Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab.56# Rasa rindu


__ADS_3

“Queen, kamar nomor 1231 membutuhkan mu.”


Ara menoleh mendengar penuturan salah salah satu teman sejawatnya. “Manajer yang mengatakan padaku, jika kau akan lembur kali ini.” Imbuhnya lagi dan membuat Ara kaget bukan main.


Ya sebelumnya Vani yang datang ke kamar itu. Ya Ara mengatakan pada manager nya jika dia tak enak badan. Itu sebabnya Vani yang menggantikan nya. Dan saat ini waktu nya untuk pulang, tapi lagi lagi sang manajer tak membiarkan dia pulang. Lagi pula Ara tau jika semua ini pasti karna Elard.


“Kau bisa menggantikan ku lagi Vani, aku tak ingin meninggalkan oma jika aku sampai lembur.” Kata Ara.


Sementara Vani menganggu kan kepalanya dan berbalik kembali. Tapi Vani menundukkan kapalnya saat sang manager berjalan menghampiri mereka.


“Apa kau sudah lebih baik lagi Queen.” Tanya sang manajer dan Ara hanya menganggukan kepalanya mengiyakan. Pasrah karena tak mungkin dia berbohong kali ini. Apalagi dirinya baik baik saja.


“Kau akan lembur kali ini. Tuan Lion ingin kau menemaninya keluar.” Imbuhnya lagi pada Ara lalu berbalik.


“Tapi tuan.” Ara menghembuskan nafasnya perlahan melihat punggung tua yang menjauh darinya. Tak lama Ara kembali lagi ke ruang ganti dan mengganti pakaian miliknya.


*


Ara kesal bukan main saat Elard mengajaknya ke pusat perbelanjaan. Dia menutup bibirnya dan tak menjawab saat Elard bertanya padanya. Entah sudah berapa kali Elard bertanya tentang dress padanya.


“Queen apa ini bagus.” Kata Elard menunjukkannya pada Ara.


“Apa sebenarnya yang ingin tuan beli. Bukankah tuan sendiri yang tau, yang mana selera istri anda.” Kesal Ara berbalik tapi lagi lagi Elard menarik tangannya dan tak membiarkan nya dia pergi. Ara melepaskan tangan Elard dan melotot padanya.

__ADS_1


Dan Elard yang melihat itu tersenyum tipis. Ternyata kelinci kecil miliknya sudah berubah macam. “Aku hanya ingin pendapat mi bagaimana dengan dress yang ini. Apa ini bagus, aku tak tau selera nya.” Kata Elard.


“Kalau anda saja tak tau, bagaimana saya tau.” Seru Ara semakin kesal. Dia berjalan menuju deretan dress dan gaun malam lalu mengambilnya dan memberikannya pada salah satu karyawan wanita. Elard menarik sudut bibirnya ke atas. Dia tau Ara kesal saat ini. Dia melirik karyawan wanita dan menganggukan kepalanya.


“Kau yakin itu pas untukmu Ara.” Ara menoleh dan menyipitkan matanya mendengar penuturan Elard. Sementara Elard membuka layar ponsel miliknya menghindari Ara yang menatap curiga padanya.


“Ya,” Elard tersenyum dia membawa paperbag di tangan Ara dan mengikuti langkah kecil Ara dari belakang. Sementara di belakangnya Jefri mengikuti langkah tuannya dan Arabelle dari belakang. Dia juga tak kalah seperti tuannya yang membawa beberapa paperbag dk tangannya.


“Tuan Lion.” Ara yang menoleh ke sumber suara, sementara Elard hanya melirik wanita yang berjalan menghampiri nya. Ara mengerutkan keningnya melihat wanita asing yang berjalan mendekatinya. Dia bingung, kenapa dia bisa mengenal Elard. Tapi tak lama kemudian Ara tersenyum tipis mengingat siapa Elard sebenarnya.


Sara mengerutkan keningnya melihat Elard yang membawa beberapa paperbag di tangannya. “Tuan apa yang anda bawa.” Tanya Sara melirik kearah gadis cantik di samping nya.


