
Satu Bulan Kemudian
Setelah Operasi itu Ibu Melia pun dinyatakan Meninggal Dunia,
----------------
----------------
Hari Ini Nyonya Arsy Akan datang dan mungkin akan tinggal disini " Ujar Salah satu pelayan yang sedang masak didapur
Kau tau dari mana " Tanya pelayan yang lainnya
Semalam Nona Melva Meminta ku Untuk membersihkan kamar yang ada disebelah kamar den Azzam, dan tadi Subuh Nona Melva, dan Tuan Malvin Pergi terburu buru, Aku sempat mendengar perbincangan mereka Jika Nyonya Arsy Akan Tinggal Disini " Ujar Pelayan Tadi
Nyonya Arsy itu Siapa buk " Tanya seorang gadis yang sejak tadi diam mendengar percakapan Dua Pelayan itu
Oh itu jika tidak salah Dia Kakak, dari Tuan Malvin Tuan Hendra tuan Hendry serta nona Melva dan nona Meta " Ujar Pelayan yang pertama
Kakak, " ulang Gadis itu yang tak lain adalah Melia
Apa Dia Orang yang ibu donorkan Ginjalnya " Batin Melia
Iya Non, Saya juga kurang paham sih, karena Selama ini Nyonya Arsy tidak pernah datang Kesini, Kami pun Hanya mengenal namanya saja, Karena Nona Meta dan Melva Sering sekali menyebutkan namanya saja " Ujar Pelayan kedua
Memang selama ini Nyonya Arsy kemana " Tanya Melia penasaran
Kami kurang tahu Non, kami pun tidak berani bertanya tapi saat Nona Melva datang membawa den Azzam kesini dan mengatakan jika dia anak Nyonya Arsy Dan akan tinggal disini untuk sementara kami hanya melihat Foto Nyonya dan den Azzam di nakas tempat tidur nona Melva itu pun di tutupi oleh niqab " Ujar Pelayan pertama
Tak lama terdengar Suara Dari arah ruang tamu
Melia pun keluar namun Saat ia keluar Dari Dapur ia hanya melihat Tubuh Seorang perempuan berhijab Berjalan Menuju Tangga di ikuti Oleh Melva dan meta di belakangnya
Melia, Setelah sarapan kak Arsy Ingin bicara dengan mu " Ujar suara bass yang ia sangat hafal dan menjadi candunya
eh, Aku mas " tanya Melia kaget
ya, kakak ingin bicara dengan mu, Jadi sekarang kita sarapan dulu " Ujar Malvin
Melia hanya mengangguk ia pun kembali ke dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan sarapan
----------------
Di meja Makan,
Melia menatap kearaj atas
Ayo Mel , makan " Ujar Melva
Eh, anu Nyonya Arsy Belum turun Va " Ujar Melia
Tak perlu menunggu Kakak, kakak tidak akan turun sarapan, karena ia sedang berpuasa hari ini " Ujar Meta, Melia pun menengok kearah Meta
__ADS_1
Abiskan lah Sarapan mu setelah itu Temui kakak bersamaku " Ujar Malvin
Membuat Melia mengangguk,
pikiran nya berkecamuk, kenapa Arsy ingin bicara dengan nya, apa dia membuat salah atau ada masalah didirinya
Tak perlu kau takut, kakak tidak akan, memakan mu, dia hanya ingin berbicara santai denganmu " Ujar Malvin yang melihat gerak gerik Melia
Dan kau bisa kah fokusmu ke sarapan dan jaga pandangan mu " Ujar Hendra tersenyum menyeringai menatap Malvin, membuat Malvin langsung salting
Setelah sarapan Malvin dan Melia menuju kamar Arsy
Apa yang akan kakak bicarakan ya kok aku penasaran " Ujar Melva
Jiwa kepomu kumat, lebih baik kau bantu aku, menyiapkan sesuatu " Ujar Hendra
Nyiapin apaan " Ujar Melva
Sudah ayo " Ujar Hendra menarik jilbab milik Melva membuat si empu Berteriak kesal
Sedangkan di kamar
Hahaha, Masya Allah lucu sekali sih putra umma ini uuhhh Gemes deh " Ujar Wanita itu dengan gemas mencium pipi tembam milik putra nya
Assalamualaikum " Ucap salam dari arah pintu kamar
WaAlaikum salam " Balas Wanita itu
namun bayi itu enggan untuk pergi iya pun berceloteh
Nonono mma, " Ujar Bocah umur 2 tahun lebih itu
