
Cup..
Elard menyesap bibir Ara perlahan, namun lama kelamaan Elard menciumnya rakus. Dia sangat merindukan bibir gadis kecilnya yang selalu tak bisa membuatnya tidur.
Bukan hanya menyesapnya, tapi Elard juga melesakkan lidahnya masuk ke dalam. Mengabsen gigi gigi putih Ara yang berjejer rapi.
Ara sendiri yang merasakan sensasi aneh dan menggelitik, mendesah lirih. Terang saja suara ******* tertahan Ara semakin membuat darah Elard mendidih.
Hasrat yang di pendam nya perlahan bangkit. Sesuatu yang tak seharusnya bangkit kini mulai menggeliat dan bergerak membesar di dalam persembunyiannya.
Elard melepaskan bibir Ara dan menurunkan bibirnya menyusuri leher jenjang Ara dengan bibirnya dan menyesapnya perlahan. Elard tak ingin Ara bangun dari tidurnya. Dia tak ingin Ara bangun dan menangis seperti dulu saat dia mengganggunya tidur,dia akan menangis kencang.
Elard mencengkram erat sprey miliknya. Mencoba menahan sesuatu yang sudah lebih dulu terbakar dan terpanggang oleh api gairahnya yang selama ini dia pendam. Ya gairahnya pada seorang gadis yang sudah membuatnya jatuh kedalam cintanya. Terdengar mustahil dan bodoh, tapi itulah kenyataan nya. Dia jatuh cinta pada gadis belia yang sudah merebut hatinya.
Arabelle, gadis yang selama ini sudah menguasainya hati dan jiwanya dari dia remaja sampai sekarang. Mencoba mengabaikan dan melupakannya dengan menikah dengan wanita lainnya. Justru membuat dia semakin tersiksa karna tak bisa menahan rindu dan cinta pada gadis mungil miliknya. Siapa lagi jika bukan Arabelle, gadis yang berada di bawah kungkungan nya.
Gadis balita yang sudah mencuri hatinya, kini sudah remaja dan beranjak dewasa. Bolehkah kali ini dia memilikinya, memiliki gadis impiannya dan gadis pujaan nya. Gadis yang sudah membawa hasrat dan jiwanya bersamanya.
“Luis..” gumam Elard, mengeraskan rahangnya. Kemudian dia bangkit dari atas tubuh Ara dan mengusap wajahnya kasar.
Elard berdiri dari ranjang dengan tangan yang terkepal erat. Wajahnya mengeras mengingat Ara adalah putri Ausky Luis. Pria yang sudah membunuh ayahnya.
Elard melangkah lebar dengan perasaan sakit dan emosi. Mengingat kenyataan bahwa semua ini mustahil baginya. Apalagi dia sangat membenci Luis. Tapi baru menyentuh pintu dan ingin membukanya. Terdengar suara isak tangis Ara di telinga Elard.
“Hiks.. Hiks.. Daddy mereka jahat.”
Elard kaget mendengarnya, dia menghampiri Ara lagi dan naik ke atas ranjang kembali. Sungguh mendengar suara isak tangis Ara di telinganya seolah langsung menembus jantungnya. Sakit, sangat sakit. Apalagi kali ini Ara sampai menangis segukan.
“Suttt... Sayang, jangan menangis.” Bisik Elard sambil menepuk bokong Ara. Kebiasaan dulu saat ingin menidurkan Ara selalu menepuk bokong dan mengusap punggungnya.
__ADS_1
Dan Ara kembali tertidur lagi, mendapatkan tepukan lembut di bokongnya.
Melihat Ara yang kembali tertidur pulas. Elard menyingkirkan rambut Ara yang menutupi wajahnya. Mendekatkan wajahnya kembali dan mengecup seluruh wajah Ara di depannya. Seolah kali ini Ara akan menghilang lagi dari hadapannya. Bertahun-tahun dia memendam keinginannya yang ingin menemui Ara. Kali ini semua yang bertumpuk di hati dan perasaannya terbayar sudah.
Rindunya sudah terobati dengan kehadirannya. Meski kadang hatinya mengingatkan jika dia adalah putri dari pria yang sudah membunuh ayahnya. Elard tetap menumpahkan rasa rindu dan cintanya pada gadis belia di depannya.