“Bukan urusanmu nona.” Sahut Elard menarik tangan Ara agar mengikutinya. Sementara Ara melirik ke arah Elard yang menggandeng tangannya dan membawanya keluar dari pusat perbelanjaan.


Satu jam lamanya Jefri menghentikan mobilnya di depan pintu pagar rumah sederhana tak jauh dari jalan. Ary menoleh ke arah Elard dan menatap ke arahnya.


“Ini sudah malam sayang, kau harus beristirahat.” Kata Elard membalas tatapan Ara. “Dari mana om tau Ara tinggal di rumah ini.” Sahut Ara tanpa ekpresi. Sementara Jefri yang turun dari mobil dan menjauh dari mobil tuannya. Membiarkan tuannya dan gadis belia yang selama ini tuannya cari.


“Apa kau tak merindukan om, Ara.?” Elard justru bertanya pada Ara. Dan Ara membuang wajahnya ke samping mendengar pertanyaan Elard. Entah kenapa saat mendengar pertanyaan itu hatinya bergetar dan jantungnya berdetak lebih kencang. Padahal selama ini dia tak pernah merasakan hal yang seperti ini meski dekat dengan seorang pria sekalipun.


“Ara..”


“Kenapa om antar Ara pulang, bagaimana besok Ara datang bekerja, mobil Ara adu di hotel.” Ara tak menjawab pertanyaan Elard lagi.

__ADS_1


“Om yang akan menjemput mu besok.” Ara menoley dan tersenyum tipis. Menggeleng kan kepalanya pada Elard. “Jangan menempatkan Ara kembali menjadi wanita yang salah om. Ara tau kenapa istri om marah pada Ara. Ara sudah dewasa, dan Ara tak ingin di sebut sebagai wani_”


Cup...


Tak tahan melihat bibir mungil Ara, Elard membungkam bibir Ara dengan bibirnya. ******* nya rakus dan menyesap nya bibir atas dan bawahnya bergantian. Sementara Ara kaget mendapatkan  ciuman di bibirnya memukul dada bidang Elard. Tapi Elard tak perduli, dia justru memperdalam ciumannya.


Tangannya menyusup ke belakang leher Ara dan menekan tengkuknya. Tentu saja, tubuh Ara lemas bukan main. Tapi hawa tubuhnya terasa lebih aneh dan panas. Ada sesuatu yang membuatnya melayang jauh.


Jika Ara merasakan hawa tubuhnya yang terasa aneh. Elard merasakan tubuhnya terasa terpanggang. Hasrat birahi nya yang terpendam kembali bergejolak. Sesuatu dalam tubuhnya juga bangkit dari tidurnya. Elard memejamkan matanya merasakan sensasi panas yang membangkitkan hasrat nya.


Tak mendapatkan perlawanan dari Ara lagi, Elard menarik Ara dan mendudukkan nya di atas pangkuannya


 Tentu saja Ara kaget, dia memekik dan tanpa sengaja menggigit bibir Elard. Elard tersenyum tipis, dia sama sekali tak menghentikan ciumannya pada Ara. Dia kembali lagi menyesap bibir Ara semakin rakus.


Tak lama kemudian Elard melepaskan tautan bibir Ara saat merasa Ara kehabisan nafasnya. Elard mengusap bibir Ara yang terlihat bengkak. Mencium kembali bibir merah muda milik Ara sekilas.


Sementara Ara, pandangannya menatap mata Elard tak berkedip. Entah kenapa, dia merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.


“Maafkan om,” bisik Elard, dan Ara masih diam di pangkuan Elard. Dia bukan gadis ingusan yang tak tau apa yang baru saja. mereka lakukan. Tapi kenapa Elard melakukannya padanya. ciuman yang baru saja dia dapatkan dari Elard, seperti ciuman seseorang pria yang benar benar merindukan wanita nya. Ya meski Ara tak pernah melakukannya tapi dia tau dari ekpresi nya.


Bukankah dia memiliki istri, istrinya sangat cantik. Lalu kenapa dia seperti menganggap nya kekasih yang baru dia temui.


"Apa yang om inginkan dari Ara."

__ADS_1


 


__ADS_2