Hijabagent

Hijabagent
part138


__ADS_3

Semua orang sibuk untuk menyiapkan acara syukuran atas hamilnya Arsy sedangkan wanita itu sedang berdiri di dinding teras memandang keluar


Kenapa sayang " Ujar Azka dengan memeluk sang istri dari belakang, iya tau jika sang istri sedang memikirkan sesuatu


Mas, apa boleh mereka semua Dateng kemari " Lirih Arsy dengan suara yang sangat pelan namun dapat didengar jelas oleh azka


mereka siapa sayang " Tanya Azka


Keluarga kita " Ujar Arsy pelan namun sekejap iya menggenggam tangan sang suami yang memeluk nya


Apa sayang yakin, apa sayang sudah siap " Ujar Azka pelan


Siap tak siap als harus siap mas, mau berapa lama lagi als seperti ini, memendam semuanya rasanya sesak mas, seperti ada beban " Ujar Arsy


Azka tersenyum iya melepaskan pelukannya dan berjalan menghadap ke depan sang istri


maka dari itu kita harus Ikhlas sayang, dan itu salah satu kuncinya, mas tak pernah melarang keputusan mu saat itu karena kamu butuh waktu, mas juga tak mengungkit apapun karena mas ingin kamu merasakan nya, Keluarga adalah segalanya sayang, sebencinya kita dengan mereka kita tak bisa memungkiri bahwa mereka adalah keluarga kita " Ujar Azka tersenyum lembut


Arsy memeluk sang suami


Bantu als mas, " Ujarnya terisak


Tanpa sayang pinta mas akan melakukan nya sayang, mereka akan segera tiba, " Ujar Azka tersenyum


serius mas " Ujar Arsy menatap sang Suami


iya, Mungkin sekitar 3/4 jam lagi sih karena, ayah sedang berada di Malaysia sedangkan baba dan Daddy sedang perjalanan pulang dari Paris " Ujar Azka


Arsy mengagguk mengerti iya melepaskan pelukannya


Als mau kepasar mau belanja untuk memasak menyambut mereka " Ujar Arsy dengan semangat


loh sayang bukannya kita sudah memesan makanan ya, diresto " Ujar Azka bingung


itu kan untuk acara nanti mas, aku ingin memasak sendiri dan menyambut Keluarga ku " Ujar Arsy


eh, sayang biar bibi aja ya, kamu harus istirahat ingat kata dokter tak boleh kelelahan " Ujar Azka


No, als mau kepasar mau masak sendiri gak mau bibi " Ujar Arsy


sayang " Tegur Azka


Arsy menatap kearah Azka yang menatap membuat matanya berkaca-kaca


Mas kenapa sih, kenapa als gak boleh masak buat mereka, mereka keluarga ku mereka ayah bunda baba Ami Daddy mommy mama papa als " Ujar Arsy dengan isakan


gak gitu sayang, bukan nya gak boleh mas cuman " Ujar Azka terhenti ketika Arsy sudah pergi dari hadapan nya menutup pintu balkon yang dirinya masih berada di luar


Sayang, " panggil Azka mengetuk pintu balkon yang terkunci


sedangkan Arsy ia masuk didalam kamar mandi dan menangis didalam


Tak beberapa lama Azzam masuk ke kamar melihat sang ayahnya yang terkunci di balkon masih dengan mengetuk ngetik pintu kaca, Azzam pun membuka pintu balkon


Baba ngapain di balkon terus pintu di kunci dari dalam


" tanya Azzam bingung


Umma yang ngunciin baba di luar nak, " Ujar Azka

__ADS_1


Umma, pasti baba buat umma jengkel lagi ya, Tanya Azzam


Gak nak, baba hanya tak mengizinkan umma mu kepasar karena kondisi nya yang masih rentan eh malah dia merajuk, " Ujar Azka


huft, terus dimana umma, " helaan nafas Azzam ya dia cukup paham, beberapa hari ini sang umma, sedang sangat mudah merajuk


Dikamar mandi, " Ujar Azka ia pun melangkah ke arah kamar mandi yang ada di balik dinding


Sayang, buka pintunya dulu, mas bukannya gak bolehin sayang menyambut mereka tapi kondisi sayang, pasar licin yang, nanti kalau sayang kenapa-kenapa bagaimana " Ujar Azka namun tak ada sahutan dari dalam malah terdengar isakan


tuh Umma nangis kan, baba mah, udah sih turutin aja, " Ujar Azzam


tapi boy " Ujar Azka ingin protes namun sang anak malah membujuk sang ibunya


Umma mau kepasar ya udah yuk sama Azzam aja sama Uncle Vin uncle Endra dan uncle ndru, biarin baba dirumah aja, baba kan nakal gak asik ya umma, yuk keluar yuk " Ujar Azzam membujuk sang ibu


Azzam, kok malah ngatain baba" ujar Azka protes


Baba, kebanyakan protes sih, udah turutin aja kemauan Umma kenapa, inget kata Mommy elen, apapun yang umma mau harus kita turutin, inget juga Kata Mami Kiki, Umma jangan stres, nanti kenapa-kenapa sama Dede nya, kalau umma nangis terus stres dedenya kenapa-kenapa gimana, " ujar Azzam dengan berbisik kesal dengan sang ayah iya pun mengetuk kembali pintu kamar mandi


