Hijabagent

Hijabagent
part94


__ADS_3

saat mereka sedang berjalan kearah pulang mereka melihat ada segerombolan lelaki memakai baju hitam mengejar wanita yg menggendong bayi tertatih tatih


" kak gi berhenti dulu "@ ujar Arsy


" ada apa sayang "@ ujar Azka


" itu mas lihat kasian wanita itu kita tolong dulu liat lah ms "@ ujar Arsy masih menatap wanita itu


" sayang kondisimu ini lebih penting "@ ujar Azka


" no mas als sudah lebih baik"@ ujar Arsy tak lama terdengar tembakan dan suara teriakan membuat Arsy langsung melepaskan pelukannya dan pergi keluar tak lupa Dy mengambil pistol sang suami yg ada di bawah jok tempat duduknya


" astaghfirullah alsa "@ ujar Azka panik dan ikut keluar


" lah gimana bisanya tu lakinya bisa kecolongan "@ ujar Gita yg melihat mereka berdua


Gita pun menelpon Miko dan yg lain untuk membantu


dor dor dor


" siapa kau haa"@ teriak salah satu dari mereka marah karena Arsy menebak kearah anak buahnya


" jangan berteriak dengan istri saya"@ ujar Azka dingin dan melesatkan tembakan ny kearah lelaki tadi


argghhh


" jngn ikut campur kalian kami tidak punya urusan dengan kalian"@ ujar nya LG sambil meringis


"jadi urusan saya karena ini wilayah saya "@ ujar Arsy dingin dan mematikan


" maa..ksssuuudnyaaa"@ ujar lelaki itu terbata"


" apa kau pikun dimana kau berpijak Sekarang HM"@ ujar Arsy sedangkan Azka hanya pasrah ketika istrinya suda mode seperti ini jika Dy campuri pastinya Dy yg akan kena lebih baik Dy menjaga istrinya saja itu lebih baik


tak lama suara druman motor mendekat dan merekapun turun dan berbaris


" urus mereka dan Miko bantu angkat wanita itu"@ ujar Azka dingin sedangkan Arsy membantu menggendong bayi kecil itu


" nona sepertinya ada yg kabur tim yg lain sedang menyusul nya"@ ujar anggota mereka ya memang saat bie keluar dan menembaki mereka salah satu dari mereka ada yg kabur .


" biarlah biar saya tau siapa dalang mereka "@ ujar Arsy tersenyum dan matanya menatap sang suami yg menatap nya dengan intens


" masuk kedalam queen Aza "@ ujar Azka membuka pintu mobil


" Gita kau duduk dibelakang untuk menjaga wanita itu "@ ujar Azka

__ADS_1


" Enzi pastikan semua ini cepat kau telurusi dan jangan sampai terlewatkan"@ ujar Azka dingin


" kita kerumah saja biar diperiksa oleh orang rumah agar identitas atau orang yg mengejar nya tak mengetahui tentang nya"@ ujar Azka saat sudah masuk kedalam mobil..


" untukmu bisa kah tak bertindak seperti tadi perhatikan kondisimu"@ ujar Azka


" ya king saya tau dan saya paham tapi nyawa mereka jg penting"@ ujar Arsy tegas


setelah itu mereka bungkam


sesampainya mereka dimansion sudah ditunggu oleh zakiya sheyla Bella dan mama eliza


ya Gita sempat menelpon mereka dan menceritakan kejadian itu karena Dy yakin bahwa kedua bosnya takkan bicara untuk saat ini


wanita itu pun dibawa keruangan medis dan ditangani oleh mereka


sedangkan Arsy menuju ke kamar dan menidurkan bayi kecil itu


" kak gi bilang kepada pelayan untuk membelikan baju dan perlengkapan bayi kecil ini "@ ujar Arsy tersenyum lembut menatap sang bayi


" baik nona biar saya saja yg melakukan nya "@ ujar Gita


"jangan kak gi tetap disini bie takut kalau si king kakak menerkam ku"@ ujar Arsy sedikit berbisik namun Azka tetap mendengar nya


