Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab. 24# Mendekatinya


__ADS_3

Sementara Elard keluar dari ruang meeting terburu-buru. Mendengar jika Ara keluar dari apartemen miliknya tanpa makan dan meminum susunya.


Elard membuka jas miliknya dan mengendurkan dasi miliknya. Melangkah lebar menuju ruang pribadinya tanpa menoleh ke arah wanita yang menjadi rekan bisnisnya.


“Tuan..” panggil Nara mengikuti langkah Elard yang melangkah lebar meninggalkan nya.


“Tuan Lion, bukankah kita akan makan siang bersama tuan.” Kata Nara lagi masih mengejar Elard. Dan Elard menghentikan langkahnya. Dia kemudian berbalik dan menatap wanita di depannya.


Nara tersenyum melihat Lion menghentikan langkahnya. Jantungnya berdebar tak karuan saat Lion menatap ke arahnya.


“Maaf nona aku tak tertarik sama sekali.” Desis Elard melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


“Apa kau sudah melakukannya untuk ku Jef.”


“Sudah tuan.” Sahut Jefri menganggukan kepalanya. Dan Elard mengambil kunci mobilnya dan kembali keluar dari perusahaannya.


Dan Jefri menatap punggung lebar tuannya bingung dan tak tau apa yang sebenarnya tuannya lakukan. Siapa gadis itu? Dia benar-benar tak tau siapa gadis belia itu. Kenapa tuannya sering mengamuk belakangan ini, lalu akan kembali lembut bersama dengan gadis itu. Tidak seperti bersama dengan istrinya Airin, tuannya bahkan sama sekali tak perduli. Berbanding terbalik dengan gadis belia itu.


*


Sementara Ara dia dalam kelasnya melamun seorang diri. Mengingat siapa pria yang semalam membawanya. Sepertinya pria yang beberapa hari lalu menghancurkan manekin miliknya. Ya Ara juga samar samar mengenali suaranya dan wajahnya di gelapnya malam saat dia menggendongnya.


Sebelumnya Emma bertanya padanya panjang lebar kemana semalam. Dan Ara menceritakan dirinya yang sakit perut dan kembali pulang. Ya Ara terpaksa berbohong, selain dia tak ingin sahabat nya merasa tak enak dia tak ingin Emma merasa sangat bersalah.


“Queen kau baik baik saja.” Lamunan Ara buyar saat Dary mengagetkannya.


“Aku baik baik saja.” Sahut Ara tersenyum padu Dary. Sementara Dary tak percaya mendengar jawaban Queen padanya. “Lalu kau pulang bersama siapa semalam.” Tanya Dary lagi.


Ara melirikan matanya berpikir. “Semalam aku sakit perut.” Sahut Ara berbohong. Dan Dary menatap Ara tak berkedip. Entah kenapa dia merasa Queensa berbohong padanya. Tapi dia tak mungkin memaksa Queen mengatakan yang sesungguhnya. Lagi pula mustahil Queensa akan pulang terlebih dahulu.


Sementara Ara yang melihat Dary menatap ke arahnya terus mencoba mengalihkan perhatian Dary. Beruntungnya tak lama kemudian Emma datang membawa sesuatu di tangannya.

__ADS_1


“Ini untuk mu,” Ucap Emma menyodorkan satu kotak sedang di hadapan Ara. “Ada seseorang tadi yang membawanya dan dia mengatakan ini untuk mu.” Imbuh Emma.


Ara dan Dary mengerutkan keningnya melihat kotak di depannya. Mereka berdua bingung melihatnya, bukan hanya itu mereka juga bertanya tanya siapa yang memberikannya untuknya.


“Apa kau memesan sesuatu Queensa.?”


Ara menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Dary. Tangannya mencoba membuka kotak di depannya dan tak lama kemudian bibir Ara tersenyum lebar melihat daging steak di dalamnya yang sudah di iris kecil kecil.


Tanpa pikir panjang Ara mengambil sendok di sampingnya dan menusuk steak di depannya lalu membawanya masuk ke dalam mulutnya.


“Enak..” kata Ara kembali lagi mengambilnya.


