Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab. 7# Gadis bodoh


__ADS_3

Brakk..


Elard menutup pintu mobilnya kencang karena emosinya yang sedang memuncak. Sementara Ara berjengit kaget mendengar suara pintu mobil yang tertutup kencang. Dia masih menundukan kepalanya, apalagi saat mendengar penuturan pria itu. Tentu saja Ara tak ingin membuat kesalahan.


Hingga mobil melaju Ara baru mengangkat wajahnya kembali.


“Huh.. Kenapa aku terus ceroboh. Kalau ada daddy, dia pasti bisa menolong ku.” Gumam Ara mengedarkan pandangannya dan tak lama kemudian kembali melangkah mendekati restauran.


Sementara Elard yang berada di dalam mobil juga keluar dari mobilnya. Dia menatap tajam pada Jefri yang membuka pintu untuknya. Dan Jefri menundukkan kepalanya dalam  dia tau tuannya masih marah saat ini.


Elard melangkah lebar masuk ke dalam yang di ikuti oleh Jefri. Mereka berdua di sambut oleh seorang karyawan restauran yang berdiri di depan pintu.


“Selamat malam tuan,” sapanya menundukkan kepalanya dalam. Dan Elard tak menggubris sapaannya. Dia terus melangkah lebar menuju ruang VIP di mana dia akan bertemu dengan rekan bisnisnya. Dan Jefri membuka pintu ruang VIP saat mereka berdua sudah sampai di depan ruang VIP.


Clek..


Pandangan Elard menyorot ke depan dimana dua orang pria dan wanita yang berbeda usia duduk menunggunya. Elard melangkah mendekati mereka berdua dan duduk di salah satu kursi yang tersedia. Sementara Jefri berdiri di samping Elard. Matanya melirik ke arah wanita cantik bertubuh seksi dan sangat menonjol di depannya.


“Selamat malam tuan Lion, saya pikir anda tak datang.” Tukas pria hampir paruh baya di depan Elard. Dan Elard dian saja tak menyahut sapaan pria di depannya.


Dia duduk tenang di kursi miliknya. Di depannya banyak menu mewah khas restauran tempat di duduk saat ini.


“Kita mulai saja meetingnya.” Ucap Elard setelah beberapa detik diam.


“Apa kita tak makan malam dulu tuan, saya sudah memesannya untuk anda.” Sahut pria di depannya menatap Elard penuh harap.


“Silahkan,”

__ADS_1


Sementara di luar, Ara mendudukkan bokongnya di salah satu kursi yang tersedia. Dia melambaikan tangannya memanggil karyawan restauran dan memesan steak kesukaannya dan jus alpukat. Tak lupa Ara meminta air putih untuknya.


Tak lama wanita di depannya menganggukan kepalanya menulis pesanan pengunjung.


“Baik nona terima kasih.” Ara hanya menganggukan kepalanya. Tak lama dia mengedarkan pandangannya ke sembarang arah. Tempat baru dan orang asing di matanya. Tapi menurut Ara dia nyaman berada di sini.


Sementara di dalam ruangan VIP Elard yang  mengalihkan pandangannya tak sengaja bertemu dengan mata cantik gadis yang duduk di luar.


Deg..


Jantung Elard berdetak kembali saat melihat mata cantik gadis di sebrang kaca. Elard, menatap wajah mungil di depannya. Mata cantik hidung kecil dan sedikit mancung di tambah lagi bibir mungilnya tersenyum lebar padanya.


Jantung Elard semakin berdetak lebih kencang saat melihat senyum di bibir gadis di depannya. Ya Elard dan Ara hanya terhalang oleh kaca besar di depannya.


Jika Elard bisa melihat rupa Ara dengan jelas. Maka Ara justru tak melihat Elard di dalam. Dia celinguk dan menyipitkan matanya saat melihat ke sebuah kaca besar. Tak lama bibirnya tersenyum menyadari kebodohannya sendiri.


“Selamat menikmati nona.”


“Ya.. “ Sahut Ara tersenyum lebar. Dia mengambil pisau dan garpu di sampingnya, lalu mengiris kecil kecil steak di depannya dan memasukan ke dalam mulutnya hingga penuh. Ara benar-benar memenuhi mulutnya saat makan. Dia sangat lapar karna sejak kemarin dia tak makan dan langsung tertidur di kamar apartemen miliknya yang baru.