Oh, baiklah kamu mau disini saja oke, Uncel tinggalkan kami " Ujar Arsy tersenyum dibalik Niqabnya wanita itu Masih membelakangi Dua orang itu
Tapi kak " Ujar Malvin Ingin menolak
Malvin Tinggalkan kami tunggu diluar, saya ingin bicara dengan Melia " Ujar Arsy tak terbantahkan
Baik lah " Ujar Malvin pasrah ia pun mempersilahkan Melia masuk Melia menatap Malvin dalam
Malvin tersenyum seolah tidak akan terjadi apa apa
Malvin pun keluar dan menutup pintu kamar
Kemarilah dan duduk lah disini " Ujar Wanita itu Yang tak lain adalah Arsyla
Melia pun menuruti perkataan Arsy ia pun berjalan mendekati Arsy dengan kepala yang menunduk
Duduklah, " Ujar Arsy menggeser kan Kursi yang ada disampingnya
Melia pun duduk dikursi itu
__ADS_1
Siapa namamu " Ujar Arsy menatap kearah Melia dengan senyuman manis nya di balik niqabnya
Melia Nyonya " Cicit Melia
membuat Arsy terkekeh
Jangan takut seperti itu, aku tak akan memakan mu Melia , " Ujar Arsy mengangkat dagu Melia agar menatap Nya
Tatap saya jika saya sedang Bicara, jangan menunduk, jika kau ingin menunduk tundukan kepalamu ketika bertemu yang bukan Muhrim mu itu lebih bagus " Ujar Arsy
Melia pun menatap Arsy yang hanya terlihat Matanya saja namun begitu mata itu sangat teduh
Azzam, Azzam main disana sebentar ya " Ujar Arsy menunjuk kearah mainan sang anak yang ada di bawah yang sudah di alasi karpet
Bocah itu pun menurut dan Duduk bermain
Arsy menatap Mata Melia ia pun mengambil kedua tangan Melia
Aku berterima kasih sangat berterimakasih kepada alm ibumu serta kamu Melia, Beliau sudah berkorban Untuk mendonorkan ginjal nya untukku, dan aku pun berterima kasih kepada mu telah mengizinkan ibumu untuk mendonorkan ginjal nya untukku " Ujar Arsy dengan air mata yang mengalir di kedua matanya
Melia yang mendengar serta melihat itu pun tersentuh
Aku juga minta maaf, karena aku tak bisa membantu ibumu sembuh dan malah membuat nya pergi dengan mengorbankan ginjalnya untukku " Ujar Arsy terisak dia pun duduk dilantai menangkup kan kedua tangannya ke tangan Melia, membuat Melia terkejut, Malvin yang sejak tadi di depan pintu pun membuka pintu kamar Arsy iya hanya diam melihat sang kakak seperti itu sejujurnya ia tadi takut jika kakaknya akan tersinggung atau bagaimana
Nyonya, nyonya tak perlu seperti ini, ibu pergi pun bukan karena nyonya tapi memang sudah takdir dan kondisi ibu yang Sudah memburuk, lagi pula ibu Ingin disisah hidupnya ia bisa membantu Sesama dan Orang itu adalah nyonya, nyonya tak perlu seperti ini " Ujar Melia ia pun turun dari duduknya
Maafkan saya Melia maaf " Ujar Arsy terisak
Azzam yang melihat umma nya menangis ia pun ikut menangis
Nyonya, sudah nyonya, lihat lah putra Nyonya pun ikut menangis " Ujar Melia Terisak
Malvin pun masuk dan menggendong bayi itu
Kak, sudahlah, Jangan seperti ini, nanti kakak Drob lagi " Ujar Malvin dengan suara tercekat nya
Melia tolong bantu kakak berdiri " Ujar Malvin yang menggendong Azzam
Melia pun menuruti perkataan Malvin ia pun membantu Arsy berdiri
Astaghfirullah " Lirih Arsy beristighfar dengan memejamkan mata nya
Badannya Nyonya Panas Mas " Ujar Melia panik saat memapah Arsy tiba tiba ia tak sengaja menyentuh Tubuhnya Arsy
Malvin langsung mengambil hp disakunya namun ternyata hp nya tidak ada ia pun keluar
Hubungi dokter Wanita sekarang " Teriak Malvin menatap kebawah
Sedangkan Mereka ber 4 yang masih diruangan tengah pun terkejut
Ada apa " Ujar Melva menatap mereka
__ADS_1
Mana ku tau, sudah telpon sekarang dan kita keatas " Ujar meta mereka pun mengangguk langsung bergegas menuju ke atas