Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab. 62# Model


__ADS_3

“Tuan setengah jam lagi nona Queen sampai di perusahaan kita.” Kata Jefri masuk ke dalam ruang pribadi tuannya. Dia baru saja mendapatkan kabar dari dewan pemasaran jika model yang akan menjadi bintang iklan produk terbaru perusahaan ini sedang dalam perjalanan menuju kemari.


Elard tersenyum kecut mendengar penuturan Jefri. Queen, nama yang sama seperti Ara. Tapi sayangnya, dia bukan gadis miliknya. Ara bukanlah seorang artis dan dia hanya kebetulan saja memiliki nama yang sama dengan Ara.


Ya seminggu yang lalu, devisi  pemasaran mengatakan sedang mencari model untuk produk terbaru miliknya. Dan dia sendiri menyetujui mereka mencari model produknya. Elard percaya pada mereka yang tak pernah melakukan kesalahan. Elard tak akan ikut campur kali ini, dia juga malas mendengar kata model. Beberapa tahun lalu saat  dia ikut andil di bidang itu, dia langsung di gosip kan dengan isu dan berita miring.


Siapa lagi jika bukan dengan Airin, wanita yang saat ini menjadi mantan istrinya. Ya pertemuan nya dengan Airin dan beberapa kali bertemu dengan nya lah yang membuat berita itu semakin kuat mencuat ke publik. Padahal dia sama sekali tak memiliki rasa pada Airin.


Sialnya berita itu di perkuat oleh ucapannya Robert yang mengatakan jika dia dan Airin memang menjalin hubungan. Padahal semua itu sama sekali tak benar. Hingga akhirnya mau tidak mau dia menikahi Airin atas dasar pernikahan bisnis.


Dan kali ini devisi pemasaran mengatakan jika wanita itu datang kemari. Tentu saja untuk menandatangani kontrak kerja sama nya.


“Hemm siapkan berkasnya.” Sahut Elard dan Jefri menganggukan kepalanya mengerti. Tak lama kemudian Elard dan Jefri menoleh ke  arah pintu terbuka dan menampilkan sang sekertaris di depan pintu.


“Tuan nona_”


“Honey.. “ seru Airin sedikit keras memanggil Elard dan masuk begitu saja, di ikuti oleh wanita yang menjadi pengasuh putranya. Airin tersenyum lebar padu Elard. Tiga tahun dia tak bertemu dengan Elard, ternyata dia masih sama, sangat tampan dan membuatnya selalu jatuh cinta.


Sementara sekertaris Elard dan Jefri kaget melihat mantan istri tuannya ini datang kemari.


Begitu juga dengan Elard yang mengeratkan giginya emosi melihat Airin masuk ke dalam ruangannya. Entah bagaimana bisa wanita itu kembali masuk ke dalam perusahaan miliknya. Ya semenjak dia mengusir Airin dari perusahaan beberapa tahun lalu, Airin baru menginjakkan kakinya lagi. Dan siapa yang mengijinkan Airin masuk ke mari.

__ADS_1


Elard tersenyum miring mengingat Airin beberapa tahun lalu.


“Aku merindukan mu sayang.” Ucap Airin mendekati Elard yang duduk di kursi kebesaran nya. Terlihat sekali wajah penuh kerinduan nya pada pria yang duduk di kursi kebesaran nya.


“Jangan pernah mendekati ku nona.” Desis Elard dengan nada dingin dan beratnya.


Dan Airin menghentikan langkahnya mendengar nada dingin Elard di telinganya. Dia menggeleng kan kepalanya tak percaya jika Elard masih membencinya.


“Apa kau masih membenciku Lion. Yang seharusnya, akulah yang membencimu. Selama ini kau sudah mengabaikan ku.” Seru Airin mengusap pipinya kasar.


“Kau lihat dia putra mu.” Imbuh Airin melirik  balita di gendongan sang pengasuh. Sementara wanita yang menggendong anak majikannya hanya menundukkan kepalanya takut melihat wajah Elard yang terlihat tak bersahabat. Bukan hanya takut, tubuhnya bahkan gemetar bukan main saat ini.