“Aku mencintaimu sayang.”
Cup.
Setelah mengecup bibir Ara sekilas Elard bangun dari ranjang dan merogoh ponselnya.
“Habisi mereka.” Titahnya pada Jefri. Tak lama Elard memutuskan sambungan telepon nya dan menyimpan nya ponsel nya lagi di atas meja. Elard melepaskan kemeja miliknya dan membuangnya asal. Hanya tertinggal boxer yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
Elard kemudian naik ke atas ranjang dan masuk ke dalam selimut bersama Ara. Memeluk gadis kecil miliknya dan menyembunyikan nya di dada bidangnya. Elard tak perduli dengan Luis yang akan mengetahui ke brengseknya sekalipun.
Luis tidak bodoh melepaskan putrinya begitu saja. Apalagi dia adalah putrinya sendiri. Tapi Elard benar benar tak tau apa sebenarnya tujuan Luis mengirim Ara.
Benarkah Luis mengirim Ara untuk mengelabui nya kembali. Atau Luis justru melemparkan Ara dan menjadikan Ara umpan untuk menguasai semua miliknya. Elard tak perduli dengan niat Luis.
Dia benar benar tak bisa mengabaikan gadis kecil miliknya. Ingin membenci Ara, seperti hatinya yang membenci Luis. Tapi sumpah demi apapun, kebencian yang ingin dia tanamkan semakin membawanya masuk ke dalam cinta Arabelle.
Seperti beberapa hari lalu, berusaha mengabaikan Ara dan bersikap biasa dan acuh. Nyatanya yang ada hanya emosi yang selalu menguasainya. Emosi karna memendam rasa rindu pada gadis kecil miliknya.
*
“Kau menemukannya.”
Emma menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Dary. Dia sendiri sudah berkeliling ke seluruh tempat dan tempat duduk. Bertanya pada semua orang tapi mereka tak tau dengan ciri ciri gadis yang seperti dia sebutkan tadi.
__ADS_1
Dary mengumpat dan mencengkram erat lengan Emma. Matanya berkilat marah menahan emosi yang memuncak.
“Jika terjadi sesuatu dengannya, aku tak akan memaafkan mu Emma.” Ancam Dary emosi kemudian melepaskan tangan Emma dan melangkah keluar bioskop. Untuk apa dia datang kemari dan menonton, jika tidak bersama dengan Queen. Gady yang sudah membuat nya jatuh cinta saat melihat wajah cantik nya.
Sementara Emma menatap punggung Dary yang menjauh darinya. Dia sendiri bingung kemana perginya Ara. Apa dia kembali ke apartemen nya lagi.
“Ini salahku yang meninggalkannya sendiri.”
*
Tengah malam di mension mewah Roberto.
Robert yang baru mendapatkan telpon dari putrinya yang sedang berliburan. Selia meminta dia mengirimkan uang kembali, karena uang yang ada di dalam kartu ATM nya sudah habis.
Dan Robert tentu saja mengirimi putrinya sejumlah uang. Dia sangat menyayanginya, apapun akan dia lakukan demi putri dan putranya. Tak lama Robert menutup sambungan telponnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya.
Dia mengumpat saat mengingat dia yang belum berhasil mengetahui keponakannya. Memindahkan semua harta Elard p tangannya. Ya tujuannya hanya satu, sama seperti saudara dari ibunya atau saudara yang lainnya yang menginginkan harta Elard. Dia juga sama, menginginkan semuanya.
Robert menyesal tak dari dulu memanfaatkan Elard agar menandatangani berkas pengalihan harta milik Edwin ke tangannya. Dia justru membiarkan Elard mengembangkan bisnis nya dan melebarkan sayapnya hingga sampai sekarang. Akhirnya saat ini Elard tak bisa dia kendalikan.
Berbagai cara sudah dia lakukan, membohongi dan merayu sudah dia lakukan. Tapi sayangnya lagi lagi Elard lebih pintar darinya.
Hingga dia membuat skandalnya bersama Airin. Tentu saja dengan tujuan yang sama. Tapi lagi lagi Elard tak bisa dis kendalikan.
“Apa maksud Airin, apa selama ini pernikahan mereka tak baik baik saja.” Gumam Robert menipiskan bibirnya.
__ADS_1