Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab.49# Hati yang rapuh


__ADS_3

“Bagaimana dengan malam kalian.” Tanya Elard tersenyum miring melihat keduanya yang gugup apa lagi Airin. Elard melirik ke arah Jerfri dan Jefri yang mengerti menghampiri Airin lalu menyodorkan beras di tangannya.


“Sayang apa ini.?” Tanya Airin dengan nada gugup dan bergetar. Sementara Rain yang berdiri di samping Airin melirik ke arah Airin. Dia sendiri tak menyangka jika Elard akan memergokinya.


“Datang ke konferensi pers satu jam lagi Airin. Jika tidak aku akan menghancurkan karirmu Airin.” Geram Elard berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Airin dan Rain yang kaget mendengarnya. Tapi Airin jauh lebih kaget lagi melihat berkas di tangannya.


“Tidak Lion tak bisa menceraikan ku.” Gumamnya bergetar dan Rain melirik ke arah Airin saat mendengar gugumaman Airin. Dia tak tau apa yang Airin gumamkan, dia hanya bisa mendengar samar samar di telinganya.


Melihat Elard yang berdiri meninggalkan nya Airin baru tersadar jika Elard tak ada dua depannya. Airin berlari mencari Elard tapi sayangnya mobil yang di kendarai Elard sudah lebih dulu pergi meninggalkan nya.


“Sayang... Lion.. “


*


“Bagaimana.. “ tanya Elard setelah melihat Jefri masuk ke dalam ruang miliknya.


Jefri menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Elard di telinganya. Elard mengusap wajahnya kasar, apa yang dia pikirkan ternyata benar. Sky sudah menyembunyikan Ara darinya. Dan kali ini, apa dia bisa menemukan Ara.


Brak..


“Apa maksudmu Lion.” Teriak Airin begitu masuk ke dalam ruangan Elard. Tentu saja Airin marah besar saat melihat berkas cerai di tangannya. Terlebih yang membuat dirinya berang, berkas ini sudah lengkap dengan tanda tangan dirinya.


“Keu sudah menipuku Lion.” Teriaknya lagi. Sementara Elard mengeraskan rahangnya mendengar teriakan Airin di telinganya. Elard berdiri dari duduk nya dan mendekati Airin yang berdiri di depan pintu. Elard mencengkram dagu Airin hingga sang empu kaget dan mencoba melepaskan tangan Elard dari dagunya.


“Jangan pernah berteriak padaku Airin. Atau aku akan melemparkan mu dari sini.” Ancam Elard dengan gigi gemerutuk menahan emosi.


Airin tertawa mendengar ancaman Elard padanya, “Apa kau pikir selama ini bisa mengancamku Lion. Aku tau kau tak bisa melakukannya dari dulu.

__ADS_1


“Benarkah Airin.”


“Ya kau tak bisa melakukannya karna. Kau sendiri yang tak pernah menjamah tubuh ku hingga aku haus dan mencari pelampiasan di luar Lion.Elard tertawa mendengar teriakan Airin.


“Datang ke konferensi pers dan katakan pada mereka jika aku tak pernah menjamahmu sekalipun.”


“Ya aku akan mengatakan pada mereka jika kau tak pernah menjamahku sedikit pun.” Desis Airin lalu kemudian berbalik pergi meninggalkan Elard.


Elard tersenyum miring melihat Airin. Yang pergi meninggalkan nya. Dia membuka laptop miliknya begitu Airin pergi meninggalkan nya.


“Sebar lebih banyak lagi anak buah mu untuk mencari Ara Jefri. Dan cari detektif terpercaya untuk mengikuti Luis.”


“ Baik tuan.” sahut Jefri kemudian menundukkan kepalanya dan berbalik keluar dari ruangan tuannya.


Elard mengambil kalung liontin milik Ara yang dulu Ara tinggalkan saat tak bisa membayar makanannnya. “Kenapa kau pergi meninggalkan ku lagi Ara.” Gumamnya lirih.


Plakk...


Airin terhuyung kebelakang saat sebuah tangan mendarat di pipinya. Airin menoleh kembali dengan gigi yang gemerutuk menahan emosi yang luar biasa.


