewat tengah malam.
Sky yang di hubungi salah satu bawahannya, kaget dan emosi mendengar putrinya di perlakukan kasar oleh istri Elard. Tapi dia tak bisa memerintahkan anak buahnya untuk menyakiti wanita itu atau membalas wanita itu. Apalagi untuk membunuhnya. Dia hanya memerintah pada bawahannya jika wanita itu tak melukai putrinya. Tapi siapa sangka namanya wanita pasti akan emosi jika suaminya dekat dengan seorang gadis lainnya. Sky tau dan mengerti semua itu.
Dia seperti memakan buah simalakama. Membalas Airin dan membunuh Airin, akan menjauhkan dia dengan Elard lagi. Tapi membiarkan semua ini, tentu saja tidak akan pernah dia lakukan. Sky tak akan membiarkan putri semata wajahnya terluka seperti ini lagi. Cukup satu kali dalam hidup Ara mendapatkan kekerasan seperti ini.
Andai Ara tak keras kepala dan menurut, semua ini tak akan terjadi padanya. Tapi semua sudah terjadi, dan itu berawal dari dirinya. Yang harus dia lakukan saat ini adalah membawa Ara pergi dan kembali.
Tak mungkin dia membalas Elard dengan cara membunuh atau menyakiti istrinya. Dia menyayangi Elard seperti dia menyayangi Ara.
Sky tau motif apa Elard melakukan semua ini. Apalagi jika bukan untuk membalasnya. Tapi sepertinya, dia kalah dan tak tega melihat putrinya seperti ini. Dia pikir Elard tak akan melakukan semua ini. Tapi justru, perbuatannya itu yang mengundang orang lain membenci putrinya dan melukai putrinya.
Mendekati putrinya dan mengajaknya tinggal bersama, terlebih dia memiliki istri. Sudah jelas Airin akan menjadikan putrinya sebagai incarannya. Dan memang ini adalah tujuan Elard, Ingin membalas dirinya melalui putrinya.
“Cukup Lion, daddy menyayangi mu. Maafkan daddy jika daddylah yang pengecut selama ini. Kenapa kau harus menyakiti Ara.”
*
__ADS_1
Elard menuruni anak tangga setelah dia mengambil sesuatu yang ada di dalam kamarnya. Tentu saja tujuannya adalah apartemen Ara. Dia akan meminta maaf pada Ara. Dia tak ingin Ara salah paham dengannya. Dia melakukan semua itu karna dia mencintainya, bukan membalas kan dendamnya pada ayahnya.
Elard melangkah lebar keluar dari mension mewahnya. Tapi Airin lagi lagi menghadangnya.
Bruk..
“Sayang, aku minta maaf.” Airin memeluk Elard dari belakang saat melihat Elard keluar dari kamarnya dan melangkah lebar. Airin yakin jika Elard akan keluar malam ini, terlihat jelas Elard sangat terburu-buru.
Setelah mendengar penuturan Elard pada Rain, Airin berpikir jika Elard tak boleh mengusirnya dari sini. Ya Elard akan mengusir Robert dan kedua anaknya. Dan dia harus bertahan di sini dan menjadi satu-satunya penghuni di mension mewah ini.
Tentu saja itu hal yang sangat menggembirakan untuknya. Selain dia akan menjadi satu-satunya ratu, dia juga akan terhindar dari Robert yang siap mengancamnya kapan saja.
“Aku tau, kau tak menghianati ku sayang. Maafkan aku, sayang.” Ya Airin menyesali perbuatannya yang menyakiti gadis belia itu. Padahal dia tau siapa gadis itu, putri dari pria yang membunuh ayahnya. Dan Elard pasti akan membalaskan dendamnya pada gadis itu.
Tapi karna cemburu buta dia melakukan kesalahan yang membuat Elard marah padanya dan menyakiti nya. Dan jangan sampai Elard menendangnya nanti. Elard sudah melarang nya datang ke kamarnya. Jangan sampai Elard benar-benar akan menendangnya dari mension mewah nya.
