
Ara melangkah masuk ke dalam pusat perbelanjaan dengan kaki kecilnya. Dia langsung menuju ke toko yang menjual pakaian. Ara celingukan ke sana kemari mencari pakaian yang cocok untuk nya. Tak banyak yang Ara cari. Seperti biasa dia akan membeli pakaian yang minim dan seksi. Tak hanya itu Ara juga membeli baju tidur berkarakter.
Satu jam kemudian Ara sudah menenteng beberapa paperbag di tangannya.
Ara berjalan menuju kafe yang berada di dalam pusat perbelanjaan. Tentu saja untuk mengisi perutnya, yang hanya terisi susu dan roti tawar sebelumnya.
Sementara di tempat yang sama, Elard baru keluar dari ruangan miliknya. Ya tempat yang sama tapi berbeda tempat dan profesi. Jika Ara datang sebagai pengunjung, Elard datang sebagai pemiliknya pusat perbelanjaan di mana Ara sedang duduk sambil memainkan ponselnya di salah satu kafe di lantai dua.
“No mom Ara baik baik saja.” Sahut Ara pada wanita di sebrang telpon yang menelponnya terus menerus.
“Sayang apa kau sudah gila.” Terdengar lagi di telinga Ara. Sementara Ara hanya mencebikkan bibirnya mendengar penuturan ibunya.
“No mommy, plis Ara cinta sama mommy dan daddy.” Kata Ara lagi pada ibunya.
“Ara jika daddy mu tau, dia akan membawa mu pulang dari sana.” Terdengar suara sedikit emosi dari Freya.
“No Ara sudah bilang dengan daddy, dah mom love you.”
Klik..
Ara tersenyum lebar menonaktifkan ponsel miliknya. Kemudian mengambil ponsel miliknya yang baru.
Ya Ara akan mengganti ponsel miliknya yang baru. Ponsel dan nomor yang tak di ketahui oleh ayah dan ibunya tentunya. Ara akan menghubungi mereka jika rindu dengan mereka.
“Maaf mom Dad.” Sesal Ara tapi tak lama dia cekikikan sendiri, saat menyadari bagaimana ibunya yang akan marah pada daddy nya. Sebelumnya Ara sudah merengek pada Sky, agar jangan menghubungi terus. Ara ingin menjadi diri sendiri, untuk sejenak. Dan Sky mengiyakan ucapan Ara, tentu saja Ara senang bukan main. Rupanya daddy nya juga mendukungnya.
Setengah jam kemudian, Ara keluar dari kafe dan berjalan keluar dari sana. Menenteng beberapa paperbag di tangan kecilnya menuruni eskalator.
Sementara dari jauh lagi lagi mata tajam Elard melihat Ara yang berjalan menuruni eskalator. Elard menghentikan langkahnya melihat ke arah gadis yang menenteng beberapa paperbag di tangannya. Tatapan matanya sama sekali tak berkedip melihat ke arah gadis remaja yang juga bertubuh kecil yang sedikit jauh darinya.
Rambut yang di cepol ke atas dan terlihat semrawut, justru menambah kesan cantik padanya. Entah apa yang di lihat oleh Elard. Benarkah dis bisa melihat cantik wajah Ara. Sementara dirinya saja melihatnya dari jauh.
Dan Jefri yang berjalan di belakangnya bingung melihat tuannya menatap ke arah eskalator. Jefri menyipitkan matanya dan sama sekali tak ada apapun di sana. Lalu apa yang d lihat oleh tuan sekarang.
__ADS_1
“Tuan Lion..” Sapa seorang wanita yang berjalan ke arahnya. Elard yang melihat ke depan melirik ke arah dua wanita yang baru berjalan kearahnya.
Jefri melirik ke arah tuannya yang berdiri di depan. Tak lama dia juga dia tersenyum saat melihat tuannya hanya diam saja.
Elard melangkah kembali saat wanita yang berjalan mendekati nya berdiri di depannya. Dia sama sekali tak ingin menyapa wanita di depannya yang lebih dulu menyapanya. Salah satu wanita yang terus mendekatinya dari dulu.
Kezia wanita yang menjadi teman sekolahnya dulu di kota Amerika saat dia di adopsi oleh Sky. Wanita itu juga ternyata ada di kota Las Vegas. Sudah beberapa kali dia tiba-tiba muncul di hadapannya dan Elard sangat membencinya.
“Elard.. Elard.” Panggil Kezia mengikuti langkah Elard.
Sementara Elard sama sekali tak perduli dengan suara teriakan Kezia. Rahangnya hanya mengeras saat mendengar namanya di panggil olehnya.
“Elard.. “ Seru Kezia tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Elard. Nafasnya memburu berlari mengikuti langkah lebar Elard di depannya.
