
Sedangkan di kediaman Arsy
Azzam " lirih Arsy
Nak, ada apa " tanya Eliza,
Arsy tak menjawab pertanyaan sang ibu mertua ia langsung berlari ke arah kamarnya
Bie, jangan berlari nak " Seru Daniel menegur sang putri nya
Ada apa sebenarnya mas " tanya diana
Azzam tidak ada diruangan Azka " Ujar Daniel ia baru saja mendapatkan pesan dari Lukas
apa, terus dimana Azzam bang " Tanya Arfan
Tidak tau, Alex Axel dan yang lain sedang melacaknya " Ujar Doni
Sedangkan Arsy ia masuk ke kamarnya mencari I pad miliknya
Setelah ia menemukan i pad nya ia langsung menyentuk setiap inci layar itu
Bie " panggil Selena
Kamu harus tenang " ujar Zakia
Bagaimana aku bisa tenang jika putra ku hilang " Ujar Arsy lirih
Tak selang lama Arkans datang kekamar
Bie, orang itu " ujar arkans terhenti
Aku tau bang, Dika kan , Aku tak bisa menebaknya apa dia akan melakukannya sama seperti dia melakukan hal itu pada kak Marina tapi saat ini aku tak kan tinggal diam bang jika Dia membahayakan Azzam " Ujar Arsy
Azka sudah menyusul Azzam jadi tenang lah, jangan terlalu banyak fikiran, " ujar Arkansas
kita kesana bang " ujar Arsy berdiri dari duduknya
De, percayakan semuanya pada suami mu pasti Azzam akan baik baik saja " Ujar Arkansas
namun Arsy kekeh ingin menyusul kesana terpaksa mereka pun mengizinkan dengan di dampingi arkans Daniel Doni dan yang lain
sedangkan di dalam mobil Malvin
Aku tebak pasti kakak akan menyusul " Ujar hendru
Tidak akan tidak mungkin kakak tidak menyusul jadi pastikan Sebelum kakak sampai Azzam baik baik saja " Ujar Hendra
__ADS_1
Diangguki oleh Hendru
Sedangkan Malvin dia hanya diam dengan tangan yang sibuk mengotak ngatik laptopnya
Ting 💌 Arsy
Kakak, ingin rekaman suara panggilan terakhir milik Rafli Torres dan Hack cctv milik keluarga mereka
Malvin yang membaca pesan itu langsung Melakukan tugasnya
Kalian keluar saja duluan, aku masih ada yang dikerjakan " Ujar Malvin
Apa itu dari kakak " Tanya hendru diangguki oleh malvin
mereka berdua pun keluar dari mobil dan saat itu juga Beberapa mobil Datang
Bang ," Panggi Hendra
Kita harus selamat kan Azzam sebelum kakak kalian datang, aku tak mau dia ikut dalam bahaya apa lagi dengan kondisi dia sedang hamil " Ujar Azka tegas nan dingin padahal fikiran nya sudah sangat kacau
Mereka pun mengangguk mengerti
Tidak ku beri ampun kau Dika " Desis Enzi menggeram kesal
Mereka pun berpencar untuk masuk ke sebuah bangunan kosong
Andika lepaskan putra ku " Desis Azka tajam
Aku sudah sangat hati hati bahkan jam anak ini sudah ku lepas bagaimana mereka bisa tau " Batin Dika
Baba " Lirih Azzam,
Azka menatap sang putra yang matanya yang menangis, di ujung pelipis nya Memar
Membuat Azka menggeram Marah
Lepaskan Putraku Andika " Ujar Azka dingin dengan tangan yang terkepal kuat dia berusaha menahan emosinya agar tidak mengeluarkan Pistol yang sejak tadi ada di pinggangnya
cih tidak akan pernah, aku akan menuntut balas Kematian Ibu ku yang telah istri mu lakukan " Ujar Sengit Dika
Jika kau ingin menuntut balas atas kematian Ibu mu, maka aku pun berhak menuntut balas akan kematian Kak Maria " Ujar tegas Seseorang yang Baru saja masuk ke gudang itu
Yang tak lain adalah Arsyla
