Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab. 53# Menemukan Ara


__ADS_3

Elard menatap lampu kerlap kerlip pemandangan di pusat kota. Dia berdiri di balkon dengan satu batang nikotin di tangannya. Tiga tahun tak terasa Arabelle kembali lagi tak bisa dia gapai. Jika dulu dia meninggalkan Ara waktu balita, kali ini Ara lah yang pergi meninggalkan nya.


Pertemuan singkat mereka yang hanya satu bulan lebih telah meninggalkan banyak kenangan di hatinya. Salah satunya, cintanya yang semakin tak bisa dia sembunyikan pada Ara. Dan sampai saat ini dia tak tau dimana Ara berada.


Semenjak kepergian Ara, Elard sama sekali tak pernah datang ke mension mewahnya. Dia tak tau menahu, bagaimana keadaan mereka mension mewahnya. Jika dia tega dia ingin menghancurkan mension mewah itu, tapi dia tak setega itu.


“Dimana aku harus mencarimu Ara.” Gumamnya lirih. Entah sampai kapan Sky menyembunyikan Ara darinya, dia tak tau. Satu yang dia tau jika Luis ingin putrinya menjadi yang terbaik. Dan Elard tau itu, siapapun akan menginginkan putrinya menjadi yang terbaik, termasuk Sky.


Hingga tengah malam Elard masih berdiri di atas balkon. Tak lama dia masuk ke dalam dan menutup jendela kamarnya. Dia akan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, setelah perjalanan jauhnya datang kemari.


*


“Kau sudah menyewa mobilnya Jef.” Tanya Elard pada Jefri sambil memasang dasi di lehernya.


“Sudah tuan.” Elard menganggukan kepalanya mengerti. Tak lama doa memakai jam tangan mewah miliknya dan mengambil jas di dalam koper miliknya. “Panggil jasa pelayan, bereskan pakaian ku.” Titahnya berjalan keluar terlebih dahulu. Sementara Jefri menganggukan kepalanya mengerti dan menelpon pelayan hotel untuk membereskan pakaian tuannya ke dalam lemari.


Elard memasuki gedung perusahaan tekstil terbesar di pusat kota. Semua karyawan yang berpapasan dengannya saling berbisik bisik kagum melihat dua pria tinggi berjalan masuk ke dalam. Mereka bertanya tanya siapa pria tampan yang  berjalan lebar masuk ke dalam perusahaan ini. Apa mereka berdua salah satu rekan bisnis pemilik perusahaan ini.


Tak lama kemudian, beberapa pria menyambut kedatangan Elard. “Selamat pagi tuan.” Sambutnya pada Elard.


Elard tersenyum tipis. Tak lama mereka membawa Elard masuk ke dalam ruangan meeting. Berbincang tentang seputar kesepakatan kerja dan lain-lain. Elard menyandarkan punggung lebarnya saat mendengar penjelasan salah satu wanita yang Elard pikir adalah sekertaris nya.


“Bagaimana tuan.”


“Lima persen, ku rasa cukup.” Sahut Elard.


“Tapi tuan..”


“ Anda tau sebenarnya tujuan saya datang kemari tuan. Berbisnis adalah yang ketiga untukku tuan.” Sahut Elard duduk arogan di kursi duduk nya. Ya dia tamu, tapi dia seperti pemimpin sebenarnya. Aura kepemimpinannya sangat kental terlihat dan melekat pada Elard. Ya mereka tau tujuan Elard datang  kemari sebenarnya untuk berwisata.

__ADS_1


Sebulan yang lalu, terdengar kabar saat dia berada di luar negri, jika pengusaha terbesar di kota Las Vegas akan datang kemari untuk berwisata. Tentu saja, sebagai pemilik perusahaan ingin menggaet pengusaha besar seperti Elard, untuk berkolaborasi dengan perusahaan miliknya. Tapi sayangnya pria berkebangsaan Amerika itu hanya menanamkan sahamnya sedikit untuk perusahaan miliknya.


