
Elard menatap wajah cantik Ara yang sangat dekat dengannya. Dia kembali mendekatkan wajahnya pada Ara dan mencium bibirnya lagi. Tak lama bibirnya merambat ke pipi kemudian ke telinga Ara dan berbisik.
“Om mencintaimu Ara,” Bisik Elard lembut, lalu kemudian mengecup leher Ara dengan bibir basahnya. Sungguh tubuh Ara seperti candu baginya. Tubuh mungil yang hanya dia inginkan sejak dulu.
“Om jangan seperti_”
“Menikahlah dengan om Ara,” bisik Elard di telinga Ara kembali, lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Ara dan melihat wajahnya yang shock mendengar penuturan nya.
Ya mendengar penuturan Elard, Ara shock bukan main. Istri, apa maksud Elard mengatakan istri. Apa Elard akan menjadikan dia istri keduanya. Seketika Ara di kuasai oleh emosi yang memuncak mendengar Elard dengan beraninya mengatakan ingin menjadikannya istri. Ara turun dari pangkuan Elard dan keluar dari mobil milik Elard lalu menutupnya kencang.
Brakk.
Elard memejamkan matanya mendengar suara pintu yang tertutup kencang. Dia lalu membuka mata nya dan menatap Ara yang masuk ke dalam pagar rumahnya. Elard memang sengaja tak menemui Kikan. Selain dia tak ingin Sky tau, dia juga ingin mendapatkan Ara dengan caranya. Ya dia tak ingin mengatakan pada Ara terlebih dahulu siapa dirinya.
*
“Queen, kau dimana.?” Tanya Nurul di sebrang telpon. Sementara Ara mengeliat kan tubuhnya dan melirik ke arah jarum jam di atas nakas. Dia memang sengaja bangun siang, selain dia yang lembur semalam. Ara juga sepertinya tak ingin datang bekerja.
Dia ingin menghindari Elard. Pria gila yang semalam mengajaknya menikah. Mengingat semua itu Ara emosi bukan main. Ternyata apa yang dia pikirkan dulu benar, jika Elard ingin menjadikan nya istri keduanya.
“Queen, manajer mencarimu sekarang.” serunya pada.
Ara menggigit bibir bawahnya bingung, “Katakan padanya aku sakit.” Lirih Ara. Dan Nurul yang berada di sebrang telpon kaget mendengar penuturan Ara. “Sakit, kau sakit apa,” Ara menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan sahabatnya.
“Tidak aku baik baik saja, aku hanya malas datang ke sana.” Seru Ara akhirnya. “Kenapa, kau harus datang hari ini, aku menunggumu.” Sahut Nurul kemudian menutup sambungan telpon nya. Sementara Ara membuang ponsel di tangannya kesal. Dia mengacak rambutnya frustasi dan bangkit dari ranjang miliknya.
__ADS_1
*
“Sir, apa anda membutuhkan sesuatu.” Tanya Nurul menundukkan kepalanya.
Elad melirik ke arah wanita yang berdiri menundukan kepalanya. “Dimana teman mu yang kemarin.” Tanya Elard melirik kw arah pintu, berharap Ara membuka pintu kamarnya. Nurul gugup bukan main mendengar pertanyaan pria bule dk depannya ini. Ya dia mengutuk Ara yang terlambat datang hingga akhirnya dia yang harus menggantikannya disini.
“Maaf tuan, teman saya datang terlambat hari ini, saya yang akan melayani anda terlebih dahulu.” Elard mengibaskan tangannya mengusir wanita di depannya agar meninggalkan nya.
Setelah melihat wanita itu keluar dari kamar miliknya, Elard menipiskan bibirnya. Dia tau Ara menghindari nya saat ini. Tak lama Elard bangkit dari sofa dan menyambar jas miliknya. Sampai di depan pintu Jefri berdiri di depan pintu kamarnya.
