
“Ara..” seru Elard saat sadar jika gadis di sampingnya sudah pergi meninggalkan nya. Terlalu fokus dengan rasa shock nya melihat Ara ada di sampingnya dan yang akan menjadi model perusahaan nya, dia tak tau Ara sudah pergi meninggalkan nya.
Bruk..
“Sayang, kau baik baik saja.”
Ara kaget saat tangannya tiba tiba di tarik dan tubuhnya berada pada di pelukan seseorang. Siapa lagi jika bukan Elard yang menariknya dan memeluknya. Tubuhnya seketika menegang dan jantungnya berdetak kencang. Ya Ara bisa merasakan kembali jantung nya yang berdetak kencang seperti saat Elard memeluknya di Indonesia.
Entah apa yang terjadi dengan jantung nya saat Elard memeluknya. Yang jelas itu membuat kakinya lemas begitu juga dengan tubuhnya.
“Lepaskan saya tuan.” Pinta Ara yang sesak saat Elard memeluknya erat. Dan Elard mengendur kan tangannya dari tubuh Ara. Tapi tangannya masih tetap memeluk Ara di pelukannya. Elard seperti tak rela Ara akan meninggalkannya lagi. Ya sudah beberapa kali Ara tiba tiba saja pergi dirinya dan meninggal nya, dia harap kali ini Ara tak akan meninggalkan nya lagi dan menjadi miliknya.
“Aku mencintaimu sayang.”
Deg..
Ara meremas rok yang di pakaiannya mendengar ungkapan Elard di telinganya. Telinganya sudah beberapa kali mendengar ucapan Elard padanya. Benarkah Elard mencintai nya, lalu bagaimana dengan mantan istrinya dan anaknya.
Ting..
Ara mendorong Elard agar dia melepaskan pelukan tangannya saat mendengar suara pintu lift yang terbuka. Dan Elard yang kaget tentu saja melepaskan pelukan tangan nya dari Ara. Dia menoleh ke arah lift dan mendapati Selia berdiri menatap ke arah Ara.
__ADS_1
Sementara Ara dia tak tau siapa wanita yang berdiri di dalam lift, kakinya melangkah masuk ke dalam saat wanita itu keluar dari dalam lift tanpa menoleh ke arah Elard sedikitpun. Ya jantungnya masih berdetak kencang saat ini. Dan jangan sampai Elard menyadarinya. Ara sendiri tak tau apa yang baru dia rasakan saat ini. Dia sendiri merasa sangat aneh
Dan Elard tak bisa mencegah Ara saat melihat Selia. Dia kemudian berbalik dan melangkah lebar masuk ke dalam ruangannya. Tak perduli apa keperluan Selia datang kemari. Tapi Elard yakin jika gadis itu menginginkan sesuatu darinya.
Dan Selia melihat Elard yang berjalan masuk ke dalam ruangan CEO buru buru mengejarnya. Sampai di dalam ruangan CEO, Selia mengedar kan pandangannya melihat ruangan CEO yang jauh berbeda dari sebelumnya. Ya jelas saja Selia tau, dimana ruangan CEO. Saat ayahnya Robin Roberto yang menduduki kursi CEO dia sering datang kemari. Dan ini sangat jelas jauh berbeda dari tampilannya yang dulu
Ya Selia tak pernah memang datang kemari saat ayahnya tak lagi menduduki kursi kepemimpinan perusahaan ini. Siapa lagi jika bukan Elard yang melarangnya. Tapi pagi menjelang siang hari ini, dia bisa masuk ke dalam perusahaan Elard.
“Untuk apa kau datang kemari.” Tanya Elard mendengar pintu yang terbuka. Mencoba mengontrol emosinya pada penjaga yang mengijinkan Selia datang kemari. Elard lalu kemudian membuka laptop miliknya dan berkas perjanjiannya bersama dengan Ara. Ya Elard tak percaya dengan gadis kecilnya yang dulu manja dan tak tau apa apa sekarang berubah menjadi jauh lebih dewasa.
Arabelle, gadis yang sangat polos dan penurut saat ini sudah menjelma bagai bidadari di matanya. Padahal tiga tahun yang lalu, Elard bahkan masih ingat bagaimana Ara yang merengek padanya. Dia bahkan akan menciut saat seseorang bicara sedikit kasar padanya. Berbeda dengan yang dia temuinya di Indonesia, Elard sangat merasakan perubahan pada Ara. Tapi dia tak menyangka jika Ara akan sedewasa ini tadi.
