
Di Indonesia
Kak, Apa kakak sudah lebih baik, jika masih sakit sebaiknya kakak dikamar Saja Nanti Eva yang Mengantarkan makanan kekamar Kakak " Ujar Melva Yang melihat Arsy turun dari tangga ia pun langsung menghampiri Nya
Kakak sudah lebih baik, Ah , sayang sekali Puasaku harus pecah " Ujar Arsy Terkekeh keci
Puasa kan tidak Wajib kak, lagi pula kondisi kakak belum Fit benar, Eva sudah mengatakan tadi agar kakak tak usah puasa dulu tapi kakak masih kekeh ingin puasa " Ujar Melva
Kakak Sudah terbiasa puasa Eva, jadi kalau tidak puasa berasa kayak mana gitu " Ujar Arsy sambil berjalan kearah meja makan
iya sih ya udah, tapi untuk saat ini sementara waktu kakak jangan dulu puasa ya, kata dokter kakak harus Menjaga pola makan kakak, Eva tak mau kakak sakit terus kak, Eva takut " Ujar Melva Dengan mata yang berkaca kaca
Apa yang kamu takutkan Eva, takut lah kepada pencipta " Ujar Arsy
Iya kak, tapi Eva takut Eva merasa gagal menjaga amanah alm, kalau kakak seperti ini " Ujar Eva menunduk
Kau dan mereka tak pernah gagal menjaga kakak, Hanya saja Ada saatnya kakak Ini lemah Va, butuh Istirahat karena ujian yang diberikan cukup membuat kakak Merasa tak sanggup maka dari itu, kakak butuh kalian disaat posisi kakak seperti ini " Ujar Arsy memeluk Eva
Eghem, Kalau mau peluk memeluk ajak Eta juga kenapa euy " Ujar Meta yang berada di belakang Melva ikut memeluk mereka
Meta, Aku tidak bisa nafas " Ujar Melva yang terhimpit oleh tubuh Meta
meta melepaskan pelukannya dan tertawa
Wah, wah ada apa ini gerangan kok pada ketawa " Ujar Hendru yang baru saja masuk dari arah depan
Diam kamu marmut kau merusak suasana saja " Ujar Meta menatap tajam kearah Hendru
Heh cicak, kau " Ujar Hendru terpotong oleh perkataan Arsy
Cukup ini di meja makan oke , jangan Berdebat, Mana yang lain, ini makanan sudah disiapkan " Ujar Arsy menengahi Mereka berdua agar tak berdebat
Kasian Melia yang menyiapkan makanannya sendiri, meta Melva , bantu Melia " ujar Arsy
Diangguki oleh Mereka berdua
Eh tidak usah Nyonya, saya Bisa melakukan nya sendiri " Ujar Melia sungkan karena bagi dia Meta dan yang lainseperti majikan nya, dia sudah diberikan tempat tinggal, bahkan di sekolah kan oleh Malvin saja dia Sudah senang makanya ia berfikir ia berkerja Sebagai pelayan untuk membalas jasa
Nyonya " Ujar Arsy menatap Melia begitupun Meta Dan Melva
Sejak kapan kakak jadi Nyonya kak " Ujar Meta bingung
Lah gak tau, " Ujar Arsy bingung
Mel , kau tak salah memanggil Kak Arsy kan " Ujar Melva bingung
tidak Non, " Ujar Melia lagi
Malvin Address Turun kau sekarang " ujar Arsy dengan suara di naikan beberapa oktaf
__ADS_1
namun bisa didengar jelas oleh si pemilik nama
Ia kak, Ada apa " Ujar Malvin terbirit-birit lari kearah dapur
apa kau menyuruh Melia menjadi pelayan disini " Ujar Arsy menatap Malvin tajam
Eh tidak kak, Aku tidak pernah menyuruh dia berkerja, dia sendiri yang mau katanya membalas jasa saja jadi aku tak mempermasalahkan nya " Ujar malvin gelagapan
Kamu disini, bukan pelayan Melia, kamu dsini itu sudah menjadi keluarga kita, dan (kamu menunjuk kearah malvin ) selesai makan Cuci piring Para bibik Libur 3 hari kalian Selama 3 hari bersihkan rumah ini, kakak fikir selama ini kalian berleha leha tidak mau membantu membersihkan rumah sebesar ini mengandalkan Pelayan " Ujar Arsy tajam nan tegas
mereka pun mengangguk pasrah
Tapi kak, perusahaan bagaimana " Ujar Malvin lirih
Bisa dikerjakan dirumah kan, Kakak akan bantuin kamu, Untuk meeting Suruh atur ulang jadwalnya , Ingat Malvin Hendra Hendri , ketika kalian nnti sudah menjadi Suami, bukan berarti tugas kalian hanya mencari uang saja tapi bantu istri kalian dirumah, karena pada dasarnya Kewajiban Istri itu hanya melayani suami bukan berarti Dia harus jadi pembantu mengerti " Ujar Arsy Diangguki oleh mereka bertiga
