Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab. 36# Kekhilafan


__ADS_3

Bruk..


“Ishh sakit.” Gumam Ara saat tubuhnya terhuyung ke belakang karna Dary melepaskan nya. Sementara Dary kaget melihat Queensa yang terjengkang ke belakang. Dia menarik pinggang Queensa kembali dan membuka pintu mobilnya. Lalu membawa Queensa masuk ke dalam mobilnya.


Sementara di dalam, Elard tak menemukan Ara di manapun berada. Mata tajamnya tak melihat gadis miliknya. Dia sudah takut bukan main mengingat Ara yang entah dimana saat ini.


“Tuan Lion.” Sapa salah seorang rekan bisnis nya lagi saat melihat Elard yang terlibat kebingungan dan seperti mencari seorang. Elard menoleh mendengar namanya di panggil.


“Anda mencari nona Airin, dia ada di sana tuan.” Imbuhnya lagi, dan Elard tak perduli dia mengatakan sesuatu padanya. Dia justru  mengambil ponsel nya yang berdering dan menempelkan nya di telinganya.


“Shit..” umpat nya berbalik dan berlari menerobos kerumunan orang. Pria yang sebelumnya menyapa Elard kaget mendengar umpatan Elard di telinganya. Begitu juga dengan Airin yang kaget melihat suaminya berlari menerobos tamu undangan.


Ingin sekali Airin berteriak memanggil suaminya. Tapi dia tak bisa melakukannya. Selain malu, dia juga harus menjaga imejnya sebagai artis dan model terkenal.


“Apa yang dia cari sebenarnya.” Gumam Airin kecewa yang luar biasa melihat suaminya yang pergi begitu saja. Dia pikir Elard datang mencarinya, tapi ternyata dia datang tanpa menyapanya lebih dulu.


Bukan hanya Airin yang aneh dan tak percaya pada Lion. Banyak tamu undangan yang menjadi rekan bisnisnya menatap Elard yang menerobos keluar dari aula. Entah apa yang Elard cari malam ini.


*


Dari jauh Elard mengeraskan rahangnya melihat seorang pria mendekatkan wajahnya pada Ara. Elard melangkah lebar dengan dada yang bergemuruh menahan emosi yang luar biasa. Tatapan matanya semakin berkilat marah saat melihat dia membuka pintu mobil dan membawa Ara masuk ke dalam.


“Kak, aku gak mau pulang.” Racau Ara berontak saat Dary mendudukkan nya di mobilnya.


“Tidak Queen, kau sudah mabuk.” Paksa Dary memasangkan sabuk pengaman pada Queensa dan berbalik.


Bug.


Brak


Tubuh Dary menghantam badan mobil, setelah Elard menariknya dan memukulnya. Sementara Elard yang di liputi oleh emosi yang luar biasa kembali mengayunkan kepalan tangannya pada Dary membabi buta.


Bug.


“Tu_an.”


Uhuk..


Dary tergeletak di lantai saat Elard memukulnya tanpa ampun. Elard sama sekali tak membiarkan Dary melawannya sedikitpun. Dan Dary yang tubuhnya memang tak seberapa jelas saja tak bisa mengelak dari pukulan Elard.


“Beraninya brengsek.” Teriak Elard mengingat siapa pria yang berani membawa Ara. Tangannya terayun pada wajah Dary, tapi Elard di kagetkan dengan suara Ara yang terjatuh.

__ADS_1


Bruk..


“Sayang..” Elard kaget dan berdiri menghampiri Ara. Menggendong Ara berjalan menuju mobilnya yang sedikit jauh dari mobil dari.


“Bawa mobilnya ke apartemen.” Titahnya pada Jefri yang berdiri tak jauh dari nya.  Sementara Elard mendudukkan Ara di kursi samping kemudi, kemudian pergi meninggalkan gedung hotel miliknya.


*


“Dad, Ara tidak mau pulang.” Racau Ara di gendongan Elard.


Elard mengeraskan rahangnya saat mencium bau alkohol dari mulut Ara.


“Aku akan membunuhmu brengsek.” Umpat nya mengeraskan rahangnya dengan nafas yang memburu menahan emosi buka main.


Sementara Ara tangannya bergerilya kesana kemari meraba-raba dada bidang Elard yang tertutup kemeja hitamnya. Terang saja tubuh Elard merespons sentuhan tangan Ara di tubuhnya. Hawa panas seketika menjalar di seluruh tubuhnya.


“Sayang, hentikan tangan mu.” Ucap Elard dengan nada yang serak dan berat menahan hasrat yang memuncak. Sungguh Elard sama sekali tak bisa menahan hasrat nya pada gadis kecilnya. Gadis yang sudah menguasai jiwa dan hasrat nya kini sedang menggodanya.


