Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab. 50# Emosi


__ADS_3

“Apa ini karna Lion yang sudah mengancam ku.” Gumam Airin yang berada di atas lantai yang dingin. Saat ini Airin sangat terlihat menjijikkan, selain tubuhnya yang bau dan kotor, Airin juga terlihat sangat menyedihkan.


Bukan hanya di lempari oleh telur, Airin juga sempat didorong oleh wanita yang sama yang menampar nya sebelumnya. Dan semua itu tak luput dari kamera. Ya beberapa kamera memang sengaja di nyalakan. Tentu saja semua itu terlihat jelas dan seketika Airin menjadi tranding topik di dunia hiburan.


Tak hanya berita tentang beberapa orang yang melemparkan telur busuk pada Airin. Berita tentang perceraian nya juga tersebar di seluruh jagad hiburan.


Terang saja semua berita mengarah pada Airin yang berselingkuh. Kenapa Elard sampai menceraikan Airin. Tentu saja semua berita mengarah pada Airin. Semua pemburu berita mencari celah tentang Airin dari hal yang terkecil sekalipun.


Airin baru saja di usir dari dari dalam gedung agency dimana belakang ini sering dia datangi. Bukan hanya di usir, semua kontrak kerja sama membatalkan Airin. Tentu saja Airin sangat shock mendengar mereka memutuskan kontrak kerja samanya. Tapi Airin tak bisa berbuat apa apa, selain hanya mengumpat.


Airin tau semua ini pasti tak luput dari campur tangan suaminya. Dan yang lebih paling di bencinya, jika semua itu pasti karna gadis sialan itu. Siapa lagi jika bukan Arabelle. Gadis yang belakangan ini bersama Elard suaminya. Airin yakin jika Elard dan gadis itu memiliki hubungan. Tak mungkin tak memiliki hubungan, dan Elard bisa sampai sangat marah padanya dan menceraikannya.


“Aku akan membunuh mu gadis brengsek.”


*


“Tuan, nona Airin datang ke kemari.” Ucap Jefri pada tuannya yang duduk di kursi kebesarannya. Baru saja Elard hendak menyahut mereka berdua di kagetkan dengan suara pintu ruangan yang terbuka lebar dan menampilkan Airin yang terlihat menyedihkan. Airin sendiri tak perduli dengan bau tubuhnya yang akan di tertawakan oleh seluruh karyawan Elard.


Brak..


“Kenapa kau lakukan ini Lion.” Tanya Airin tanpa basa basi pada Elard. Matanya memerah menahan amarah yang luar biasa. Dadanya naik turun menahan emosi. Lion tega padanya, dan memperlakukan nya seperti ini.


“Jangan lancang Airin.” Desis Elard dan Jefri melangkah mendekati Airin. “Ingin mengusirku, kau sudah mempermalukan ku dan menghancurkan ku Lion. Dan kau tak bisa mengusirku begitu saja, apalagi untuk menceraikanku.” Teriak Airin pada Elard.


Brak


Airin berjengit kaget mendengar suara gebrakan meja dan Elard lah yang melakukannya.

__ADS_1


“Kau tak tau malu dan sangat menjijikkan. Kau pikir aku sudi mempunyai istri seperti mu Airin.” desis Elard pada Airin.


Terang saja wajah Airin semakin merah padam mendengarnya. Dadanya naik turun menahan emosi yang luar biasa.


“Apa maksud mu Lion, aku menjijikkan. Semua ini karna gadis sialan itu Lion. kau sama sekali tak pernah menjamah ku, karna dia sudah merebutmu dari ku Lion. Katakan padaku, siapa dia Lion.” Teriak Airin sambil menangis, menggingat Lion lah yang tak pernah menjamah nya.


“Keluar dari sini Airin.” Seru Elard menggeram emosi. Apalagi menghirup aroma tak sedap dari tubuh Airin.


“Kau tak bisa seperti ini padaku Elard.” Ucap Airin berbalik dan melangkah keluar dari ruangan milik Elard. Bibirnya mengumpat mengingat Elard sudah mempermalukannya hari ini. Tapi Airin yakin semua ini karna gadis sialan itu.


“Aku tak akan kalah dari mu gadis brengsek.”