" ekhem baik nona "@ ujar Gita dan keluar untuk melakukan perintah Arsy


" jika ingin ribut nnti saja kak gi blm masuk kasian jika kita ribut ada bayi kecil disini"@ ujar Arsy tak ingin menatap sang suami yg ia tau bahwa suaminya pasti marah


tak lama Gita kembali masuk


" kak gi jagain Dy oke bie mau sidang dulu sama king mu ini "@ ujar Arsy dan menarik tangan Azka keluar


" nih kalo mau marah marahlah ala dengerin als tau tindakan Alsa tadi salah apalagi kondisi Alsa yg blm membaik Alsa ngaku Alsa salah ms als mintak maaf"@ ujar Arsy menunduk


Azka yg tak tega pun langsung memeluk sang istri


" maafin ms jg ya bukannya mas mengekang sayang ms cmn takut sayang kenapa-kenapa lg cukup waktu itu jangan sampai terulang kembali "@ ujar Azka lirih mencium pucuk kepala Arsy


" iya suami ku tak kan aku ulangi LG "@ ujar Arsy menatap mata suaminya dengan senyuman tak lama terdengar tangisan bayi


" ms bayi kecil nangis"@ ujar Arsy langsung masuk kedalam dan mengambil alih gendongan dari Gita


" mungkin laper kali sayang "@ ujar Azka dan diangguki oleh Arsy ya mungkin


" sebentar saya buatkan susu dulu sepertinya pelayan yg belanja tadi sudah sampai"@ ujar Gita dan diangguki oleh Arsy

__ADS_1


Gita pun turun kebawah untuk membuat susu


oek oek


" cup cup anak ganteng jangan nangis okey "@ ujar Arsy dan mencium pipi gembul sang bayi


Azka pun mengalunkan selawat sambil mengelus" pucuk kepala sang bayi


tak lama Gita datang dengan membawa beberapa botol dot susu


" ini tuan susuny"@ ujar Gita


Azka pun mengambilnya dan meminum nya sedikit dirasa pas dimulutnya baru Dy masukkan ke bayi tersebut


Gita pun yg melihat keuwuan mereka pamit pergi


tak lama suara ketukan pintu kamar terdengar Azka pun membuka pintu


" assalamualaikum "@ ujar sheyla


" waAlaikum salam bagaimana keadaan wanita itu"@ ujar Azka tersenyum kepada sang kakaknya


" kondisinya kritis Dy ingin bertemu dengan kalian dan anakny"@ ujar sheyla Arsy yg mendengar pun mendekati


" baik lah ayo mas"@ ujar Arsy namun dering telpon Azka berbunyi


" duluan sayang nnti mas nyusul Enzi menelpon ms "@ ujar Azka dan diangguki oleh Arsy setelah itu Arsy pergi sedangkan Azka mengangkat telpon dari Enzi


"assalamualaikum bos saya melapor"@ ujar Enzi


"waAlaikum salam ya apa"@ ujar Azka dingin


" wanita itu bernama Arma Dy seorang yatim piatu suaminya meninggal kannya dan tak mengakui nya bahkan suaminya sendiri yg ingin membunuhnya serta putranya tuan"@ ujar Enzi


" hm ada LG "@ ujar Azka


" ya tuan sebenarnya Arma adalah anggota bayangan nona bie namun ia di keluar dari agent karena Dy berkhianat terhadap nona bie Dy memanipulasi semua data dan membuat nona elen turun tangan dan memecatnya sebenarnya Dy dihasut oleh mantan suaminya agar melakukan pengkhianatan itu "@ ujar Enzi


" siapa mantan suaminya"@ ujar Azka


" Dika "@ ujar Enzi


" hm tutup informasi tentang keberadaan wanita itu dan bayinya jangan sampai makhluk tak berhati itu tau Enzi"@ ujar Azka tegas


" baik tuan "@ ujar Enzi setelah itu tlpn dimatikan

__ADS_1


sedangkan diruangan rawat Arsy terpaku melihat wanita yg dia ditolong nya adalah anggota nya dulu ya saat Dy menolong Arma Dy tak terlalu mengenalnya karena muka yg lebam serta dipenuhi dengan darah


__ADS_2