“Jangan pernah menyentuhku tanpa seizin ku Airin.” Desis Elard dengan nada datar dan dingin pada Airin. Elard masih emosi dan ingin membunuh wanita yang ada di depannya ini yang sudah menyakiti Ara. Gadis itu kini kembali dan tinggal di apartemen miliknya. Dan yang lebih membuat Elard emosi dan ingin membunuh Airin, karna dia sudah menyakiti Ara.
“Sayang aku tak tau apa kesalahan ku. Tapi aku tau kau tak akan menghianati ku kan. Aku hanya cemburu sayang, kau tak ada waktu untuk ku. Tapi aku tau, semua yang kau lakukan padanya. Maafkan aku yang sudah ceroboh sayang.” Sesal Airin menatap mata Elard.
“Aku tau kau menyewa seseorang untuk mencelakai nya Airin. Jangan sampai aku benar-benar membunuh mu, jika kau menyakiti nya lagi, meski hanya seujung rambutnya sekalipun.” Ancam Elard kemudian berbalik dan tak perduli apa yang Airin katakan padanya. Ara ada di apartemen mewah nya seorang diri. Dan dia harus datang menjemput nya. Dia tak ingin sesuatu terjadi pada gadis kecilnya.
“Sayang.” Seru Airin melihat punggung Elard menjauh darinya. Tak lama Elard menghilang di balik pintu mension.
“Bodoh kau Airin, seharusnya kau bisa mengontrol emosimu. Jangan sampai Elard marah lagi padamu.” Tutuk Airin pada dirinya sendiri.
*
__ADS_1
“Apa yang terjadi dengan daddy.” Isak Selia melihat ayahnya terbaring di rumah sakit. Dia pikir seseorang telah merampok ayahnya.
Robert diam saja, pikirannya hanya tertuju pada Lion keponakannya yang sudah membuatnya hampir mati. Dia tak percaya, gara gara gadis belia itu Lion akan membunuhnya. Dan lagi, semua uang di tangannya lenyap begitu saja. Lion memblokir semua kartu ATM atas nama mendiang ayahnya, dan hanya menyisakan kartu miliknya sendiri yang hanya seujung kuku dari semua kartu yang sebelumnya.
“Aku akan membunuhnya Lion. Kau tak bisa melakukan ini pada ku.” Gumam Robert mengepalkan tangannya. Tapi tak lama dia meringis merasakan sakit saat tubuh nya tak sengaja bergerak.
“Brengsek.”
Sementara Elard yang baru sampai di gedung apartemen Ara memarkirkan mobilnya dan melangkah lebar masuk ke dalam pintu lift. Bibirnya tersenyum, meski senyum itu sedikit was was, takut Ara akan terus membencinya dan sulit di bujuk.
Dia akan mengatakan pada Ara jika apa yang dia lakukan selama ini karna dia mencintai nya. Bukan ingin membalas dendam pada ayahnya.
Ya Elard akan mengatakan pada Ara, siapa dirinya dulu. Bagaimana dia sangat menyayangi nya lebih dari apapun. Elard juga akan mengatakan pada Ara jika dia lah gadis pertama yang sudah membuat jantungnya berdebar dan membuatnya jatuh cinta. Dia juga akan mengatakan pada Ara jika dia akan menceraikan Airin.
Ting.
Elard melangkah lebar mendekati pintu apartemen milik Ara. Dia menekan tombol sandi apartemen Ara dan terbuka.
Elard membawa kakinya masuk ke dalam dan menuju kamar Ara. Dia membuka pintu nya perlahan takut Ara akan terbangun dan kaget, mengira dirinya penjahat.
Begitu kamar terbuka Elard mendapati kamar Ara yang kosong. Dia mengedarkan pandangannya dan berjalan menuju kamar mandi. Sama, kosong. Tak ada Ara di dalamnya. Elard berbalik dan seketika wajahnya pucat pasi saat tak melihat boneka kesayangan Ara.
Elard keluar dari kamar Ara dan mencari keberadaan Ara di kamar lain begitu juga di ruangan lainnya. Apa Sky membawa Ara kembali pulang. Ya Sky pasti tau, pria itu tak mungkin tak tau. Itu sebabnya dia datang dan membawa Ara kembali bersamanya.
“Maafkan om.”
__ADS_1