Hijabagent

Hijabagent
part134


__ADS_3

Beberapa bulan lalu


Malvin dan Hendra masuk kedalam kamar kakaknya


Assalamualaikum " Ujar Malvin dan Hendra berbarengan


waAlaikum salam Vin, " Ujar Arsy menatap adik angkat nya


bagaimana keadaan kakak " Ujar Malvin melangkah kearah perempuan yang beberapa tahun ia jaga


Alhamdulillah lebih baik " Ujar Arsy tersenyum dibalik niqabnya


Malvin mengangguk sedikit ragu karena jawaban itu selalu ia dengar dari mulut sang kakak


kak, aku ingin jujur dengan kakak " Ujar Malvin duduk di depan Arsy


tentang apa " Ujar Arsy


tentang tuan Azka " Ujar Malvin


kenapa " Tanya Arsy lagi


apa kakak yakin jika Malvin menceritakan kejujuran itu kakak akan tetap baik baik aja " Ujar Malvin


memang ada apa Malvin katakanlah " Ujar Arsy penasaran


sebenarnya " Ujar Malvin menggantung perkataan nya


sebenarnya apa " Ujar Arsy penasaran


Saat kejadian itu aku ada disana, aku yang ditugaskan oleh tuan besar untuk memantau tuan Azka, dan aku berani bersumpah dengan nyawaku Sendiri kak, jika tuan Azka sama sekali tidak melakukan hal apapun, kejadian itu memang begitu cepat ada orang lain yang memang sudah merencanakan hal itu, agar membuat orang suruhan kakak mendapatkan foto itu , Tuan besar yang mengetahui akan hal itu menyuruh ku untuk membawa pergi kakak sementara, tapi salahku tidak memberikan kebenaran nya dahulu, dan malah membuat kesalahpahaman itu terjadi sampai saat ini


" Ujar Malvin menunduk


kak, aku pun ingin jujur dengan kakak, Sampai sekarang tuan Azka mencari kakak, walapun dengan keadaan tubuhnya yang tidak memungkinkan " Ujar Hendra


maksud kamu apa hend " Ujar Arsy


saat kecelakaan kaki tuan Azka mengalami cidera dan sampai saat itu pun cidera itu belum sembuh lebih tepatnya tuan Azka tidak pernah melakukan chek up untuk penyembuhan, Dan sampai saat ini juga Setiap uang yang kami berikan ke rekening Azzam atau pun kakak itu bukan atas nama kami tapi Tuan Azka, nona Arlen, yang mengirim kannya " Ujar Hendra menunduk


karena semua yang dimiliki tuan Azka sudah diatasnamakan Oleh kakak, " Ujar Hendra


Arsy hanya diam ia tak sama sekali memotong perkataan Hendra


soal surat cerai juga nona Arlen yang menahannya agar kakak dan tuan Azka tidak bercerai " Ujar Malvin


Hubungi nona Arlen katakan aku ingin bertemu dengannya " Ujar Arsy


tak perlu aku sudah disini bie " Ujar Seorang perempuan yang baru saja masuk kekamar itu


.....


ceritakan sejelas jelasnya " Ujar Arsy Dingin


baik, dan setelah itu fikirkan sebaik baiknya " Ujar Arlen


Arlen pun menceritakan semuanya


Jadi sekarang bagaimana " Ujar Arlen

__ADS_1


pergi aku ingin sendiri " Ujar Arsy diangguki oleh Arlen


skipppp


kak, " Ujar MeliA memanggil Arsy


Arsy menatap kearah adik iparnya itu


Apa kakak baik baik saja " Ujar Melia


insyaallah sekarang lebih baik, " Ujar Arsy tersenyum


berbahagialah kak, " Ujar Melva matanya berkaca-kaca


ia memeluk kakak angkat nya itu


Sudah jangan nangis dong, ini aku ikut nangis juga " Ujar meta terisak


mereka pun berpelukan


ah, jadi aku ditinggal sendirian dong " Ujar Melva


ditinggal sendirian maksudmu Ama VA" ujar Hena menatap Melva bingung


ya iya ditinggal sendirian, kalian udah Nemu pasangan halal lah aku belum " Ujar Melva


mereka ber 4 tertawa


lah terus bara kadrabrak kau kemana, suruh lah dia nikahan kamu " Ujar Meta


ye, masa aku yang ngajakin dia seharusnya kan dia " Melva kesal


tak lama pintu terbuka


assalamualaikum " Ujar dua orang wanita


WaAlaikum salam " Ujar Mereka ber 5 menengok Sedetik kemudian Arsy menunduk kan wajahnya