“Kenapa kau terus menghindari ku.” Tanya Kezia mendongak menatap Elard yang berdiri dari menjulang di depannya.
Sementara Elard menatap dingin pada Kezia. Rahangnya mengeras melihat senyum di bibir Kezia padanya.
“Maaf nona, saya terlalu sibuk dan tak sempat berbasa-basi. Permisi.” Ucap Elard kembali melangkah lebar yang di ikuti Jefri di belakang nya. Elard tak perduli, Kezia akan menganggap nya sombong sekalipun. Pada dasarnya dari dulu dia sangat risih Kezia selalu mendekatinya terus.
Dia sungguh kehilangan Elard saat dia lulus sekolah menengah ke atas dulu. Elard sama sekali tak pernah mengatakan akan pindah ke Las Vegas. Dan saat dia mendengar jika CEO dari perusahaan terbesar d Las Vegas adalah pria yang di carinya, Kezia langsung datang kemari mencari keberadaan Elard. Tapi sayangnya pria yang paling di cintai itu ternyata sudah menikah dengan wanita cantik yang berprofesi sebagai model dan aktris.
Tentu saja Kezia sangat kecewa, tapi dia tak patah semangat. Selagi ada kesempatan kenapa tidak. Jika Elard menjadikannya yang kedua atau yang ketiga pun Kezia akan dengan senang hati menerimanya.
Brakk..
Elard memijit kepalanya yang pusing. Lagi lagi wanita itu selalu saja mengganggunya.
“Pulang..”
Jefri menganggukan kepalanya mengerti. Dia menginjak persyaratan gasnya dan pergi meninggalkan pusat perbelanjaan.
“Hentikan mobilnya.” Seru Elard dsn Jefri langsung menginjak pedal remnya mendengar seruan tuannya.
__ADS_1
Elard turun dari mobil dan melangkah lebar mendekati gadis yang berdiri tak jauh darinya. Gadis remaja yang berdiri di tengah jalan menenteng beberapa paperbag di tangannya.
“Mencari taksi.?”
Ara menoleh kesamping saat mendengar suara berat di sampingnya. Bibirnya tersenyum lebar pada Elard yang berdiri di sampingnya. Ara memang tak tau siapa pria yang semalam hampir menabrak dan marah padanya.
Sementara Elard lagi lagi memantung di tempatnya berdiri. jantungnya berdetak lebih kencang melihat gadis remaja di depannya. Apalagi saat melihat senyum manis di bibirnya. Sungguh jantung Elard semakin berdetak lebih kencang. Ya saat malam wajah gadis di depannya ini tak terlalu jelas, kali ini wajah gadis mungil di depannya terlihat sangat jelas di matanya. Sangat cantik, dan imut hingga membuat jantung Elard seperti mau lepas dari tempatnya.
Gadis yang tubuhnya tiga kali lebih kecil darinya, hidung nya yang kecil dan sedikit mancung terlihat sangat imut. Bibirnya yang sedikit penuh dan merah alami terlihat sangat seksi di mata Elard. Apalagi saat melihat matanya yang jernih dan bulat, seketika mengingtkan Elard pada gadis kecil miliknya.
“Princess..”
Ara yang mendongak dan tersenyum mengerutkan keningnya mendengar gumaman pria dewasa didepannya.
“Om.. “ Seru Ara tapi Sky masih diam di tempat nya berdiri. Menatap wajah imut Ara di depannya.
Tak lama kemudian sebuah mobil taksi berhenti di depan mereka berdua. Dan Elard yang menyadari mobil berdiri di depannya terkesiap. Dia melirik ke arah gadis remaja di depannya yang terlihat kesusahan memasukannya barang belanjaannya.
Elard masih diam saja, tak berniat membantu Ara. Bukan tak berniat membantunya, tapi jantungnya seketika tak berhenti berdetak kencang melihat senyumnya. Elard kemudian berbalik dan melangkah menuju mobil miliknya yang tak jauh darinya.
Sementara Ara yang melihat pria dewasa di sampingnya berdecak sebal. Bibirnya menggerutu saat pria itu sama sekali tak membantunya memasukkan barang belanjaan nya. Tak lama dia kemudian menggelengkan kepalanya. Mungkin saja dia diam saja karna mereka tak saling kenal. Dan mungkin saja pria itu mengira dia keponakannya. Setidaknya dia bisa membantunya kan.
“Apa pria dewasa memang seperti itu.” Gerutunya memasukkan paperbag ke dalam mobil taksi.
“Ishh..” Dengus Ara memanyunkan bibirnya sebal dan gondok. Dia lalu masuk ke dalam mobilnya saat melihat mobil pria itu sudah pergi berlainan arah dengannya.
Brakk.
__ADS_1