Hijabagent

Hijabagent
part131


__ADS_3

Azka keluar dengan tertatih


Bobo, pas sekali kau disini Hubungi seluruh keluarga termasuk Keluarga dirgantara , Enzi kau siapkan pernikahan Gita dan garra akan membantu mu, Dan kau Andreas hubungi barra suruh dia datang kan Dokter Xxxx kemari dan suruh dia mempersiapkan alat oprasi yang dibutuhkan untuk ku " Ujar Azka lantang namun senyuman manis itu nampak diwajahnya


Aku sudah menghubungi seluruh keluarga tuan, mungkin Nanti malam mereka akan sampai dijakarta " Ujar Bobo diangguki oleh Azka


memang siapa yang akan menikah tuan " Ujar Melva bingung


saya dengan kakak kamu mau siapa lagi " Ujar Azka namun membuat beberapa orang yang baru saja masuk berteriak


Apa apa.an Kau Eugene Azka El Ammar Nugraha alrich, Kau dengan adikku belum sah bercerai " Teriak seorang wanita yang berjalan kearah mereka


Sayang ini anaknya Sampek kaget loh " Ujar Seorang pria yang menggendong anak laki laki


Wanita itu tidak menggubris sang suami dia menatap tajam Ke Azka


Kau ingin menikah lagi, Akan ku penggal kepalamu tak perduli dosa atau masuk penjara " Ujar Wanita itu Mengeluarkan pisau yang ada di dalam tasnya


Eh, Nyonya Elen tunggu " Ujar bobo menahan Tangan Wanita itu yang tak lain adalah Selena


Lepaskan tanganku Bobo, Aku akan memenggal kepala laki laki ini, berani nya dia mau menikah lagi dengan wanita lain ketika adikku baru saja ditemukan, belum cukup dia membuat nya terluka " Ujar Selena Memberontak terhadap Bobo


Nyonya, tuan Azka akan menikah Dengan Nyonya bie bukan dengan wanita lain " Ujar Bobo mencoba menjelaskan dengan tangan yang menahan pisau Selen


Maksud mu " Ujar Selena bingung dan menurunkan Pisau nya


Saya akan menikahinya kembali seperti mana keinginan dulu ingin menikah secara Sadar " Ujar Azka Dingin


Oh begitu baguslah "Ujar Selena Menaruh kembali pisaunya kedalam tas


Sedangkan Sang suami serta 2 orang yang ada dibelakang nya sedari diam pun menghela nafasnya


Kapan akan dilakukan " Ujar Wanita yang berada di belakang Suami Selena yang tak lain Sean


Secepatnya maka dari itu kau urus semuanya bersama Enzi " Ujar Azka


Baik akan kami atur " Ujar Wanita itu


Dimana Dia " Tanya Selena


Dikamar, Ah aku meninggalkan nya lama ya sudah atur saja oleh kalian " Ujar Azka ia pun berjalan kekamar dengan tertatih Selena mengikuti Azka


Kurasa Kaki mu harus dioperasi Ka, biar tidak Seperti ini " Ujar Selena


Tumben yang kamu peduli dengan Azka " celetuk Sean sang suami


Selena memutar bola matanya malas


Bagaimana pun dia Suami adikku tak perlu kau jeleous seperti itu " Ujar Selena


Aku tak jeleous tapi selama ini bukankah kau tak perduli bahkan tak menyukainya " Ujar Sean


Karena kesalahannya Dy membuat adikku pergi, sekarang adikku kembali jadi setidaknya dia harus pulih agar tak menjadi beban adikku, yang seharusnya dia yang merawat adikku " sarkas Selena


Aku akan melakukan operasi agar Aku bisa berjalan dengan baik, aku tidak akan menjadikan Istriku beban, cukup selama ini dia berdiri menanggung semuanya sendiri " Ujar Azka membuka Pintu kamar


Baguslah " Ujar Selena


Mereka masuk dan nampak Anak laki laki memeluk wanita mereka berdua tertidur saling berpelukan

__ADS_1


Selena maju menghampiri mereka berdua


Matanya berkaca-kaca menatap keduanya


Putra pertama ku sudah besar " Lirih Selena Mengelus pucuk kepala Azzam


Ekh " Eluhan Anak kecil itu mengerjapkan matanya


Baba " Ujar serak suara anak itu


Iya nak, " Ujar Azka duduk di tepi ranjang


Siapa mereka " Ujar Azzam menatap kedua pasangan dengan sang laki laki yang menggendong anak


Dia Mommy Elen dan Daddy Sean, Mommy elen Kakak Umma Sedangkan Daddy Sean Sepupu Baba " Ujar Azka menjelaskan Azzam mengagguk mengerti


Umma tidur setelah minum obat Ba, aku memberikan umma obat karena umma tadi mengeluh kepalanya pusing " Ujar Azzam


Umma kepalanya pusing nak " Ujar Azka Panik


Azzam mengangguk ia menatap sang ayah yang raut wajahnya panik


Umma memang Sering pusing jika setelah menangis Ba, Makanya aku tidak mau umma menangis dan menyiksa dirinya Sendiri " Ujar Azzam lirih


