
“Om kenapa gak pulang.” Tanya Ara mengerutkan keningnya melihat Elard masih ada di apartemen mewah nya. Dia pikir pria dewasa ini sudah pergi dari apartemennya setelah makan malam.
Elard tak menjawab pertanyaan Ara, dia hanya melirik Ara sekilas. Dan Ara mencebikkan bibirnya melihat Elard diam saja tak menjawab pertanyaan nya. Tak lama kemudian datang tiga orang pria dan salah satunya pria yang pernah dia lihat bersama dengan Elard masuk ke dalam apartemen miliknya.
“Om siapa,?” Tanya Ara bingung bukan main melihat mereka.
Sementara Elard merogoh ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.
“Loh om mau apa.?” Kata Ara kaget melihat ketiga pria itu masuk ke dalam kamarnya. Tentu saja Ara mengikuti mereka yang masuk ke dalam kamar, mengikuti ketiga pria yang masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi. Tak lama kemudian Ara kaget saat mereka mengambil boneka serta buku miliknya lalu di masukan ke dalam kantong besar yang mereka bawa.
“Hey boneka Ara mau dibawa kemana.” Teriak Ara pada mereka dan emosi bukan main. Ara berlari mendekati mereka dan merebut bonekanya dari tangan Jefri dengan mata berkaca kaca.
“Nona.. “
“Ini milikku.” Jerit Ara, tak lama kemudian dia menangis melihat mereka mengambil barang miliknya.
Elard yang baru menelpon seseorang kaget melihat Ara menangis. Dia segera menenangkan Ara dan mengusap punggung kecilnya dengan tangan besarnya. Tapi sayangnya Ara berontak memukul Elard dan berteriak pada Elard.
“Om jahat, mau membuang boneka Ara, hah.” Pekik Ara dengan suara nyaring nya.
Elard memejamkan matanya mendengar teriakan Ara. Dia mengutuk dirinya sendiri yang ceroboh dan bodoh. Tentu saja Ara akan menangis dan mengamuk padanya. Ara belum tau siapa dirinya dan mungkin saja Ara tak mengingatnya. Tapi bodohnya dia justru membuat Ara menangis dan membuatnya kaget dengan semua ini.
“Sayang.”
“Pergi dari sini, aku membencimu om.” Teriak Ara melepaskan dirinya dari pelukan Elard dan melotot padanya. Sementara Elard menghembuskan nafasnya perlahan mendengarnya.
“Ara daddy_,” Elard menutup mulutnya kembali saat menyadari jika dia memanggil Sky dengan sebutan daddy. Dadanya bergemuruh menahan benci yang masih sangat besar pada Sky.
Tapi Elard tak bisa membiarkan Ara sendiri di apartemen. Dia tak akan pernah membiarkan Ara tinggal di apartemen seorang diri. Dia tak perduli jika Sky akan tau sekalipun. Yang jelas cepat atau lambat Sky pasti akan tau apa yang dia lakukan.
“Om kenal Daddy.?” Sahut Ara seketika menghentikan tangisnya mendengar kata daddy. Tapi tak lama Ara menggelengkan kepalanya mengingat pikiran bodohnya.
__ADS_1
“Siapa om sebenarnya, apa om orang yang dikirim daddy untuk memata-matai ku.” Seru Ara kesal bukan main. Dan Elard menarik sudut bibirnya mendengar penuturan Ara.
Kenapa dia bodoh tak berpikir kesana.? Ternyata gadis kecilnya lebih pintar darinya.
“Ya daddy mu sudah menitipkan mu padaku.” Sahut Elard mendekati Ara dan mencium bibirnya.
Ara yang mendapatkan ciuman di bibir memukul dada Elard. Tatapan matanya menatap Elard kesal dan jangan lupakan bibirnya yang mencebik.
“Om pasti bohong padaku, daddy sudah berjanji padaku akan membiarkan Ara sendiri.” Kesal Ara pada Elard.
Sementara Elard mengutuk Sky yang benar benar membiarkan Ara sendiri tanpa pengawasan. Dia tak percaya jika Sky nekat membiarkan putrinya sendiri. Apa dia pikir kota yang besar tak berbahaya bagi seorang gadis.
“Awas saja jika terjadi sesuatu pada Ara, aku bahkan akan bersumpah akan membunuhmu Luis.”
