
Malvin langsung melesat ketempat Yang di kirimkan oleh Hendra di susul Melva,
Ya saat Malvin selesai Menelpon Hendra ia pun menelpon adik kembarannya itu untuk menyusul
Sesampainya di tempat
Malvin Dan Anak buahnya berpencar
Malvin dia berjalan kearah Belakang Gudang Dengan 2 orang Anggota sedangkan yang lain Berpencar
Va, Abang ada di belakang kau lewat belakang " Ujar Malvin lewat Earphonenya
Oke, Sebentar lagi aku sampai " Ujar Disebrang earphone
Mereka langsung keatas menuju tempat dimana Wanita itu Di sekap
Berpencar " Bisik Malvin Diangguki oleh 2 anggota nya
Namun Saat di ujung Lorong ia mendengar Suara Teriakan Seorang wanita
Malvin pun langsung berlari Ke ujung Lorong dan mendobrak pintu itu,
Kurang ajar " teriak Malvin Menarik Laki laki yang Ada di Atas Ranjang itu dan membanting nya ke lantai
Siapa kau " tanya Nya Marah
Aku Adalah Manusia yang tugaskan untuk mencabut nyawa mu Bi*.ab " Ujar Malvin emosi ia langsung menghantam laki laki itu dan menghajarnya
Saat itu juga Melva Datang
Astaghfirullah, " Ujar Melva ketika melihat Wanita yang Meringkuk ketakutan di Atas ranjang itu
Melva langsung menghampiri nya Melepaskan Jaket yang ia pakai
Kamu tenang oke, ayo kita keluar dari sini " Ujar Melva Yang membantu Gadis itu berdiri
Hiks hiks, " Isak gadis itu dipelukan Melva
Sttt tenang, Bang, udah mati dia nanti urusan nya tambah Ribet " Ujar Melva sambil Memegang Tangan sang Abang dengan satu tangan masih memeluk gadis itu
Biar ku bunuh dia Va, " Ujar Malvin Emosi
Inget, Kak Biela kita datang kesini tujuan apa " Teriak Melva Membuat wanita yang dipeluk Melva terkejut
eh Sorry, Ayo lah bang ini anak orang ketakutan " Ujar Melva
Malvin pun melepaskan laki laki itu, Dan menatap Wanita itu yang ketakutan tanpa berkata dan berfikir ia langsung Menggendong Gadis itu
Ayo Melva, kita keluar dari sini " Ujar Malvin yang sudah menggendong Gadis itu membuat sang adiknya melongo
eh Ayo, " Ujar Melva
Dia tak salahkan ya, " gumam Melva dibelakang Malvin
...
Sesampainya Di mobil
Obati dia Va, Pastikan dia terlihat baik baik saja dihadapan ibu nya, " Ujar Malvin,
__ADS_1
Ibu, " Ujar Gadis itu
Iya, Ibumu, jadi pastikan dirimu baik baik saja, karena aku sudah berjanji padanya kau akan baik baik saja " Ujar Malvin setelah itu ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Woy, selow bang, kau nyuruh aku buat ngobatin dia tapi kau tak selow bawa mobilnya " Kesal sang adik
Malvin pun menurunkan Kecepatan nya
Pinjamkan Bajumu " Ujar Malvin
Pinggirkan mobilnya, Agar dia berganti baju " Ujar Melva
Malvin pun langsung Memberhentikan mobilnya ke pinggir dan keluar dari Mobil itu
Kau pakai baju ku ini, dan berganti lah aku tunggu di luar " Ujar Melva menyerahkan Baju yang di gantung di dalam mobil nya itu dan segera keluar
Saat dia keluar dia menatap Abangnya dengan pandangan yang sulit diartikan
Bang , kau baik baik saja " Ujar Melva
Aku, baik baik saja, aku hanya khawatir dengan keadaan Ibu nya, aku takut dia Tak bisa bertahan sebelum operasi tiba " Ujar Malvin panik
Tak lama gadis itu selesai mereka berdua segera masuk ke mobil
Dering telepon milik Melva berbunyi
Hello Hend " Ujar Melva
Kalian dimana, Oprasi akan segera dimulai " Ujar disebrang telpon
Sebentar kami sudah di parkiran " Ujar Melva
Ayo, masuk " Ujar Melva Saat mobil sudah terparkir di depan RS
Ia menarik tangan Gadis itu,
Malvin langsung menggendong gadis itu, Dan berlari di koridor
Sepertinya Memang ada yang salah ini " Gumam Melva yang melihat sang Abang ia pun ikut berlari menyusul Malvin
Saat sudah diruang oprasi Hendra hendru serta Meta terkejut melihat Malvin menggendong Wanita
