
“Maaf nona Airin, keluar dari sini.” Seru Jefri pada Airin. Dan Airin masih menatap Lion yang hanya diam mematung di tempatnya. Dadanya bergemuruh hebat menahan emosi saat Elard hanya diam saja dan sama sekali tak meresponnya.
Ya Elard masih kaget dan tak percaya melihat Ara duduk di sofa ruangannya. Apalagi saat mendengar penuturan Ara pada Airin. Dia benar-benar tak percaya mendengarnya. Bagaimana Ara bisa mengatakan itu pada Airin. Terlebih saat ini dia sangat jauh berbeda dengan Ara yang dia kenal beberapa tahun yang lalu.
Ya Ara terlihat dewasa saat ini. Sifat dewasanya dan keberaniannya sungguh sangat terlihat mencolok. Bukan hanya itu, pakaian nya juga sangat berbeda dari sebelumnya. Dia memakai pakaian mewah, meski hanya kemeja dan rok yang cukup mini menempel di tubuhnya yang ramping. Semua itu bisa terlihat di matanya, jika itu bukanlah murah.
Di tambah lagi Ara memakai aksesoris seperti anting dan kalung di lehernya.
“Lion, tidakkah kau ingin menggendong nya.”
Elard berjengit mendengar suara Airin di sampingnya. Dia melirik kearah Airin sekilas. Tak lama Elard bangkit dari atas kursi kebesarannya dan menghampiri Ara yang duduk di atas sofa.
“Maaf nona Airin, keluar dari sini!.” Sahut Elard tanpa menoleh ke arah Airin yang terus menatapnya. Sementara pandangannya sendiri tak berkedip menatap Ara yang duduk di atas sofa.
Jantungnya berdetak kencang saat dia mendudukkan bokongnya di samping Ara. Bahkan keningnya juga berkeringat dingin. Entah kenapa dia merasa sangat gugup duduk di samping gadis pujaan nya. Padahal sebelumnya dia sama sekali tak pernah merasakan gugup saat duduk bersama Ara. Apalagi harus berkeringat dingin dan gugup seperti ini.
Wajah Airin semakin merah padam mendengar Elard terang terangan mengusirnya dari sini. Apalagi saat dia melihat bibir gadis brengsek yang itu tersenyum. Seketika Airin ingin menarik rambutnya dan mencakar wajahnya.
__ADS_1
“Tunggu saja, kau akan menyesal telah merebutnya dari ku.” Gumamnya berbalik.
“Aunty, aku baru ingat jika anda mantan model sekaligus mantan istri tuan Lion.” Ucap Ara tiba-tiba mengagetkan Elard.
Sementara Airin mengepalkan tangannya emosi mendengar penuturan Ara. Dadanya semakin bergemuruh hebat menahan emosi. Dia berbalik dan menatap tajam pada gadis sialan yang membuatnya jatuh hingga dia seperti ini.
“Ya aku memang mantan istrinya. Tapi kami masih memiliki satu ikatan yang tak pernah putus.” Desis Airin dan kali ini wajah Elard lah yang merah padam mendengarnya.
Sementara Ara, dia hanya melirik Elard dengan ekor matanya. Hatinya sedikit tak nyaman saat mendengar penuturan Airin. Apa yang di maksud Airin, pasti balita yang berada di gendongan wanita yang di yakini sebagai pengasuh nya.
“Keluar dari sini nona.” Geram Elard emosi bukan main. Beraninya Airin mengatakan itu padanya terlebih di depan Ara. Andai dia bukan ibu dari keponakan nya dia tak akan menunggu dua kali untuk membunuh nya. Sayangnya dia tak ingin balita itu seperti dirinya. Apalagi Robert sudah sangat tua dan tak bisa mengurusnya. Ya dia masih mengingat jasa pria tua itu padanya.
