
Ara yang mendengar pertanyaan Elard menyipitkan matanya saat menyadari apa yang Elard tanyakan padanya.
“Untuk apa om bertanya pada Ara.”
Elard menarik nafasnya dalam, dia kembali menarik tangan Ara dan membawanya masuk ke dalam mobil. Elard menginjak pedal gasnya pergi dari perusahaan tekstil dan meninggalkan Jefri di sana.
Brakk..
Elard kaget bukan main saat sebuah mobil menabrak mobilnya. Begitu juga dengan Ara yang menjerit kaget. Dia menoleh ke belakang dan kembali lagi mobil yang di kendarai Elard di tabrak oleh mobil yang berada di belakangnya.
Dan Elard mengeraskan rahangnya saat menyadari jika mobil yang di belakangannya memang sengaja menabraknya. Ya Elard tak tau karna ini adalah negara orang lain. Dan lagi mobil yang di kendarai bukanlah mobil miliknya sendiri.
“Om..” seru Ara saat mobil yang di tumpangi nya kembali lagi di tabrak hingga empat kali.
“Kencangkan sabuk pengaman mu sayang.” Titah Elard menginjak peduli gasnya melaju kencang. Ekor matanya melirik ke arah Ara yang memejamkan matanya. Dia tau Ara ketakutan saat ini.
“Tunggu saja,”Gumam Elard semakin menginjak pedal gasnya hingga mencapai batas maksimal.
Sementara Ara hanya memejamkan matanya merasakan mobil melaju dengan kencang, tubuhnya menggigil ketakutan merasakan mobil yang di tumpangi nya terasa terbang di udara. Bibirnya hanya berdoa, dia tak tau apa yang sedang terjadi saat ini. Terlebih lagi siapa mereka, kenapa mereka menabrak mobil yang di kendarai Elard. Seolah mobil itu sengaja melakukannya dan ingin mencelakai nya.
Ara membuka matanya dan kaget saat Elard memutar mobilnya dan berbalik arah.
“Om..” seru Ara takut bukan main melihat mobil yang melaju kencang menuju ke arah nya.
Mata Elard memerah dan tangannya meremas setir kemudi miliknya. “Buka sabuk pengaman mu sayang..” kata Elard menginjak pedal gasnya dan membelah jalan dengan kencang. Dan Ara dia hanya menuruti Elard dan membuka sabuk pengaman nya.
Elard melepaskan sabuk pengaman nya dan membuka pintu samping lalu menubruk Ara dan membawanya keluar dari dalam mobil yang di kendarai nya.
__ADS_1
Brak..
Pyarr...
Dua mobil yang saling berlawanan menghantam satu sama lainnya. Bahkan mobil yang di kendarai Elard terbalik, dan jatuh ke dalam air, tapi tidak dengan mobil yang berlawan arah dan menabrak mobilnya.
Shtt...
“Om,” lirih Ara saat tubuh kecilnya di bawah kungkungan Elard. Ara bisa melihat wajah Elard yang menahan sakit. Seketika matanya berkaca kaca melihat darah yang mengalir di pelipis Elard.
“Kau baik baik saja sayang.” Elard justru bertanya pada Ara. Sungguh dia tak mau Ara sampai terluka sedikitpun. “Ara baik baik saja.” Isak Ara bergetar ketakutan. Dia tak percaya jika dia masih bernafas. Kejadian barusan sungguh membuatnya kaget dan shock.
“Siapa mereka om.” Bisiknya menoleh kearah mobil yang sedikit jauh dari dirinya dan Elard.
“Bukan siapa-siapa sayang.” Sahutnya Elard, karna dia sendiri juga tak tau siapa yang ada di dalam mobil itu. Dan Elard yakin jikudi dalam mobil itu bukan hanya satu dan dua orang.
Elard berdiri dan menggendong Ara seperti koala. Tapi Ara berontak di gendongnya. “Ara bisa berjalan sendiri om.” Protesnya tapi Elard tak mengizinkan Ara turun dari gendongan nya. Terlebih Elard bisa merasakan tubuh Ara yang bergetar ketakutan. Dia tak percaya jika Ara akan kekeh turun dari gendongan nya. Pada dia tau jika tubuhnya gemetar ketakutan.
Elard tak membiarkan Ara turun dari mobilnya. Dia juga perduli dengan beberapa orang yang berteriak keras saat melihat mobil yang terbalik. Dia terus berjalan dan menghadang taksi.
“Om turun kan Ara.”
Elard tak menjawab penuturan Ara. Dia membungkam bibirnya dan menatap Ara. Ara tak bisa menyembunyikan ketakutan nya darinya dan dia tau itu.
Ara hanya menghembuskan nafas nya perlahan. Elard tak membiarkan dia turun dari pangkuan nya. Dan Ara tak ingin berontak saat tubuhnya sendiri saja bergetar ketakutan dan lemas bukan main saat mengingat kejadian barusan
Satu jam duduk di dalam taksi, taksi yang di tumpangi nya berhenti di depan lobi hotel. Ya Elard tak membawa Ara kembali pulang, tapi membawa Ara ke hotel tempatnya menginap. Beberapa karyawan yang melihat Elard menggendong seorang wanita mengerutkan keningnya. Bertanya tanya siapa wanita yang bersama salah satu tamu spesial di hotel ini.
__ADS_1
Ting..
Elard keluar dari dalam lift dan melangkah lebar menuju kamar hotelnya. Sementara Vani yang melihat Elard menggendong seorang wanita mengerutkan keningnya.
“Queen.” Seru Vani lirih, dia yakin Jika wanita yang bersama Elard adalah temannya Queen. Tapi kenapa dia bisa bersama dengan salah satu tamu hotel ini. Apa dia melewatkan sesuatu. Vani mencoba mengenali wajah yang berada di dalam gendong salah satu tamu spesial di depannya.
“Apa kau bisa membuka pintu kamar untuk ku nona. Kekasih ku tidur dan aku tak tega membangunkan nya.” Ucap Elard membuat Vani kaget dan takut mendengar suara Elard di telinganya.
“I_ya.” Vani gugup bukan main dia berjalan menghampiri kamar Elard dan membukanya. Dan Elard tak lama masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar nya dengan menggunakan kakinya.
Elard membaringkan Ara di ranjang dan menarik selimut menutupi tubuh Ara. Karna takut dan shock Ara sampai tertidur di gendongnya. Ya Elard yakin jika Ara pasti shock tadi.
“Siapa kalian.”Gumam Elard meninggal kan Ara dan merogoh saku celananya.
“Siapa..” Tanya Elard di seberang telpon. giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak.
“Seperti nya mereka adalah seseorang yang di sewa untuk mencelakai nona tuan.” Sahut Jefri. Dan Elard mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Jefri. Rahangnya mengeras mendengar jika seseorang ingin mencelakai Ara. Apa selama ini banyak yang ingin mencelakai Ara.
“Cari tau dia.” Titah Elard kemudian menutup sambungan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Jefri di sebrang telepon. Elard membuat ponselnya dan mengusap wajahnya kasar. Apa Ara dalam bahaya karna diri dirinya.
Sementara di luar kamar Vani bingung dan tak percaya melihat pintu yang tertutup rapat. ya dia yakin jika wanita itu adalah Queen. Ya dan tak mungkin dia salah lihat. Lagi pula kenapa Queen bisa ada bersama dengan pria itu. Apa hubungannya dan siapa pria yang bersama Queen sekarang.
Bukankah tamu hotel ini adalah orang Amerika, apa Ara sebenarnya adalah saudara nya, atau kekasih nya.
__ADS_1