Ya sudah ayo makan, keburu Makanan nya dingin, dan Azzam bangun nanti " Ujar Arsy
Melia yang sejak tadi hanya diam mendengarkan perkataan Arsy dengan kepala menunduk
Ah, iya Melia jangan panggil Nyonya panggil saja kakak sama dengan mereka mengerti " Ujar Arsy
Diangguki oleh Melia,
mereka pun makan dengan Hidmat
Mas biar Melia saja " Ujar Melia yang tak tega Melihat Malvin ingin membersihkan meja makan serta mencuci piring
Tidak usah Melia, ini hukumanku sebaiknya kau istrahat saja " Ujar Malvin
Tapi Mas " Ujar Melia yang merasa tak enak hati
Sudah mel, Abang dulu juga Sering Bebersih karena kami diajarkan mandiri mungkin bener kata kakak, selama kami sudah bisa cari uang sendiri, kami cukup berleha-leha mengandalkan pegawai tanpa membantu mereka " Ujar Melva yang keluar dari dapur membawa sapu Sedangkan Meta membawa pengepel
Udah kamu istrahat aja selama ini kamu kan yang bantu bibik masak terus bebersih jadi sekarang gantian kami ber 5 Yang bebersih " Ujar meta
Met, lap di taruh dimana ya sama bibik kok di kotak lap gak ada " Tanya Hendra yang keluar dari Dapur
Di cuci den " Ujar Melia
Den, eh, jangan panggil den nanti kakak denger aku yang disemprot " Ujar Hendra
Ah iya maaf bang " Ujar Melia
Hendra mengangguk dan pergi kedapur lagi untuk mengambil Lap yang ada di jemuran belakang dapur
Sedangkan Hendru, ia sibuk membawa selang Ke luar
Mamang gak kira kira kalau beli selang mani panjang ey " Keluh Hendru yang kesusahan membawa selang
__ADS_1
Yang melewati Mereka
Coba Met bantu dulu ini nanti airnya netes netes " Ujar Hendri meminta tolong pada meta, meta pun mengangguk dan menolong Hendru membawa Ujung selang agar air tak menetes di ujungnya
sedangkan di kamar
Jagoan umma udah bangun ya,. " Ujar Arsy mencium Pipi tembam sang anak
Sehat selalu ya pelipur umma, penyemangat umma, " Ujar Arsy lirih
Setelah umma sehat kita akan pergi dan tinggal berdua ya nak, kita mulai hidup yang baru " Ujar Lirih Arsy
Ami baba Mymom Daddy Abang Maafin Bie " Lirih nya menatap keluar jendela
Ma mamam " Celoteh sang bayi dengan tangan yang memegang pipi Arsy
Ya nak, Kamu mau makan ya, bang Zam laper ya, " Ujar Arsy yang mengerti Celotehan sang anak, Azzam yang berumur 2 tahun setengah pun mengangguk
Oke kita makan dulu ayo, Abang turun " Ujar Arsy membantu anaknya untuk turun dari kasur
dan keluar Dari kamar
Wih Anty Ama Uncle rajin ya bang " Ujar Arsy tersenyum melihat adik adik angkat nya membersihkan rumah
Weh ya dong, Azzam udah bangun mau mamam ya " Ujar Melva yang sudah hafal Waktu sang ponakan
Ya Anty, zam Lapal mau Maman " Ujar Azzam dengan suara cedalnya
nah kebetulan, Anty Melia tadi masik Sop ayam Zam mau gak " tanya Malvin yang Berjalan kearah bocah itu dan duduk menyamai tubuh Azzam
Mau ngkel, Zam mau sop ayam " ujar bocah itu dengan Mata yang berbinar-binar
Asiap, Akan di Kerjakan Tuan muda, Tuan muda silahkan duduk di meja makan " Ujar Malvin dengan Mengangkat satu tangan nya Memberi hormat
Azzam tertawa melihat Malvin dan menatap Sang Ibu
Umma, Zam mau makan cendili Ya dengan ngkel Apin " Ujar Azzam meminta izin ke sang ibu
Silahkan " Ujar Arsy melepaskan Genggaman tangannya dan menatap sang putra yang berjalan di gendongan Malvin
Setelah Ini kakak ingin bicara dengan kalian semua " Ujar Arsy
Mereka yang tadi masih bebersih walaupun dengan gurau sekita menatap Arsy
Baik kak " Ujar Hendra hendru melva serta Meta berbarengan
Melia dimana " Tanya Arsy
Dia Sedang didapur kak " Ujar Meta Hanya diangguki oleh Arsy
__ADS_1