*
Airin mengerjapkan matanya merasakan perutnya yang keroncongan. Dia mengerutkan keningnya saat menyadari ada sebuah tangan yang menindih perutnya.
Nafas Airin memburu menahan emosi yang memuncak melihat tubuh polosnya yang tak memakai selembar kain di tubuhnya. Apalagi dia melakukannya bersama dengan Robert. Pria tua yang menjadi paman dari suaminya.
Airin menyingkirkan tangan Robert dari perutnya kasar. Sementara Robert berjengit kaget, dia langsung membuka matanya seketika yang di suguhi dengan mata Airin yang melotot padanya.
“Ada apa.?” Tanya Robert enteng dan tanpa rasa bersalah sedikitpun pada Airin.
“Pria brengsek, keluar dari kamar ku.” Desis Airin pada Robert. Giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak. Dan Robert justru terkekeh melihat wajah merah Airin padanya.
“Jangan marah padaku kau bahkan menikmati nya sayang.” Sahut Robert.
“Brengsek.”
*
__ADS_1
“Tuan.”
Sky tersadar dari lamunan nya mendengar seruan Calvin di telinganya. Tak lama dia mengusap wajahnya dan menarik nafasnya perlahan.
Baru saja dia mendapatkan kabar dari bawahannya jika putrinya bersama dengan Elard saat ini. Elard bahkan ada di apartemen putrinya. Ternyata Elard menyadari dan mengetahui jika dia adalah adiknya.
Dia pikir Elard tak akan tau, sesuatu jika dia adalah Ara. Tapi ternyata Elard tau jika dia adalah adiknya. Bahkan dalam waktu secepat ini Elard tau itu adalah Ara.
Sky yakin Elard tak membenci putrinya, ya Elard tak mungkin membenci Ara sampai kapanpun, dia percaya itu. Apalagi sekarang Elard ada di apartemen putrinya. Tapi mengingat kembali bagaimana bencinya Elard padanya, kembali membuatnya khawatir.
“Apa semua ini benar Calvin..” Tanya Sky pada Calvin yang berdiri di depannya. Sky yakin Elard bisa menjaga putrinya. Sky tak menyangka jika keinginan putrinya akan mempertemukan nya dengan putra angkatnya.
“Apa ini pertanda Elard akan kembali mengakuiku sebagai daddy, atau justru sebaliknya. Apa Elard akan membalaskan dendamnya melalui putri ku Calvin. Aku harus bagaimana, katakan padaku Calvin.”
Calvin hanya diam saja mendengar pertanyaan tuannya. Dia sendiri juga tak menyangka Elard akan mengenali nona mudanya secepat ini. Padahal mereka tak pernah bertemu satu sama lain.
Rupanya keinginan nona mudanya telah mempertemukan mereka kembali.
Sementara Sky lagi lagi mengusap wajahnya kasar. Entah dia yang salah atau hanya perasaan nya saja. Tapi sepertinya kali ini dia tak salah.
Ya dari dulu dia sudah menduga ada yang lain dari pandangan Elard pada putrinya. Cara Elard memperlakukan Ara dan kasih sayangnya. Terbilang cukup berlebihan dan lain dari yang lain. Ternyata semua itu terbukti saat ini.
Keinginan putrinya yang ingin bersekolah di sana ternyata menarik perhatian Elard kembali. Apa ini yang di katakan jodoh, atau mungkin dendam masa lalu. Apa Elard akan menjadikan putrinya yang kedua dan simpanannya untuk membalaskan dendamnya.
Apa Elard akan setega itu pada Ara.?
Apa mungkin dengan menjadikan Ara sebagai sandra dan akan menjadikan Ara sebagai wanita simpanannya. Adalah cara Elard membalaskan dendamnya.
Membawa putrinya kembali juga hal yang mustahil, itu justru akan membuat Elard semakin membencinya. Karna Elard akan berpikir semua yang dia lakukan adalah benar. Elard akan berpikir jika dia membunuh ayahnya karna menginginkan semua hartanya. Padahal semua itu tak benar sama sekali.
Tapi bagaimana dengan putrinya, apa dia akan diam saja membiarkan Elard mempermainkan putrinya. Ara masih terlalu polos dan tak tau apa apa. Dia juga tak akan tau jika seseorang akan mempermainkan nya.
__ADS_1
“Jangan lakukan semua itu pada Ara, Lion.”