Maafkan Baba ya nak , " Ujar Azka menarik sang anak agar masuk ke pelukan nya


Azzam pun mengangguk


Setelah pendramaan antara anak dan ayah mereka bertiga pun tidur cukup lama


Diruang tamu mereka sedang berbincang


Eh iya , Gr, anak kau kau tinggal dimana " Tanya Enzi


Merepotkan istriku kalian " Ujar Enzi


Tidak ada pengasuh nya jadi Istrimu tidak akan Mengurusnya kau tenang saja " Ujar Garra


Sedangkan Melva menarik Malvin Hendra ke kamarnya


Apa kalian yakin bang " Ujar Melva yang masih khawatir dengan kakaknya itu


yakin kenapa " Tanya Hendra


Menurut mu Bagaimana, bukan kah penjelasan nya sudah ada bahkan mereka juga sudah memberikan bukti nya jika itu hanya kesalah pahaman " Ujar Malvin


Tapi, " Ujar Melva


Insyaallah semua akan baik baik saja, kakak akan berangsur membaik bukankah Dokter Fani mengatakan jika obatnya adalah akar permasalahannya yang menjadikan mental kakak terpuruk " Ujar Hendra


huh, baik lah , Selagi itu demi kebaikan kakak " Ujar Melva


Di kamar Arsy sudah bangun matanya menatap ke arah 2 laki laki yang yang sangat ia cintai


Bismillah ya Allah, semoga keputusan ku ini terbaik untuk ku dan putra ku " Ujar batin Arsy


Ia mencium kening sang putra dan bangun dari tidurnya menuju kamar mandi


Azka yang meraba raba kasur tempat sang istri merebahkan diri tak ada dia pun bangun dan melihat disekelilingnya tak ada sang istri Seketika dia panik Takut sang istri pergi lagi

__ADS_1


Sayang , sayang " Ujar Azka bangun dari tidur dan berteriak-teriak ia pun berjalan keluar


Sayang, kamu dimana jangan tinggalkan aku" orang yang ada Di ruangan tamu terkejut mendengar Teriakkan Azka


Kenapa tuan " ujar Melva yang keluar dari kamarnya bersama Hendra dan Malvin


Kakak kalian mana, apa kalian menyembunyikan kakak kalian lagi " Ujar Azka dingin wajahnya sudah frustasi


Lah, sedari tadi kakak dikamar bersama anda bagaimana bisa kami menyembunyikan kakak " Ujar Melva bingung


Dia tidak ada dikamar " Ujar Azka panik


kakak tak ada dikamar, sedari tadi dia belum keluar kamar Tuan, " Ujar Malvin


Tidak, lihat Dia tidak ada dikamar, dia pergi, dia meninggalkan ku lagi " Ujar Azka frustasi matanya berkaca-kaca


Tak lama Ada gerakan dibalik Dinding dinding itu bergeser


membuat ketiga Orang itu menghela nafas


Sayang " Ujar Azka ia berjalan tertatih tatih Arsy yang melihat sang suami akan Terjatuh langsung cepat menyanggah tubuh sang suami


Azka langsung memeluk Arsy dengan erat


Jangan tinggalkan aku " Ujar Azka lirih


Aku tadi kekamar mandi mas, karena sedari pagi aku belum mandi " Ujar Arsy terkekeh


Suami kakak membuat orang dirumah ini heboh kak " Ujar Melva cekikikan


Sayang sayang kamu dimana jangan tinggalkan aku " Ledek Melva tertawa


Saya takut jika kakakmu meninggalkan saya lagi " Ujar Azka Mencoba menghilangkan rasa malunya


Makanya jangan dibuat Sakit atau terluka lagi biar tidak ditinggalkan lagi, " Ujar Hendra terkekeh


Tuh dengerin, " Ujar Arsy


Kamu mau ningglin aku lagi yang " Ujar Azka panik


iya, kalau kamu buat aku sakit hati lagi aku tinggalin kamu " Ujar Arsy


Azzam ikut umma " Ujar Sang anak


Tidak, kalian tidak boleh meninggalkan Baba, baba tidak akan membiarkan kalian pergi " Ujar Azka tegas


Diliat saja ntar ya boy " Ujar Arsy melepaskan pelukannya dan mendekati sang anak


Iya Umma, " Ujar Azzam tersenyum


krucuk krucuk " Bunyi suara perut Azzam membuat sang bocah itu menyengir


Kamu lapar, apa kamu tidak sarapan tadi " Tanya Arsy


Bagaimana kami mau sarapan baru juga duduk di kursi makan udah dapet telpon ya zam, kalau umma Pinsan " Ujar Melva


Diangguki oleh Bocah itu


Ya sudah ayo makan, " Ujar Arsy

__ADS_1


Sini baba gendong " Ujar Azka merentangkan tangannya


Tunggu baba sembuh dulu baru gendong dan bermain dengan ku , Ayo umma, " Ujar Azzam memegang Tangan Sang ummanya


__ADS_2