Sementara wanita yang berdiri di samping pemilik perusahaan tekstil, tak menghilangkan senyum di bibirnya. Pandangannya sama sekali tak berkedip menatap Elard. Ya dialah Sara wanita yang bersama Elard saat mereka di dalam lift. Wanita yang menjadi sekertaris CEO perusahaan tekstil terbesar di pusat kota.


“Tuan..” seru Sara mengejar Elard yang berjalan bersama Jefri.


Elard tak menghentikan langkahnya, dia terus berjalan lebar keluar dari perusahaan tekstil terbesar di kota Indonesia.


“Tuan.” Sara berdiri di depan Elard saat berhasil mengejar Elard. Nafasnya memburu mengejar Elard yang berjalan lebar. Sementara Elard mengangkat sebelah alisnya melihat wanita di depannya.


“Tuan kita belum berkenalan.”


Elard menarik sudut bibirnya keatas mendengar penuturan wanita di depannya. “Kau tak penting untuk ku nona.” Sahut Elard kembali melangkah kan kakinya keluar dari perusahaan.


*


Tak sampai satu jam lamanya, Ara keluar dari pusat perbelanjaan dengan menenteng paperbag dan dua plastik besar di tangannya.


“Apa ada yang ketinggalan ya.”  Gumamnya menatap plastik di tangannya dan mengingat apa yang belum dia beli.


Sementara di dalam mobil Elard tersenyum saat melihat gadis keluar dari pusat perbelanjaan dengan membawa paperbag dan plastik di tangannya.


“Dia mirip Ara.” Gumam Elard, tersenyum lucu mengingat wajah Ara yang sangat imut. Mirip sekali dengan gadis yang di lihatnya.


Deg..


“Ara...” Elard menoleh kembali kebelakang dan menggelengkan kepalanya.


 “Hentikan mobilnya Jefri.”

__ADS_1


Jefri kaget mendengar suara teriakan tuannya. Dia menginjak pedal remnya sekaligus dan tak lama kemudian Elard turun dari mobil dan berlari menyebrang jalan. Tak perduli dengan keselamatannya sendiri.


“Ara..”


Di dalam mobil Ara sama sekali tak tau jika seseorang memanggilnya. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sederhana miliknya. Dan Elard mengumpat saat melihat mobil yang melaju tinggi pergi meninggalkan nya.


“Shit..” umpat nya melihat mobil yang melaju kencang meninggalkan nya.


“Tuan..”


“Cari rekaman cctv nya,”


*


Elard menghembuskan nafasnya perlahan melihat rumah sederhana jauh dari kata mewah di depannya. Dia tak percaya jika Sky membiarkan putrinya tinggal di sini,  jauh dari kata mewah.


“Kau yakin Ara tinggal di sini.?”


“Iya tuan, nona tinggal berdua bersama nyonya Kikan.” Elard menoleh ke arah Jefri, tinggal berdua. Elard menggelengkan kepala nya semakin tak percaya. Rupanya Sky menempatkan Ara seperti Freya dulu. Di rumah kecil dan jauh dari akses kesana kemari. Pantas saja dia tak bisa menemukan Ara. Seperti Freya yang bersembunyi dari Luis.


Elard turun dari mobilnya dan masuk ke dalam pagar besi dan berjalan masuk ke dalam halaman rumah kecil yang jauh dari kata mewah. Bibirnya tersenyum tipis melihat salah satu kamar yang masih menyala.


Clek.


Elard masuk ke dalam dan melangkah kan kakinya menghampiri Ara yang tidur meringkuk di atas ranjang. Dia mengedarkan pandangan dan tersenyum tipis melihat kamar Ara. Kakinya kembali melangkah menghampiri Ara.


Cup..


“Aku merindukanmu sayang.” Bisik Elard memeluk Ara dari belakang. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ara, menghirup aroma tubuh yang sangat dia rindukan.

__ADS_1


__ADS_2