
elen pun langsung masuk kemobilnya dengan muka menahan air matanya
" kita duluan "@ ujar elen
" kenapa Len"@ ujar zakiya bingung
" tak apa kita pulang duluan biarkan mereka"@ ujar elen
" lah sih"@ ujar Cece ingin protes namun elen sudah menancap gas melesat
"aku tak pernah mendengar Dy mengeluh seperti ini dan ntah kenapa ini sakit"@ ujar batin elen
" Len fokus loe bisa nabrak orang"@ teriak zakiya yg kesal karena elen yg melamun
" berhenti biar gua yg nyetir "@ sambung Vie dengan keras elen pun meminggirkan mobilnya dan berganti dengan vei
sedangkan dimobil belakang Arkansas dll
" kenapa dengan mereka "@ ujar Arkansas bingung
" si elen kenapa "@ ujar angkasa
dimobil Sean
" ada yg gx beres ini "@ujar Sean
" Azka jg kenapa berhenti di tengah jalan di chat blsnya suruh duluan "@ ujar Reyhan
" ya sudah sebaiknya kita duluan saja nnti kalo sudah dirumah kita tanyakan"@ujar papa regan
mereka pun langsung pergi
....
" sudah lega belum "@ ujar Azka mencium pucuk kepala Arsy dengan sayang nan lembut
Arsy membalas dengan Anggukan
" ya udah kita jalan ya kita makan dulu setelah itu mas akan membawamu ke suatu tempat"@ ujar Azka tersenyum
" kesuatu tempat kemana"@ ujar Arsy penasaran
" rahasia dong "@ mencium pucuk kepala Arsy setelah itu Dy menjalankan mobilnya ke arah restoran
sesampainya di restoran Azka membuka pintu mobil berjalan mutar kearah samping untuk membuka pintu mobil sang istri setelah itu mereka berjalan masuk ke dalam restoran dan berjalan menuju ruangan VIP yg biasa mereka tempati
" assalamualaikum tuan ingin makan seperti biasa "@ ujar pelayan perempuan kecentilan terus memperhatikan Azka tersenyum sambil menundukkan dada
" sayang mau makan apa"@ ujar Azka lembut menatap sang istri
si pelayan yg mendengar perkataan Azka terkejut
tak lama ada seseorang yg masuk
dan memberi hormat yg tak lain adalah manager restoran itu
" maaf tuan ini ada laporan yg perlu diteliti lagi "@ ujar manager itu memberikan map kepada azka
" ya pak terima kasih tapi ini bukan wewenang saya LG karena Dy sudah kembali "@ ujar Azka tersenyum menatap sang istri
" eh maaf nona saya tak tau jika anda sudah kembali"@ ujar manager itu
dengan Anggukan Arsy menjawab
" tak apa pak.. "@ ujar Arsy
"tundukkan matamu nona Dy suami saya "@ ujar Arsy tersenyum lembut menatap sang pelayan dengan mata memicing
pelayan itu terkejut karena perkataan Arsy barusan
"" mampus gua ini perempuan bos gua mana ada pak manager LG dah tamat riwayat"@ batin pelayan itu terkejut
" pak tolong beri peringatan kesemua karyawan sopan santun harap dijaga dan cara berpakaian jg "@ ujar Arsy dingin dan tegas
Azka pun terkejut mendengar suara sang istri yg dingin
mereka pun mengangguk dan pamit pergi dengan muka manager yg muram serta pelayan sudah gemetaran
" istri ms ternyata bisa jeleous jg "@ ujar Azka menjawil hidung Arsy
" emng kenapa seneng digoda kayak tadi hemm"@ ujar Arsy menatap tajam sang suami
Azka pun gelagapan karena perkataan sang istri
" gak sayang gak gitu ms seneng kalo liat sayang jeleous gitu "@ ujar Azka mencium tangan Arsy dengan lembut Arsy pun hanya mengangguk diam