Nak, semuanya sudah siap, acara akan di mulai " Ujar Syifa saat ia menatap putri yang menunduk


baik nyonya kami akan segera turun " Ujar Melia diangguki oleh Kedua wanita itu yang tak lain Adalah Syifa dan Dania


mereka ber 5 pun turun dengan Arsy yang ditengah tengah, Azzam yang melihat sang ibunya turun segera berjalan kearah tangga untuk menyambut sang ibu


saat sudah sampai di bawah Arsy menatap sang putra yang senyum bahagia ia pun menggenggam tangan sang putra menuju kursi ijab


Acara pun segera dimulai dan ijab qobul pun sudah di lancarkan


terdengar kata sah dari semua orang dan rasa syukur yang dipanjatkan


Berbahagialah sayang maafkan baba, nak maaf " ujar Daniel lirih namun Arsy masih menunduk tiba tiba badan nya bergetar hebat


Sayang " Ujar Azka panik ia langsung memeluk sang istri nya namun beberapa detik kemudian Arsy Pingsan


Azka dengan sigap menggendong sang istri dengan tertatih tatih,


Bang biar saya " ujar Malvin


tidak aku bisa dia istriku " Ujar Azka tajam,

__ADS_1


Malvin mengangguk pasrah ia tak mau berdebat dengan laki laki yang ada didepannya


Azka pun membawa Arsy kekamar


Fani, cepat " Ujar Azka khawatir


Fani langsung memeriksa kondisi Syaci


bisa tinggalkan kami berdua " Ujar Fani lirih


mereka pun mengangguk Namun Azka menolak


aku akan tetap disini " Ujar Azka


apa yang terjadi Fani " Ujar Azka dingin. menatap tajam kearah adik angkat nya itu


Abang, kakak depresi , Aku takut jika ini akan berdampak dengan kejiwaan nya, kakak tidak sedang baik baik saja bang " ujar Fani lirih


deg


Azka membeku


saya harus bagaimana Fan " Ujar Azka lirih


untuk saat ini jangan membuat kakak tertekan " Ujar Fani


Sebisa mungkin buat hati fikiran nya tetap baik baik saja bang " Ujar Fani lagi


Azka mengagguk


setelah berbicara dengan Azka Fani pun keluar


Bagaimana fan, keadaan Bie "ujar Daniel wajahnya tampak kusut


Kakak, tidak baik baik saja, mentalnya terguncang, jika dia terus tertekan bisa bisa kejiwaan nya " ujar menghela nafas tak tega melanjutkan perkataannya


mereka semua yg mendengar diam membisu kecuali Malvin dan para saudaranya hanya menghela nafas


astaghfirullah ya Allah Putri ku " Ujar batin para ibu ibu


Maafkan baba nak " Ujar Daniel lirih


sedangkan di kamar Azka menatap intens sang istri dengan perasaannya yang campur aduk


sayang maaf " Ujar lirih Azka


engh " gumam Arsy yang perlahan membuka matanya


Azka tersenyum menatap sang istri dengan mata berkaca-kaca


Mas, mas kenapa " Ujar Arsy Bingung saat membuka matanya melihat sang suami menatap nya berkaca kaca


gak papa sayang mas seneng banget, mas mintak maaf banget sama sayang ya, atas apa yang mas lakuin sama sayang,, " Ujar Azka lirih wajah nya menunduk mencium tangan sang istri dengan isakan


Mas, jangan nangis, Aku yang seharusnya minta maaf disini aku yang salah seharusnya aku dengerin Penjelasan mas dulu baru aku mengambil langkah dan " ujar Arsy terpotong karena Azka mencium bibirnya secara tiba tiba


Kamu gak salah, mas paham gimana kecewanya kamu, sekarang kita mulai semuanya dari awal ya, jangan pernah pergi lagi, teruslah disamping mas, jika mas salah sayang boleh marah boleh ngapain aja asal jangan pernah tinggalin mas ya " Ujar Azka


diangguki oleh Arsy ia bersandar di dada bidang sang suami membuat dirinya lebih nyaman

__ADS_1


__ADS_2