“Om sangat tampan,” bisik Ara mengelus rahang tegas Elard yang di tumbuhi bulu bulu halus.


Wajah Elard semakin merah mendengar penuturan Ara. Bukan merah karna hasrat yang kian melambung, tapi karna perasaannya berbunga bunga mendengar pujian yang keluar dari bibir Ara.


Cup.


Tanpa di duga Ara menarik leher Elard dan menautkan bibir mereka berdua. Seketika itu juga Elard menghentikan langkahnya. Matanya tak berkedip melihat wajah Ara yang sangat dekat dengannya.


Tak ingin kehilangan kesempatan Elard membalas tautan bibir Ara rakus. Elard kembali melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya dan membaringkan Ara di ranjang besarnya tanpa melepaskan tautan bibirnya.


Menindih tubuh kecil Ara dengan tubuh besarnya. Menyusupkan sebelah tangan besarnya ke belakang leher Ara dan menekannya agar dia leluasa melesakkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Ara.


Puas dengan bibir dan lidah Ara, Elard membawa bibirnya merayap ke pipi hingga sampai ke daun telinga Ara.


Shh..


Terdengar suara ******* yang keluar dari bibir Ara. Tentu saja tubuh Elard semakin memanas dan terbakar gairah. Hasratnya kian memuncak. Senjatanya yang tersembunyi di balik kain mengembang dan berontak.


Eghh..


Elard menggeram tertahan merasakan panas tubuhnya yang semakin menjadi hingga membuat miliknya berkedut hebat. Bibirnya yang terus merambat tanpa sadar menyesap leher jenjang Ara dan meninggalkan jejak merah di kulit putih Ara. Tak hanya satu, tapi Elard meninggalkan beberapa tanda merah di leher jenjangnya.


Bukan hanya bibir, tangan Elard juga bergerilya kesana kemari mengusap kulit putih bak perselen milik Ara.

__ADS_1


Ahh..


Desah Ara menggelinjang saat dadanya di remas oleh tangan besar Elard. Ya Elard dengan berani mendaratkan tangannya ke dada Ara yang menonjol. Milik Ara yang lumayan besar sangat pas di tangan Elard.


Entah apa yang merasuki Elard saat ini. Dia mengangkat wajahnya dan menarik kaos yang di pakai Ara lalu membuangnya begitu saja.


Mata Elard semakin berkabut melihat dia gundukan yang lumayan besar milik Ara. Elard membawa tangannya ke bawah dan melepaskan pengait bra milik Ara.


Kali ini bukan hanya tatapan mata Elard yang berkabut. Tapi nafas Elard semakin memburu menahan hasrat yang memuncak. Elard mengangkat tangannya dan mendaratkan di salah satu buah kenyal yang mencuat menantangnya.


Ahhh..


Desah Ara lagi, kali ini Ara juga semakin gelisah. Tubuhnya bergetar dan mengejang. Apalagi Ara sedang mabuk, jelas saja tubuhnya meresponnya lebih.


Kali ini Elard benar benar gila dan tak waras. Dia melabuhkan bibirnya pada puncak kecoklatan salah satu gunung kembar Ara dan menyesapnya, memilin dan menjilati nya dengan lidah panasnya.


Sementara tangannya yang lain masih terus meremas keduanya bergantian.


Bukan hanya di leher, Elard membuat tanda kepemilikannya. Tapi dada Ara juga tak kalah terlewati oleh Elard. Banyak tanda berwarna merah ke unguan tertinggal di dada Ara.


“Ah sayang.” Geram Elard semakin terpanggang oleh gejolak api gairah yang semakin memuncak.


Shh..


Elard mendongak mendengar kembali desisan Ara di telinganya.


Deg.


Elard menatap wajah Ara yang semakin memerah dan jangan lupakan wajahnya yang mendongak serta bibirnya yang masih meracau. Tatapan Elard turun pada leher dan dada Ara yang naik turun. Elard menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotornya. Ya kewarasannya mulai kembali lagi.


Wanita yang dia tindih saat ini adalah Ara. Gadis kecilnya yang harus dia lindungi dan dia jaga. Lalu kenapa dia harus merusak Ara dan membuatnya menangis.


Tidak..


Dia tak akan membuat Ara menangis. Ara terlalu berharga untuk dia sakiti. Dia akan mendapatkan Ara dengan caranya, bukan dengan cara yang seperti ini. Memanfaatkan Ara yang tak berdaya adalah salah.


Elard bangkit dari atas tubuh Ara dan melangkah ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Elard mengutuk dirinya yang bodoh. Hampir saja dia menyakiti gadis kecilnya.


Elard tak perduli jika Sky akan membenci nya, tapi Elard tak bisa jika Ara membencinya. Dia tak ingin Ara membencinya karna sudah mengambil sesuatu yang berharga darinya.


 

__ADS_1


__ADS_2