
Airin berjalan anggun di lobi perusahaan suaminya. Bibirnya tersenyum lebar saat beberapa karyawan Elard menyapa dirinya. Tangannya yang lentik memegang tas keluaran terbaru dari Gucci. Rambut panjang berwarna gold keemasan dan bergelombang bergoyang kesana kemari mengikuti langkah sang pemilik.
Airin memang wanita yang sangat cantik. Banyak pria berlomba-lomba untuk mendapatkan hati Airin. Tapi Airin menjatuhkan hatinya pada pria yang sama sekali tak pernah mencintai nya.
Tapi Airin tak perduli dia mencintai nya atau tidak, cukup dia menjadi suaminya dan ada di sampingnya. Airin sudah sangat bangga dan senang.
Tapi belakangan ini, Airin ketakutan sendiri saat menyadari jika mungkin saja Elard menyembunyikan sesuatu darinya. Mungkin saja Elard selama ini menyimpan wanita lain. Itu sebabnya dia tak pernah menjamah tubuhnya.
Ting.
Airin keluar dari pintu lift dan melangkah dengan semangat menghampiri pintu ruangan CEO milik Elard.
“Nyonya anda datang.?” Sekertaris Elard yang bernama Miranda kaget melihat Airin datang ke mari.
Sementara Airin melihat sekertaris suaminya mengerutkan keningnya. “Apa kau baru melihatku, hingga kau kaget seperti itu.”
Miranda yang mendengarnya tersenyum kikuk, “Apa ada yang tuan butuhkan nyonya.” Kali ini kerutan dahi Airin semakin dalam mendengar penuturan sekertaris suaminya.
“Apa maksudmu.” Seru Airin berjalan membuka pintu ruang CEO dan tak lama Airin mengepalkan tangannya saat melihat kursi CEO kosong.
Miranda yang berdiri di belakang Airin terlihat bingung saat melihat Airin justru mematung di depan pintu.
“Dimana suami ku.?” Tanya Airin datar, nafasnya memburu menahan emosi yang memuncak dan campur aduk di hatinya.
“Tuan tidak ada nyonya, dia sedang ada urusan. Anda bisa mengatakannya pada saya, saya akan menyampaikannya pada tuan.” Bukan Miranda yang menjawab, tapi Jefri yang menjawab pertanyaan Airin.
Airin menoleh ke arah Jefri dan menutup kembali ruang CEO kencang hingga Miranda yang berada di belakangnya berjengit kaget.
“Katakan dimana suami ku, apa yang kalian sembunyikan dari ku. Apa suamiku mempunyai wanita simpanan di luar sana hah.” Berang Airin berteriak keras di depan Jefri.
Sementara Jefri hanya diam saja, dia sama sekali tak berhak mengatakan pada orang lain tentang tuannya. Terlebih dia istri tuannya.
“Apa kau tuli Jefri, dimana suamiku.” Pekik Airin lagi. Emosinya semakin memuncak dan dadanya bergemuruh hebat melihat Jefri bungkam dan sama sekali tak membuka mulutnya.
“Maaf nyonya, tuan ada urusan yang mendadak.” Sahut Jefri dan Airin menggelengkan kepalanya mendengarnya. Bukan itu yang ingin dia dengar dari Jefri.
__ADS_1
“Apa kau tau jika suamiku mempunyai wanita lain di luar sana hah.” Lagi lagi Airin emosi dan berbicara lantang pada Jefri. Sebelumnya Airin tak pernah berbicara keras seperti ini, dia selalu berbicara lembut pada siapapun. Tentu saja menjaga imej dirinya yang menjadi seorang artis dan model.
“Maaf nyonya.”
Airin semakin panas mendengar jawaban Jefri di telinganya. Wajahnya semakin merah padam dan jantungnya berdetak tak karuan membayangkan Elard benar benar mempunyai wanita lain di luar sana. Tak lama kemudian Airin melangkah pergi meninggalkan asisten dan sekertaris suaminya dengan emosi yang memuncak.
*
Clara yang berjalan masuk ke dalam ruangannya tak sengaja mendengar suara bisik bisik di telinganya jika Queensa masuk ke dalam ruangan Lion.
“Jadi benar, tuan Lion mencari Queensa. Tapi apa yang Queensa lakukan hingga tuan Lion memanggilnya.” Gumam Clara ingin tau, apa yang mereka lakukan di dalam sana.
