Hijabagent

Hijabagent
part145


__ADS_3

Sedangkan di kediaman Arsy


Azzam " lirih Arsy


Nak, ada apa " tanya Eliza,


Arsy tak menjawab pertanyaan sang ibu mertua ia langsung berlari ke arah kamarnya


Bie, jangan berlari nak " Seru Daniel menegur sang putri nya


Ada apa sebenarnya mas " tanya diana


Azzam tidak ada diruangan Azka " Ujar Daniel ia baru saja mendapatkan pesan dari Lukas


apa, terus dimana Azzam bang " Tanya Arfan


Tidak tau, Alex Axel dan yang lain sedang melacaknya " Ujar Doni


Sedangkan Arsy ia masuk ke kamarnya mencari I pad miliknya


Setelah ia menemukan i pad nya ia langsung menyentuk setiap inci layar itu


Bie " panggil Selena


Kamu harus tenang " ujar Zakia


Bagaimana aku bisa tenang jika putra ku hilang " Ujar Arsy lirih


Tak selang lama Arkans datang kekamar


Bie, orang itu " ujar arkans terhenti


Aku tau bang, Dika kan , Aku tak bisa menebaknya apa dia akan melakukannya sama seperti dia melakukan hal itu pada kak Marina tapi saat ini aku tak kan tinggal diam bang jika Dia membahayakan Azzam " Ujar Arsy


Azka sudah menyusul Azzam jadi tenang lah, jangan terlalu banyak fikiran, " ujar Arkansas


kita kesana bang " ujar Arsy berdiri dari duduknya


De, percayakan semuanya pada suami mu pasti Azzam akan baik baik saja " Ujar Arkansas


namun Arsy kekeh ingin menyusul kesana terpaksa mereka pun mengizinkan dengan di dampingi arkans Daniel Doni dan yang lain


sedangkan di dalam mobil Malvin


Aku tebak pasti kakak akan menyusul " Ujar hendru


Tidak akan tidak mungkin kakak tidak menyusul jadi pastikan Sebelum kakak sampai Azzam baik baik saja " Ujar Hendra

__ADS_1


Diangguki oleh Hendru


Sedangkan Malvin dia hanya diam dengan tangan yang sibuk mengotak ngatik laptopnya


Ting 💌 Arsy


Kakak, ingin rekaman suara panggilan terakhir milik Rafli Torres dan Hack cctv milik keluarga mereka


Malvin yang membaca pesan itu langsung Melakukan tugasnya


Kalian keluar saja duluan, aku masih ada yang dikerjakan " Ujar Malvin


Apa itu dari kakak " Tanya hendru diangguki oleh malvin


mereka berdua pun keluar dari mobil dan saat itu juga Beberapa mobil Datang


Bang ," Panggi Hendra


Kita harus selamat kan Azzam sebelum kakak kalian datang, aku tak mau dia ikut dalam bahaya apa lagi dengan kondisi dia sedang hamil " Ujar Azka tegas nan dingin padahal fikiran nya sudah sangat kacau


Mereka pun mengangguk mengerti


Tidak ku beri ampun kau Dika " Desis Enzi menggeram kesal


Mereka pun berpencar untuk masuk ke sebuah bangunan kosong


Andika lepaskan putra ku " Desis Azka tajam


Aku sudah sangat hati hati bahkan jam anak ini sudah ku lepas bagaimana mereka bisa tau " Batin Dika


Baba " Lirih Azzam,


Azka menatap sang putra yang matanya yang menangis, di ujung pelipis nya Memar


Membuat Azka menggeram Marah


Lepaskan Putraku Andika " Ujar Azka dingin dengan tangan yang terkepal kuat dia berusaha menahan emosinya agar tidak mengeluarkan Pistol yang sejak tadi ada di pinggangnya


cih tidak akan pernah, aku akan menuntut balas Kematian Ibu ku yang telah istri mu lakukan " Ujar Sengit Dika


Jika kau ingin menuntut balas atas kematian Ibu mu, maka aku pun berhak menuntut balas akan kematian Kak Maria " Ujar tegas Seseorang yang Baru saja masuk ke gudang itu