Bagaimana nada bicaranya dan bagaimana dengan tingkah lakunya, juga berbeda saat dia bertemu dengannya di Indonesia. Ara sedikit lebih dewasa tadi, tutur bahasanya juga tak seperti sebelumnya yang manja.
Selia tak tau kenapa ayahnya dan Airin masih tinggal bersama. Apa karna dia merasa kasihan dengan Airin yang tak memiliki apa apa saat ini, terlebih Airin memiliki seorang anak. Tapi bukankah seharusnya Elard yang bertanggung jawab, lalu kenapa harus ayahnya yang mengurus mereka berdua.
Elard menoleh ke arah Selia yang berdiri tak jauh dirinya. Dia tersenyum sinis pada Selia yang berani meminta uang padanya.
“Aku rasa, aku sudah cukup memberikannya padamu selama ini padamu Selia. Minta lah paling Robin Roberto ayahmu.”
*
__ADS_1
Sementara Ara dia turun dari mobil mewah miliknya dan masuk ke dalam restauran. Melenggang begitu saja masuk ke dalam seorang diri. Bibirnya tersenyum tipis mengingat dulu, dia masih terlalu lugu dan polos saat datang kemari.
Ya di kota inilah dia pertama kalinya bertemu dengan Elard. Pria asing yang tiba-tiba saja membuat hidupnya berubah. Bukan saja hidupnya yang berubah, tapi Ara benar benar membuang perlahan sifat polosnya saat ini. Tentu saja karna perlakuan orang dewasa lah yang membuatnya berubah seratus persen.
Ya selama di Indonesia, Ara benar benar mencari jati dirinya. Hingga dia di pertemukan dengan Elard lagi di sana. Sampai saat ini Ara sendiri belum tau siapa Elard sebenarnya. Berulang kali pria itu mengatakan mencintai nya. Memperlakukan layaknya kekasih pada umumnya. Padahal mereka tak pernah bertemu sebelumnya. Tapi Elard memperlakukan nya seperti kekasih hatinya.
Ara juga masih ingat bagaimana Elard dulu mencium, menyesap bibirnya hingga hampir mencumbunya saat itu. Saat itu dia masih terlalu lugu dan tak tau apa apa. Tapi seiring berjalannya waktu, dia tau apa yang Elard lakukan dulu padanya.
Bahkan saat mereka bertemu di Indonesia, Elard masih sama memperlakukan nya seperti layaknya kekasih. Padahal, jelas jelas dia dan Elard bukanlah sepasang kekasih. Tapi Elard terus saja memperlakukan nya seperti berlian berharga.
Dan lagi lagi, sebuah tragedi yang tak terduga datang lagi mengancamnya. Ya Ara menyadari jika setiap kali dia bertemu dengan Elard, bahaya selalu saja mengancamnya. Padahal sebelum dia bertemu dengan Elard, hidup nya dan nenek nya baik baik saja.
Tapi setelah bertemu dengan Elard, hanya dalam waktu tiga hari, nyawanya kembali terancam. Dia kembali lagi di usik oleh seseorang, hingga akhirnya dia harus terpaksa meninggalkan Indonesia demi keselamatan nenek nya dan kembali pulang ke Amerika.
Padahal waktu itu sebulan lagi dirinya wisuda, dia terpaksa tak mengikuti kelulusan nya dua hari lalu. Ayahnya hanya mengirim seseorang untuk mengambil penghargaan nya di sana.
Yang tak dia mengerti, kenapa Elard memperlakukan semua ini. Siapa Elard sebenarnya dan kenapa dia terus saja memperlakukan nya seperti seseorang yang berarti untuknya. Seperti kekasih yang sangat berharga.
Padahal menurutnya dia sama sekali tak pernah bertemu dengannya sebelumnya. Terlebih saling berjanji satu sama lain. Dia juga tak pernah lupa ingatan, bukan. Hingga harus melupakan Elard, jika pria itu benar benar kekasih nya. Tapi memang dia tak tau, apa yang sebenarnya terjadi dan siapa Elard sebenarnya.
Dan itu sebabnya, kali ini dia sendiri yang datang kembali pada Elard. Dia ingin tau, siapa yang terus mengusiknya saat dia bertemu dengan Elard. Dia juga ingin tahu siapa Elard sebenarnya di masa lalunya. Itulah tujuannya kali ini.
__ADS_1