Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab.41# Mencari masalah


__ADS_3

Ara mengedarkan pandangannya mencari keberadaan mobil Elard. Tapi ternyata pengawal suruhan daddynya belum juga datang. Ya Ara masih mengira Elard adalah orang suruhan ayahnya untuk mengawasinya.


Sementara wanita yang berdiri tak jauh dari Ara mengepalkan tangannya melihat gadis yang bertemu dengannya di pesta rekan bisnis suaminya. Apa benar gadis itu yang menjadi selingkuhan suaminya.


Emosi Airin seketika memuncak melihat kecantikan Ara. Ya Airin akui jika Ara cantik. Di tambah lagi gadis itu yang belakangan ini bersama Elard suaminya. Airin mengingat lagi saat di pesta, Elard mengabaikan dirinya demi gadis belia di depannya ini. Ya Airin tau Elard bersama gadis itu.


“ Arabelle.”


Ara menoleh ke belakang saat mendengar seseorang menyebutkan namanya. Tak lama Ara mengerutkan keningnya melihat wanita cantik berdiri di depannya.


“Aunty mengenalku.?”


Airin mengeraskan rahangnya mendengar panggilan gadis di depannya. Emosinya semakin memuncak karna gadis belia yang belakangan ini bersama suaminya. Sementara Elard sendiri tak pernah ada untuknya.


“Apa kau yang menjadi sugar baby suami ku.” Geramnya menyalak tajam pada Ara.


Ara semakin mengerutkan keningnya mendengar penuturan wanita di depannya.


Melihat gadis di depannya pura pura bodoh, Airin melangkah mendekati Ara dan melayangkan tangannya pada Ara. Tapi sayangnya seorang supir menangkap tangan Airin sebelum tangan itu menyentuh pipi Ara.


“Nyonya, jangan membuat tuan semakin marah pada anda.” Ucapnya melepaskan tangan istri tuannya.


“Kau beraninya.” Desis Airin melotot tajam pada supir Elard. Terang saja emosi Airin semakin menjadi melihatnya. Di tambah lagi mendengar ucapnya jika Elard akan marah padanya. Itu artinya gadis ini benar-benar selingkuhan suaminya.


Sementara Ara mundur perlahan dari mereka berdua. Entah kenapa wanita itu ingin memukulnya. Ara menatap wajah Airin yang menyalak tajam pada nya.


“Berapa yang kau inginkan hah. Berapa suami ku membayarmu gadis ******.” Desis Airin. Ya dia tak ingin mengundang gosip untuknya. Airin tak ingin gosip beredar di luar sana. Apalagi gosip tentang perselingkuhan suaminya dengan gadis belia. Tentu saja Airin tak ingin mereka menertawakan nya dan mengatakan tua  hingga suaminya memilih gadis belia yang masih muda. Bukan hanya itu, dia tak ingin media menjelekkan namanya yang akan menjadikannya rugi.


“Nyonya.” Seru supir mendengar penuturan istri tuannya. Dia melirik ke arah Ara yang menundukkan kepalanya.


Ara yang menundukkan kepalanya, semakin menundukkan kepalanya. Dia tak tau apa yang di katakan wanita di depannya ini. Tapi dia  mengingat siapa wanita yang melotot kan padanya. Ya Ara baru mengingat nya jika dia adalah istri pria dewasa yang menjadi suruhan daddynya.

__ADS_1


“Nona tuan sudah menunggu anda.”


Ara menoleh ke samping dan dia kaget saat tubuhnya tiba-tiba saja di dorong kasar kebelakang. Ara yang tak siap jelas saja terjengkang kebelakang.


Brukk..


“Aw..”


“Nyonya.” Seru supir melihat Ara terjengkang dan terjatuh di trotoar. Dia melangkah mendekati Ara tapi seseorang mencekal nya dari belakang.


“Brengsek.” Umpatnya pada dua pria yang mencekal nya. Sang supir melawan tapi pria yang bersama Airin lebih dulu meninju wajahnya keras.


Bug..


Ara memejamkan matanya melihat pria yang belakangan ini mengantar dan menjemput dirinya terluka. Wajah Ara mendongak oleh tangan Airin.