"urusan tambah berabe ini kalo gini "@batin Azka ketika tangan yg digenggamnya dilepas dan sibuk dengan map yg di berikan oleh manajer tadi
Dy pun berdiri dan berjongkok disamping Arsy
"sayang maaf"@ ujar Azka lirih menunduk
" maaf kenapa ms gak ada salah kok"@ ujar Arsy menyeringit dan menghadap ke azka tak lama pelayan datang dan terkejut melihat Azka berjongkok dihadapan Arsy
"mas salah maaf udah buat sayang jengkel dan jeleous mas mintak maaf sayang gak ada perempuan lain selain km "@ ujar azka lirih
mereka pun yg mendengar ucapan Azka terkaku
" soswet bngt sih pak bos ini beruntung nona mendapatkan nya"@ ujar batin pelayan itu
" aku ingin seperti nona dijadikan ratu "@ ujar batin yg lain
"udah als maafin kok mas mas jg gx salah kok udah yuk bangun tuh diliatin sama mereka"@ ujar Arsy tersenyum lembut dan menggenggam tangan suaminya agar berdiri Azka pun menuruti nya dan kembali ke tempat duduknya
pelayan pun menyajikan makanan mereka setelah itu mereka makan dalam diam setelah makan
__ADS_1
" udah selesai "@ ujar Azka ketika melihat sang istrinya menutup map yg baru saja ia baca
"udah mas"@ujar Arsy
"ya udah yuk kita jalan "@ ujar Azka dan diangguki oleh Arsy
"emang kita mau kemana ms"@ ujar Arsy penasaran berjalan bergandengan dengan suami kearah mobil
" rahasia sayang "@ ujar Azka membuka pintu mobil untuk sang istri tangan sebelah nya untuk menghalangi kepala sang istri agar tak terbentur setelah itu memasang kan sabuk pengaman setelah itu Dy berjalan kearah pintu namun saat ia ingin membuka pintu ada yg menghadang nya
" kak Azka "@ujar seorang gadis
sedangkan Azka yg dihadang kalang kabut takut sang istri marah kembali Dy pun menoleh kearah bodyguard yg sudah disiapkan bodyguard yg mengerti dengan tatapan Azka pun langsung berlari menghampiri Azka dan mengamankan wanita itu Azka pun langsung masuk ke dalam mobil yg ia lihat sang istri memejamkan mata
"sayang maaf ms tak mengenal Dy "@ ujar Azka lirih menghadap Arsy Dy tau Arsy pura pura tidur
" kita pulang saja kepala ku sakit ms"@ ujar Arsy yg masih memejamkan matanya
Azka pun mengangguk dan menjalankan mobilnya
sesampainya Dy mansion Azka yg ingin membuka pintu mobil Arsy diurungkan karena Arsy sudah keluar
" fiks ngambek ini kenapa jg sih Azka loe Sampek lupa pakek masker"@ ujar azka kesal
Arsy sudah berjalan masuk kemansion Dy menghampiri keluargany
"assalamualaikum "@ ujar Azka yg baru saja ikut bergabung Dy melihat sang istri yg menggendong sang putra berjalan kearah kamar
" ada apa dengan bie ka"@ ujar sang papa Regan tajam karena ia tau ada yg tak beres dengan mereka berdua
" als marah pa 2kali Azka membuat nya jengkel karena ada perempuan yg menggoda ku "@ujar Azka menunduk
" double kill ka hahaha alamat alamat hari ini kau akan didiamkan olehnya"@ ujar darel mengejek Azka dan membuat Azka mengacak rambutnya prustasi
" terus di mobil tadi kenapa ka elen sampai ikutan emosi sebenarnya apa yg terjadi "@ ujar zakiya
" Dy rindu dengan orang tuanya "@ ujar Azka mereka yg mendengar hanya menghela nafas
" terus bagaimana kelanjutan nya kau sekarang tanggung jawab putriku ada di kau nak"@ ujar baba ya Dy tak mau mengambil keputusan secara sepihak bagaimana pun Azka adalah suami nya dan ia yg berhak untuknya