“Hemm.. Enak.” Gumam Ara dengan mulut yang penuh. Dia tak tau jika pria dewasa di depannya menatap ke arahnya tanpa berkedip. Ya Elard menatap tak berkedip pada Ara yang terlihat lucu saat mulutnya penuh dengan makanan.


Sementara Jefri menyadari lebih dulu siapa yang dilihat oleh tuannya. Begitu juga dengan wanita yang duduk di depannya. Dia menoleh ke belakang dan mendapati hadis cantik dengan mulut penuhnya di sebrang kaca. Dia lalu menoleh kembali pada Elard dan melirik ke arah Jefri di sampingnya.


Sementara Elard menyipitkan matanya saat menyadari kaos yang di pakai oleh Ara. Tak lama bibirnya tersenyum sinis saat mengingat ternyata dia adalah gadis yang hampir tertabrak oleh Jefri tadi.


“Anda yakin tak ingin mencicipi nya tuan.”

__ADS_1


Elard menoleh dan tersenyum tipis mendengarnya. Matanya sesekali melirik ke arah gadis kecil yang duduk di sebrang. Elard berdecih saat mengingat gadis itu lah yang sebelumnya membuatnya emosi. Apalagi saat mengingat pakaian yang di pakainya.


“Cih .. “ umpat Elard dalam hati. Dia mengutuk dirinya sendiri yang sempat terpesona sebelumnya. Dia pikir dia siapa ternyata hanya gadis yang baru menginjak dewasa dan yang pasti dia gadis liar yang kabur dari rumahnya.


“Tuhan aku lupa membawa dompet ku.” Desah Ara menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya di atas meja. Kenapa dia sangat ceroboh, hingga lupa membawa sesuatu yang seharusnya dia bawa kemana mana.


Efek jarang membawa uang dan dompet Ara melupakannya. Jelas saja selama ini ada bodyguard yang selalu mengatasi semua kesalahannya. Lalu bagaimana dia mengatasi kebodohannya disini. Tak ada siapapun yang akan membantunya di sini.


Tak lama kemudian Ara tersenyum lebar. Dia melepaskan kalung yang di pakainya. Kalung pemberian daddy nya tahun lalu. Dia yakin harga kalung miliknya sangat mahal. Tapi Ara tak perduli, dari pada dia malu tak bisa membayarnya dan tak diperbolehkan keluar dari sini. Lebih baik dia mengorbankan liontin dari daddynya.


“Ck maaf Dad, aku akan menebusnya nanti.” Gumam Ara sendiri. Tapi rasanya tak mungkin, karna Ara pasti akan lupa dengan hal hal yang seperti ini.


Sementara Elard bisa melihat apa yang Ara lakukan. Mataw tajamnya tak berkedip melihat Ara yang melepaskan liontin yang melingkar di lehernya. Tak lama kemudian dia memanggil pelayan dan memberikan liontin miliknya pada karyawan restauran.


Elard menyipitkan matanya kembali. Tak lama dia tersenyum sinis dan mengumpat kebodohan gadis remaja di depannya.


“Gadis yang bodoh.” Sinis nya kembali. Tak lama kemudian dia melihat Ara yang berbalik dan menjauh. Tak salah lagi, gadis itu adalah gadis yang hampir tertabrak olehnya tadi. Itu artinya gadis itu ingin menyebrang  kemari.


“Bodoh..” Gumam Elard kali ini gumaman Elard sedikit terdengar di telinga mereka.


“Apa maksud anda tuan.” Tanya pria di depannya bingung saat mendengar umpatan rekan bisnisnya.


Elard hanya diam saja, tak menjawab pertanyaan rekan bisnisnya. Setengah jam kemudian Elard mengakhiri pertemuan mereka. Dia bangkit dari duduknya kemudian berbalik.


“selamat malam tuan.”


Elard menoleh ke arah wanita yang duduk di samping rekan bisnisnya saat mendengar ucapan selamat malam dari bibirnya. Sementara sang wanita tersenyum manis pada Elard saat Elard menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Elard kemudian berbalik lagi dan meninggalkan mereka rekan bisnisnya yang di ikuti oleh Jefri di belakangnya.


__ADS_2