 Ya Airin semakin emosi mendengar penuturan supir pribadi suaminya yang mengatakan Elard menunggu gadis belia di depannya. Selama ini Elard tak pernah menjemput atau mengirim supir untuknya.


“Menjauh dari suamiku atau aku akan membunuhmu.” Ancam Airin mencengkram erat dagu Ara. Bahkan kuku kukunya ada yang menancap di kulit leher Ara. Ara yang kaget semakin shock, matanya menatap mata Airin yang berkilat marah padanya.


“Apa kau bangga menjadi sugar baby suamiku. Dia hanya menjadikan mu wanita simpanannya.” Desis Airin lagi.


Ara berkaca kaca merasakan sakit di dagunya. Bukan hanya sakit dan perih, tapi rasanya dagunya sangat panas. Ara tak pernah merasakan kekerasan seperti ini sebelumnya dari orang tuanya. Jangankan menyakitinya, membentak nya saja mereka tak pernah sama sekali.


“Nyonya lepaskan nona muda.” Seru supir Elard lagi.


 Tapi Airin sama sekali tak mengindahkan seruannya. Airin justru semakin mengencangkan tangannya pada dagu Ara. Apalagi melihat mata gadis di depannya berkaca kaca, Airin yakin jika gadis ini hanya menjadi mainan Elard.


“Kau tau, dia ingin membalaskan dendamnya pada keluargamu dan menjadikan mu bonekanya.” Bisik Airin di telinga Ara, lalu melepaskan tangannya di pipi Ara.


Ara mendongak tak tau apa yang di maksud Airin. Tapi sayangnya wajahnya kembali menjadi sasaran Airin.

__ADS_1


Plak.


Airin kembali melayangkan tangannya pada Ara. Emosi dan sakit hati, gadis belia di depannya sudah merebut suaminya. Tapi Airin tau apa tujuan Elard melakukan semua ini. Dan dia tak akan melukai gadis belia di depannya ini lebih banyak lagi. Karena Elard pasti akan marah padanya. Dan Airin tak ingin suaminya marah padanya.


Cukup memberikannya peringatan pada gadis di depannya ini. Ya Airin akan menahan semua cemburu yang menguasainya. Airin yakin Elard tak akan berani menduakan nya.


Ara meneteskan air matanya dan terisak. Tangannya memegang pipinya yang perih dan terasa kram. Sungguh Ara baru mendapatkan hal seperti itu. Dan rasanya sungguh sakit luar biasa.


Airin memakai syal dan kaca matanya lagi dan melangkah mendekati mobilnya berada kemudian melesat pergi meninggalkan Ara.


*


Sementara Elard yang berada di perusahaan miliknya tak tau menahu tentang Ara. Elard memode silent ponsel miliknya. Sementara ponsel Jefri ada di ruangannya, dan tak dia sendiri ada bersama tuannya diruangan CEO.


Di parkiran, Robert turun dari mobilnya dan melangkah lebar masuk ke dalam perusahaan Lion. Robert ingin menanyakan tentang kartu ATM miliknya yang tak bisa dia gunakan.


Sampai di ruangan CEO Robert masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“Lion kenapa kartu paman tak bisa di gunakan.” Kata Robert begitu dia masuk kedalam ruangan Elard.


Elard sendiri yang melihat Robert masuk begitu saja di dalam ruangan nya mengeras kan rahangnya emosi. “Ada apa paman.” Tanya Elard dengan nada dingin khas miliknya.


Jefri yang melihat Robert berdiri dari duduknya. Tapi Elard tak mengizinkan nya pergi dari sini. Dan Robert hanya melirik ke arah Jefri gondok. Ya Robert tak menyukai Jefri.


“Kenapa kartu paman tak bisa di gunakan Lion.” Tanya Robert.


Elard tersenyum miring mendengar pertanyaan Robert. “Kartu yang mana paman.” Tanya Elard menarik sudut bibirnya.


“Apa maksudmu. Tentu saja kartu ATM paman Lion” Seru Robert dengan nada yang sedikit lebih tinggi lagi.


“Oh ya, dari mana anda mendapatkan uang itu paman. Itu adalah uang milik opa dan aku sudah menyumbangkan uangnya pada panti asuhan. Seperti keinginan opa.”

__ADS_1


“Lion.”


 


__ADS_2