
Beberapa bulan lalu
Malvin dan Hendra masuk kedalam kamar kakaknya
Assalamualaikum " Ujar Malvin dan Hendra berbarengan
waAlaikum salam Vin, " Ujar Arsy menatap adik angkat nya
bagaimana keadaan kakak " Ujar Malvin melangkah kearah perempuan yang beberapa tahun ia jaga
Alhamdulillah lebih baik " Ujar Arsy tersenyum dibalik niqabnya
Malvin mengangguk sedikit ragu karena jawaban itu selalu ia dengar dari mulut sang kakak
kak, aku ingin jujur dengan kakak " Ujar Malvin duduk di depan Arsy
tentang apa " Ujar Arsy
tentang tuan Azka " Ujar Malvin
kenapa " Tanya Arsy lagi
apa kakak yakin jika Malvin menceritakan kejujuran itu kakak akan tetap baik baik aja " Ujar Malvin
memang ada apa Malvin katakanlah " Ujar Arsy penasaran
sebenarnya " Ujar Malvin menggantung perkataan nya
sebenarnya apa " Ujar Arsy penasaran
Saat kejadian itu aku ada disana, aku yang ditugaskan oleh tuan besar untuk memantau tuan Azka, dan aku berani bersumpah dengan nyawaku Sendiri kak, jika tuan Azka sama sekali tidak melakukan hal apapun, kejadian itu memang begitu cepat ada orang lain yang memang sudah merencanakan hal itu, agar membuat orang suruhan kakak mendapatkan foto itu , Tuan besar yang mengetahui akan hal itu menyuruh ku untuk membawa pergi kakak sementara, tapi salahku tidak memberikan kebenaran nya dahulu, dan malah membuat kesalahpahaman itu terjadi sampai saat ini
" Ujar Malvin menunduk
kak, aku pun ingin jujur dengan kakak, Sampai sekarang tuan Azka mencari kakak, walapun dengan keadaan tubuhnya yang tidak memungkinkan " Ujar Hendra
maksud kamu apa hend " Ujar Arsy
saat kecelakaan kaki tuan Azka mengalami cidera dan sampai saat itu pun cidera itu belum sembuh lebih tepatnya tuan Azka tidak pernah melakukan chek up untuk penyembuhan, Dan sampai saat ini juga Setiap uang yang kami berikan ke rekening Azzam atau pun kakak itu bukan atas nama kami tapi Tuan Azka, nona Arlen, yang mengirim kannya " Ujar Hendra menunduk
karena semua yang dimiliki tuan Azka sudah diatasnamakan Oleh kakak, " Ujar Hendra
Arsy hanya diam ia tak sama sekali memotong perkataan Hendra
soal surat cerai juga nona Arlen yang menahannya agar kakak dan tuan Azka tidak bercerai " Ujar Malvin
Hubungi nona Arlen katakan aku ingin bertemu dengannya " Ujar Arsy
tak perlu aku sudah disini bie " Ujar Seorang perempuan yang baru saja masuk kekamar itu
.....
