Hijabagent

Hijabagent
Part123


__ADS_3

Malvin langsung melesat ketempat Yang di kirimkan oleh Hendra di susul Melva,


Ya saat Malvin selesai Menelpon Hendra ia pun menelpon adik kembarannya itu untuk menyusul


Sesampainya di tempat


Malvin Dan Anak buahnya berpencar


Malvin dia berjalan kearah Belakang Gudang Dengan 2 orang Anggota sedangkan yang lain Berpencar


Va, Abang ada di belakang kau lewat belakang " Ujar Malvin lewat Earphonenya


Oke, Sebentar lagi aku sampai " Ujar Disebrang earphone


Mereka langsung keatas menuju tempat dimana Wanita itu Di sekap


Berpencar " Bisik Malvin Diangguki oleh 2 anggota nya


Namun Saat di ujung Lorong ia mendengar Suara Teriakan Seorang wanita


Malvin pun langsung berlari Ke ujung Lorong dan mendobrak pintu itu,


Kurang ajar " teriak Malvin Menarik Laki laki yang Ada di Atas Ranjang itu dan membanting nya ke lantai


Siapa kau " tanya Nya Marah


Aku Adalah Manusia yang tugaskan untuk mencabut nyawa mu Bi*.ab " Ujar Malvin emosi ia langsung menghantam laki laki itu dan menghajarnya


Saat itu juga Melva Datang


Astaghfirullah, " Ujar Melva ketika melihat Wanita yang Meringkuk ketakutan di Atas ranjang itu


Melva langsung menghampiri nya Melepaskan Jaket yang ia pakai


Kamu tenang oke, ayo kita keluar dari sini " Ujar Melva Yang membantu Gadis itu berdiri


Hiks hiks, " Isak gadis itu dipelukan Melva


Sttt tenang, Bang, udah mati dia nanti urusan nya tambah Ribet " Ujar Melva sambil Memegang Tangan sang Abang dengan satu tangan masih memeluk gadis itu


Biar ku bunuh dia Va, " Ujar Malvin Emosi


Inget, Kak Biela kita datang kesini tujuan apa " Teriak Melva Membuat wanita yang dipeluk Melva terkejut


eh Sorry, Ayo lah bang ini anak orang ketakutan " Ujar Melva


Malvin pun melepaskan laki laki itu, Dan menatap Wanita itu yang ketakutan tanpa berkata dan berfikir ia langsung Menggendong Gadis itu


Ayo Melva, kita keluar dari sini " Ujar Malvin yang sudah menggendong Gadis itu membuat sang adiknya melongo


eh Ayo, " Ujar Melva


Dia tak salahkan ya, " gumam Melva dibelakang Malvin


...


Sesampainya Di mobil


Obati dia Va, Pastikan dia terlihat baik baik saja dihadapan ibu nya, " Ujar Malvin,

__ADS_1


Ibu, " Ujar Gadis itu


Iya, Ibumu, jadi pastikan dirimu baik baik saja, karena aku sudah berjanji padanya kau akan baik baik saja " Ujar Malvin setelah itu ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Woy, selow bang, kau nyuruh aku buat ngobatin dia tapi kau tak selow bawa mobilnya " Kesal sang adik


Malvin pun menurunkan Kecepatan nya


Pinjamkan Bajumu " Ujar Malvin


Pinggirkan mobilnya, Agar dia berganti baju " Ujar Melva


Malvin pun langsung Memberhentikan mobilnya ke pinggir dan keluar dari Mobil itu


Kau pakai baju ku ini, dan berganti lah aku tunggu di luar " Ujar Melva menyerahkan Baju yang di gantung di dalam mobil nya itu dan segera keluar


Saat dia keluar dia menatap Abangnya dengan pandangan yang sulit diartikan


Bang , kau baik baik saja " Ujar Melva


Aku, baik baik saja, aku hanya khawatir dengan keadaan Ibu nya, aku takut dia Tak bisa bertahan sebelum operasi tiba " Ujar Malvin panik


Tak lama gadis itu selesai mereka berdua segera masuk ke mobil


Dering telepon milik Melva berbunyi


Hello Hend " Ujar Melva


Kalian dimana, Oprasi akan segera dimulai " Ujar disebrang telpon


Sebentar kami sudah di parkiran " Ujar Melva


Ayo, masuk " Ujar Melva Saat mobil sudah terparkir di depan RS


Ia menarik tangan Gadis itu,


Malvin langsung menggendong gadis itu, Dan berlari di koridor


Sepertinya Memang ada yang salah ini " Gumam Melva yang melihat sang Abang ia pun ikut berlari menyusul Malvin


Saat sudah diruang oprasi Hendra hendru serta Meta terkejut melihat Malvin menggendong Wanita


