
Sedangkan di Negara yang berbeda
Aku tetap akan pergi Ovu " Ujar Seorang perempuan berniqab
Kamu mau pergi kemana Bie, ovu tak kan mengizinkan nya " Ujar seorang pria paruh baya
Aku mohon Ovu, aku ingin hidup damai bersama putraku, " Ujar wanita itu dengan lirih
Tidak dek, kamu tetap tinggal disini " Ujar suara base yang turun dari tangga
Aku akan tetap pergi aku ingin memulai hidup bersama Putraku titik jika tidak Aku akan " Ujar Arsy mengancam hal itu membuat mereka berdua tidak berkutik
Baiklah, Abang akan ikut " Ujar Laki laki tadi mendekati sang adik
No, aku hanya ingin hidup berdua, dengan putra ku " Ujar Arsy
Jangan keras kepala Arsyla siapa yang akan menjaga mu nanti " Ujar Bisma menatap sang adiknya dengan tajam
Aku tak butuh dijaga Aku hanya ingin hidup berdua Dengan putraku tanpa ada orang lain " Ujar Arsyla tajam
Aku tak ingin bergantung dengan siapapun lagi sekarang aku hanya ingin bersama Anakku, cukup semua orang mengecewakan ku jadi sekarang cukup hanya ada putraku dan aku. " Ujar Arsy dingin
Baiklah, biarkan Bis, kita jaga dia dari jauh saja " Ujar ovu pasrah karena ia tak ingin menyakiti Cucunya itu
Tapi Ovu " protes Bisma
Ikuti saja Bisma, " Ujar ovu tegas
huft" Helaan nafas panjang dari Bisma
Terimakasih ovu, Ovu yang selalu mengerti perasaan ku " Ujar Arsy memeluk Kakeknya itu
Permintaan mu adalah kemutlakan bagi ovu sayang mana bisa ovu memaksamu jika kamu akan tertekan, " batin Ovu
...----------------...
...Skip...
...----------------...
Siang hari nya Arsy sudah siap Untuk pergi
5 Orang ini akan menjagamu, " Ujar Bisma
Aku cukup butuh 3 saja bang, 1 laki laki 2 perempuan " Ujar Arsy
__ADS_1
Tidak ada bantahan semuanya sudah ku turuti jadi turuti mau ku " Ujar Bisma menatap adiknya
oke baiklah Abang perhitungan " Ujar Arsy kesal
mereka pun berjalan pergi menuju bandara, karena pesawat mereka sudah siap
Tujuan kita Ke Indonesia dan setelah sampai bagaimana pun caranya hapus akses Kita jangan ada yang mengetahui termasuk Bisma dan ovu " Ujar Arsy tajam
Tapi Nona " Ujar Salah satu dari meraka
Aku tak ingin dibantah meta, Jika kalian keberatan pergi " Ujar Arsyla tajam dan berlalu masuk kedalam kamar pesawat bersama sang putra yang ada digendongan nya
Hidup kita hanya kita berdua nak, Umma dan kamu, umma tak mempercayai siapapun sekarang kecuali diri umma Sendiri dan kamu " Ujar Arsyla menatap buah hatinya
Ia merogoh Tas nya dan menatap Sebuah foto
Kamu sungguh mengecewakan mas " Ujar Arsy menatap foto Seorang laki-laki yang tersenyum bersama seorang perempuan disampingnya
Sedangkan di Keluarga Aditya
Beri pelajaran pada laki laki itu agar dia menyesal " Ujar ovu
Baik ovu " Ujar Bisma yang ada dihadapannya dan pamit pergi
Cih, laki laki brengsek beraninya dia mengkhianati adikku, akan ku kasih lihat bagaimana pertunjukan sesungguhnya nya tentang pengkhianat" Ujar Bisma tajam
Beberapa mobil terpakir di halaman Mansion
Seorang pria yang keluar pertama langsung menghampiri Bisma
Dimana istriku " Ujar laki laki itu yang tak lain Adalah Azka
Untuk apa kau mencarinya, " Ujar Bisma menyeringai
Aku suaminya aku berhak atas dia, " Ujar Azka tajam nan dingin
Kau memang suaminya tapi mungkin esok belum tentu " Ujar Bisma santai
