
Azka keluar dengan tertatih
Bobo, pas sekali kau disini Hubungi seluruh keluarga termasuk Keluarga dirgantara , Enzi kau siapkan pernikahan Gita dan garra akan membantu mu, Dan kau Andreas hubungi barra suruh dia datang kan Dokter Xxxx kemari dan suruh dia mempersiapkan alat oprasi yang dibutuhkan untuk ku " Ujar Azka lantang namun senyuman manis itu nampak diwajahnya
Aku sudah menghubungi seluruh keluarga tuan, mungkin Nanti malam mereka akan sampai dijakarta " Ujar Bobo diangguki oleh Azka
memang siapa yang akan menikah tuan " Ujar Melva bingung
saya dengan kakak kamu mau siapa lagi " Ujar Azka namun membuat beberapa orang yang baru saja masuk berteriak
Apa apa.an Kau Eugene Azka El Ammar Nugraha alrich, Kau dengan adikku belum sah bercerai " Teriak seorang wanita yang berjalan kearah mereka
Sayang ini anaknya Sampek kaget loh " Ujar Seorang pria yang menggendong anak laki laki
Wanita itu tidak menggubris sang suami dia menatap tajam Ke Azka
Kau ingin menikah lagi, Akan ku penggal kepalamu tak perduli dosa atau masuk penjara " Ujar Wanita itu Mengeluarkan pisau yang ada di dalam tasnya
Eh, Nyonya Elen tunggu " Ujar bobo menahan Tangan Wanita itu yang tak lain adalah Selena
Lepaskan tanganku Bobo, Aku akan memenggal kepala laki laki ini, berani nya dia mau menikah lagi dengan wanita lain ketika adikku baru saja ditemukan, belum cukup dia membuat nya terluka " Ujar Selena Memberontak terhadap Bobo
Nyonya, tuan Azka akan menikah Dengan Nyonya bie bukan dengan wanita lain " Ujar Bobo mencoba menjelaskan dengan tangan yang menahan pisau Selen
Maksud mu " Ujar Selena bingung dan menurunkan Pisau nya
Saya akan menikahinya kembali seperti mana keinginan dulu ingin menikah secara Sadar " Ujar Azka Dingin
Oh begitu baguslah "Ujar Selena Menaruh kembali pisaunya kedalam tas
Sedangkan Sang suami serta 2 orang yang ada dibelakang nya sedari diam pun menghela nafasnya
Kapan akan dilakukan " Ujar Wanita yang berada di belakang Suami Selena yang tak lain Sean
Secepatnya maka dari itu kau urus semuanya bersama Enzi " Ujar Azka
Baik akan kami atur " Ujar Wanita itu
Dimana Dia " Tanya Selena
Dikamar, Ah aku meninggalkan nya lama ya sudah atur saja oleh kalian " Ujar Azka ia pun berjalan kekamar dengan tertatih Selena mengikuti Azka
Kurasa Kaki mu harus dioperasi Ka, biar tidak Seperti ini " Ujar Selena
Tumben yang kamu peduli dengan Azka " celetuk Sean sang suami
Selena memutar bola matanya malas
Bagaimana pun dia Suami adikku tak perlu kau jeleous seperti itu " Ujar Selena
Aku tak jeleous tapi selama ini bukankah kau tak perduli bahkan tak menyukainya " Ujar Sean
Karena kesalahannya Dy membuat adikku pergi, sekarang adikku kembali jadi setidaknya dia harus pulih agar tak menjadi beban adikku, yang seharusnya dia yang merawat adikku " sarkas Selena
Aku akan melakukan operasi agar Aku bisa berjalan dengan baik, aku tidak akan menjadikan Istriku beban, cukup selama ini dia berdiri menanggung semuanya sendiri " Ujar Azka membuka Pintu kamar
Baguslah " Ujar Selena
Mereka masuk dan nampak Anak laki laki memeluk wanita mereka berdua tertidur saling berpelukan
__ADS_1
Selena maju menghampiri mereka berdua
Matanya berkaca-kaca menatap keduanya
Putra pertama ku sudah besar " Lirih Selena Mengelus pucuk kepala Azzam
Ekh " Eluhan Anak kecil itu mengerjapkan matanya
Baba " Ujar serak suara anak itu
Iya nak, " Ujar Azka duduk di tepi ranjang
Siapa mereka " Ujar Azzam menatap kedua pasangan dengan sang laki laki yang menggendong anak
Dia Mommy Elen dan Daddy Sean, Mommy elen Kakak Umma Sedangkan Daddy Sean Sepupu Baba " Ujar Azka menjelaskan Azzam mengagguk mengerti
Umma tidur setelah minum obat Ba, aku memberikan umma obat karena umma tadi mengeluh kepalanya pusing " Ujar Azzam
Umma kepalanya pusing nak " Ujar Azka Panik
Azzam mengangguk ia menatap sang ayah yang raut wajahnya panik