ceritakan sejelas jelasnya " Ujar Arsy Dingin
baik, dan setelah itu fikirkan sebaik baiknya " Ujar Arlen
Arlen pun menceritakan semuanya
Jadi sekarang bagaimana " Ujar Arlen
__ADS_1
pergi aku ingin sendiri " Ujar Arsy diangguki oleh Arlen
skipppp
kak, " Ujar MeliA memanggil Arsy
Arsy menatap kearah adik iparnya itu
Apa kakak baik baik saja " Ujar Melia
insyaallah sekarang lebih baik, " Ujar Arsy tersenyum
berbahagialah kak, " Ujar Melva matanya berkaca-kaca
ia memeluk kakak angkat nya itu
Sudah jangan nangis dong, ini aku ikut nangis juga " Ujar meta terisak
mereka pun berpelukan
ah, jadi aku ditinggal sendirian dong " Ujar Melva
ditinggal sendirian maksudmu Ama VA" ujar Hena menatap Melva bingung
ya iya ditinggal sendirian, kalian udah Nemu pasangan halal lah aku belum " Ujar Melva
mereka ber 4 tertawa
lah terus bara kadrabrak kau kemana, suruh lah dia nikahan kamu " Ujar Meta
ye, masa aku yang ngajakin dia seharusnya kan dia " Melva kesal
tak lama pintu terbuka
assalamualaikum " Ujar dua orang wanita
WaAlaikum salam " Ujar Mereka ber 5 menengok Sedetik kemudian Arsy menunduk kan wajahnya
Nak, semuanya sudah siap, acara akan di mulai " Ujar Syifa saat ia menatap putri yang menunduk
baik nyonya kami akan segera turun " Ujar Melia diangguki oleh Kedua wanita itu yang tak lain Adalah Syifa dan Dania
mereka ber 5 pun turun dengan Arsy yang ditengah tengah, Azzam yang melihat sang ibunya turun segera berjalan kearah tangga untuk menyambut sang ibu
saat sudah sampai di bawah Arsy menatap sang putra yang senyum bahagia ia pun menggenggam tangan sang putra menuju kursi ijab
Acara pun segera dimulai dan ijab qobul pun sudah di lancarkan
terdengar kata sah dari semua orang dan rasa syukur yang dipanjatkan
Berbahagialah sayang maafkan baba, nak maaf " ujar Daniel lirih namun Arsy masih menunduk tiba tiba badan nya bergetar hebat
Sayang " Ujar Azka panik ia langsung memeluk sang istri nya namun beberapa detik kemudian Arsy Pingsan
Azka dengan sigap menggendong sang istri dengan tertatih tatih,
Bang biar saya " ujar Malvin
tidak aku bisa dia istriku " Ujar Azka tajam,
__ADS_1
Malvin mengangguk pasrah ia tak mau berdebat dengan laki laki yang ada didepannya
Azka pun membawa Arsy kekamar
Fani, cepat " Ujar Azka khawatir
Fani langsung memeriksa kondisi Syaci
bisa tinggalkan kami berdua " Ujar Fani lirih
mereka pun mengangguk Namun Azka menolak
aku akan tetap disini " Ujar Azka
apa yang terjadi Fani " Ujar Azka dingin. menatap tajam kearah adik angkat nya itu
Abang, kakak depresi , Aku takut jika ini akan berdampak dengan kejiwaan nya, kakak tidak sedang baik baik saja bang " ujar Fani lirih
deg
Azka membeku
saya harus bagaimana Fan " Ujar Azka lirih
untuk saat ini jangan membuat kakak tertekan " Ujar Fani
Sebisa mungkin buat hati fikiran nya tetap baik baik saja bang " Ujar Fani lagi
Azka mengagguk
setelah berbicara dengan Azka Fani pun keluar
Bagaimana fan, keadaan Bie "ujar Daniel wajahnya tampak kusut
Kakak, tidak baik baik saja, mentalnya terguncang, jika dia terus tertekan bisa bisa kejiwaan nya " ujar menghela nafas tak tega melanjutkan perkataannya
mereka semua yg mendengar diam membisu kecuali Malvin dan para saudaranya hanya menghela nafas
astaghfirullah ya Allah Putri ku " Ujar batin para ibu ibu
Maafkan baba nak " Ujar Daniel lirih
sedangkan di kamar Azka menatap intens sang istri dengan perasaannya yang campur aduk
sayang maaf " Ujar lirih Azka
engh " gumam Arsy yang perlahan membuka matanya
Azka tersenyum menatap sang istri dengan mata berkaca-kaca
Mas, mas kenapa " Ujar Arsy Bingung saat membuka matanya melihat sang suami menatap nya berkaca kaca
gak papa sayang mas seneng banget, mas mintak maaf banget sama sayang ya, atas apa yang mas lakuin sama sayang,, " Ujar Azka lirih wajah nya menunduk mencium tangan sang istri dengan isakan
Mas, jangan nangis, Aku yang seharusnya minta maaf disini aku yang salah seharusnya aku dengerin Penjelasan mas dulu baru aku mengambil langkah dan " ujar Arsy terpotong karena Azka mencium bibirnya secara tiba tiba
Kamu gak salah, mas paham gimana kecewanya kamu, sekarang kita mulai semuanya dari awal ya, jangan pernah pergi lagi, teruslah disamping mas, jika mas salah sayang boleh marah boleh ngapain aja asal jangan pernah tinggalin mas ya " Ujar Azka
diangguki oleh Arsy ia bersandar di dada bidang sang suami membuat dirinya lebih nyaman
__ADS_1