
“Lion.. “ teriak Robert melihat Lion menodongkan senjata api padanya.
Dor..
Robert kembali lagi berjengit kaget mendengar suara tembakam mengarah padanya. Tubuhnya gemetar ketakutan mengingat jika senjata di tangan Elard ternyata benar-benar nyata.
Ya Elard melepaskan peluru panasnya pada Robert. Emosi mendengar Robert mengatakan Ara adalah gadis sialan. Di tambah lagi saat Robert mengatakan balas budi. Balas budi yang seperti apa yang Robert katakan.
“Apa maksudmu memperlakukan ku seperti tamu di mension ini Elard. Kau tau tanpa aku, mension ini bukan milik mu. Mereka pasti sudah menjualnya dan membaginya masing-masing. Tapi karna gadis itu, kau akan ke membunuh ku Lion.”
“Kau yang lebih dulu mengusikkuku Robert” Desis Elard menatap tajam pada Robert. Ya karna Robert lah Ara pergi darinya.
Wajah Robert semakin merah padam mendengarnya. Elard benar-benar akan mengusirnya dari mension mewah ini. “Kau tak bisa mengusir paman dari sini Elard.” Kekeh Robert pada Elard.
Dan tak lama kemudian mereka berdua menoleh saat mendengar suara pintu yang terbuka dan menampilkan wanita dengan rambut bergelombang dan pakaian seksi di tubuhnya. Siapa lagi jika bukan Airin, wanita yang sudah membuat Elard geram bukan main dengan tingkah ketiga orang yang berada di dalam mension mewahnya.
“Untuk apa kau datang kembali ke mari Airin. Keluar dari sini,” Desis Elard emosi melihat ke-dua manusia tak tau malu di depannya.
“Jefri.. “ teriak Elard memanggil asistennya dan tak lama Jefri datang menghampiri tuannya saat namanya di panggil oleh tuannya. “Iya tuan.” Sahutnya menundukkan kepalanya.
“Kau tak bisa mengusir ku dari sini Lion. Aku masih istrimu, kau tak bisa menceraikan ku begitu saja.” Sela Airin sebelum Elard mengatakan sesuatu pada Jefri.
Robert menoleh ke arah Airin yang tertawa sambil menangis. Ternyata bukan hanya dirinya yang di usir oleh Elard. Airin juga terancam di usir oleh Lion. Dan lagi cerai, Airin mengatakan cerai. Apa Elard akan menceraikan Airin. Apa Elard mengetahui sesuatu tentang nya dan Airin. Itu sebabnya dia mengusir mereka berdua.
Wajah Robert pucat pasi membayangkan jika Elard mengetahui tentang perselingkuhan nya bersama Airin. Tidak, Elard tak mungkin mengetahuinya. Ya Airin tak mungkin mengatakan pada Elard apa yang mereka lakukan bersama.
__ADS_1
Robert menoleh ke arah Airin yang menatap ke arah Elard. Dia menggelengkan kepalanya pada Airin. Berharap Airin tak macam macam dengannya.
“Kau tak bisa menceraikan ku Lion, aku hamil.” Lirih Airin di akhir kalimatnya. Menyodorkan lembar kertas di tangannya pada Elard dengan tangan yang gemetaran menahan malu dan takut. Ya meski malu, tapi setidaknya Elard tak menceraikannya, dia tetap menjadi istri Elard.
Sementara Elard mengeratkan giginya emosi mendengar penuturan Airin. Nafasnya memburu menahan emosi. Di sungguh tak habis pikir dengan Airin dan Robert. Apa yang mereka pikirkan selama ini. Apa mereka pikir dia tak tau apa apa tentang mereka. Dan Robert dengan gampangnya membuang benihnya kedalam.
Ingin rasanya Elard mengumpat mereka berdua yang tak tau malu. Tak lama Elard berbalik dan melangkah menaiki anak tangga menuju kamar miliknya. Entah apa yang harus dia lakukan saat ini. Mengusir mereka, tentu saja dia tak tega melakukannya.
