
“Selamat pagi menjelang siang tuan Lion.” Sapa Ara menundukkan kepalanya. Begitu juga dengan beberapa karyawan yang tak jauh darinya. Mereka menundukkan kepalanya dalam, takut saat melihat Elard tiba-tiba saja datang.
Tapi dalam hati mereka bingung dan bertanya tanya saat melihat penampilan Elard yang terlihat sangat berantakan. Rambutnya bahkan terlihat tak di sisir sama sekali.
Begitu juga dengan Ara yang menyadari penampilan Elard. Tak hanya rambut yang terlihat berantakan, tapi Elard juga memakai setelan yang sama. Setelan yang di pakai nya semalam sebelum mereka bercinta.
Mengingat semua itu jantung Ara tiba tiba berdetak kencang. Tapi dia harus menunjukkan pada Elard jika dia baik baik saja dan tak terpengaruh dengan kejadian semalam. Dia juga tak boleh terlihat gugup di depannya.
Sementara Elard menyadarinya dan tersenyum miring, dia tau apa yang sedang di perankan oleh Ara saat ini. Dia melangkah mendekati Ara. Elard semakin melebarkan bibirnya, melihat kegugupan Ara di depannya.
“Selamat siang nona.” Sahut Elard.
Dan Ara melangkah mundur perlahan saat mendengar nada bas di telinga nya. Dia semakin gugup dan jantungnya kembali lagi berdebar. Untuk apa Elard menemuinya, dan apa yang harus dia lakukan. Ara melirik ke samping dan secepat kilat berbalik.
“Mau kemana.” Ara memekik kaget mendengar suara bas di telinganya. Di tambah lagi Elard tiba-tiba saja menarik pinggangnya. Dan saat itu juga Ara menubruk dada bidang Elard.
“Lepas.” Jantung Ara semakin berdetak kencang, saat tubuh nya menempel dengan Elard. Seketika bayangan percintaan semalam terbayang di kepalanya. Sentuhan lembut yang menjengkali tubuhnya seakan masih terasa, hingga membuat tubuhnya seketika memanas.
“Ingin kabur dari ku, hemm,”
Tubuh Ara semakin bergetar mendengar suara bisikan Elard di telinganya. Dia menahan nafasnya saat aroma mint menusuk indra penciuman nya.
“Bisakah kau melepas ku.”
__ADS_1
“Bukankah kau ingin membuat skandal dengan ku, dengan senang hati, aku akan menikahimu nona.”
Cup...
Elard menyambar bibir Ara dan menyesapnya, tak perduli dengan beberapa pasang mata yang melihatnya. Dia akan tunjukan pada dunia jika gadis yang ada dalam pelukannya adalah miliknya.
Ara benar-benar tak bisa menolaknya. Selain jantungnya semakin berdetak lebih kencang, tubuhnya juga sangat lemas saat Elard mengundi tubuhnya. Di tambah lagi miliknya yang masih sakit, seketika berubah tak nyaman saat senjata Elard menempel di perutnya.
Tak hanya menyesap bibir Ara, Elard mengangkat tubuh kecil Ara kedalam gendongan nya. Dan membuat Ara memekik tertahan, dia kaget saat tubuhnya melayang. Tak ingin jatuh Ara melingkarkan kakinya di pinggang Elard.
Sementara beberapa karyawan tak percaya melihat pemandangan di depan nya. Sangat romantis dan langkah, seorang Lionel Elard Roberto mencium seorang wanita dan menggendongnya. Mereka berdua terlihat seperti pasangan yang sangat romantis. Seperti di adegan di film yang mereka terbitkan dan ini sangat nyata bukan hanya sekedar akting di layar kaca.
“Kau tak akan lepas dari ku.” Lirih Elard setelah melepaskan tautan bibirnya dan menempelkan keningnya pada Ara.
Elard tersenyum melihat kebungkaman Ara di telinganya. Dia melangkah lebar keluar dari gedung perusahaan dimana Ara baru saja melakukan pemotretan.
Dia pikir Ara pergi meninggalkan nya, ternyata dia ingin bermain peran dengannya.
Elard menyunggingkan sudut bibirnya lucu. Bagaimana dia tak semakin mencintai gadis di gendongan nya. Ara benar benar membuatnya semakin jatuh ke dalam pesonanya. Demi Tuhan dia tak rela seseorang meliriknya apalagi ingin memiliki nya. Tidak akan dia biarkan dan tak akan dia beri celah sedikitpun.
Sampai di mobilnya Jefri yang mengikuti langkah tuannya sudah berada di depan mobil Elard. Dia menundukkan kepalanya dan membuka pintu mobil untuk tuannya.
“Kau sangat wangi sayang.” Ucap Elard menjatuhkan dagunya di pundak Ara. Tak lama Elard terkekeh mengingat dia selalu mengatakan itu saat Ara kecil dulu. Dia akan mencium pipi Ara yang seperti bakpao dan kemerahan. Hingga Ara marah dan menggigit pipi nya.
__ADS_1
“Kau tau sayang, aku sangat mencintai dari dulu. Aku ingin memiliki mu sejak dulu, aku juga sangat menginginkanmu menjadi milikku seutuhnya.” Bisik Elard mencium kedua pipi Ara bertubi-tubi.
“Dan kau akan kabur dan melupakan semua yang terjadi semalam begitu saja Ara.” Ara yang duduk di pangkuan Elard menggigit bibirnya semakin gugup dan jantungan semakin menggila mendengarnya.
“Sampai aku mati sekalipun, aku tak akan membiarkan kau lari lagi dariku Ara. Aku mencintaimu, sangat mencintai mu.”
Ara mendongak menatap mata Elard. Hatinya berdebar mendengar semua yang Elard katakan padanya. “Turunkan aku,” Elard tak menghiraukan permintaan Ara. Dia menahan Ara saat menggeser bokongnya.
“Begini saja.” Bisiknya mengencangkan pelukannya pada Ara. Tak ada yang bisa Ara lakukan selain diam di pangkuan Elard. Bahkan dia merasa matanya sangat berat. Mungkin karna dia tak tidur semalam.
Sepuluh menit kemudian Ara benar benar tertidur di pangkuan Elard. Sementara Elard yang mendengar dengkuran halus Ara di telinganya tersenyum lebar. Tangan besarnya terus mengusap punggung Ara naik turun. Sementara bibirnya tak berhenti mencium kepala Ara bertubi-tubi.
Rasa bahagia jelas di rasakan Elard saat ini, saat gadis yang dulu di gendong nya dan di timangnya akan benar benar menjadi miliknya seutuhnya.
“Ke tempat sebelumnya Jefri.” titah Elard menatap ke depan.
“Baik tuan.” Sahut Jefri membelokkan setir kemudi lalu menginjak pedal gasnya. Tak sampai satu jam Jefri memarkirkan mobil yang di kendarai nya di halaman mewah nanti hijau.
Elard keluar dari mobilnya menggendong Ara ke luar dari mobil mewah nya dan masuk ke dalam salah satu gedung yang sangat luas.
“Keluar, biarkan dia tidur terlebih dahulu.” Titahnya kedua wanita yang berdiri di depan pintu. Mereka hanya menganggukan kepalanya dan keluar dari salah satu kamar sementara Elard membaringkan Ara di ranjang yang berukuran sedang perlahan.
“Maafkan aku sayang.’
__ADS_1