Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab.82# Penyusup


__ADS_3

“Aku sangat mencintaimu.” Bisik Elard di telinga Ara, lalu mengecup kembali lehernya sekilas dan menyembunyikan wajahnya dengan ceruk leher Ara.


Sementara Ara tersenyum mendengar penuturan Elard di telinga. Padahal dia belum tertidur sama sekali. Dia hanya malu, menatap wajah Elard saat ini. Permainan mereka terbilang cukup panas dan dia sangat menikmatinya.


Berbeda saat pertama kalinya tubuh mereka menyatu. Kali ini dia membalas sentuhan Elard di tubuhnya. Entah datangnya dari mana keberaniannya, menurutnya dia cukup berani melakukannya. Saat Elard memintanya berganti posisi, dia melakukannya seperti yang Elard katakan, bergerak naik turun diatas tubuhnya. Seperti wanita profesional, dia cukup lihai memainkan perannya.


Berbeda dengan Elard yang memang sudah berpengalaman, sementara dia sama sekali tak pernah berpengalaman sedikitpun.


Itu sebab nya dia sangat malu, saat ini. Jangan sampai Elard melihat wajahnya dan menertawakannya. Lebih baik dia memejamkan matanya, seperti yang Elard ketahui jika dia sudah tidur.


Tubuhnya terasa sangat remuk, tulang tulangnya seperti mau lepas dari persendian nya. Ditambah lagi, area sensitif nya yang semakin panas dan sakit. Dia yakin miliknya bertambah bengkak dan robek. Tapi dia sangat menikmati nya setiap kali penyatuannya bersama Elard.


Setengah jam berlalu, Elard membuka matanya saat mendengar dengkuran halus di telinganya. Bibirnya tersenyum lebar mendengarnya. Sebelumnya, dia tau Ara belum tidur. Dan dia tau kenapa Ara tak menyahut ucapannya.


“I love you sayang, kau harus berjanji padaku, jangan pernah pergi dariku Ara.” Ucapnya, kemudian mengencangkan pelukannya pada Ara. Seolah dia tak ingin gadis kecil miliknya kembali menghilang dari pandangannya. Terlebih Elard tau siapa Sky, dia yakin akan menyembunyikan Ara lagi dirinya.


Pria tua itu pasti sangat marah, saat mendengar dia menikahi Ara diam diam dan tanpa seizin nya. Apapun itu, dia tak perduli, jika Sky dan Freya membencinya seumur hidupnya dia tak perduli. Dia hanya ingin Ara di sisinya sampai kapanpun.


Bukan karna dia yang sudah mengambil mahkota nya, tapi karna cintanya hanya pada wanita di dalam pelukannya bukan dengan yang lain.


Ara tak tau, jika Elard juga baru melakukannya bersamanya.

__ADS_1


Lionel Elard Roberto menjaga hati dan senjata nya hanya untuk Ara. Dia tak ingin gadis nya kecewa saat mengetahui dirinya yang pernah melakukannya, apalagi harus sering bercinta dengan wanita lain. Terbukti, Ara juga menjaga mahkotanya hanya untuk nya.


Karna Elard yakin sejak dulu, Ara adalah miliknya. Baik tubuh dan hatinya dia yakin hanya miliknya. Meski dia belum mendengar pengakuan cinta Ara padanya dan membalas cintanya. Tapi dia yakin, Ara tak membencinya, dia bisa melihat dari sorot matanya saat menatapnya.


*


Ting..


Seorang pria memakai hodi di kepalanya, dengan wajah yang tertutup masker berjalan lebar keluar dari lift yang terbuka. Di belakangnya tiga pria bertubuh tinggi mengikutinya dari belakang. Sementara tiga anggota yang lainnya berdiri di salah satu pintu apartemen mewah. Mereka sudah lebih dulu datang kemari, apalagi jika bukan untuk mengecoh seseorang dan cctv.


Clek..


Dia masuk ke salah satu apartemen dan berjalan perlahan menuju kamar. Begitu juga dengan beberapa pria di belakangnya, mengikuti langkah kakinya masuk ke dalam. Kepala nya celingukan, takut jika mereka akan ketahuan oleh penghuni apartemen. Dan rencananya pasti bisa gagal.


“Disana tuan.”


Dia mengikuti jari telunjuk pria di sampingnya. Tak lama kemudian dia berjalan lebar masuk ke dalam salah satu kamar.


Dia melirik pada beberapa pria di sampingnya dan masuk ke dalam. Sampai di dalam, dia langsung menuju jendela. Mengikat salah satu tali di balkon lalu memasang kan pada dirinya. Sebelumnya mereka sudah merencanakannya terlebih dahulu. Tanpa pikir panjang, dia melompat turun kebawah dan mendarat sempurna.


Brug.

__ADS_1


“Sial,” umpat nya saat tubuhnya, justru menghantam pagar besi balkon. Wajar saja sebelumnya dia sama sekali tidak pernah melakukan semua ini. Jika tubuhnya jatuh ke bawah pun, itu karna dia bukan pria profesional melakukannya. Semua itu gara gara pria brengsek itu, dia melakukan semua ini.


Beruntungnya, tubuhnya menghantam salah satu pagar dan jatuh dia bisa berpegang. Jika tidak tubuhnya pasti akan menjadi abu di bawah sana.


“Lion brengsek, aku benar-benar akan membunuhmu kak ini. Kau sudah membuat ku berurusan dengan mereka yang menyiksaku dan memanfaatkan ku. Kaki ini akulah yang akan membunuh mu brengsek.” Umpat nya meringis merasakan nyeri di tubuhnya.


Tak lama beberapa pria datang menyusulnya. Dia mengeratkan giginya emosi melihat mereka yang mengikutinya. Saat ini dia benar-benar di jadikan boneka oleh Liam dan dua pria lainnya.


Clek..


Salah satu pria men congkel  jendela kamar. Dia menoleh ke belakang dan meminta nya masuk.


“Ingat tuan, tuan ku tak ingin mendengar kau gagal kali ini.”


Dia mengeratkan giginya emosi dan masuk ke dalam. Bibirnya tersenyum sinis saat melihat seorang pria yang tidur memeluk wanita nya dari belakang. Dia yakin jika dia itu adalah Elard. Dan benar saja dia adalah Elard. Wajar saja dia bisa melihat nya dengan jelas, karna Elard tak mematikan lampunya saat tidur. Tapi dia tak tau wanita yang dia peluk, wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya.


Dia mengedarkan pandangannya dan melangkah perlahan menghampiri salah satu lemari. Tapi tak lama dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Elard yang tertidur pulas di ranjang.


“Bukankah ini kesempatan ku membunuhmu Elard.” Gumamnya, tanpa pikir panjang dia mengambil sebuah benda tajam yang terselip di punggung nya. Dia mendekati Elard dengan senyum lebar di bibirnya.


“Kali ini aku benar-benar menyingkirkan mu Lion.”

__ADS_1


Jlebb..


 


__ADS_2