Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab.75# Hasrat terpendam


__ADS_3

Akk...


Ara menjerit keras, dan menancapkan kuku kukunya di lengan Elard. Wajahnya seketika berkeringat saat sesuatu mencoba menembus dinding selaput daranya.


Dan Elard mendongak, menatap wajah Ara yang terlihat pucat dan berkeringat. Padahal senjatanya belum terbenam, dan belum menembus mahkotanya, tapi wajahnya sudah pucat pasi. Elard mendekatkan wajahnya pada Ara lalu mencium bibirnya sekilas.


“Maaf sayang.” Bisiknya kembali mengayunkan ping_gulnya lagi hingga Elard benar-benar menembus sesuatu yang Ara jaga selama ini. Ada rasa bangga yang luar biasa saat dia lah pria pertama untuk Ara. Bolehkah dia berpikir jika Ara menjaga mahkotanya hanya untuk nya. Ya Ara miliknya, dari dulu sampai akhir, dan hanya dia lah yang berhak atas Ara, baik tubuh dan hatinya, Elard yakin semua ini hanya miliknya.


Sementara Ara, dia menjerit lebih keras lagi. Kuku yang sebelumnya tertancap di lengan Elard semakin menggores panjang di lengan Elard.


Elard memejamkan matanya saat merasakan sesuatu menjepit dan menyedotnya. Rasa yang luar biasa yang baru dia rasakan. Rasa yang dia pendam untuk wanitanya, rasa yang hanya untuk gadis kecilnya, dan kini rasa itu terwujud setelah bertahun-tahun dia pendam.


“Om sakit.” rengek Ara, merasakan tubuhnya seperti terbelah menjadi dua. Sakit dan rasa yang entah apa, yang jelas di bawah sana terasa mengganjal dan perih.


Elard membuka matanya mendengar rengekan Ara ditelinga. Matanya tak berkedip melihat wajah kesakitan Ara yang berada di bawah kungkungan nya. “Maaf sayang,” sesalnya mencium seluruh wajah Ara tanpa terkecuali. “Aku tak bisa mencegahnya Ara.” Brisiknya lagi mulai menggerakkan pinggulnya.


Ara semakin meringis, dia merintih saat sesuatu bergerak menghujam nya. Rasa yang baru juga Ara rasakan telah menghilangkan kewarasannya. Rasa yang membawanya masuk ke dalam lembah surga bersama pria yang baru di sadarinya, jika dia mencintai nya.


Elard semakin terbakar saat mendengar suara rintihan kesakitan Ara berubah menjadi suara merdu di telinganya. Dia menambah ritme gerakan pinggulnya semakin cepat menghujam tubuh gadis di bawah Kungkungan nya.


Suara rintihan yang merdu berpadu dengan suara gerakan Elard yang semakin membuat mereka terpanggang. Kamar yang sebelumnya sepi, kini terdengar sangat indah. Hanya ada suara desa_han Elard dan Ara yang saling bersatu sautan.

__ADS_1


Tak hanya bergerak, Elard membawa tangannya kembali menjengkali seluruh tubuh polos Ara dan berakhir di salah satu buah kenyal yang bergerak seiring dengan pinggulnya.


Sementara Ara semakin bergerak gelisah. Bibirnya terus merintih, Elard benar-benar membawanya terbang melayang.


“Om Ara_” liriknya mencengkram erat lengan Elard, menahan sesuatu yang ingin meledak.


“Ya lepaskan sayang.” Sahut Elard, semakin menambah ritme gerakannya. Dia tau apa yang di inginkan Ara saat merasakan tubuh Ara menegang dan bergetar. Tentu saja dia akan memberikan Ara pelepasan yang dia inginkan. Dan tak lama kemudian Elard mendengar suara merdu Ara di telinganya. Elard berhenti sejenak, menatap wajah Ara yang mendongak ke atas dan membusungkan dadanya, dia bisa merasakan miliknya terasa hangat.


Cup..


“Kita belum selesai sayang.” Bisiknya kembali lagi bergerak. Dan Ara yang tak tau kaget, dia pikir mereka sudah selesai, ternyata Elard masih bergerak di atasnya.


