
“Ara..” lirih Elard, jantungnya semakin berdetak kencang saat Ara semakin dekat dengannya.
Dan Ara menyadari itu, dia melemparkan senyum manisnya pada Elard. Terang saja Elard semakin salah tingkah melihat senyum Ara padanya.
“selamat malam tuan Rold,”
“Selamat malam nona, tuan Lion, bukan kah dia model baru anda saat ini.”
Elard berjengit kaget mendengarnya. Dia hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan Rold padanya. Ara menarik sudut bibirnya keatas melihat kegugupan Elard. Ara yang memang saat ini ibarat menjadi bunga di kalangan model jelas menjadi pusat perhatian. Terlebih Ara sukses membawakan produk dari perusahaan Elard. Perusahaan terbesar di kota Las Vegas saat ini.
Ara dan pemilik pesta terlibat perbincangan ringan. Rold bahkan menawarkan Ara menjadi bintang iklan produk miliknya. Ara tersenyum menanggapi nya, dia sendiri tak tau. Apa rencananya ini berhasil atau tidak. Tapi Ara berpikir semua rencananya kali ini berhasil.
Beberapa wanita dan pria mendekati Ara dan berbincang satu sama lain. Terutama mereka saling berkenalan, Ara yang merasa jika ini menambah teman sangat antusias. Dia menyambutnya dengan bibir yang tersenyum lebar.
Tapi tidak dengan Elard yang melihat nya. Saat ini dia dan Ara hanya berjarak beberapa meter darinya. Dia bisa melihat jelas senyum Ara yang sangat lebar dan juga lepas.
“Dia sangat cantik,” gumam Elard, keningnya mengkerut saat melihat leher Ara yang terluka.
“Apa yang terjadi.” Elard berjalan mendekati Ara, tapi sayangnya Ara berjalan bersama dengan seorang pria kelantai dansa. Ara memang sengaja menghindar dari Elard saat ini.
Dan Elard yang melihat itu mengeratkan giginya emosi. Dia melangkah mendekati Ara dan menarik tangan Ara saat Ara memutar tubuhnya.
Brukk..
“Kau membuat ku cemburu sayang.” Bisik Elard di telinga Ara. Dan Ara yang mendengar bisikan Elard di telinganya tersenyum miring.
“Aku membuat anda cemburu tuan.” Ara tak kalah berbisik di telinga Elard. Bibirnya tersenyum tipis melihat tubuh Elard yang justru menegang di pelukannya. Ara menjauhkan wajahnya dan mendongak menatap mata Elard. Pandangan mereka saling bertemu, seolah sedang menyelami hati masing-masing.
Elard yang merasakan hatinya semakin berdetak kencang mendekatkan wajahnya pada Ara. Sementara Ara, jantungnya juga tak kalah berdetak kencang. Apa benar dia mencintai Elard, apa ini yang di katakan cinta, jantungnya berdebar debar. Tak hanya jantungnya yang berdebar, tapi juga gugup bukan main saat Elard mendekatkan wajahnya padanya.
__ADS_1
“Aku mencintaimu sayang.”
Cup...
Bibir Elard kali ini benar-benar menempel di bibir Ara. Sebenarnya bukan ini masalahnya, Elard sudah sering mencium dan bahkan pernah mencumbu Ara. Tapi bagi semua orang, ini adalah hal pertama yang pernah mereka lihat.
Elard mencium bibir seorang gadis, terlebih saat ini mereka berdua sedang berada di tengah tengah pesta.
Wajar mereka heboh, karna selama ini mereka tak pernah melihat Elard mencium seorang wanita. Mencium mantan istrinya saja mereka tak pernah melihat, apalagi harus mencium wanita yang bukan siapa-siapa, terlebih dia adalah seorang model dadakan.
Ara mengerjapkan matanya merasakan lembutnya sapuan bibir hangat Elard di bibirnya. Jantungnya semakin tak terkendali dan seperti mau lompat dari tempatnya. Padahal Elard sudah sering menciumnya bukan, Elard bahkan pernah mencumbu nya waktu itu. Lalu kenapa sekarang jantungnya berdebar tak karuan. Benarkah ini yang namanya cinta. Dan Elard benar-benar membuktikan jika dia mencintai nya.
