Hijabagent

Hijabagent
Part124


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian


Setelah Operasi itu Ibu Melia pun dinyatakan Meninggal Dunia,


----------------


----------------


Hari Ini Nyonya Arsy Akan datang dan mungkin akan tinggal disini " Ujar Salah satu pelayan yang sedang masak didapur


Kau tau dari mana " Tanya pelayan yang lainnya


Semalam Nona Melva Meminta ku Untuk membersihkan kamar yang ada disebelah kamar den Azzam, dan tadi Subuh Nona Melva, dan Tuan Malvin Pergi terburu buru, Aku sempat mendengar perbincangan mereka Jika Nyonya Arsy Akan Tinggal Disini " Ujar Pelayan Tadi


Nyonya Arsy itu Siapa buk " Tanya seorang gadis yang sejak tadi diam mendengar percakapan Dua Pelayan itu


Oh itu jika tidak salah Dia Kakak, dari Tuan Malvin Tuan Hendra tuan Hendry serta nona Melva dan nona Meta " Ujar Pelayan yang pertama


Kakak, " ulang Gadis itu yang tak lain adalah Melia


Apa Dia Orang yang ibu donorkan Ginjalnya " Batin Melia


Iya Non, Saya juga kurang paham sih, karena Selama ini Nyonya Arsy tidak pernah datang Kesini, Kami pun Hanya mengenal namanya saja, Karena Nona Meta dan Melva Sering sekali menyebutkan namanya saja " Ujar Pelayan kedua


Memang selama ini Nyonya Arsy kemana " Tanya Melia penasaran


Kami kurang tahu Non, kami pun tidak berani bertanya tapi saat Nona Melva datang membawa den Azzam kesini dan mengatakan jika dia anak Nyonya Arsy Dan akan tinggal disini untuk sementara kami hanya melihat Foto Nyonya dan den Azzam di nakas tempat tidur nona Melva itu pun di tutupi oleh niqab " Ujar Pelayan pertama


Tak lama terdengar Suara Dari arah ruang tamu


Melia pun keluar namun Saat ia keluar Dari Dapur ia hanya melihat Tubuh Seorang perempuan berhijab Berjalan Menuju Tangga di ikuti Oleh Melva dan meta di belakangnya


Melia, Setelah sarapan kak Arsy Ingin bicara dengan mu " Ujar suara bass yang ia sangat hafal dan menjadi candunya


eh, Aku mas " tanya Melia kaget


ya, kakak ingin bicara dengan mu, Jadi sekarang kita sarapan dulu " Ujar Malvin


Melia hanya mengangguk ia pun kembali ke dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan sarapan


----------------


Di meja Makan,


Melia menatap kearaj atas


Ayo Mel , makan " Ujar Melva


Eh, anu Nyonya Arsy Belum turun Va " Ujar Melia


Tak perlu menunggu Kakak, kakak tidak akan turun sarapan, karena ia sedang berpuasa hari ini " Ujar Meta, Melia pun menengok kearah Meta

__ADS_1


Abiskan lah Sarapan mu setelah itu Temui kakak bersamaku " Ujar Malvin


Membuat Melia mengangguk,


pikiran nya berkecamuk, kenapa Arsy ingin bicara dengan nya, apa dia membuat salah atau ada masalah didirinya


Tak perlu kau takut, kakak tidak akan, memakan mu, dia hanya ingin berbicara santai denganmu " Ujar Malvin yang melihat gerak gerik Melia


Dan kau bisa kah fokusmu ke sarapan dan jaga pandangan mu " Ujar Hendra tersenyum menyeringai menatap Malvin, membuat Malvin langsung salting


Setelah sarapan Malvin dan Melia menuju kamar Arsy


Apa yang akan kakak bicarakan ya kok aku penasaran " Ujar Melva


Jiwa kepomu kumat, lebih baik kau bantu aku, menyiapkan sesuatu " Ujar Hendra


Nyiapin apaan " Ujar Melva


Sudah ayo " Ujar Hendra menarik jilbab milik Melva membuat si empu Berteriak kesal


Sedangkan di kamar


Hahaha, Masya Allah lucu sekali sih putra umma ini uuhhh Gemes deh " Ujar Wanita itu dengan gemas mencium pipi tembam milik putra nya


Assalamualaikum " Ucap salam dari arah pintu kamar


WaAlaikum salam " Balas Wanita itu


namun bayi itu enggan untuk pergi iya pun berceloteh


Nonono mma, " Ujar Bocah umur 2 tahun lebih itu


Oh, baiklah kamu mau disini saja oke, Uncel tinggalkan kami " Ujar Arsy tersenyum dibalik Niqabnya wanita itu Masih membelakangi Dua orang itu


