
“Aku menemukannya tadi.”
Ara tak berani menatap Elard, pandangan matanya mengarahkan ke arah lainnya. Sementara jantungnya berdetak kencang dan tak terkendali.
“Ka sangat cantik.” Bisik Elard di telinga Ara. Dan Ara menahan nafasnya saat nafas Elard menyapa daun telinganya. Di tambah lagi jantungnya yang semakin berdetak lebih kencang.
“Terima kasih.” Sahut Ara melangkah pergi, tapi Elard jelas tak membiarkan Ara pergi begitu saja. Dia menarik tangan Ara dan menyentak nya, hingga Ara yang kaget menubruk tubuh tinggi Elard. Dan Elard mengunci tubuh kecil Ara di pelukannya.
“Lepaskan aku.” Ara semakin gugup, tubuhnya seketika lemas dan tak bertenaga di pelukan Elard. Elard masih diam mengunci tubuh Ara di pelukannya. Tangan kanan nya terangkat mengusap kening lalu turun ke pipi dan mengangkat dagu Ara.
Ara lagi lagi tak bisa menghindari tatapan mata Elard padanya.
“Aku mencintaimu.”
Cup.
Elard menyambar bibir Ara dengan bibirnya. ********** perlahan hingga sedikit kasar. Elard bahkan menggigit bibir Ara kecil kecil agar membuka akses untuk nya masuk ke dalam. Dan benar saja, Ara membuka mulutnya, tentu saja dia melesakkan lidahnya masuk ke dalam.
Sementara Ara yang kaget Elard menciumnya, memejamkan matanya. Menikmati sapuan bibir Elard pada bibirnya. Sudah berulang kali Elard menciumnya, tapi baru dua kali dia merasakan sensasi yang terasa panas. Tubuhnya seperti melayang jauh, kakinya bahkan terasa sangat lemas.
Elard tersenyum saat merasakan tubuh Ara yang lemas dan hampir saja jatuh. Dia melepaskan tautan bibirnya pada Ara. Tak lama Elard membopong Ara ke dalam gendongannya dan melangkah lebar menghampiri mobilnya.
Dan Ara menatap wajah Elard yang sangat dekat dengan nya. Bibirnya terkunci dan tak tau apa yang ingin dia katakan pada Elard. Semua yang ingin dia katakan pada Elard seolah hilang terbawa angin. Hanya ada rasa yang dia rasakan saat ini.
Jefri yang melihat tuannya menggendong Ara membuka pintu mobil depan untuk tuannya.
__ADS_1
“Kau mau membawa ku kemana.” Tanya Ara lirih, menundukkan wajahnya malu. Dan Elard tak menjawab pertanyaan Ara. Dia menutup pintu mobilnya dan berputar arah membuka pintu kemudi.
Ara hanya diam saat mobil yang di kendarai Elard melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kawasan perusahaan. Dia hanya menundukkan kepalanya sepanjang perjalanan. Dia tak tau apa yang dia rasakan saat ini. Elard sepertinya marah padanya, dan anehnya dia juga merasa sangat bersalah pada Elard telah menyembunyikan jati dirinya.
Tak sampai satu jam,. Elard menghentikan mobilnya d ini basmen apartemen miliknya.
“Aku_” Ara tak jadi melanjutkan ucapan nya saat Elard menutup pintu mobilnya dan membuka pintu mobil di sampingnya. Tak lama tubuhnya kembali melayang di gendongan Elard.
*
“Kenapa kau membawa ku kemari.” Lirih Ara.
Elard masih diam, dia melepaskan jas di tubuhnya dan membuangnya ke sembarang arah dan membuka kancing kemejanya. Dan Ara, dia semakin gugup melihat Elard membuka kancing kemejanya.
“Memilikimu sayang,”
Cup...