Sementara Dary dan Emma menatap tak percaya melihat Queensa sangat lahap mengunyah steak di depannya. Pantas saja kotak itu terasa hanyat rupanya ada daging steak di dalamnya.


“Kau menyukainya.”


Ara menganggukan kepalanya mengiyakan. Sementara Dary dan Emma menoleh ke belakang bersama saat mendengar suara bas di telinganya.


Ara ikut mendongakkan wajahnya saat merasakan kedua temannya diam dan menoleh. Tak lama Ara tersedak melihat siapa pria di depannya.


Uhuk.. Uhukk..


“Shit..” umpat Elard menyodorkan air mineral pada Ara. Tangan besarnya mengusap punggung kecil Ara.


“Sudah lebih baik sa_” Elard menggantung ucapannya saat sadar apa yang dia katakan. Dan Ara menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan pria dewasa di depannya.


“Tuan mengenal Queensa.” Tanya Dary pada Elard. Sungguh dia tak nyaman melihat Elard perhatian pada Queensa. Terlebih saat Elard mengelus punggung Ara dengan tangannya.


“Bukankah ini bukan kelasmu, keluar dari sini.” Seru Elard melirik ke arah Dary dan tersenyum miring.


Dan Dary yang mendengar semua itu mengeratkan giginya emosi. Dia tak percaya pria dewasa di depannya ini mengusirnya. Sementara Ara melirik kearah Dary dan pria di sampingnya. Tak lama kemudian beberapa siswa masuk ke dalam kelas. Dan Dary mau tak mau keluar dari dalam kelas Queensa.

__ADS_1


Pamela yang melihat Elard tersenyum lebar, dia mendekati Elard dan menundukkan wajahnya malu.


“Maaf sir kami tak tau jika anda sudah di kelas lebih dulu.” Kata Pamela pada Elard. Dan Elard tak menggubris ucapan gadis di sampingnya. Dia tetap berdiri di samping Ara tanpa mengalihkan pandangannya pada gadis miliknya. Apalagi saat melihat bibir Ara yang terkena saus steak, ingin sekali Elard mengusap bibir mungil Ara dengan bibirnya.


Elard menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran bodohnya sendiri. Jangan sampai dia menyerang Ara di dalam kelas yang akan membuat Ara ketakutan.


“Habiskan.”


Ha..


Ara kaget mendengarnya dia melirik ke arah teman temannya yang duduk di kursi miliknya. Begitu juga dengan Emma yang menduga jika pemilik universitas Lionel Elard Roberto yang akan menggantikan guru sebelumnya. Ya Emma samar samar pagi tadi mendengarnya jika dosen di kelasnya akan di gantikan oleh seseorang dan dia mungkin saja tuan Lion.


“Queensa habiskan steak nya kita akan mulai pelajaran selanjutnya.” Seru Elard lagi mengagetkan Ara.


“Emm... Itu saya sudah kenyang sir.” Sahut Ara menunduk malu. Da tak percaya mendengar penuturan pria dewasa di depannya. Apa dia dosen di sini, apa dia akan mengatakan pada teman temannya tentang kejadian semalam.


Sementara Elard menghembuskan nafasnya perlahan. Dia menoleh ke arah steak yang ada di dalam kotak kecil di depannya. Mungkin steak nya sudah dingin, itu sebabnya Ara tak terlalu menyukainya.


“Baiklah kita mulai pelajarannya.”


Pamela menatap Queensa emosi, kenapa tuan Lion terlihat perhatian pada Queensa. Ya dia bisa melihat bagaimana perhatiannya tuan Lion pada Queensa. Apa Queensa sudah menggoda tuan Lion.


“Jalang..” umpat Pamela mengepalkan tangannya emosi.


Semenjak Ara datang ke Universitas ini semua terasa berubah. Bukan hanya tuan Lion yang menunjukkan perhatiannya. Tapi juga Firdaus juga terlihat berbeda menatap ke arah Queensa. Apalagi dengan Dary, seniornya. Da dengan terang terangan sekarang sering kali datang ke kelas ini.


Ara tau jika Pamela menatap tak suka padanya. Gadis yang sejak pertama kalinya dia datang tak menyukainya. Ara sendiri tak tahu apa kesalahannya. Tapi Ara tau jika dia tak menyukainya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2