Hingga sore harinya Clara keluar dari gedung universitas tempatnya mengais rejeki. Sampai di parkiran dai mengerutkan keningnya melihat mobil Lion dan mobil mewah satunya lagi masih terparkir di parkiran kampus dan bingung jika mobil keduanya masih berada di parkiran.
Cup.
Elard menggendong Ara yang tertidur pulas keluar dari ruang pribadi miliknya. Elard sengaja tak membangunkan Ara dari tidurnya. Ya selain kampus yang sudah sepi dan tak ada yang akan melihatnya, Elard yakin Ara sangat lelah.
“Kau tetap seperti putri tidur sayang.” Kekeh Elard kembali mencium pipi Ara.
“Om ini hampir malam,” bisik Ara berontak di gendongan Elard. “Diamlah sayang, kau bisa jatuh.” Seru Elard.
“Om turunkan Ara, Ara bisa berjalan sendiri.”Imbuh Ara kembali berontak, tapi sayangnya Elard tak membiarkannya turun dari gendongannya dan terus menggendongnya lalu membawanyw masuk ke dalam mobil Elard.
“Om mobil Ara.”pekik Ara melihat mobilnya tak ada di parkiran.
“Jefri sudah membawanya pulang sayang.”
*
“Ara tidak mau turun jika baju Ara tak di bawa kemari juga.” Ketus Ara memalingkan wajahnya dan bersedekap. Dia tak mau memakai baju yang Elard belikan untuknya. Selain bukan fashion nya baju yang di pakainya saat ini terasa gerah.
“Sayang.”
“Ya atau tidak.”
__ADS_1
Elard menghembuskan nafasnya perlahan mendengar permintaan Ara. Tak lama dia menganggukan kepalanya pasrah. Dia tak bisa menolak permintaan Ara. Jangan sampai Ara marah padanya dan pergi dirinya.
Ara tersenyum lebar melihat anggukan Elard padanya. Tak lama Ara turun dari mobil Elard terlebih dahulu dan memerintah kah Jefri mengambil semua pakaiannya kemari.
Jefri yang mendengar perintah Ara melirik ke arah tuannya. Dan tak lama Jefri mengangguk mengiyakan setelah melihat anggukan tuannya.
*
Keesokan harinya.
“Apa yang kau sembunyikan dari ku Lion.?” Todong Airin melihat suaminya kembali ke mension.
Elard hanya melirik ke arah Airin saat mendengar pertanyaan Airin. Dia sudah tau dari Jefri jika Airin mencurigai nya. Elard tak menyangkal jika dia memang memiliki wanita lain, terlebih dia sangat mencintai nya. Tapi Airin tak boleh mengetahui tentang Ara. Apalagi Ara sendiri tak tau jika dia mencintainya.
Elard tak menjawab pertanyaan Airin. Dia melangkah lebar menaiki anak tangga tanpa menghiraukan Airin.
Sementara Airin mengepalkan tangannya melihat Elard yang tak menjawab pertanyaannya. Dia mengejar Elard yang menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
“Kau belum menjawab pertanyaan ku Lion.” Seru Airin menutup pintu kamarnya kencang.
Sementara Elard yang mendengar suara pintu di tutup kencang mengeraskan rahangnya. Dia berbalik dan menatap Airin tajam. Tentu saja Airin menciut melihat tatapan Elard padanya. Tapi Airin tetap tak bisa jika seseorang merebut Elard darinya.
“Katakan siapa wanita itu Lion. Apa dia lebih cantik dari pada aku. Apa dia juga model dan artis seperti ku. Atau dia anak seorang petinggi negara yang gatal menggoda suami orang.” Pekik Airin.
Sett...
“Jangan pernah berani menghinanya Airin. Bukankah selama ini kaulah yang bersikap murahan. Aku tau apa yang kau lakukan selama ini tanpa sepengetahuan ku Airin.” Papar Elard tersenyum sinis kemudian melepaskan dagu Airin dan melangkah keluar dari kamarnya.
Sementara Airin, dia mematung mendengar penuturan Elard di telinganya. Apa maksud Elard,? Airin menggelengkan kepalanya tak percaya. Ya Elard tak mungkin tau tentang dirinya yang kerap kali ber cinta dengan pria lain di luar sana. Terlebih baru baru ini dia sudah bercinta dengan Robert.
Ya Elard tak mungkin tau, dari mana dia tau jika dia sering melakukannya.
Pasti Elard hanya tau jika dia sering berbelanja dan royal. Ya pasti hanya itu.
__ADS_1