Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab. 26#


__ADS_3

Clek..


Arkk..


Ara yang kaget mendengar pintu di buka spontan berteriak keras hingga suara teriakannya terdengar di ruang tamu.


Sementara Elard juga tak kalah kaget, tapi dia tak berteriak seperti yang Ara lakukan. Tubuhnya justru mematung melihat pemandangan di depan matanya.


Tentu saja seumur hidup Elard baru melihat keindahan tubuh polos wanita. Apalagi dia adalah Ara gadis kecilnya. Meski Airin sering kali menggodanya dan sering menunjukkan lekuk tubuhnya dan bahkan dulu Airin juga pernah bertelanjang di depannya beberapa kali.


Tapi Elard tak pernah menatap tubuh Airin. Bagi Elard, semua itu sangat menjijikkan. Tapi sekarang  dia bahkan tak berkedip melihat tubuh polos Arabelle tepat di depannya.


Ya Ara yang baru membersihkan dirinya, kaget melihat pintu kamarnya terbuka lebar. Handuk yang hanya di pegangnya melorot dan jatuh ke lantai begitu saja.


Tentu saja Elard yang melihat tubuh polos Ara mematung. Pandangan matanya menarap dua buah kenyal yang mulai mengembang. Sangat imut dan lucu menurutnya. Tak lama lagi, Elard menurunkan pandangannya dan berhenti di tengah paha Ara.


“Yakk...” Ara kembali menjerit dan menyambar selimut di sampingnya. Lalu menutupi tubuh polos nya dengan selimut di tangannya.


Sementara Elard berjengit kaget kembali mendengar suara lengkingan Ara di telinganya. Dia tersadar dari bodohnya, saat melihat tatapan mata Ara yang mendelik ke arahnya.


Elard menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia sungguh tak percaya melihat semua ini. Apa dia mimpi dan jawabannya tidak. Dia tak bermimpi, dia melihat nyata tubuh gadis kecilnya yang berbanding terbalik dengan yang dulu.


Ah bodohnya Elard, jelas saja berbeda dengan yang dulu. Karna saat ini, Ara sudah remaja dan beranjak dewasa.


Ara yang menyadari jika ada orang lain masuk ke apartemen miliknya kembali menjerit. Tapi kali ini, jeritan Ara bukan karna kaget dan shock yang melihatnya, tapi karna Ara ketakutan melihat Elard berada di dalam apartemen miliknya.


Sementara Elard seketika melangkah dan memeluk tubuh Ara dan mengusap punggungnya.


“Sayang jangan takut.” Lirih Elard mengusap punggung Ara dengan tangan besarnya.

__ADS_1


Ara yang berada d pelukan Elard terus menangis segukan. Antara kaget dan takut bercampur menjadi satu. Tentu saja Ara akan menangis ketakutan. Selama ini tak ada seorang pria asing yang berani masuk ke dalam kamarnya, hanya daddynya dan adiknya.


Dan kali ini dia adalah Elard, pria yang sudah menciumnya di kampus beberapa jam yang lalu. Dan kini dia berada di depannya, dan menyelinap masuk ke dalam apartemen miliknya. Jelas saja Ara berpikiran yang macam macam.


“Aku tak akan menyakitimu sayang.” Seru Elard lagi, masih mengusap punggung Ara, berharap Ara tak menangis lagi. Apalagi tegang seperti ini. Ya Elard bisa merasakan tubuh Ara yang menegang dan bergetar.


Ara pasti shock dan takut saat ini. Lagi lagi Elard mengutuk kebodohannya sendiri yang membuat Ara takut padanya.


Hingga lima belas menit kemudian, tangis Ara, sedikit reda. Elard melepaskan pelukan tangannya dan mengangkat wajah Ara yang masih segukan. Matanya yang basah dan hidungnya yang kecil terlihat memerah.


Cup..


“Jangan takut, oke.” Imbuh Elard mengecup hidung Ara yang memerah. Mengusap pipinya yang basah karna menangis.


Ara mendongak merasakan sentuhan lembut di pipinya. Terlebih sebelumnya pria dewasa di depannya ini mencium hidungnya lagi. Matanya yang masih berkaca kaca menatap Elard di depannya. Bibirnya terkunci rapat menatap mata Elard yang juga menatapnya.


Cup..


Perlahan hanya menempel, tapi lama kelamaan, bibir Elard bergerak sesuai dengan naluri nya. Menyesap dan ******* bibir Ara yang dulu suka mencebik dan menangis.