“kita bersama sayang.” Elard kembali lagi berbisik di telinga Ara. Dan Ara, tubuhnya semakin bergetar dan menegang. Seperti ada sesuatu yang menggelitik di perut bagian bawahnya.


Elard menambah ritme gerakan saat apa yang Ara rasakan, di juga merasakan nya. Rasa yang tak bisa di jabarkan dengan kata kata dapat Elard rasakan. Puncak gairah yang selama ini terpendam akhirnya meledak bersama wanitanya. Seperti kupu kupu yang membawanya terbang, itulah yang mereka rasakan saat ini.


Cup...


“Aku mencintaimu.” Bisiknya melepaskan penyatuan mereka, lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Ara. Nafasnya masih saling memburu, Elard bisa melihat dada Ara yang berdetak kencang kembang kempis.


Bibirnya tersenyum lebar, dia membawa tubuh kecil Ara ke dalam pelukannya. Dia bahkan tak bosan mencium seluruh wajahnya tanpa terkecuali.  Kemudian berakhir menyesap bibir merah muda yang semakin bengkak karena ulahnya. Menyesap nya perlahan dan tak lama Elard melepaskan bibir Ara.

__ADS_1


“Jangan tinggalkan aku lagi Ara, jadilah milikku.” Bisik Elard, menarik Ara semakin rapat padanya.


Ara masih diam mendengar suara bisikan Elard di telinganya. Seolah semua yang baru saja terjadi adalah mimpi. Dan ternyata, semua yang dia lakukan bersama Elard ternyata bukan mimpi. Akal sehat nya mulai kembali dan bekerja, dan semua ini nyata, dia baru saja bercinta bersama Elard.


Ara memejamkan matanya, saat menyadari kebodohannya sendiri. Kenapa dia harus terbawa arus yang Elard ciptakan. Kenapa dia tiba-tiba menyerahkan begitu saja mahkotanya pada Elard. Apa yang dia pikirkan sebelumnya.


“Aku seperti wanita murahan.” Gumamnya dalam hati. Dia melirik ke samping, dimana Elard tertidur pulas, Ara bisa mendengar dengkuran halus di telinganya. Ada sedikit rasa sesal saat ini, tapi hatinya seolah membenarkan apa yang baru saja terjadi dan dia lakukan bersama Elard.


Padahal jelas semua ini sangat salah, tak seharusnya mereka melakukannya, mereka bukan suami istri, terlebih Ara masih ragu dengan perasaan nya pada Elard. Lagi pula, dia juga tak tahu bagaimana dengan perasaan Elard padanya. Benarkah Elard mencintainya.  Atau apa yang di ucapkan Elard hanya kebohongan semata. Menjadikan dirinya pion untuk membalaskan dendamnya pada ayahnya.  


“Kenapa aku bodoh, bagaimana jika itu benar.” Mata Ara berkaca kaca saat mengingat semuanya. Apa yang dia pikirkan sebelumnya, hingga dia menyerahkan semuanya begitu saja.  Cinta, jika apa yang dia rasakan selama ini yang namanya cinta Ara akui iya, dia mencintai Elard. Tapi bagaimana dengan Elard, cinta kah dia padanya, atau hanya ingin menghancurkannya.


Sementara Elard setelah mendapatkan sesuatu yang terpendam selama ini, dia benar-benar tertidur pulas di samping Ara. Dia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ara, Elard bahkan tak perduli dengan tubuhnya yang lengket dan berkeringat sekalipun.


Tangannya memeluk erat tubuh kecil Ara, seolah takut kehilangan wanitanya lagi. Cukup sudah dia memendamnya selama ini, dan dia tak ingin kehilangannya untuk kali ini. Apalagi, tubuh mereka berdua sudah menyatu, tentu saja Elard takut kehilangan Ara.


Dia akan menghadapi Sky dan Freya nanti, dia akan mengatakan pada mereka, dan dia ingin menikahi Ara. Setuju dan tidaknya mereka, dia tetap akan menikahi Ara.


“Jangan meninggalkan ku lagi sayang.”


 

__ADS_1


__ADS_2