Apa Elard juga sudah tau, siapa dirinya.?
Sementara Elard membuka matanya, menatap mata cantik Ara tepat di depannya. Tak hanya Ara yang berdebar jantungnya, tapi dia juga lebih berdebar jantungnya.
*
“Jadi wanita itu adalah kekasih Elard saat ini,” gumamnya meremas ponsel di tangannya. Dia mengingat lagi wanita yang bersama Elard, dan ternyata dia adalah wanita yang membuat Preston sekarat hingga saat ini.
“Elard sudah menjebak kita, dia mempermainkan kita semua. Kau lihat wanita itu, dia pintar bela diri dan menembak. Bukankah itu artinya Elard sengaja mempermainkan kita.” Seru Alfeus tak kalah emosi seperti Liam.
“Elard ingin menghabisi kita semuanya.” Lanjutnya lagi.
Liam dan Rhos mengepalkan tangannya emosi. Apa yang di katakan sahabatnya benar. Elard sengaja menjebaknya dengan melibatkan kekasihnya. Dia mmenjadikan kekasihnya sebagai umpan untuk menghancurkan mereka, dan ternyata Elard sudah berhasil melakukan nya.
“Apa yang kita tunggu, kita bisa menculiknya saat Lion lengah.”
“Ya, kita juga bisa menikmati nya.” Kekeh Alfeus membayangkan bagaimana rasanya bercinta dengan wanita cantik dan sangat cantik. Dia bahkan masih sangat muda sekali.
__ADS_1
“Apa yang kita tunggu, kali ini aku tak akan ragu untuk menghabisinya.”
“Tentu saja, Elard lah yang lebih dulu memancing kita, dia pikir kita akan diam saja. Cih, aku tak akan membiarkan dia menang dari ku.”
*
Ara mendorong tubuh tinggi Elard hingga tautan bibir mereka terlepas begitu saja. Elard melihat mata dan senyum di bibir Ara.
“Kurasa anda melewati batas anda tuan. Bukankah ini skandal baru untuk kita. Bagaimana jika mereka mengatakan anda harus menikahiku. Apa anda akan menikahiku seperti yang anda lakukan dengan nona Airin.”
Deg..
Elard mematung mendengar ucapan panjang lebar Ara. Bukan hanya kaget mendengar Ara tau pernikahannya dengan Airin, tapi Elard sedikit berdebar karna apa yang di pikirannya tak salah lagi.
“Apa yang kau sembunyikan dari ku sayang.” Tanya Elard sama sekali tak mengalihkan pandangan nya dari mata Ara.
Ara tersenyum, mendengar pertanyaan Elard di telinganya. “Memangnya apa yang ku sembunyikan tuan.” Sahut Ara berjalan menuju meja yang menyuguhkan berbagai macam wine di atas meja.
Elard menoleh dan mengedarkan pandangan nya, dia sadar jika saat ini dia menjadi pusat perhatian banyak orang. Elard tak perduli, dia menoleh ke arah Ara dan matanya melebar melihat Ara yang mengambil wine dan meminumnya.
“kau banyak sekali berubah Ara. Apa yang kau sembunyikan dari ku. Apa ini yang di ajarkan daddy in padamu.” Gumam Elard.
Malam semakin larut, Elard yang berbincang dengan rekan bisnis nya tak mengalihkan pandangannya dari Ara. Gadis kecil miliknya yang banyak memiliki perubahan. Dia tak percaya jika Ara banyak sekali berubah, gadis yang tiga tahun lalu hanya bisa merengek padanya kini bersikap tegas dan sangat dewasa. Jauh berbeda dengan yang dia kenal dulu.
Sementara Ara, dia yang berkumpul dengan wanita lainnya saling bertukar kabar dan berbagi pengalaman. Dia sama sekali tak menoleh ke arah Elard sedikitpun. Tapi dia tau, Elard saat ini sedang memandangi nya.
“Aku akan tunjukan siapa aku sebenarnya tuan Elard.”
Dor...
__ADS_1