Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab.80#


__ADS_3

Bug..


Rain terjungkal saat sebuah kepalan tangan mendarat di wajahnya. Dia menoleh dan mengusap sudut bibirnya yang terasa sangat perih.


“Ingin melawan ku hmm. Aku sudah peringatkan padamu, tapi kau selalu mengabaikan ucapanku Rain.” Rain menggelengkan kepalanya keras. Dia menyatukan kedua telapak tangannya memohon pada dua pria di depan ny ini agar melepaskan nya.


“Ku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku akan menuruti semua keinginan mu.” Sahut Rain lagi.


“Malam ini kau harus berhasil, jika tidak, aku benar-benar akan meledakan kepala mu kali ini.” Ancam nya pada Rain. Sementara Rain menganggukan kepalanya mengerti.


Tak lama kemudian dia melihat mobil melaju kencang meninggalkan nya terkapar tak berdaya di aspal seorang diri. “Brengsek, bagaimana aku mencurinya dari Lion.” Rain mengumpat dirinya yang bodoh. Malam ini dia harus datang ke apartemen Elard dan mencuri berkas yang di inginkan pria itu. Dia tak tau berkas seperti apa yang mereka maksud. Tapi mereka memintanya mengambil berkas yang bertuliskan Company Van_Li, entah apa gunanya berkas itu Rain sendiri tak tau, kenapa mereka ingin dia mencuri nya.


*


Elard terus menatap Ara di sepanjang perjalanan. Setengah jam yang lalu dia baru menikahi Arabelle, gadis kecil miliknya yang sudah lama dia inginkan. Dia tak percaya gadis di sampingnya menjadi miliknya seutuhnya saat ini.


Setelah pemberkatan doa, dia membawa Ara kembali pulang ke apartemen miliknya. Jawaban Ara yang mengatakan dia bersedia menikah dengannya sungguh seperti hadiah terindah untuk nya. Dia pikir dia akan memaksa Ara untuk bersedia menikah dengannya.


Sebelumnya dia akan mengancam Ara, dengan mengatakan tak ada yang akan mau dengan wanita yang kehilangan mahkotanya.  Tapi ternyata Ara bersedia menikah dengannya tanpa paksaan dan ancam


Saat ini Ara terlihat sangat cantik, memakai gaun panjang berwarna putih dengan mahkota diatas kepalanya. Sungguh Ara sangat cantik di matanya saat ini.


Entah kenapa dia sangat canggung dan minder saat Ara sudah menjadi istrinya. Bibirnya bahkan terkunci rapat, padahal di atas ingin sekali mengatakan banyak hal pada Ara. Terlebih dia ingin mengatakan betapa dia sangat mencintai nya. Tapi sayangnya saat Ara benar benar menjadi istrinya justru dia sangat canggung dan sedikit tak percaya diri.

__ADS_1


Elard juga ingin sekali memeluk Ara dan mencium wajahnya bertubi tubi. Tapi saat melihat wajah Ara yang murung dia mengurungkan niatnya. Dia tau apa yang di pikirkan Ara.


Sky dan Freya, kedua orang tuanya sama sekali tak tau. Elard yakin mereka akan marah padanya, bahkan mereka pasti akan kecewa padanya. Elard tak perduli, saat ini baginya hanya memiliki Ara.


Sementara Ara dia tau Elard menatap nya dari tadi. Entah apa yang dia pikirkan saat ini. Dia sudah menikah, sementara ayah dan ibunya sama sekali tak tau sama sekali. Ara yakin mereka akan marah padanya dan kecewa padanya.


Tapi dia juga tak menolak saat Elard ingin menikahinya. Karna dia juga menginginkan Elard menikahinya. Bukan karna mahkotanya yang hilang, tapi karna dia juga mencintai Elard.


Satu jam berkendara Jefri memarkirkan mobilnya di depan apartemen mewah di pusat kota  Elard menoleh ke arah Ara yang duduk di sampingnya.


“Sayang sudah sampai.” Seru Elard membuka pintu mobil di sampingnya untuk Ara. Sementara Ara berjengit kaget mendengarnya. Dia mengedarkan pandangan dan menghembuskan nafasnya perlahan.


Elard mengulurkan tangannya pada Ara sekali lagi. Dan Ara mendongak menatap mata Elard yang berdiri di depannya.


Elard tersenyum masam, dia menarik tangannya kembali, tapi Ara lebih dulu menariknya dan turun dari mobil Elard. Tentu saja Elard tersenyum lebar melihat Ara menerima uluran tangannya.


“Aku tak ingin mata pria lain menatap ke arah istriku.” Kata Elard menghentikan langkahnya menatap Ara yang sangat cantik. Elard mendekatkan wajahnya pada wajah Ara, dari tadi dia ingin sekali mencium bibir merah merona milik Ara. Sementara Ara melihat Elard menundukkan wajahnya dan mendekatkan wajahnya padanya, dia memejamkan matanya perlahan.


Cup..


Mereka benar benar menautkan bibir mereka berdua. Mereka sama sekali tak perduli jika saat ini mereka berdua berada di depan gedung apartemen.


Elard tak hanya menempelkan bibirnya pada Ara. Tapi dia juga menggerakkan bibirnya menyesap bibir manis Ara.

__ADS_1


Ara sendiri, mengencangkan pelukannya pada Elard. Jari lentiknya yang berpegangan pada leher Elard, tanpa sadar telah menggores leher Elard.


Tapi bagi Elard, semua itu terasa sangat indah. Seperti saat tubuh mereka menyatu sebelumnya. Luka yang Ara tinggalkan di tubuhnya, justru menambah hasrat yang dia miliki. Jika di ijinkan dia ingin semua luka yang Ara tinggalkan akan membekas di tubuhnya. Sampai kapanpun, bahkan sampai nanti.


Jefri yang berdiri di belakang tuannya salah tingkah. Dia mengedarkan pandangannya dan melotot kan matanya pada mereka yang melihat ke arah tuannya.


Terang saja mereka yang melewati Elard untuk masuk dan keluar menundukkan kepalanya saat melihat tatapan Jefri.


Brakk..


Elard dan Ara berjengit kaget mendengar suara keras di telinganya. Spontan mereka berdua melepaskan tautan bibirnya dan mengedarkan pandangan nya dan saat itu juga Ara menyembunyikan wajahnya saat menyadari apa yang mereka lakukan di depan pintu gedung apartemen.


Elard tersenyum lebar, dia membenarkan gendongan Ara di tangannya.


“Kenapa harus malu.” Bisik Elard, tak lama dia terkekeh saat Ara mencubit kecil pinggang nya. Dia tau Ara malu saat ini.


Sementara wanita yang tak jauh dari mereka menundukkan kepalanya takut melihat tatapan Jefri padanya. “Maaf tuan anak saya tak sengaja.” Ucapnya dengan tubuh gemetar ketakutan.


Elard hanya melirik kearah nya, dan tak lama dis melanjutkan langkahnya masuk ke dalam loby dan masuk ke dalam lift bersama Ara di gendongan nya.


Semua yang berpapasan dengan Elard atau yang berada jauh pun menatap ke arah Elard dan Ara. Mereka yakin jika mereka adalah sepasang pengantin baru. Dan beberapa di antara mereka ada yang mengenal Elard. Mereka kaget dan tak percaya jika Elard sudah menikah lagi.


“Siapa wanita itu.”

__ADS_1


 


 


__ADS_2