Andai saja dulu Robert membiarkan begitu saja, dia yakin semua aset peninggalan ayahnya sudah habis terjual dan dibagi oleh mereka semua. Itu sebabnya, selama ini dia diam dan tak pernah mengusik Robert dan tak ingin membunuh pria tua itu. Hanya inilah alasan nya, balas budi. Meski kadang dia sangat emosi dan mengubur nya hidup hidup karna dia lagi lagi mengusiknya. Tapi lagi lagi Elard ingat jika dia sudah berjasa padanya. Itu sebabnya dia pergi dari mension mewahnya sendiri dan mengikhlaskan nya pada Robert. Elard tak ingin mendengar mereka kembali lagi mengusiknya suatu saat nanti.
Tapi seperti nya, Robert kembali lagi ingin mengusiknya dengan membiarkan Airin. Tentu saja dia tau apa tujuan mereka padanya. Apalagi jika bukan untuk membunuh Ara. Gadis yang duduk di atas sofa miliknya. Gadis yang akan menjadi model produk terbarunya nanti.
“Keluar..”Jefri melangkah mendekati Airin dan meminta Airin pergi dari ruangan miliknya.
Airin tak bisa berbuat apa-apa saat Elard mengusirnya. Terlebih gadis yang duduk di atas sofa itu sudah mengejeknya dari tadi.
__ADS_1
Airin berbalik dan keluar begitu saja dari ruangan pribadi Elard. Wajahnya merah padam menahan emosi yang memuncak. Mengingat kembali jika gadis itu ternyata tak hanya merebut Elard dirinya. Tapi dia juga sudah berhasil menjadi model dari produk perusahaan Elard.
Airin membayangkan bagaimana dulu, dia bisa menikah dengan Elard. Mereka akan sering bertemu dan sering kali jalan berdua membahas tentang kerja sama mereka. Apa Elard juga akan dekat dengan gadis itu.
“Tidak aku pasti bisa membunuhmu ******.” guman Airin masuk ke dalam pintu lift yang d ikuti oleh baby sitter putra nya.
Sementara di dalam ruang CEO, Elard masih tak mengalihkan pandangan nya dari gadis di sampingnya. Bibirnya kelu dan suaranya tercekat di tenggorokan hanya sekedar untuk bertanya pada Ara dan bagaimana dengan dengan kabarnya.
“Ara._”
“Tuan Lion bagaimana jika kita mulai meetingnya. Dimana berkasnya perjanjiannya tuan.?” Seru Ara memotong ucapan Elard. Ya dia masih sedikit kesal dan tak nyaman saat mantan istri Elard mengatakan jika balita itu adalah putra Elard. Benarkah dia anak Elard.
Ara menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya. Tujuannya datang kemari untuk bekerja sama dengan perusahaan Elard, serta mencari tau siapa sebenarnya yang ingin membunuhnya. Ya bukankah mereka tiba-tiba saja datang dan ingin membunuhnya saat dia bertemu dengan Elard. Sebabnya, hidupnya tenang tenang saja, tapi semenjak Elard kembali lagi menemukannya, seolah nyawanya terus menjadi incaran oleh mereka.
Tentu saja dia tak nyaman dengan semua itu. Hidupnya terus terancam, dan tak bebas. Itu sebabnya dia kembali lagi mendekati Elard. Mereka pasti akan keluar dan kembali lagi mengusiknya. Ara tak perduli saat ayahnya menentangnya, tapi berkat rayuannya, Sky mengijinkan datang kembali kemari untuk mencari tahu siapa mereka.
Yang jelas mereka adalah orang Elard sendiri. Tapi ara tak bisa langsung menuduh nya tanpa bukti. Dia akan menunjukkan pada mereka siapa dia sebenarnya. Tentunya dengan menjadi model perusahaan Elard. Anggap saja dia dan Elard tak pernah bertemu sebelum nya.
“Tuan mendengar ku.” Elard yang terus menatap ke arah Ara berjengit kaget mendengar nya. Dia salah tingkah saat menyadari pandangan Ara padanya.
__ADS_1
"Ah maaf aku tak fokus sebelumnya."