" akan ku urus semuanya sekarang yg lebih utama kesehatan Als dulu"@ ujar Azka mereka yg mendengar pun mengangguk setelah itu ia pergi ke kamar untuk membujuk sang istri
" sayang"@ ujar Azka mencari sang istri dikamar namun kosong ia pun berjalan kearah kamar sang putra nya
" ternyata disini too bidadari sama jagoan baba"@ ujar Azka tersenyum menatap mereka Azzam yg melihat ada ayahnya pun langsung tertawa
" umma kok gx senyum ya bang padahal senyum itu ibadah loh"@ ujar Azka menjawil pipi sang istri
"sayang ms minta maaf maaf maaf"@ lirih Azka memeluk sang istri dari belakang membuat tubuh Arsy menegang
" ya "@ ujar arsy singkat
" sayang maafin mas maaf "@ ujar Azka LG suaranya tercekat
" iya mas als udah maafin kok udah ya masa seorang CEO Eugene Nugraha yg terkenal tegas dingin jadi melow gini malu dong"@ ujar arsy terkekeh
" ya deh iya lain kali gx gitu lagi ya"@ ujar Arsy
" gak sayang lain kali ms gak bakal lupa pakek masker "@ ujar Azka tersenyum mereka pun berbincang" sampai sore
" nak kita mandi dulu yuk udah sore udah waktunya jagoan umma mandi"@ ujar Arsy tersenyum sambil menjawil pipi gembul sang putra
" mandinya bareng baba aja ya nak biar umma yg nyiapin pakaian nya "@ ujar Azka tersenyum
sibayi hanya tertawa menanggapi perkataan ortunya
" ya sudah umma siapin air hangat nya dulu ya "@ ujar Arsy
" tiap umma ditunggu"@ ujar Azka menirukan bahasa bayi
Arsy pun menyiapkan semua keperluan untuk sang putra mandi setelah itu Azka kekamar mandi untuk memandikan azzam
" udah ampir setengah jam kok belum keluar kamar mandi jg ya "@ ujar Arsy penasaran Dy pun berjalan ke arah kamar mandi untuk melihat suaminya memandikan sang putra
"astaghfirullah ba dari tadi belum jg di mandiin anaknya"@ ujar Arsy kaget melihat sang putra blm dimandikan
" hehehe azzam nya bobo umma baba gak tega mau mandiin nya"@ ujar Azka nyengir Arsyla pun hanya menggelengkan kepalanya menjawab perkataan suami Dy pun melangkah ke arah Azka dan mengambil alih gendongan Azzam
" umma anaknya masih tidur loh nnti aja jangan dibangunin kasian"@ ujar Azka
" ini udah sore bentar lagi mau magrib kalo gak cepet dimandiin tambah kasihan anaknya kedinginan"@omel Arsy Dy pun mengusap kepala anaknya dengan air hangat yg ada di bak seketika Azzam bangun
" jagoan umma bangun ya nak udah sore waktunya mandi nnti dilanjutin LG bobo nya ya"@ ujar Arsy tersenyum lembut menatap sang putra
sedangkan Azka tersenyum melihat interaksi istri dan anaknya
" ms gak mandi ini udah sore nunggu apa mandiin anaknya gak jadikan "@ ujar Arsy kesal
Azka pun langsung keluar dari kamar mandi sang putra
"mending turutin dari pada ratu marah kacau urusan nya "@ gumam Azka namun didengar oleh Arsy
" gak usah ngedumel yg disini denger "@ teriak Arsy
Azka yg terkejut dengan teriakan sang istri pun langsung menutup mulutnya dan melangkah cepat ke arah kamarnya namun saat Dy mau membuka pintu penghubung mama masuk dari pintu kamar dan mendengar teriakkan arsy
" putri mama diapakan ka Sampek teriak gitu"@ujar mama eliza
" astaghfirullah ma ngagetin aja loh...