Maksud apa Bisma " ujar suara nada yang berada dibelakang Azka
Seharusnya kau tau apa maksud ku Ajho, Ah apa memang ini semua rencana kalian " Ujar Bisma
Maksud mua apa Bisma " ujar tajam Seorang yang baru saja keluar dari mobil
Cih, pendusta pengkhianat " Ujar Seorang wanita yang keluar dari pintu
__ADS_1
Ku fikir kau memang laki laki yang terbaik untuk kakakku tapi penilaian ku salah, kau sama saja laki laki brengsek yang berkhianat di belakang kakakku " Ujar Desti ya perempuan itu adalah Desti
Berkhianat maksud kalian apa " Ujar Azka bingung
Cih, untung kakakku ngotot pergi jika tidak pasti saat ini dia akan mendengar suara brengsek mu itu " Ujar Desti melemparkan beberapa foto yang ia pegang tadi,
tadinya ia akan bertanya kepada abangnya namun saat ia mendengar suara ribut diluar yang ternyata disana ada Darren Azka Arkansas dll dia sudah bisa menyimpulkan bahwa kakak nya dikhianati
Azka yang di lempar foto itu pun terkejut, bagaimana bisa foto itu ada di mereka,
Kenapa terkejut, ah iya bukankah Anda berjanji pada kakakku jika hanya satu Minggu dan kakakku menunggu anda Sampai berita beredar dirimu yang berbohong atas kecelakaan kakakku masih menunggu tapi ternyata hanya sia sia laki laki yang ia tunggu sedang sibuk dengan yang lain" ujar Desti dengan suara tinggi nya
Ini, ini salah paham, aku tak sama sekali berkhianat dengan Als " Ujar Azka
Cih mengelak jelas jelas disana kau Tersenyum menatap dia " teriak Desty
Tapi memang benar Desti, ini salah paham Azka terpaksa melakukan nya agar wanita bia*ab itu masuk perangkap kami" Ujar Arkansas Mencoba menjelaskan
Kami meminta Azka untuk melakukan hal itu agar dia mengakui semuanya dan mempermudah rencana kami " Ujar Axel sedangkan Darren dia diam sebenarnya ia sudah mempringati mereka tapi mereka masih kekeh saja untuk melakukan rencana jebakan itu
Apa kalian berfikir tentang perasaan bie, Apa kalian mikir kesana, apa rencana kalian bisa membuat adikku baik baik saja melihat suaminya bersama wanita lain ha,." Ujar Bisma murka
Kalian sudah membohongi nya dengan memanipulasi Kecelakaan dan sekarang kalian juga mempermainkan perasaan seolah adikku tak memiliki hati, kalian sama sekali tak menghargai adikku sebagai Istri dari Azka " Ujar Bisma
Membuat mereka semua bungkam
Tring tring bunyi ponsel Bisma berdering
Bisma langsung mengangkat telponnya
Hallo ada apa " Ujar Bisma
.....
Apa bagaimana bisa kalian bisa kehilangan jejak nya, cari dia sampai dapat, lacak keberadaan ke 5 yang ikut bersamanya " Ujar Bisma panik
...
****, aku akan kemarkas sekarang, kalian tak becus bagaimana bisa mengawasi adikku saja sampai tak bisa " ujar Bisma ia langsung berlari melewati mereka yang mendengar percakapan Bisma
Bis, dimana Bie, " Ujar Darren
Aku tidak tau, dia menghilangkan jejaknya beserta 5 Orang yang menjaganya " ujar Bisma dan ia masuk kedalam mobil nya
Als " lirih Azka ia pun masuk kedalam mobil nya mengikuti Bisma
__ADS_1
Sayang maaf, maafkan aku, " ujar lirih Azka air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya
Tidak, Istriku tidak mungkin pergi meninggalkan ku, itu tidak mungkin, " ujarnya menghapus air mata nya dan menancapkan pedal gasnya mengikuti Mobil Bisma yang berada didepan nya