
“Apa kau tak merindukan ku sayang.” Bisik Elard di telinga Ara. Sementara Ara berjengit kaget saat seseorang berbisik di telinganya bersama dengan kedua tangan besar melingkar di pinggang ramping nya.
Tubuhnya menegang mendengar nada bas dan berat di telinganya. Tak hanya itu, darahnya berdesir dan bergetar saat mencium harum mint di hidungnya.
“Sejak kapan bekerja di sini sayang.” Lagi lagi tubuh Ara semakin menegang mendengar suara serak dan berat di telinganya. Sungguh Ara takut bukan main jika pria ini macam-macam dengannya.
“Tuan, hotel ini di lengkapi_”
“Dengan cctv.” Potong Elard semakin mengencangkan pelukannya pada Ayara. Elard sangat merindukan bau tubuh gadis kecilnya yang lebih dari tiga tahun meninggalkan nya. Dan sekarang dia bisa memeluknya lagi, setelah semalam dia datang dan memeluk Ara. ya Elard. datang hanya beberapa jam dan Elard kembali lagi pergi. padahal dia masih sangat rindu pada Ara. Tapi Elard tak ingin membuat keributan untuk Ara dan Oma.
Elard sebenarnya sangat rindu dengan wanita tua itu. meski mereka dulu hanya beberapa kali bertemu, tapi dia sudah menganggap wanita tua itu nenek nya sendiri.
Ara mengepalkan tangannya saat pria di belakangnya ini justru semakin mengencangkan pelukannya. Ya dia tak boleh diam saja saat cctv berfungsi kenapa dia harus takut. Tak perduli dengan siapa pria yang memeluknya. Tapi ini sudah sangat keterlaluan menurutnya.
Elard tersenyum saat merasakan tubuh Ara yang menegang. Matanya melirik ke bawah dan tersenyum melihat tangan Ayara terkepal.
“Om merindukan mu sayang.” kata Elard kembali lagi berbisik di telinga Ara.
Deg..
Jantung Ara berdetak lebih kencang mendengar kata yang keluar dari bibir pria di belakangnya. Dia lalu berbalik saat pelukan tangannya mengendur. Tubuh Ara mematung melihat pria dewasa yang berdiri di depannya yang menampilkan dada bidangnya. Dada sebelah kiri yang dilukis kepala elang. Ara tau gambar itu sampai di belakang punggungnya.
Elard, pria yang tiga tahun yang lalu menjadi orang kepercayaan daddy nya dan orang yang sudah di kenalnya sebelum dia datang kemari. Ya karna peristiwa itu tiba-tiba saja ayahnya menjemputnya dari Las Vegas dan kembali menyekolahkan dirinya di Indonesia. Padahal sebelum nya ayahnya menolak keras dirinya datang kemari. Tapi entah kemana tiba-tiba saja ayahnya menjemputnya dan mengirimkan nya kemari.
Yang jelas Ara sedikit tau, jika semua ini pasti adu hubungannya dengan Elard. Apalagi istri Lion dulu menuduh nya menjadi selingkuh suaminya, siapa lagi jika bukan pria di depannya ini.
__ADS_1
“Om..” lirih Ara saat menyadari jika pria yang berdiri di depannya benar benar Elard.
Cup..
Elard membungkam bibir Ara dengan bibirnya setelah tiga tahun lamanya. Ya rindunya pada gadis di depannya sangat besar. Terlebih lagi rasa cintanya yang sama sekali tak pernah hilang dan justru semakin bertambah besar. Elard menyesap rakus bibir mungil yang sudah membuatnya candu.
Sementara Ara yang kaget Elard tiba-tiba menciumnya memukul dada bidangnya dengan kedua tangannya.
“Maaf sayang, aku terlalu merindukan mu.” Lirih Elard setelah melepaskan tautan bibirnya. Nafasnya memburu menahan gejolak gairah yang lama di pendamnya. Sementara Ara jantungnya berdebar dan gugup bukan main.