itu si Azka abis diomelin sama als gara" Azka tadinya pengen mandiin Azzam pas mau mandiin nya Azzam ny tidur gx tega dong ma ya udah aku gendong aja Sampek als Dateng ngomel" karena anaknya blm dimandiin udah sore dan terjadilah suara teriakan putri mama itu "@ ujar Azka menjelaskan
" lah km mah aneh lebih kasian LG kalau anak mu mandinya kesorean atau gx mandi ka "@ ujar mama eliza yg ikut kesal dengan putranya
tak lama Arsy keluar dari kamar dan melihat sang suami masih blm jg mandi
__ADS_1
" belum jg mandi mas "@ ujar Arsy menatap tajam ke arah Azka , Azka yg di tatap pun langsung ngaprit ke kamarnya dan mandi
" hahahaha emang gitu suamimu sayang sabar aja ya"@ ujar mama eliza
" ya ma ntah hari ini kenapa dibuat jengkel terus sama ms Azka "@ujar Arsy
mama Eliza pun hanya tersenyum dan mendekati sang menantu untuk membantu menggantikan sang cucu
" Utuk utuk utuk cucu Oma udah ganteng harum lg muach muach muach kita maen ke bawah aja yuk sama opa grandma granni dan yg lain"@ ujar mama eliza meminta izin kepada Arsy, Arsy pun mengangguk sebagai balasan nya
setelah mama Eliza pergi membawa Azzam iya pun masuk kekamar nya melihat sang suami yg baru selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk
Arsy pun dengan gesit membawakan Haider untuk mengiring rambut sang suami
" duduk sini ms biar rambutnya dikeringin dulu sama als jngn di usek usek gitu ntar kepalanya yg sakit"@ ujar Arsy menyuruh sang suaminya mendekati nya Azka pun tersenyum dan menghampirinya duduk menghadap sang istri sambil memeluk
" ms als gx bisa ngiringin klo ms ny malah meluk ala"@ ujar Arsy yg kesusahan karena ulah sang suami
" ms kangen sayang belum meluk loh dari tadi"@ ujar Azka
Arsy pun hanya menghela nafas pasrah dengan tingkah sang suami
sedangkan ditaman belakang mansion
ada seorang gadis duduk melamun menatap kosong kedepan
" kenapa Len"@ ujar Sean yg sedari tadi memperhatikan gadis yg duduk melamun
" tak apa"@ ujar elen memaksakan tersenyum
" jangan memaksakan senyum jika itu palsu cerita lah anggap saja aku temanmu"@ ujar Sean
" teman hidupmu Len"@ batin Sean melanjutkan
" huuuft ku kira dengan Dy dijauhkan dari mereka Dy akan tenang akan lebih nyaman tapi malah sebaliknya "@ ujar elen membuat Sean bingung arah pembicaraan elen ini kemana
" maksudnya apa cerita yg lebih jelas Len"@ ujar Sean penasaran
" kami ini menyayangi bahkan rela melakukan apapun untuknya agar Dy melupakan mereka se "@ ujar elen lirih
" bahkan aku yg selalu ada dimanapun akan stay dengan nya namun hal itu tidak berpengaruh "@ ujar elen mulai terisak
sedangkan Sean yg baru tau arah pembicaraan adalah bie menghela nafas
" Len diposisi bie itu sulit bukan berarti kalian atau kita semua disini tak berpengaruh di hidupnya tapi untuk meninggalkan keluarga kandung dan melupakan itu susah dek sangat sangat susah"@ ujar denisa yg tak sengaja mendengar perkataan elen
" Dy memang kecewa namun bagaimana pun darah Keluarga nya mengalir ditubuhnya kita tak bisa mengelak tentang itu"@ ujar denisa lagi
" jadi wajar jika Dy rindu dengan mereka princess kita hanya bisa menjaganya bukan mengekang nya "@ ujar darren mengusap pucuk kepala adiknya itu
" jika Dy terluka lagi dan kecewa lagi bagaimana bang "@ ujar elen terisak
" ada kita bukan yg selalu ada untuknya dalam keadaan apapun itu ada kamu twinsnya yg akan menjadi baby idiot jika Dy bersedih "@ ujar denisa duduk di sebelah elwn
"ada azka dan kami yg akan menjadi garda terdepan untuk melindungi nya dan Azka sudah memikirkan nya "@ ujar Reyhan ya Dy sudah dijelaskan oleh Azka lewat pesan saat Azka dan Arsy ke resto untuk makan siang tadi
" kita hanya bisa mendoakan yg terbaik untuknya "@ ujar Daren lembut menatap sang adik yg sangat menyayangi adik angkat nya itu