Yang tak lain adalah Arsyla


Ibu mu menembaki dirinya sendiri karena kesalahan dia sendiri bukan karena ancaman dari ku, " Ujar Arsyla


dia yang mengkhianati Agentnya namun dia juga yang mengakhiri hidupnya karena konsekuensinya, kau tau kesalahan apa yang ibumu perbuat Nak " Ujar Daniel

__ADS_1


Mengkhianati Ayahmu, dengan Saudaranya dan memanipulasi kejahatan Saudara ayahmu agar ayahmu yang menjadi tersangka " Ujar Doni


Seketika Dika diam dan kesempatan itu Di lakukan oleh Lukas Untuk menyerang Dika dan Azka Mengambil putranya


Baba, papa jahat ba hiks hiks "lirih Azzam di gendongan sang ayah dengan memeluk ayahnya itu dengan kuat


Bang Dik, selama ini Aku tidak pernah menuntut apapun yang pernah kau lakukan, bahkan kau mencelakai Keluarga ku membuat wanita itu pun terbunuh aku tidak menuntut hukuman, karena aku masih memegang amanah dari wanita pertamamu yang telah pergi, dan hari ini kau membuat aku harus mengikar amanah itu, Mas Keluar bawa Azzam " Ujar Arsy menyuruh suaminya keluar


Gak Yang, mas gak akan keluar " Ujar Azka


mas, aku ingin bicara dengan laki laki ini sebentar " Ujar lirih Arsy dengan menatap wajah sang suaminya


Azka pun mengangguk


Bang titip adikmu " Ujar Azka diangguki oleh Arkansas


Setelah Azka keluar, Arsy mengeluarkan Pistol nya dan menembak kan di bahu kiri Dika membuat Dika menjerit


Kau mengincar ku mengincar Keluargaku membuat semua orang terdekatku terluka aku tidak pernah membalas mu Andika Torres tapi kali ini, kau telah melukai putra yang dilahirkan oleh wanita Yang bernama Marina Aku Arsyla salshabiella Az-Zahra tidak bisa memaafkan mu, aku yang merawatnya selama 5 tahun memberikan kasih sayang cinta dan nyawaku kepadanya dengan mudahnya kau dan keluarga mu ingin mencelakai putraku aku tidak akan terima, bang hancurkan sehancur hancurnya mereka, Bawa Delisa dan putranya Karena mereka berdua milik kita " Ujar Arsy dengan air mata yang mengalir deras ia pun berjalan pergi keluar dari gedung


maksud mu putra Marina " Ujar Drika dengan suara lirih menahan sakit dibaginya


ya putra Marina masih hidup, dan kau telah membuat luka terdalam di hatinya Andika Torres , Kakakku membuat namamu baik sangat baik Dimata anakmu tapi kau torehkan luka yang sangat dalam dihatinya " Ujar hendru pelan


Saat Arsy sudah sampai di dalam mobil Azzam yang masih menangis Dengan Azka yang berusaha membujuk putranya itu


Nak " Lirih Arsy mengelus kepala sang putra


Azzam menengok keasal suara itu


Ia pun langsung memeluk Arsy dengan sangat erat


Umma berbohong, umma bilang Papa baik papa tidak jahat tapi papa melukai Azzam umma " Ujar Azzam dengan isakannya


Arsy tak menjawab pertanyaan nya itu dia berusaha mati matian untuk tidak menangis saat ini


Apa ada yang sakit nak, " Tanya Arsy


Kepala Azzam sakit umma, tangan Azzam juga sakit tadi dia menarik Azzam abis itu dia melepaskan Azzam kelantai sampai kepala Azzam sakit umma " Lirih Azzam


Arsy maupun Azka terkejut mendengar itu


Kelewatan " Ujar Lukas ia ingin keluar dari mobil namun di cegah oleh Arsy


kita pulang bang " ujar Arsy


Tapi de Abang ingin menghajarnya " Ujar Lukas

__ADS_1


Kita pulang bang, Azzam dan aku butuh keadaan tenang " Ujar Arsy lirih


Alex menepuk bahu Lukas , agar mengerti kondisi saat ini Lukas pun mengangguk pasrah


__ADS_2