Ya dia tak bisa mengusir mereka dari mansion mewahnya. Dia tau bagaimana tak memiliki orang tua, anak dalam kandungan Airin sama sekali tak tau apa apa.
Brak...
Elard membanting pintu kamar miliknya. Dia tak percaya jika dia akan berada di lingkup keluarga yang seperti ini.
“Apa itu milikku Airin.” Tanya Robert penasaran. Dia mengambil kertas di tangan Airin dan membacanya. Dan Airin mengepallkan tangannya mendengar pertanyaan Robert. Dia mengambil kertas di tangan Robert dan menaiki anak tangga.
Clek...
Airin masuk ke dalam kamar Elard dan menghampiri Elard. Dia mengedarkan pandangannya saat melihat Jefri mengemasi pakaian milik Elard.
“Sayang kau kau kemana.”
Elard mengeraskan rahangnya mendengar panggilan Airin padanya. Giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak.
“Jangan pernah mendekatiku Airin.”desis Elard menatap tajam Airin yang berjalan mendekati nya. Sementara Airin langsung menundukkan kepalanya mendengar penuturan Elard padanya.
__ADS_1
“Aku hamil.” Lirih Airin. “Bersihkan namaku dari mereka, kau akan malu jika aku terlihat buruk Lion. Aku sama sekali tak melakukan itu, itu tak benar Lion.” Ucap Airin menghiba pada Elard.
Elard mengeraskan rahangnya. “Kau sama sekali tak tau Airin. Aku masih berbelas kasih padamu, jangan sampai aku benar-benar menendang nanti.” Elard menggeram emosi. Dia berdiri dari ranjang dan melangkah mendekati laci miliknya.
“Itu pemberian ku untuk mu. Jangan pernah menghubungi ki lagi Airin.” Tekan Elard melangkah keluar dari kamarnya. Jefri mengikutinya dari belakang. Membawa koper tuannya di tangannya.
Sementara Airin yang melihat Elard melemparkan sebuah kartu padanya menggelengkan kepalanya tak percaya. Ya Elard tak boleh meninggalkan nya saat ini. Dia tau Elard pasti akan tinggal di apartemen. Dan kemungkinan Elard tak akan datang kemari lagi.
Airin melangkahkan kakinya, mengejar Elard yang lebih dulu keluar dari kamarnya. Airin berjalan menghadang Elard dan merentangkan kedua tangannya di hadapan Elard.
“Menyingkir dari hadapan ku Airin.” geram Elard melihat Airin yang berdiri di depannya. Dan Airin dia tak perduli dengan kemarahan Elard padanya. Elard tay boleh meninggalkan nya. Dan jangan sampai, Robert mengakui bayi yang ada dalam kandungannya.
“Aku tak mau kau meninggalkan ku Lion. Aku sedang hamil anak mu.”
*
Sementara di belahan bumi lainnya, Ara yang mulai menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Baru beberapa hari dia sudah memiliki teman. Sebelumnya dia baru saja video call bersama dengan ayah dan ibunya.
“Oma, Ara berangkat.” Teriak Ara pada Kikan yang berada di dalam dapur. Kikan dan Ara tinggal di rumah sederhana berlantai satu. Kikan memang tak mau Sky membelikan apartemen atau rumah mewah. Terlebih Ara juga tak ingin tinggal di apartemen.
“Hati hati sayang.” Kikan balas berteriak pada cucunya. Dia berjalan ke depan dan meninggalkan dapur melihat cucunya yang berangkat mengendarai mobil nya. Mobil kelas ke bawah yang Ara beli. Entah apa yang ada di pikiran Ara hingga dia mau membeli mobil yang murah dan di luar dugaannya.
“Dia memang seperti mu Freya.”
__ADS_1