Apa oprasi Sudah mulai " Tanya Malvin dingin
ehem, Belum, Masuk lah, ibu itu sudah menunggu " Ujar Hendra yang langsung sadar dari rasa terkejutnya
Malvin menurunkan Gadis itu dan membantu nya masuk keruangan Oprasi
Va malvin" Panggil Meta saat Melihat Melva yang baru saja tiba
Jangan tanyakan aku juga rada kaget " Ujar Melva yang tau Arah pembicaraan Meta
Sedangkan diruangan Operasi
Ibu... " Isak Gadis itu ketika melihat ibunnya
Ibu, ibu kenapa Bu, bukannya seharusnya ibu sudah sembuh Bu, aku sudah memberikan uang kepada bibi dan paman untuk biaya ibu berobat " Ujar Gadis itu
Paman dan bibi mu tak pernah membawa ibu untuk berobat nak, selama ini Ibu tak mau membebani mu karena ibu takut kamu akan terbebani " Ujar ibu itu
__ADS_1
Ibu,,.. hiks hiks , Aku tidak merasa terbebani yang terpenting ibu sembuh hiks hiks " ujar Gadis itu
Ibu itu menggeleng
Waktu ibu tidak banyak Melia , Kanker ibu pun sudah stadium akhir, mungkin ibu sudah waktunya akan pergi nak " Ujar Sang ibu
Gadis itu menggelengkan kepalanya
Tidak ibu, ibu jangan bicara seperti itu ibu, ibu tidak boleh meninggalkan Melia ibu " Ujar Gadis itu histeris
Melia, ibu sangat menyayangi mu, nak ibu Akan melakukan operasi donor ginjal, " Ujar Ibu tidak
Ibu, tidak ibu jangan donorkan ginjal ibu, Melia Akan mencari duit agar Ibu bisa sembuh " Ujar Gadis itu
Melia liat ibu nak, Apa kamu rel melihat ibu Menderita Kesakitan seperti ini, ibu benar benar sudah lelah sayang, Ibu ingin sekali istrahat, dan sebelum ibu istrahat ibu ingin melakukan kebaikan yaitu mendonorkan Ginjal ibu " Ujar Ibu itu
Nak, tolong Iklaskan ibu pergi sayang ibu benar benar sudah lelah sangat lelah dan tolong izinkan ibu melakukan kebaikan untuk terakhir kalinya sayang ibu mohon pada Melia " Ujar lirih sang ibu dengan menangis
Ibu, nanti Melia sama siapa ibu, hiks hiks " Ujar gadis itu
Nak Malvin , Apa boleh Ibu minta satu lagi permintaan " Ujar Ibu itu menatap Malvin
Silahkan bu, katakan, insyaallah selagi saya bisa Melakukan nya saya akan menuruti permintaan ibu " Ujar Malvin
Ibu itu tersenyum
Tolong jaga putri ibu ini nak, apakah bisa kau menuruti nya " Ujar Ibu itu
Saya akan menjaga putri ibu, sama seperti saya menjaga diri saya dan keluarga saya sendiri " Ujar Malvin mantap
Dan kami juga akan menjaganya seperti saudara kami sendiri " Ujar Melva dan meta secara bersamaan mereka ber4 Masuk keruangan operasi itu
Alhamdulillah kalau seperti itu ibu lega mendengar nya " Ujar ibu itu tersenyum manis
Sayang, kamu dengarkan, kamu tidak sendirian, " Ujar Ibu itu
ibu, " Ujar Melia memeluk sang ibu
Ibu itu tersenyum dan membalas memeluk nya tak berapa lama dokter masuk
Maaf waktu oprasi akan di mulai, Jadi tuan Nona bisa menunggu diluar " Ujar Dokter itu
Mereka pun keluar dari ruangan oprasi itu dan Oprasi itu di mulai
Bang, Melva takut, " lirih Melva menatap kearah pintu ruangan oprasi itu dengan tubuh disenderkan ke dinding dan ia terduduk di lantai
Insyaallah semua akan baik baik saja " Ujar Hendru mengelus pucuk kepala Melva
Malvin mendekati Melia,
Jika sesuatu terjadi pada ibumu Apa kamu bisa ikhlas " Ujar Malvin pelan
Ibu sudah meminta ku untuk ikhlas, walaupun sulit insyaallah aku akan berusaha " Ujar Melia menunduk kan kepalanya terisak
Malvin langsung memeluk Melia dengan erat,
Aku berjanji, akan menjaga melindungi mu, tumpahkan rasa sedihmu rasa sakit mu tumpah kan lah, ada aku ada Keluarga ku dan ada kakakku yang akan menyayangi mu " Ujar Malvin pelan Membuat Melia menangis sejadi jadinya
melva yang melihat Melia menangis pun berdiri dan ikut memeluk gadis itu, seakan memberikan kekuatan untuk gadis itu
__ADS_1