Ibu mu menembaki dirinya sendiri karena kesalahan dia sendiri bukan karena ancaman dari ku, " Ujar Arsyla
dia yang mengkhianati Agentnya namun dia juga yang mengakhiri hidupnya karena konsekuensinya, kau tau kesalahan apa yang ibumu perbuat Nak " Ujar Daniel
__ADS_1
Mengkhianati Ayahmu, dengan Saudaranya dan memanipulasi kejahatan Saudara ayahmu agar ayahmu yang menjadi tersangka " Ujar Doni
Seketika Dika diam dan kesempatan itu Di lakukan oleh Lukas Untuk menyerang Dika dan Azka Mengambil putranya
Baba, papa jahat ba hiks hiks "lirih Azzam di gendongan sang ayah dengan memeluk ayahnya itu dengan kuat
Bang Dik, selama ini Aku tidak pernah menuntut apapun yang pernah kau lakukan, bahkan kau mencelakai Keluarga ku membuat wanita itu pun terbunuh aku tidak menuntut hukuman, karena aku masih memegang amanah dari wanita pertamamu yang telah pergi, dan hari ini kau membuat aku harus mengikar amanah itu, Mas Keluar bawa Azzam " Ujar Arsy menyuruh suaminya keluar
Gak Yang, mas gak akan keluar " Ujar Azka
mas, aku ingin bicara dengan laki laki ini sebentar " Ujar lirih Arsy dengan menatap wajah sang suaminya
Azka pun mengangguk
Bang titip adikmu " Ujar Azka diangguki oleh Arkansas
Setelah Azka keluar, Arsy mengeluarkan Pistol nya dan menembak kan di bahu kiri Dika membuat Dika menjerit
Kau mengincar ku mengincar Keluargaku membuat semua orang terdekatku terluka aku tidak pernah membalas mu Andika Torres tapi kali ini, kau telah melukai putra yang dilahirkan oleh wanita Yang bernama Marina Aku Arsyla salshabiella Az-Zahra tidak bisa memaafkan mu, aku yang merawatnya selama 5 tahun memberikan kasih sayang cinta dan nyawaku kepadanya dengan mudahnya kau dan keluarga mu ingin mencelakai putraku aku tidak akan terima, bang hancurkan sehancur hancurnya mereka, Bawa Delisa dan putranya Karena mereka berdua milik kita " Ujar Arsy dengan air mata yang mengalir deras ia pun berjalan pergi keluar dari gedung
maksud mu putra Marina " Ujar Drika dengan suara lirih menahan sakit dibaginya
ya putra Marina masih hidup, dan kau telah membuat luka terdalam di hatinya Andika Torres , Kakakku membuat namamu baik sangat baik Dimata anakmu tapi kau torehkan luka yang sangat dalam dihatinya " Ujar hendru pelan
Saat Arsy sudah sampai di dalam mobil Azzam yang masih menangis Dengan Azka yang berusaha membujuk putranya itu
Nak " Lirih Arsy mengelus kepala sang putra
Azzam menengok keasal suara itu
Ia pun langsung memeluk Arsy dengan sangat erat
Umma berbohong, umma bilang Papa baik papa tidak jahat tapi papa melukai Azzam umma " Ujar Azzam dengan isakannya
Arsy tak menjawab pertanyaan nya itu dia berusaha mati matian untuk tidak menangis saat ini
Apa ada yang sakit nak, " Tanya Arsy
Kepala Azzam sakit umma, tangan Azzam juga sakit tadi dia menarik Azzam abis itu dia melepaskan Azzam kelantai sampai kepala Azzam sakit umma " Lirih Azzam
Arsy maupun Azka terkejut mendengar itu
Kelewatan " Ujar Lukas ia ingin keluar dari mobil namun di cegah oleh Arsy
kita pulang bang " ujar Arsy
Tapi de Abang ingin menghajarnya " Ujar Lukas
__ADS_1
Kita pulang bang, Azzam dan aku butuh keadaan tenang " Ujar Arsy lirih
Alex menepuk bahu Lukas , agar mengerti kondisi saat ini Lukas pun mengangguk pasrah