Umma memang Sering pusing jika setelah menangis Ba, Makanya aku tidak mau umma menangis dan menyiksa dirinya Sendiri " Ujar Azzam lirih
Maafkan Baba ya nak , " Ujar Azka menarik sang anak agar masuk ke pelukan nya
Azzam pun mengangguk
Setelah pendramaan antara anak dan ayah mereka bertiga pun tidur cukup lama
Diruang tamu mereka sedang berbincang
Eh iya , Gr, anak kau kau tinggal dimana " Tanya Enzi
Merepotkan istriku kalian " Ujar Enzi
Tidak ada pengasuh nya jadi Istrimu tidak akan Mengurusnya kau tenang saja " Ujar Garra
Sedangkan Melva menarik Malvin Hendra ke kamarnya
Apa kalian yakin bang " Ujar Melva yang masih khawatir dengan kakaknya itu
yakin kenapa " Tanya Hendra
Menurut mu Bagaimana, bukan kah penjelasan nya sudah ada bahkan mereka juga sudah memberikan bukti nya jika itu hanya kesalah pahaman " Ujar Malvin
Tapi, " Ujar Melva
Insyaallah semua akan baik baik saja, kakak akan berangsur membaik bukankah Dokter Fani mengatakan jika obatnya adalah akar permasalahannya yang menjadikan mental kakak terpuruk " Ujar Hendra
huh, baik lah , Selagi itu demi kebaikan kakak " Ujar Melva
Di kamar Arsy sudah bangun matanya menatap ke arah 2 laki laki yang yang sangat ia cintai
Bismillah ya Allah, semoga keputusan ku ini terbaik untuk ku dan putra ku " Ujar batin Arsy
Ia mencium kening sang putra dan bangun dari tidurnya menuju kamar mandi
Azka yang meraba raba kasur tempat sang istri merebahkan diri tak ada dia pun bangun dan melihat disekelilingnya tak ada sang istri Seketika dia panik Takut sang istri pergi lagi
__ADS_1
Sayang , sayang " Ujar Azka bangun dari tidur dan berteriak-teriak ia pun berjalan keluar
Sayang, kamu dimana jangan tinggalkan aku" orang yang ada Di ruangan tamu terkejut mendengar Teriakkan Azka
Kenapa tuan " ujar Melva yang keluar dari kamarnya bersama Hendra dan Malvin
Kakak kalian mana, apa kalian menyembunyikan kakak kalian lagi " Ujar Azka dingin wajahnya sudah frustasi
Lah, sedari tadi kakak dikamar bersama anda bagaimana bisa kami menyembunyikan kakak " Ujar Melva bingung
Dia tidak ada dikamar " Ujar Azka panik
kakak tak ada dikamar, sedari tadi dia belum keluar kamar Tuan, " Ujar Malvin
Tidak, lihat Dia tidak ada dikamar, dia pergi, dia meninggalkan ku lagi " Ujar Azka frustasi matanya berkaca-kaca
Tak lama Ada gerakan dibalik Dinding dinding itu bergeser
membuat ketiga Orang itu menghela nafas
Sayang " Ujar Azka ia berjalan tertatih tatih Arsy yang melihat sang suami akan Terjatuh langsung cepat menyanggah tubuh sang suami
Azka langsung memeluk Arsy dengan erat
Jangan tinggalkan aku " Ujar Azka lirih
Aku tadi kekamar mandi mas, karena sedari pagi aku belum mandi " Ujar Arsy terkekeh
Suami kakak membuat orang dirumah ini heboh kak " Ujar Melva cekikikan
Sayang sayang kamu dimana jangan tinggalkan aku " Ledek Melva tertawa
Saya takut jika kakakmu meninggalkan saya lagi " Ujar Azka Mencoba menghilangkan rasa malunya
Makanya jangan dibuat Sakit atau terluka lagi biar tidak ditinggalkan lagi, " Ujar Hendra terkekeh
Tuh dengerin, " Ujar Arsy
Kamu mau ningglin aku lagi yang " Ujar Azka panik
iya, kalau kamu buat aku sakit hati lagi aku tinggalin kamu " Ujar Arsy
Azzam ikut umma " Ujar Sang anak
Tidak, kalian tidak boleh meninggalkan Baba, baba tidak akan membiarkan kalian pergi " Ujar Azka tegas
Diliat saja ntar ya boy " Ujar Arsy melepaskan pelukannya dan mendekati sang anak
Iya Umma, " Ujar Azzam tersenyum
krucuk krucuk " Bunyi suara perut Azzam membuat sang bocah itu menyengir
Kamu lapar, apa kamu tidak sarapan tadi " Tanya Arsy
Bagaimana kami mau sarapan baru juga duduk di kursi makan udah dapet telpon ya zam, kalau umma Pinsan " Ujar Melva
Diangguki oleh Bocah itu
Ya sudah ayo makan, " Ujar Arsy
__ADS_1
Sini baba gendong " Ujar Azka merentangkan tangannya
Tunggu baba sembuh dulu baru gendong dan bermain dengan ku , Ayo umma, " Ujar Azzam memegang Tangan Sang ummanya