Hasrat Terpendam Sugar Daddy

Hasrat Terpendam Sugar Daddy
Bab. 29# Apa dia tidur


__ADS_3

Elard membaringkan Ara di ranjang empuk miliknya. Ya Elard membawa Ara ke apartemen miliknya setelah gadis kecilnya tertidur pulas. Elard tetap membawa Ara ke apartemen miliknya. Selain di sini aman untuk Ara, dia bisa mengawasi gadis kecilnya.


Setelah perdebatan panjang dan Ara yang mengusirnya dari apartemen. Elard tak pergi dari apartemen Ara. Mana mungkin dia pergi dari apartemen tanpa membawa Ara bersamanya. Dia masuk kembali setelah dua jam lamanya. Dan benar Ara sudah tertidur di ranjang miliknya. Tanpa menunggumu lama, Elard membawa Ara bersamanya ke apartemen miliknya.


“Tuan..”


Elard menoleh ke arah Jefri yang membawa boneka Ara dan buku milik Ara. Hanya buku dan boneka yang sengaja Elard bawa. Tentang pakaian Ara Elard sudah menyiapkan semuanya untuk Ara. Tentu saja pakaian yang berbanding dengan yang Ara kenakan setiap hari. Elard tak ingin tubuh Ara di lihat oleh banyak pasang mata pria.


Cemburu, itu sudah pasti, terlebih Ara gadis yang sangat cantik dan masih belia.


“Kemarikan yang beruang.”


Jefri memberikan boneka beruang yang lumayan besar pada tuannya. Dan Elard menerimanya dan meletakkannya di samping Ara. Sementara di sampingnya lagi Elard menaruh bantal guling  miliknya.


Jefri yang melihat semua itu mengerutkan keningnya. Tuannya memperlakukan gadis di depan nya seperti bayi yang jika tak di beri pembatas akan jatuh dari ranjang.


“Apa yang kau lakukan di situ, keluar dari sini.” Jefri kaget mendengar suara bas tuannya. Dia menundukkan kepalanya kemudian berbalik meninggalkan kamar tuannya.


Sementara Elard, dia melangkah ke dalam kamar mandi. Tak sampai dua puluh menit, Elard keluar dari kamar mandi dan hanya memakai boxer di tubuh bagian bawahnya.


Elard naik ke atas ranjang dan menyingkirkan guling yang sebelumnya menghalangi Ara dan menggantikan guling itu dengan tubuhnya.


Cup.


“Selamat malam sayang.” Bisik Elard di telinga Ara. Melingkarkan tangan besarnya memeluk Ara dan membawanya masuk ke dalam pelukannya.


Elard benar benar tak perduli dengan Sky yang akan mengetahui semuanya. Dia sungguh tak perduli dengan semua itu. Baginya keselamatan Ara lebih penting dari kemarahan Sky yang akan berpikir macam macam terhadapnya.


Ya jika dia membenci Sky dengan dendamnya. Biarkan Sky membencinya dengan pikiran buruknya sendiri.


Elard sama sekali tak perduli dengan istri atau keadaan mension mewahnya. Saat ini yang ada di pikirannya dia ada bersama Ara dan akan melindungi gadis miliknya. Tentang Airin, Elard sudah memikirkan semua yang terbaik untuk pernikahannya.


*


Dary sudah menghabiskan beberapa botol wine malam ini. Belakangan ini, pikirannya hanya tertuju pada gadis cantik bernama Queensa. Gadis yang tiga tahun lebih muda darinya. Gadis itu yang sudah membuatnya jatuh cinta dan tergila gila.

__ADS_1


Entah belakangan ini dia merasa pemilik universitas, Lionel Elard Roberto sepertinya menyukai Queensa. Itu sebabnya dia sangat membencinya.


“Cih.. Bagaimana jika istri mu tau kau bahkan menginginkan gadis yang masih belia Tuan Lion. Aku yakin kau ajak sangat malu dan reputasi mu juga akan hancur nantinya.” Racau Dary kemudi mengumpat Lion pria yang tak tau diri dan pedofil.


“Kau tak berkaca tuan, lihatlah berapa usiamu dan Queensa. Kau tidak tau malu dan sangat menjijikan.”


Dary terus mengoceh dan mengumpat Lion sepanjang malam. Para sahabat nya sendiri tak tau apa yang sedang terjadi pada Dary. Sahabat nya ini tak biasanya meminum alkohol sangat banyak dan terus meracau dan mengumpat pemilik universitas dan pria nomor satu di kota Las Vegas.


*


Ara mengerutkan keningnya saat merasakan bonekanya sangat keras. Tangannya meraba naik ke atas dan sama, keras dan liat.