Sementara Elard sama sekali tak perduli dengan ucapan Airin. Dia mengambil ponsel miliknya dan menghubungi sekertaris nya.


“Hilangkan bau busuk di ruanganku.” 


*


“Apa apaan ini.” Teriak Robert pada supir pribadi Elard yang kurang ajar padanya. Beraninya dia, keluar lebih dulu day tak membantunya turun dari mobil.


“Maaf tuan, saya lupa.” Sahut sang supir. Robert semakin emosi mendengar penuturan supir pribadi Elard. Tak lama Robert turun dari mobil miliknya dengan menggunakan penyangga di lengannya. Bibirnya terus mengumpat Elard yang kurang ajar padanya.


Keluar dari mobil Robert mencium bau busuk di hidungnya. Dia mengumpat saat bau yang di ciumnya sangat menusuk hidungnya, tak lama Robert mengedarkan pandangan nya dan kaget melihat Airin keluar dari mobil miliknya dengan keadaan yang berantakan dan menyedihkan.


Dan tak lama Robert melotot kan matanya saat menyadari bau yang tercium di hidungnya ternyata dari Airin.


“Airin apa yang terjadi.” Tanya Robert, dia tak tau kenapa dengan Airin. Sementara Airin yang mendengar pertanyaan Robert tak menggubris ucapan Robert. Dia terus berjalan masuk ke dalam mension. Tak perduli dengan Robert yang muntah sekalipun saat mencium bau busuk di tubuhnya.

__ADS_1


Sementara Elard, yang mendengar penuturan bawahannya mengeraskan rahangnya saat mendengar Airin kembali ke mension mewahnya.


“Airin.” Gumam Elard gemerutuk menahan emosi yang memuncak. Airin masih berani menginjakan kakinya di mension mewahnya setelah melakukan sesuatu yang menjijikkan.


“Apa saya harus mengusirnya tuan.” Ucap Jefri pada tuannya. Elard tak menggubris ucapan Jefri, dia menyandarkan punggung lebarnya di kursi kebesarannya. Memejamkan matanya, dia sudah pusing memikirkan Ara yang pergi darinya. Mereka menambah pusing dan sakit kepalanya. Terlebih Airin, dia pasti tak terima dia akan menceraikannya.


“Dimana Ara.” Gumam Elard, dia sama sekali tak memperdulikan mereka.


*


Brakk...


“Apa apaan kau Lion.” Teriak Robert menatap Elard yang duduk di ruang tamu. Sementara Elard tersenyum miring melihat Robert, dia yang duduk di ruang tamu dan salah satu majalah di tangannya. Dia hanya melirik Robert yang baik-baik saja setelah pulang dari rumah sakit. Dia pikir Robert akan lama di rumus sakit.


Sementara Airin, dia tak tau pergi kemana wanita itu. Mungkin saat ini Airin sengaja menghindarinya karna tak ingin dia mengusirnya, atau karna dia sedang mengemis pada agency yang pernah menaunginya. Elard tak tau dan tak mau tau, yang jelas dia sudah menceraikan Airin dan cepat atau lambat dia pasti akan mengusirnya dari mension.


“Apa kabar paman.” Sapa Elard dengan senyum di bibir tebalnya. “Silahkan duduk, aku  tak kau lelah berdiri dari tadi paman.” Lanjut Elard, kemudian melambaikan tangannya pada salah satu pelayan. “Buatkan paman ku kopi tanpa gula.” Titahnya lalu mengibaskan tangannya.


“Apa ini caramu balas budi padaku, hah.” Teriak Robert emosi bukan main. Lion hampir membunuhnya beberapa hari yang lalu. Beruntungnya, dia masih bisa bernafas saat ini.


Elard mengeraskan rahangnya mendengar teriakan pamannya. “Aku tak pernah merepotkan mu paman. Balas budi yang mana yang kau katakan padaku.” Sahut Elard emosi bukan main.


“Apa kau lupa Lion, kau hampir membunuh ku karna gadis sia_”


Click..


“Berani mengatakan dia gadis sialan peluru ini akan menembus kepalamu Robert.” Desis Elard mengeratkan giginya emosi bukan main. Sementara Robert melotot kan matanya melihat sebuah senjata api mengarah padanya.

__ADS_1


 


__ADS_2