bunyi notifikasi pesan dari hp Sean Reyhan bersamaan
💌 Azka
" tunggu di ruang garden sekarang ada yg ingin disampaikan jangan beri tau siapapun "
mereka berdua pun pamit kesemua orang yg ada ditaman dengan beralasan perkejaan
" mau kemana mereka berdua"@ ujar angkasa yg baru saja sampai dan ingin bergabung
" ada urusan kerjaan katanya mungkin bahas perusahaan "@ ujar Daren
" Oalah"@ ujar angkasanya mengangguk
azka yg selesai mandi dan berpakaian pun pamit kepada istrinya ingin membicarakan soal perusahaan yg ada dijakarta pada Reyhan dan sean,Arsy pun mengiyakan
digarden mereka pun berkumpul
Azka zakiya Sean Reyhan bobo Andreas Gita garra gio Enzi Miko kenapa tak Azka beritahu semua karena ia ingin dirinya yg bertanggung jawab atas istrinya
" kenapa ka tumben ngumpulin kita semua "@ ujar zakiya
" aku ingin kalian tak memberi tahu apapun dan pada siapapun tentang aku yg ingin menemui keluarga dirgantara Walton "@ ujar Azka tenang
" untuk apa kau menemui mereka lagi"@ ujar Gita menatap azka
" untuk berdamai"@ ujar Azka tenang membuat Gita Sean Zakiya menatap Azka dengan tajam sedangkan Reyhan bobo Andreas garra gio dan Enzi mereka hanya duduk dengan tenang ya mereka ber6 sudah tau itu dan mereka lah yg mengawasi keluarga dirgantara Walton selama ini dan memberi informasi tentang keluarga itu bagaimana penyesalannya terhadap Arsy
" apa kau tak ada otak ka"@ ujar Sean kesal
" berdamai katamu apa kau tak salah berfikir"@ ujar Zakiyah tajam
" perbuatan mereka masih dengan jelas diotakku dan dimataku Azka"@ ujar Gita sinis
" mereka sudah menyesali perbuatannya "@ ujar Reyhan
" ckckck menyesali perbuatannya mereka setelah di maafkan ya balik LG manusia tak ada hati seperti itu apa ya tau dan bisa dengan kata menyesal"@ ujar zakiya dengan sinis mereka pun berdebat bahkan zakiya sempat ingin menampar Azka sangking emosinya Dy
" aku bilang tidak ya tidak Eugene Azka kau tau itu bukan, bagaimana menderitanya saudariku karena ulah mereka semua bahkan Dy hampir stress karena keluarga kandungnya sendiri"@ ujar zakiya mencekam kerah baju Azka
" aku tau Kiya aku tau itu tapi jika saja kita seperti ini Alsa akan terus menerus tertekan batinnya tadi saja Dy menangis mengeluarkan semuanya yg dirasa Dy rindu tapi Dy jg takut, takut kecewa dengan dirinya sendiri dan membuat kita semua kecewa dengan keputusan nya"@ ujar Azka lirih
" aku bingung Sangat amat bingung aku harus berbuat apa sekarang apa aku hanya diam saja dan membiarkan semua masalah yg ada didirinya aku ini suaminya bahkan aku sudah berjanji dengan sang pencipta untuk menerima semua kekurangan dan semua yg ada didiri istriku serta membimbing nya"@ ujarnya lg
" aku jg tak ingin Dy kecewa dan terluka tapi jika terus menerus seperti ini aku lebih takut aku takut untuk kehilangan nya aku belum siap aku belum siap melihatnya seperti dulu kau pasti tau kemana arah perkataan unda denisa jika terus menerus seperti ini itu akan mempengaruhi kesehatan dan mental nya aku belum siap hiks hiks hiks "@ Isak Azka membuat semua yg ada dsini menitikkan air mata mereka
" lakukan apa yg menurut mu terbaik untuk adikku ka"@ ujar Axel yg memang sedari tadi menguping mereka semua lewat cctv ya Axel Arkansas baba dan Dady curiga saat tiba" Enzi bobo dan Andres masuk ke garden dengan tergesa-gesa mengikuti zakiya Sean dan reyhan
__ADS_1
mereka pun menengok asal suara itu yg ternyata ada Axel Arkansas Dady dan baba
" baba setuju dengan Abang mu lakukan yg memang terbaik untuk nya baba tak ingin Dy terus-menerus berlarut" terluka menahan semuanya"@ ujar baba tersenyum walaupun jujur Dy tak rela jika putri nya kecewa lagi