“Anda ada janji hari ini tuan.” Jefri mengingatkan tuannya yang sepertinya ingin pergi. Dan Elard mengumpat mendengar penuturan Jefri, dia lupa jika hari ini dia sudah membuat janji dengan COE perusahaan tekstil kemarin.
“Sial..” umpat Elard kenapa harus bertemu dengan ceo perusahaan tekstil itu. Elard melangkah lebar meninggalkan Jefri saat menyadari dirinya yang bodoh.
*
Tak lama Elard mengepalkan tangannya dan giginya gemerutuk menahan emosi, melihat Ara yang bergandengan dengan seorang pria yang jauh lebih muda darinya.
Elard berjalan lebar mendekati Ara dengan dada bergemuruh hebat. Cemburu jelas saja cemburu melihat gadis miliknya berjalan bersama seorang pria yang lebih muda darinya.
Begitu dekat dengan Ara, Elard menarik tangan Ara hingga masuk ke dalam pelukannya dan langsung menyambar bibir Ara di depan pria yang berdiri mematung di depan mereka. Bukan hanya pria yang bersama Ara, tapi masih banyak pasang mata yang melihat aksi Elard yang mencium Ara.
Dan Ara yang mendapat ciuman dari Elard kaget dan shock. Tubuhnya mematung di pelukan Elard. Tapi kakinya sangat lemas bukan main saat Elard mencium bibirnya rakus. Hatinya berdesir dan entah apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Seperti ada yang aneh dia rasakan dan Ara tak tau itu apa.
Elard melepaskan tautan bibirnya dari Ara dan mengusap bibir Ara dengan jari jempolnya.
__ADS_1
Sementara Ara masih diam mematung dan linglung, belum sadar sepenuhnya dengan apa yang baru saja terjadi dengannya dan Elard.
“Tuan.”
Ara terkesiap mendengar suara di telinganya. Ara menoleh dan dia baru sadar jika dirinya sedang menjadi pusat perhatian banyak nya pasang mata. Ara lalu berbalik lagi pada Elard yang menipiskan bibirnya.
“Ky..”
“Apa kau mengenalnya Queen,”
“Dia calon istri ku.” Sahut Elard menatap datar pria yang jauh lebih muda darinya. Cemburu melihat pria yang jauh lebih muda darinya berjalan bersama Ara. Dan Elard yakin jika bukan kali ini saja mereka pergi bersama.
Elard menarik pinggang Ara dan membawa nya keluar dari perusahaan tekstil. Ara sendiri tak bisa menolaknya saat Elard membawa nya bersamanya. Entah kenapa dia juga tak diam dan tau berontak.
“Om mau membawa Ara kemana.?”Tanya Ara bingung melihat wajah Elard yang terlihat datar dan dingin padanya.
“Apa selama ini kau dan dia sering pergi bersama Ara.”
Ara menggelengkan kepala mendengar penuturan Elard. Ya dia memang tak pernah pergi bersama orang lainnya.
“Kenapa tak datang ke hotel dan justru pergi dengannya.” Tanya Elard dengan nada dinginnya. “Jawab Ara.” Imbuh Elard lirih, sungguh dia tak bisa membentak atau memarahi gadis miliknya. Tapi saat ini cemburu buta sedang menguasainya hingga membuat dadanya terbakar.
“Dia teman Ara.” Sahut Ara kesal pada Elard. Dia tak tau siapa Elard dan kenapa dia ingin tau semua tentangnya. Ya Ara sedikit tak mengerti dengan semuanya. Elard sepertinya sangat mengenalnya, padahal tak kurang dua bulan dirinya mengenalnya saat dia sekolah di Las Vegas. Tapi Elard bahkan sangat mengenal dirinya.
Sementara Elard menghembuskan nafas nya perlahan, dia hanya melirik ke arah Ara dengan ekor matanya. “Apa selama ini kau sering pergi bersamanya sayang.”
__ADS_1