
Semua orang sibuk untuk menyiapkan acara syukuran atas hamilnya Arsy sedangkan wanita itu sedang berdiri di dinding teras memandang keluar
Kenapa sayang " Ujar Azka dengan memeluk sang istri dari belakang, iya tau jika sang istri sedang memikirkan sesuatu
Mas, apa boleh mereka semua Dateng kemari " Lirih Arsy dengan suara yang sangat pelan namun dapat didengar jelas oleh azka
mereka siapa sayang " Tanya Azka
Keluarga kita " Ujar Arsy pelan namun sekejap iya menggenggam tangan sang suami yang memeluk nya
Apa sayang yakin, apa sayang sudah siap " Ujar Azka pelan
Siap tak siap als harus siap mas, mau berapa lama lagi als seperti ini, memendam semuanya rasanya sesak mas, seperti ada beban " Ujar Arsy
Azka tersenyum iya melepaskan pelukannya dan berjalan menghadap ke depan sang istri
maka dari itu kita harus Ikhlas sayang, dan itu salah satu kuncinya, mas tak pernah melarang keputusan mu saat itu karena kamu butuh waktu, mas juga tak mengungkit apapun karena mas ingin kamu merasakan nya, Keluarga adalah segalanya sayang, sebencinya kita dengan mereka kita tak bisa memungkiri bahwa mereka adalah keluarga kita " Ujar Azka tersenyum lembut
Arsy memeluk sang suami
Bantu als mas, " Ujarnya terisak
Tanpa sayang pinta mas akan melakukan nya sayang, mereka akan segera tiba, " Ujar Azka tersenyum
serius mas " Ujar Arsy menatap sang Suami
iya, Mungkin sekitar 3/4 jam lagi sih karena, ayah sedang berada di Malaysia sedangkan baba dan Daddy sedang perjalanan pulang dari Paris " Ujar Azka
Arsy mengagguk mengerti iya melepaskan pelukannya
Als mau kepasar mau belanja untuk memasak menyambut mereka " Ujar Arsy dengan semangat
loh sayang bukannya kita sudah memesan makanan ya, diresto " Ujar Azka bingung
itu kan untuk acara nanti mas, aku ingin memasak sendiri dan menyambut Keluarga ku " Ujar Arsy
eh, sayang biar bibi aja ya, kamu harus istirahat ingat kata dokter tak boleh kelelahan " Ujar Azka
No, als mau kepasar mau masak sendiri gak mau bibi " Ujar Arsy
sayang " Tegur Azka
Arsy menatap kearah Azka yang menatap membuat matanya berkaca-kaca
Mas kenapa sih, kenapa als gak boleh masak buat mereka, mereka keluarga ku mereka ayah bunda baba Ami Daddy mommy mama papa als " Ujar Arsy dengan isakan
gak gitu sayang, bukan nya gak boleh mas cuman " Ujar Azka terhenti ketika Arsy sudah pergi dari hadapan nya menutup pintu balkon yang dirinya masih berada di luar
Sayang, " panggil Azka mengetuk pintu balkon yang terkunci
sedangkan Arsy ia masuk didalam kamar mandi dan menangis didalam
Tak beberapa lama Azzam masuk ke kamar melihat sang ayahnya yang terkunci di balkon masih dengan mengetuk ngetik pintu kaca, Azzam pun membuka pintu balkon
Baba ngapain di balkon terus pintu di kunci dari dalam
" tanya Azzam bingung
Umma yang ngunciin baba di luar nak, " Ujar Azka
__ADS_1
Umma, pasti baba buat umma jengkel lagi ya, Tanya Azzam
Gak nak, baba hanya tak mengizinkan umma mu kepasar karena kondisi nya yang masih rentan eh malah dia merajuk, " Ujar Azka
huft, terus dimana umma, " helaan nafas Azzam ya dia cukup paham, beberapa hari ini sang umma, sedang sangat mudah merajuk
Dikamar mandi, " Ujar Azka ia pun melangkah ke arah kamar mandi yang ada di balik dinding
Sayang, buka pintunya dulu, mas bukannya gak bolehin sayang menyambut mereka tapi kondisi sayang, pasar licin yang, nanti kalau sayang kenapa-kenapa bagaimana " Ujar Azka namun tak ada sahutan dari dalam malah terdengar isakan
tuh Umma nangis kan, baba mah, udah sih turutin aja, " Ujar Azzam
tapi boy " Ujar Azka ingin protes namun sang anak malah membujuk sang ibunya
Umma mau kepasar ya udah yuk sama Azzam aja sama Uncle Vin uncle Endra dan uncle ndru, biarin baba dirumah aja, baba kan nakal gak asik ya umma, yuk keluar yuk " Ujar Azzam membujuk sang ibu
Azzam, kok malah ngatain baba" ujar Azka protes
Baba, kebanyakan protes sih, udah turutin aja kemauan Umma kenapa, inget kata Mommy elen, apapun yang umma mau harus kita turutin, inget juga Kata Mami Kiki, Umma jangan stres, nanti kenapa-kenapa sama Dede nya, kalau umma nangis terus stres dedenya kenapa-kenapa gimana, " ujar Azzam dengan berbisik kesal dengan sang ayah iya pun mengetuk kembali pintu kamar mandi
Umma , ayo nanti keburu Siang loh, nanti sayuran nya abis " " Ujar Azzam membujuk sang ibu
tak berselang lama pintu terbuka
Azzam diam melihat Mata bengkak sang ibu, sedangkan Azka ia meringis merasakan sakit dibagian dadanya melihat sang istri yang menangis sampai matanya membekak
sayang maafin mas " Ujar lirih Azka namun perkataan Azka di abaikan oleh Arsy
Ayo Dàgē, kita kepasar " Ujar Arsy parau
kalau gak bisa nurutin kemauan anaknya gak papa, gak masalah Saya juga masih mampu " Ujar Arsy dingin dan berlalu pergi dengan menggegam tangan sang anak
dia menelan Selvianya dengan susah payah, selama bersamanya baru kali ini sang istri mengatakan perkataan bernada dingin dengannya
Apa yang kau lakukan Azka " Ujar Azka frustasi dengan menjambak rambutnya kesal
Ting 💌 boy
Ba, mau ikut gak..