Apa oprasi Sudah mulai " Tanya Malvin dingin


ehem, Belum, Masuk lah, ibu itu sudah menunggu " Ujar Hendra yang langsung sadar dari rasa terkejutnya


Malvin menurunkan Gadis itu dan membantu nya masuk keruangan Oprasi


Va malvin" Panggil Meta saat Melihat Melva yang baru saja tiba


Jangan tanyakan aku juga rada kaget " Ujar Melva yang tau Arah pembicaraan Meta


Sedangkan diruangan Operasi


Ibu... " Isak Gadis itu ketika melihat ibunnya


Ibu, ibu kenapa Bu, bukannya seharusnya ibu sudah sembuh Bu, aku sudah memberikan uang kepada bibi dan paman untuk biaya ibu berobat " Ujar Gadis itu


Paman dan bibi mu tak pernah membawa ibu untuk berobat nak, selama ini Ibu tak mau membebani mu karena ibu takut kamu akan terbebani " Ujar ibu itu

__ADS_1


Ibu,,.. hiks hiks , Aku tidak merasa terbebani yang terpenting ibu sembuh hiks hiks " ujar Gadis itu


Ibu itu menggeleng


Waktu ibu tidak banyak Melia , Kanker ibu pun sudah stadium akhir, mungkin ibu sudah waktunya akan pergi nak " Ujar Sang ibu


Gadis itu menggelengkan kepalanya


Tidak ibu, ibu jangan bicara seperti itu ibu, ibu tidak boleh meninggalkan Melia ibu " Ujar Gadis itu histeris


Melia, ibu sangat menyayangi mu, nak ibu Akan melakukan operasi donor ginjal, " Ujar Ibu tidak


Ibu, tidak ibu jangan donorkan ginjal ibu, Melia Akan mencari duit agar Ibu bisa sembuh " Ujar Gadis itu


Melia liat ibu nak, Apa kamu rel melihat ibu Menderita Kesakitan seperti ini, ibu benar benar sudah lelah sayang, Ibu ingin sekali istrahat, dan sebelum ibu istrahat ibu ingin melakukan kebaikan yaitu mendonorkan Ginjal ibu " Ujar Ibu itu


Nak, tolong Iklaskan ibu pergi sayang ibu benar benar sudah lelah sangat lelah dan tolong izinkan ibu melakukan kebaikan untuk terakhir kalinya sayang ibu mohon pada Melia " Ujar lirih sang ibu dengan menangis


Ibu, nanti Melia sama siapa ibu, hiks hiks " Ujar gadis itu


Nak Malvin , Apa boleh Ibu minta satu lagi permintaan " Ujar Ibu itu menatap Malvin


Silahkan bu, katakan, insyaallah selagi saya bisa Melakukan nya saya akan menuruti permintaan ibu " Ujar Malvin


Ibu itu tersenyum


Tolong jaga putri ibu ini nak, apakah bisa kau menuruti nya " Ujar Ibu itu


Saya akan menjaga putri ibu, sama seperti saya menjaga diri saya dan keluarga saya sendiri " Ujar Malvin mantap


Dan kami juga akan menjaganya seperti saudara kami sendiri " Ujar Melva dan meta secara bersamaan mereka ber4 Masuk keruangan operasi itu


Alhamdulillah kalau seperti itu ibu lega mendengar nya " Ujar ibu itu tersenyum manis


Sayang, kamu dengarkan, kamu tidak sendirian, " Ujar Ibu itu


ibu, " Ujar Melia memeluk sang ibu


Ibu itu tersenyum dan membalas memeluk nya tak berapa lama dokter masuk


Maaf waktu oprasi akan di mulai, Jadi tuan Nona bisa menunggu diluar " Ujar Dokter itu


Mereka pun keluar dari ruangan oprasi itu dan Oprasi itu di mulai


Bang, Melva takut, " lirih Melva menatap kearah pintu ruangan oprasi itu dengan tubuh disenderkan ke dinding dan ia terduduk di lantai


Insyaallah semua akan baik baik saja " Ujar Hendru mengelus pucuk kepala Melva


Malvin mendekati Melia,


Jika sesuatu terjadi pada ibumu Apa kamu bisa ikhlas " Ujar Malvin pelan


Ibu sudah meminta ku untuk ikhlas, walaupun sulit insyaallah aku akan berusaha " Ujar Melia menunduk kan kepalanya terisak


Malvin langsung memeluk Melia dengan erat,


Aku berjanji, akan menjaga melindungi mu, tumpahkan rasa sedihmu rasa sakit mu tumpah kan lah, ada aku ada Keluarga ku dan ada kakakku yang akan menyayangi mu " Ujar Malvin pelan Membuat Melia menangis sejadi jadinya


melva yang melihat Melia menangis pun berdiri dan ikut memeluk gadis itu, seakan memberikan kekuatan untuk gadis itu

__ADS_1


__ADS_2