Umma , ayo nanti keburu Siang loh, nanti sayuran nya abis " " Ujar Azzam membujuk sang ibu


tak berselang lama pintu terbuka


Azzam diam melihat Mata bengkak sang ibu, sedangkan Azka ia meringis merasakan sakit dibagian dadanya melihat sang istri yang menangis sampai matanya membekak


sayang maafin mas " Ujar lirih Azka namun perkataan Azka di abaikan oleh Arsy


Ayo Dàgē, kita kepasar " Ujar Arsy parau


kalau gak bisa nurutin kemauan anaknya gak papa, gak masalah Saya juga masih mampu " Ujar Arsy dingin dan berlalu pergi dengan menggegam tangan sang anak


dia menelan Selvianya dengan susah payah, selama bersamanya baru kali ini sang istri mengatakan perkataan bernada dingin dengannya


Apa yang kau lakukan Azka " Ujar Azka frustasi dengan menjambak rambutnya kesal


Ting 💌 boy


Ba, mau ikut gak..


Azka yang membaca pesan dari sang anak pun langsung mengambil kunci dan dompetnya dan berlari turun kebawah


saat sudah sampai di bawah,


Ba, ayo " Ujar Azzam


sedangkan Arsy dia sudah berjalan menuju mobil


Azka langsung dengan gesit berlari membuka pintu mobil untuk sang istri tapi Arsy malah membuka pintu bagian belakang,


dan masuk ke dalam mobil, Azka menghela nafasnya panjang ia tau akan sikap sang istri


Jangan cari masalah dengan ibu hamil bang, mending turutin aja, " bisik Malvin


hanya diangguki pasrah oleh Azka


konsekuensi " Batinnya


Ia pun berjalan memutar ke arah samping dan memberikan kunci mobil kepada hendra, sedang Hendru ia membawa mobil pick up untuk membawa sayuran dan belanjaan lainnya karena Arsy tadi mengatakan jika ia ingin membeli kebutuhan dan stok yang pasti itu akan banyak

__ADS_1


Astaghfirullah, aku lupa menarik uang tunai " Batin Azka saat ia melihat dompet nya yang hanya beberapa lembar uang merah


Ia langsung mengirimkan pesan kepada barra agar menarikan uang tunai


💌


Barr tarikin uang tunai 100 juta sekarang , saya kasih waktu 5 menit antarkan ke Parkiran pasar


💌 barra


bos edan


💌


cepat barr tolongin saya, istriku sedang merajuk parah, tolong plisss 🙏


💌


hemmm, ku usahakan karena uang segitu pasti butuh waktu untuk mencairkannya


Azka menghela nafasnya


dra bawa mobilnya pelan pelan saja , ingat kakakmu sedang hamil " Ujar Azka beralibi agar ia bisa memperlambat waktu


Hendra menatap kearah spion yang menatap kearah Azka seolah mengerti dengan kedipan mata Azka ia pun mengangguk


Ya bang, kak kita ke pom dulu ya isi bensin sebentar " Ujar Hendra tersenyum


iya " ujar Arsy singkat matanya menatap kearah jalan


Azka yang mendengar perkataan Hendra tersenyum puas


mereka pun berbelok kearah pom bensin, Hendra keluar dari pengemudi di ikuti Azka Dan Hendri yang berada di mobil belakang mereka


Perasaan mobil ini baru beberapa hari diisi kok di isi lagi emang udah habis ya " tanya hendru, Hendra tak menjawab pertanyaan Hendry namun ia malah bertanya ke Azka


Ada apa bang " tanya Hendra


Abang tak membawa uang cash , barra sedang Abang suruh mencairkan nya namun butuh waktu makanya Abang memperlambat waktu, makasih dra, kamu sudah menolong Abang, kakak mu sedang merajuk parah " Ujar Azka lirih


Hendra menepuk bahu Azka


Abang harus lebih sabar lagi menghadapi kakak apalagi kakak sedang hamil pasti permintaan nya diluar nalar jadi sebisa mungkin kita harus turuti agar moodnya baik dan tak stres " Ujar Hendra


diangguki oleh Azka


sedangkan di dalam mobil


Kakak kenapa dengan abang " Tanya Malvin pelan


abangmu itu ngeselin dia BLA BLA BLA " ujar Arsy menjelaskan kejadian tadi saat dikamar


dengan mata yang berkaca-kaca


Kak, bukannya Abang tidak mau menuruti permintaan kakak, tapi Abang hanya tidak mau kakak kenapa-kenapa, sewajarnya kak Abang seperti itu dia seorang suami, Abang hanya melindungi kakak dan kehamilan kakak, toh selama ini apa Abang pernah melarang kakak melakukan apapun tidak kan, Abang sangat mencintai kakak, apapun itu ia lakukan demi kakak, hanya karena Abang tak mengizinkan kakak, kakak sampai seperti ini, dosa loh kak menzolimi suami " Ujar Malvin mencoba memberikan nasihat ke sang kakak dengan lembut


ia tau kakak nya hanya emosi sesaat saja


iya umma, bukannya umma pernah berkata, turunkan amarahmu karena ketika kamu marah jin atau setan akan senang dan lebih menggodamu " Ujar Azzam tersenyum

__ADS_1


__ADS_2