Sementara Elard nafasnya memburu menahan sesuatu dalam dirinya. Apalagi saat tangan Ara berkeliaran kemana mana dan hampir saja menyentuh senjatanya yang bangkit dan berdenyut.


“Sayang..”


Ara semakin mengerutkan keningnya mendengar suara serak dan berat di telinganya. Dia membuka perlahan matanya dan mengerjapkan berkali-kali dan itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan di mata Elard.


“Om..”


Ara yang kaget memukul dan mendorong Elard dari atas tubuhnya. Tapi apa lah daya tenaganya tak sebanding dengan Elard yang tinggi dan besar. Dia hanya pasrah dan menerima rasa yang sudah berulang kali Elard lakukan padanya.


Tapi kalo ini, Ara merasa jika ciuman Elard padanya sangat intens dan dalam. Hingga Ara terkesiap saat lidah Elard masuk ke dalam rongga mulutnya.


Kali ini Elard melakukannya lagi. Melesakkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Ara dan mencari lidah Ara. Tapi tak lama Elard melepaskan bibirnya saat merasakan Ara tak bernafas.


“Sayang.” Kata Elard setelah melepaskan tautan bibirnya.


Bug..


“Om mau membunuh ku lagi.” Pekik Ara memukul Elard yang masih berada di atas tubuhnya.


Cup..


Elard tak perduli Ara memukul bola sekalipun. Dia justru mencium bibir Ara kembali dan mengangkat wajahnya. Tatapan matanya menatap wajah cantik Ara yang polos tanpa make-up sedikitpun. Bibirnya terlihat sedikit bengkak dan itu karna ulahnya.

__ADS_1


Dan Ara yang melihat tatapan dalam Elard padanya berhenti berontak. Dia menundukkan wajahnya malu di tatap seperti itu oleh Elard.


“Om apa itu yang bergerak.” Jerit Ara memeluk Elard ketakutan.


Sementara Elard justru terkekeh mendengar jeritan Ara di telinganya. Dia mencium pipi Ara dan kembali menyesap bibir Ara sekilas.


“Om.” Seru Ara kesal dan ketakutan.


“Diamlah sayang.” Kata Elard saat Ara terus berontak dan justru semakin membuatnya berdenyut.


Sementara Ara menurut apa yang Elard katakan. Hingga beberapa menit kemudian Ara kembali bingung saat sesuatu yang berada di atas pahanya mulai diam dan tak berontak.


“Om apa dia tidur.” Bisik Ara lirih, yang mengundang gelak tawa Elard yang mendengarnya.


Cup..


“Kau benar sayang dia sudah tidur.” Sahut Elard masih terkekeh lucu. Dia tak percaya jika celetukan Ara ternyata benar. Senjatanya sedikit tidur meski tak tertidur pulas.


“Om ishh minggir berat.” Seru Ara lagi dan Elard bangkit dari tubuh Ara. Elard masih terkekeh melihat Ara yang mencari sesuatu. Dia tau Ara mencari apa saat ini. Apalagi jika bukan untuk mencari miliknya.


“Om_”


“Sutt, mandi bukankah pagi ini kau ada kuliah sayang.” Potong Elard, dia tak ingin Ara bertanya lebih lagi padanya. Jangan sampai dia tak bisa menjawab pertanyaan Ara nantinya. Biarkan Ara tau dengan sendirinya nanti.


“Om ini dimana.?” Tanya Ara kembali menatap Elard dengan pandangan tajamnya. “Om membawa ku pindah.” Imbuh Ara kesal saat menyadari jika ini bukanlah kamar miliknya. Tapi dia, melihat boneka besar miliknya dia atas ranjang.


“Ya daddy sudah menitipkan mu pada om. Mulai hari ini kau akan tinggal di sini sampai om sendiri yang akan mengajakmu kembali ke mension.” Sahut Elard.


Ara yang tak mengerti apa maksud Elard kembali ke mension. Menghentakan kakinya pertanda kesal pada Elard. Kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu nya kencang.


Brakk..


Elard mengulas senyum lebarnya melihat gadis kecilnya marah padanya. Dia tak percaya akan kembali bersama Ara dan tinggal di kamar yang sama. Elard tak perduli Sky yang akan marah padanya. Dia yakin Sky juga tak akan marah padanya.


Lagi pula dia bukan pria brengsek yang akan merusak Ara. Meski apa yang dia lakukan pada Ara salah. Semua itu karna cintanya pada Ara sangat besar.

__ADS_1


Dia akan menjadikan Ara miliknya seutuhnya nanti.


__ADS_2