Azka yang membaca pesan dari sang anak pun langsung mengambil kunci dan dompetnya dan berlari turun kebawah
saat sudah sampai di bawah,
Ba, ayo " Ujar Azzam
sedangkan Arsy dia sudah berjalan menuju mobil
Azka langsung dengan gesit berlari membuka pintu mobil untuk sang istri tapi Arsy malah membuka pintu bagian belakang,
dan masuk ke dalam mobil, Azka menghela nafasnya panjang ia tau akan sikap sang istri
Jangan cari masalah dengan ibu hamil bang, mending turutin aja, " bisik Malvin
hanya diangguki pasrah oleh Azka
konsekuensi " Batinnya
Ia pun berjalan memutar ke arah samping dan memberikan kunci mobil kepada hendra, sedang Hendru ia membawa mobil pick up untuk membawa sayuran dan belanjaan lainnya karena Arsy tadi mengatakan jika ia ingin membeli kebutuhan dan stok yang pasti itu akan banyak
__ADS_1
Astaghfirullah, aku lupa menarik uang tunai " Batin Azka saat ia melihat dompet nya yang hanya beberapa lembar uang merah
Ia langsung mengirimkan pesan kepada barra agar menarikan uang tunai
💌
Barr tarikin uang tunai 100 juta sekarang , saya kasih waktu 5 menit antarkan ke Parkiran pasar
💌 barra
bos edan
💌
cepat barr tolongin saya, istriku sedang merajuk parah, tolong plisss 🙏
💌
hemmm, ku usahakan karena uang segitu pasti butuh waktu untuk mencairkannya
Azka menghela nafasnya
dra bawa mobilnya pelan pelan saja , ingat kakakmu sedang hamil " Ujar Azka beralibi agar ia bisa memperlambat waktu
Hendra menatap kearah spion yang menatap kearah Azka seolah mengerti dengan kedipan mata Azka ia pun mengangguk
Ya bang, kak kita ke pom dulu ya isi bensin sebentar " Ujar Hendra tersenyum
iya " ujar Arsy singkat matanya menatap kearah jalan
Azka yang mendengar perkataan Hendra tersenyum puas
mereka pun berbelok kearah pom bensin, Hendra keluar dari pengemudi di ikuti Azka Dan Hendri yang berada di mobil belakang mereka
Perasaan mobil ini baru beberapa hari diisi kok di isi lagi emang udah habis ya " tanya hendru, Hendra tak menjawab pertanyaan Hendry namun ia malah bertanya ke Azka
Ada apa bang " tanya Hendra
Abang tak membawa uang cash , barra sedang Abang suruh mencairkan nya namun butuh waktu makanya Abang memperlambat waktu, makasih dra, kamu sudah menolong Abang, kakak mu sedang merajuk parah " Ujar Azka lirih
Hendra menepuk bahu Azka
Abang harus lebih sabar lagi menghadapi kakak apalagi kakak sedang hamil pasti permintaan nya diluar nalar jadi sebisa mungkin kita harus turuti agar moodnya baik dan tak stres " Ujar Hendra
diangguki oleh Azka
sedangkan di dalam mobil
Kakak kenapa dengan abang " Tanya Malvin pelan
abangmu itu ngeselin dia BLA BLA BLA " ujar Arsy menjelaskan kejadian tadi saat dikamar
dengan mata yang berkaca-kaca
Kak, bukannya Abang tidak mau menuruti permintaan kakak, tapi Abang hanya tidak mau kakak kenapa-kenapa, sewajarnya kak Abang seperti itu dia seorang suami, Abang hanya melindungi kakak dan kehamilan kakak, toh selama ini apa Abang pernah melarang kakak melakukan apapun tidak kan, Abang sangat mencintai kakak, apapun itu ia lakukan demi kakak, hanya karena Abang tak mengizinkan kakak, kakak sampai seperti ini, dosa loh kak menzolimi suami " Ujar Malvin mencoba memberikan nasihat ke sang kakak dengan lembut
ia tau kakak nya hanya emosi sesaat saja
iya umma, bukannya umma pernah berkata, turunkan amarahmu karena ketika kamu marah jin atau setan akan senang dan lebih menggodamu " Ujar Azzam tersenyum
__ADS_1