Plakk..


“Brangsek..” Umpat Airin saat lagi lagi dia mendapatkan tamparan keras hingga tubuhnya jatuh tersungkur di lantai. Wanita itu langsung menindih Airin dan mencari wajahnya dan mencoba melukainya.


Airin berteriak kencang beruntungnya beberapa kru datang menarik tangan wanita yang menindih Airin. “Brengsek wanita ******, aku akan menghancurkan mu.” Teriak nya pada Airin.


Dan Airin tentu tak ingin di permalukan seperti ini terlebih lagi mereka ada di dalam konferensi pers. “Brengsek aku akan menuntutmu nyonya.” Teriak Airin mengusap dagunya yang perih.

__ADS_1


“Aku yang akan menghancurkan karirmu ******. Asal kalian tau, dia menjadi wanita ****** untuk mendongkrak popularitas nya. Dia juga sudah mencoba merayu suamiku dan ingin merebutnya dari ku.”


“Brengsek apa yang kau katakan, jangan percaya pada wanita pembohong sepertinya, dia wanita gila.”


“Wanita tak tau malu. Cih.. Lihatlah nona, dalam sekejap aku akan menghancurkan mu.”


Airin menipiskan bibirnya dan berdecih pada wanita di depannya. Dia tak tau siapa wanita itu dan beraninya menamparnya. Airin berjalan penuh percaya diri duduk di salah satu kursi yang sudah tersedia. Dimana dia akan mengatakan pada mereka jika dirinya hamil. Ya dengan cara itu Elard tak akan menceriakan nya. Dia tak akan mengatakan pada mereka jika Elard tak pernah menjamahnya, itu sama saja mempermalukan dirinya sendiri.


Tapi tak lama mereka berbisik bisik satu sama lain dan menatap ke arahnya. Airin bingung melihat mereka menatap sinis dan memandangnya rendah. Dia mengedarkan pandangannya dan tak lama kemudian beberapa orang dari luar tiba-tiba datang dan melemparkan telur yang sudah membusuk pada Airin.


Airin yang tak tau tak bisa menghindar, dia hanya berteriak histeris saat bau busuk yang luar biasa tercium di hidungnya.


“Brengsek apa yang kalian lakukan.” Teriak Airin histeris. Dia meminta tolong pada yang lainnya, tapi mereka sama sekali tak ada yang membantunya.


Bukan hanya melemparinya dengan telur busuk, tapi mereka juga melempari Airin dengan sesuatu yang sangat busuk. Sementara wanita yang sebelumnya menampar Airin tersenyum penuh kemenangan.


Sementara Elard yang berada di dalam ruang CEO miliknya hanya menghembuskan nafasnya perlahan melihat layar televisi di depannya. Tak lama dia mematikan televisi dan memutar kursi kebesaran nya menghadap jendela kaca yang langsung menghadap ke pusat kota.


“Apa aku tak bisa memilikimu Ara.” Lirihnya, sungguh Elard tak bisa berbuat banyak kali ini. Ingin memaksa Sky agar mengatakan pada nya dimana Ara, tapi tak mungkin dia lakukan. Sejatinya dia masih menyayangi pria tua itu. Dia tak ingin bersitegang dengannya. Biar bagaimana pun juga Luis orang tuanya, pria itu pernah memberikan kasih sayang yang luar biasa. Meski benci di hatinya masih sangat besar dia tak ingin melukai sedikitpun Ausky Luis.


Luis mengatakan padanya jika dia tak boleh mencarinya. Membiarkan Ara terlebih dahulu. Apa Luis tak menyukainya jika dia ingin memiliki Ara. Ingin menjadikan Ara istrinya. Apa karna dia sudah pernah menikah dan Luis tak ingin putrinya menikah dengannya.


“Demi Tuhan aku mencintai Ara dad.” isak Elard menundukkan wajahnya dalam. Ada perasaan menyesal dulu tak bisa berpikir jernih dan menikahi Airin begitu saja.


Dan sekarang, Luis tak menginginkannya, mungkin saat ini Luis tak membiarkan Ara menikah dengannya.


*

__ADS_1


 


__ADS_2