Dan Elard baru menyadari jika Airin datang bersama seorang bocah yang berada di gendongan wanita yang di yakini seorang babysitter. Elard melirik ke arah Airin dan menipiskan bibirnya.


“Apa kau pikir aku bodoh nona. Aku sama sekali tak memiliki hubungan dengan anakmu, keluar dari sini sebelum aku menyeret mu seperti sebelumnya.” seru Elard sedikit menaikan nada bicara nya. Hingga membuat balita kecil di tangan pengasuh nya sedikit rewel karna kaget. Dan Elard sama sekali tak perduli, dia tau tujuan Airin datang kemari.


“Lion kumohon demi pu_”


“Maaf jika saya datang di waktu yang salah tuan.” Serunya membuka pintu, bibirnya tersenyum tipis saat melihat wajah mereka yang kaget melihat nya. Terutama Elard dan Airin, mereka berdua pasti tak menyangka kenapa dia bisa ada di sini.


Ya Elard kaget melihat gadis yang di carinya berdiri di depan pintu. Gadis yang terakhir dia lihat saat dia mengantarkannya ke rumah kecilnya di Indonesia dulu. Gadis yang dia khawatirkan setelah melihat rumah Kikan hancur dan beberapa orang pria mati tergeletak.

__ADS_1


 Sementara Airin yang melihat Ayara mengepalkan tangannya emosi bukan main. Ya karna gadis itu dulu, hidupnya menderita dan Elard mengusirnya. Gadis yang sudah dua kali dia lenyapkan dan singkirkan. Dan sialnya, dia selalu saja gagal membunuhnya.


“Sayang.” Seru Elard tak percaya Ara berada di perusahaan nya saat ini.


Dan Ara menarik sudut bibirnya ke atas. Tatapan mata cantiknya sama sekali tak berpaling dari wajah Airin. Dia bisa melihat wajah Airin yang kecewa saat Elard memanggilnya dengan sebutan sayang.


Ara melirik ke arah balita yang berada di gendongan salah satu wanita yang memakai baju pelayan. Ara yakin jika perempuan itu adalah baby sitter balita itu. Dan lagi, apa dia putra Airin.


“Kau, untuk apa kau datang kema_.” Seru Airin sedikit emosi bukan main.


“Tutup mulut mu Airin.” Potong Elard yang emosi karna Airin sudah berani membentak Ara. sedangkan Ara mengulum senyum di bibirnya. Matanya melirik ke arah Airin yang memerah wajahnya.


“Nona, maaf membuat anda menunggu.” Seru salah satu wanita dari devisi pemasaran mempersilahkan Ara masuk ke dalam ruangan CEO. “Tuan dia nona Queen, yang akan menjadi model produk terbaru anda.” Imbuhnya lagi, lalu kemudian menundukkan kepalanya pada Elard dan pamit undur diri. Dia buru buru pergi dari sana karna melihat wanita yang menjadi mantan istri tuannya.


Ara tersenyum dan melangkah menghampiri sofa yang tak jauh darinya dan mendudukkan bokongnya di sana.


Sementara Elard dia masih kaget melihat Ara tiba tiba ada di dalam ruangannya. Dia semakin kaget dan tak percaya mendengar penuturan salah satu karyawan nya yang mengatakan jika Ara adalah wanita yang akan menjadi model produk terbaru nya.


Berbeda dengan Elard yang kaget dan tak percaya, Airin justru tak terima dan emosi melihat Ara berani datang kemari. Apalagi dia mengatakan model produk terbaru perusahaan Lion.


“Anda tak duduk aunty, kaki anda akan kesemutan nanti.” Ucap Ara semakin membuat wajah Airin merah padam.

__ADS_1


“Bukan urusan mu,” geram Airin. Da lalu kemudian menoleh ke arah Elard. Bukannya mendapatkan jawaban dan penjelasan, Airin justru mendapatkan penolakan dari Elard.


“Maaf nona Airin, keluar dari sini.”


__ADS_2