“Om...” Seru Ara mendongak dan menatap mata Elard yang sangat dekat dengannya. Dan Elard lagi lagi menyatukan bibir pada Ara. Kali ini Elard lebih lembut lagi tak seperti sebelumnya. Tangannya menarik pinggang ramping Ara agar menempel padanya.
Ting.. Tong..
Ara mendorong tubuh ekaddu saat mendengar suara bel berbunyi. Dia mengusap bibirnya yang terasa kebas dan basah. Dan Elard yang melihat itu tersenyum tipis. Bukannya menjauh dari Ara, Elard justru kembali menarik pinggang Ara dan melepaskan cepolan rambutnya.
“Om..”
“Maaf tuan kami terlambat datang.”
Elard tak menyahut ucapan pria muda di depannya. Dia justru mendengus dan melotot kan matanya melihat dia datang kemari, padahal sebelum nya dia menunggu kedatangan nya. Elard berbalik dan melangkah mendekati sofa tanpa menyahut jawabannya.
“Queen apa yang terjadi.” Tanyanya pada Ara. Ara kaget mendengar suara pria di belakangnya. Dia berbalik dan tersenyum saat mengenal pria yang datang kemari. Dia adalah salah satu temannya saat mereka beristirahat dan dia juga temannya saat dia pertama kalinya bekerja disini.
Elah melirik ke arah Ara dan pria muda yang bersangkutan Ara. Hatinya seketika bergemuruh melihat keakraban Ara dan pria di depannya.
__ADS_1
“Apa kau datang kemari untuk mengobrol, selesaikan tugasmu dan pergi dari sini.” Geram.Elard menatap emosi pada pria tak jauh darinya. Ara hanya melirik ke arah Elard, dan menggelengkan kepalanya. Dia masih belum percaya jika tamu yang beberapa hari ini di layani olehnya adalah pria yang dulu tinggal bersamanya.
“Tuan AC nya sudah bisa di gunakan.”
Elard mengibaskan tangannya mengusir nya. Dan Ara yang merasa Elard tak membutuhkan sesuatu mengikuti langkah temannya dari belakang.
Brakk.
“Kau akan tetap di sini sayang.” Bisik Elard di telinga Ara.
“Tuan, anda bisa memanggil saya jika ada yang ingin anda inginkan.” Ucap Ara mencoba melepaskan tangan Elard di pinggang nya. Dan Elard menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Ara. “Aku merindukan mu sayang.” Sahut Elard dan Ara lagi lagi menggelengkan kepalanya. Ya Elard sudah menikah, dia tak mau lagi berurusan dengan wanita itu lagi.
“Maaf tuan anda bisa memanggil saya jika anda membutuhkan saya. “ Elard tersenyum, dia mencium bibir Ara sekilas dan melepaskan tangannya dari pinggang Ara dan membiarkan Ara pergi meninggalkan nya.
“Kau tetap menjadi milik ku Ara.” Gumam Elard, ya tiga tahun lamanya dia terpuruk mencari keberadaan Ara dan akhirnya menemukan Ara di sini. Sungguh Elard sendiri tak percaya jika dia akan kembali menemukan Ara di sini.
Tentu saja Elard tak akan membiarkan Ara kembali lagi pergi jauh darinya. Dia tak akan melepaskan Ara lagi kali ini. Bibir Elard tersenyum lebar saat mengingat bagaimana dirinya yang datang ke rumah sederhana Ara. Ya dari aroma tubuhnya Elard bisa mengenali jika dia adalah Ara.
Elard yakin jika pertemuannya dan. Ara bukan hanya seuatu kebetulan. Tapi karna Tuhan sudah menakdirkan Ara menjadi miliknya. Ya penantiannya dan kesabaran nya berbuah manis. Ara kembali padanya tanpa dia duga sebelumnya.
Sementara Ara yang masuk ke dalam ruangan khusus. Tangan nya menekan dadanya yang masih berdebar kencang. Ya Ara tak percaya bertemu dengan Elard lagi setelah tiga tahun lamanya. Entah kenapa jantungnya berdebar kencang tak karuan.
__ADS_1