Elard lagi lagi menyambar bibir Ara dan menyesapnya rakus. Ara yang masih gugup, semakin bertambah lemas kakinya. Rasa panas yang sebelumnya padam kembali lagi bergejolak. Tak bisa di pungkiri jika apa yang dia rasakan selama ini adalah cinta. Ya dia mencintai Elard, pertemuan nya tiga tahun lalu dan perlakuan Elard tiga tahun lalu membawa rasa yang lain di hatinya.
Dan dia juga baru menyadari nya saat pertemuan mereka kembali di Indonesia. Jantungnya berdebar karna dia mencintai Elard.
Hatinya semakin tak senang saat Airin membawa seorang anak kecil pada Elard. Dia akui jika dia cemburu, Airin memiliki anak dengan Elard. Jika di tanya dia jauh lebih ingin dan hanya dialah yang akan menjadi ibu dari anak Elard bukan orang lain. Tapi sayangnya Elard memiliki anak dari Airin.
Apa dia harus melepaskan mahkotanya pada Elard. Pria yang dia cintai, pria yang baru sadar di cintainya selama ini.
__ADS_1
Ara yang bergelut dengan pikiran dan akal sehatnya, lama kelamaan terbuai oleh sentuhan bibir dan tangan Elard di tubuhnya.
Elard benar benar tak bisa membendung lebih lama lagi rasa cintanya pada Ara. Cinta yang terpendam sejak dini, hingga kini dan nanti kali ini tak bisa dia bendung. Apalagi saat melihat siapa Ara yang sebenarnya. Tentu saja rasa takut jika Ara akan semakin jauh darinya bertambah besar. Ara ternyata bukanlah gadis kecil yang polos. Dia menyimpan banyak rahasia darinya selama ini. Dan Elard tak ingin mendengar jika Ara memiliki kekasih suatu hari nanti. Ara miliknya dan akan menjadi miliknya sampai kapanpun.
Dia tak akan perduli dengan Sky dan Freya. Dia bisa menghadapi kemarahan Sky apapun itu. Tapi dia tak bisa di abaikan dan di duakan oleh Ara. Dia tak bisa melihat kekasih hatinya mencintai orang lain. Dia tak ingin gadis kecil miliknya di miliki oleh orang lain.
Ara yang terbuai dengan sentuhan Elard tak tau, jika saat ini Elard sudah berhasil melepaskan seluruh pakaian.
Elard perlahan mendorong tubuh kecil Ara ke atas ranjang dan menindih nya. Tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Ahh..
Ara benar-benar sudah tak ingat apa yang dia lakukan saat ini. Rasa yang Elard berikan dan sentuhan Elard di tubuhnya benar-benar sangat memabukan, hingga membuatnya masuk ke dalam pusaran yang tak seharusnya.
Elard bahkan tak melewatkan sedikit celah untuk tak membuat maha karya miliknya di tubuh Ara. Semua tubuh Ara bahkan tak luput dari warna merah, akibat bibir dan lidah Elard.
Apalagi di bagian dada, kedua gundukan besar itu hampir tak terhitung jumlah warna merah di sana. Bahkan ujung kecoklatan itu semakin bertambah keras.
Rintihan dan suara desa_han yang keluar dari bibir Ara semakin membuat tubuh Elard terpanggang.
Bukan hanya Elard yang terpanggang, tapi mereka berdua benar-benar sudah terpanggang oleh api gairah yang menguasainya. Mereka berdua sudah tak ingat apapun, hanya ada hasrat yang sedang menguasainya. Elard sendiri yang belum pernah merasakan sensasi bercinta, jauh lebih terpanggang oleh hasrat nya yang terpendam selama ini.
“Ara.” Elard mengangkat wajahnya dan menatap mata Ara yang terpejam. Mendengar Elard memanggilnya, Ara membuka matanya perlahan. “Maafkan om, om sangat mencintaimu sayang.” Setelah mengatakan itu, Elard benar-benar menyatukan tubuh mereka berdua.
Akk...
__ADS_1