Sementara Ara, tubuhnya mematung kembali saat mendapatkan sentuhan lembut dan asing di bibirnya. Seketika hawa dalam tubuhnya terasa asing dan aneh yang tiba-tiba menguasainya.


Apa ini.?


Ya Ara bukan gadis yang tak tau apa apa. Dia tau jika ini adalah sebuah ciuman pria dan wanita pada umumnya. Meski dia tak pernah tau rasanya dan baru sekarang dia bisa merasakannya. Ara bukanlah gadis yang bodoh. Terlebih lagi, kali ini dia merasa ciumannya terasa sangat indah di banding dengan sebelumnya.


Merasa tak mendapatkan penolakan dari Ara, Elard memberanikan dirinya mengangkat tangannya dan menyusup ke dalam belakang leher Ara dan menekannya. Memperdalam ciumannya dengan melesakkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Ara. Mengabsen gigi putih Ara dengan lidahnya.


Sementara Ara mencengkram erat kemeja Elard, tubuhnya yang mematung dan bergetar lagi lagi melepaskan pegangan selimut di tangannya.

__ADS_1


Elard sendiri bisa merasakan jika selimut yang menutupi tubuh Ara kembali jatuh. Tangan kirinya menarik pinggang Ara hingga menempel di tubuhnya. Elard sungguh tak bisa menahan gejolak hasrat yang kian menguasainya. Sesuatu dalam tubuhnya bangkit, dan terasa sesak. Elard memejamkan matanya semakin erat.


Tak lama Elard melepaskan tautan bibirnya pada bibir Ara saat merasa Ara hampir kehabisan nafasnya.


“Om..” lirih Ara saat Elard melepaskan bibirnya. Dia malu pada Elard saat menyadari jika dirinya juga menikmatinya. Apalagi saat ini selimut yang menutupi tubuhnya, kembali jatuh ke bawah. Tentu saja Ara semakin malu di buatnya.


Cup..


“Maaf..” Elard mengambil selimut di bawah kakinya dengan tanpa menatap kearah tubuh polos Ara di depannya. Elard tak ingin dia hilang kendali, apalagi sepertinya kali ini Ara hanya pasrah dan menerimanya. Tak seperti sebelumnya yang berontak, dan menolaknya.


Senang, ya tentu saja Elard senang bukan main melihat Ara yang perlahan tak takut padanya dan menerimanya. Tapi Elard justru yang takut dengan dirinya sendiri. Dia takut tak bisa mengontrol hasrat birahi nya untuk tak menjamah tubuh gadis kecil miliknya.


Elard menutupi tubuh polos Ara dengan selimut di tangannya. Bibirnya tersenyum lebar dan kembali menundukkan wajahnya mengecup bibir Ara sekilas.


Sementara Ara hanya diam mematung melihat Elard yang kembali mencium bibirnya. Dia mendongak menatap Elard yang menatapnya. Entah kenapa dia tak menolak sentuhan pria dewasa di depannya ini. Ada rasa nyaman yang tak bisa di jelaskan oleh Ara.


 Ya Ara merasa sangat nyaman dan senang bukan main mendapatkan sentuhan lembut pria di depannya ini. Seolah dia sudah mengenal dan merasakan sentuhan kasih sayang pria dewasa di depannya.


Ya senang dengan sentuhan kasih sayang. Seperti daddynya yang selalu memperlakukan nya lembut. Kali ini pria dewasa di depannya memperlakukan nya lebih lembut lagi. Sejauh ini hanya rasa sayang seperti yang dia dapatkan dari daddynya.


Dan dengan ciuman yang sudah dua kali dia rasakan, Ara belum bisa mengartikannya. Setaunya biasanya itu di lakukan oleh orang dewasa yang saling mencintai. Tapi bagaimana rasanya saling mencintai, Ara benar-benar tak tau itu.


Tapi tidak dengan Elard yang sudah merasakan jatuh cinta pada Ara sejak remaja dulu. Rasa yang tumbuh di hati Elard adalah rasa cinta yang menggebu, hingga hasrat dan jiwanya pun hanya untuk Ara seorang sampai detik ini. Bagi Elard tak ada wanita yang menarik dan cantik selain gadis kecilnya.


Padahal Airin, adalah wanita paling cantik, dia dewasa dan tentunya mencintainya. Tapi Elard lagi lagi tak bisa menjatuhkan hatinya pada wanita lain, begitu juga pada wanita yang menjadi istrinya. Elard sungguh tak bisa membuka hatinya untuk wanita lain apalagi mencintai Airin.


“Sayang pakai yang ini.” Tanya Elard menunjukkan sesuatu di tangannya pada Ara.


“Om.. “

__ADS_1


__ADS_2