Tapi kak " Ujar Malvin Ingin menolak


Malvin Tinggalkan kami tunggu diluar, saya ingin bicara dengan Melia " Ujar Arsy tak terbantahkan


Baik lah " Ujar Malvin pasrah ia pun mempersilahkan Melia masuk Melia menatap Malvin dalam


Malvin tersenyum seolah tidak akan terjadi apa apa


Malvin pun keluar dan menutup pintu kamar


Kemarilah dan duduk lah disini " Ujar Wanita itu Yang tak lain adalah Arsyla


Melia pun menuruti perkataan Arsy ia pun berjalan mendekati Arsy dengan kepala yang menunduk


Duduklah, " Ujar Arsy menggeser kan Kursi yang ada disampingnya


Melia pun duduk dikursi itu

__ADS_1


Siapa namamu " Ujar Arsy menatap kearah Melia dengan senyuman manis nya di balik niqabnya


Melia Nyonya " Cicit Melia


membuat Arsy terkekeh


Jangan takut seperti itu, aku tak akan memakan mu Melia , " Ujar Arsy mengangkat dagu Melia agar menatap Nya


Tatap saya jika saya sedang Bicara, jangan menunduk, jika kau ingin menunduk tundukan kepalamu ketika bertemu yang bukan Muhrim mu itu lebih bagus " Ujar Arsy


Melia pun menatap Arsy yang hanya terlihat Matanya saja namun begitu mata itu sangat teduh


Azzam, Azzam main disana sebentar ya " Ujar Arsy menunjuk kearah mainan sang anak yang ada di bawah yang sudah di alasi karpet


Bocah itu pun menurut dan Duduk bermain


Arsy menatap Mata Melia ia pun mengambil kedua tangan Melia


Aku berterima kasih sangat berterimakasih kepada alm ibumu serta kamu Melia, Beliau sudah berkorban Untuk mendonorkan ginjal nya untukku, dan aku pun berterima kasih kepada mu telah mengizinkan ibumu untuk mendonorkan ginjal nya untukku " Ujar Arsy dengan air mata yang mengalir di kedua matanya


Melia yang mendengar serta melihat itu pun tersentuh


Aku juga minta maaf, karena aku tak bisa membantu ibumu sembuh dan malah membuat nya pergi dengan mengorbankan ginjalnya untukku " Ujar Arsy terisak dia pun duduk dilantai menangkup kan kedua tangannya ke tangan Melia, membuat Melia terkejut, Malvin yang sejak tadi di depan pintu pun membuka pintu kamar Arsy iya hanya diam melihat sang kakak seperti itu sejujurnya ia tadi takut jika kakaknya akan tersinggung atau bagaimana


Nyonya, nyonya tak perlu seperti ini, ibu pergi pun bukan karena nyonya tapi memang sudah takdir dan kondisi ibu yang Sudah memburuk, lagi pula ibu Ingin disisah hidupnya ia bisa membantu Sesama dan Orang itu adalah nyonya, nyonya tak perlu seperti ini " Ujar Melia ia pun turun dari duduknya


Maafkan saya Melia maaf " Ujar Arsy terisak


Azzam yang melihat umma nya menangis ia pun ikut menangis


Nyonya, sudah nyonya, lihat lah putra Nyonya pun ikut menangis " Ujar Melia Terisak


Malvin pun masuk dan menggendong bayi itu


Kak, sudahlah, Jangan seperti ini, nanti kakak Drob lagi " Ujar Malvin dengan suara tercekat nya


Melia tolong bantu kakak berdiri " Ujar Malvin yang menggendong Azzam


Melia pun menuruti perkataan Malvin ia pun membantu Arsy berdiri


Astaghfirullah " Lirih Arsy beristighfar dengan memejamkan mata nya


Badannya Nyonya Panas Mas " Ujar Melia panik saat memapah Arsy tiba tiba ia tak sengaja menyentuh Tubuhnya Arsy


Malvin langsung mengambil hp disakunya namun ternyata hp nya tidak ada ia pun keluar


Hubungi dokter Wanita sekarang " Teriak Malvin menatap kebawah


Sedangkan Mereka ber 4 yang masih diruangan tengah pun terkejut


Ada apa " Ujar Melva menatap mereka

__ADS_1


Mana ku tau, sudah telpon sekarang dan kita keatas " Ujar meta mereka pun mengangguk langsung bergegas menuju ke atas


__ADS_2