Hijabagent

Hijabagent
part102


__ADS_3

" nona semuanya sudah datang dan menunggu di ruangan"@ ujar anggota yg baru saja masuk keruangan Arsy


" ya makasih mbk"@ ujar elen


mereka bertiga pun keluar ruangan Arsy dan menuju keruangan rapat namun saat Arsy ingin ikut kedalam lift Dy menengok kearah kamar tempat wanita itu


" kita ke ruangan dulu setelah itu baru kita urus kasian mereka menunggu dsana jg ada kak Farah jadi bisa kita tanyakan kepadanya atau kita bawa untuk menemui nya sambil menunggu Aira membawa wanita itu kesini"@ ujar elen yg tau fikiran sang adik


" ya kak"@ ujar Arsy tersenyum menatap elen


mereka pun masuk kelift dan tiba kelantai 7 menuju keruangan itu dsana sudah ramai karena semua petinggi sudah datang


"assalamualaikum "@ ujar mereka bertiga dan dibls oleh semua orang yang ada dsana


Azka yg melihat sang istri pun tersenyum ia tau apa yg dilakukan dan difikirkan oleh istrinya itu bahkan ia jg membantu mencari siapa wanita yg ditolong oleh sang istri secara diam diam


Arsy pun duduk dsamping sang suami tat kala melihat sang suami nya tersenyum lembut menatap nya


" semua akan baik baik saja jaga kesehatan umma baba gak mau umma sakit ingat Azzam dan baba masih butuh umma"@ ujar Azka tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Arsy yg ditutupi hijab


" ya baba toh semuanya sudah dihandel bukan sama baba umma hanya diam saja"@ ujar Arsy yg baru saja tau bahwa anggotanya baru saja menyerang mereka ya Aira adalah utusan Azka bukan Arsy awalnya Arsy yg ingin turun tangan sendiri namun Azka lebih gesit memerintahkan Aira dan ketua Alfa untuk turun tangan


Azka tersenyum menatap sang istri dengan cinta


" apapun itu akan baba lakukan yg penting kau dan Azzam baik" saja"@ ujar Azka


" ekhem bisa kita mulai rapat nya"@ ujar Lucky menyindir Azka dan Arsy


sedangkan Azka Arsy menatap malas lukcy


mereka pun rapat dengan tenang mendengar kan usul dari berbagai pihak


....


Aira Fahrul bojes dan 5 para anggota bridge datang membawa Tante menor itu


"lama kali kau ini berjalan nya ingin sekali aku menendang mu sampai kedalam "@ ujar anggota yg membawa Tante menor itu


"dimana king"@ ujar Fahrul bertanya kepada Gita yg duduk di ruangan Azka yg memang menunggu mereka


" king sedang rapat dengan queen dan yg lain biarkan Dy aku yg mengurus kembali ketugas kalian Aira kau tetap dsini king ada perlu dengan mu"@ ujar Gita dan diangguki oleh mereka, mereka semua pun keluar dari ruangan itu terkecuali Aira


" apa kau sudah tau dari mana Dy Aira"@ menatap tajam ke menor


" ya kak aku tau Dy dari turki dan wanita itu jg dari Turki Dy dan wanita itu saudara sambung lebih tepatnya Dy adalah kakak angkat dari wanita malang itu "@ ujar Aira memberikan informasi Gita yg mendengar pun langsung menginformasikan kepada para anggotanya bersiap"


" siapa nama mu "@ ujar Gita menatap tajam ke arah menor dan membuka lakban yg melekat di mulutnya


"argh sakittt "@ujar wanita menor itu kesakitan karena Gita menarik lakban itu dengan paksa


" siapa namamu "@, ujar Gita sekali LG namun dengan nada yg mengintimidasi membuat wanita itu takut


" Desy Mehr"@ ujar wanita itu gugup


" kau tau tugas mu Aira"@ ujar Gita dan diangguki oleh Aira


" Desy Mehr adalah anak ke3 dari 4 bersaudara Dy adalah anak angkat dari tuan fatan dan nyonya Fida mehr, anak pertama fito Mehr , kembarannya atau anak kedua fiko mehr dan sibungsu sendri atau wanita yg kita tolong itu bernama tifa mehr "@, ujar Aira Gita pun mengangguk dan memencet jam tangan nya memberikan kode kepada para anggotanya untuk menjalankan tugas yg mereka dengar dari earphone gita


" kenapa kau melakukan itu kepada nona tifa"@ ujar Gita bertanya


" itu bukan urusan mu, lepas kan aku sekarang "@ ujar Desy


" itu akan menjadi urusan kami karena kau mencelakai wanita itu diwilayah kami"@ ujar Arsy tajam menatap Desy


ya setelah selesai rapat mereka semua ke ruangan Azka Arsy yg lebih dulu berjalan dengan didampingi oleh sang suami disusul mereka


"apa kau iri dengan adik mu sehingga kau melakukan kecelakaan itu"@ujar Axel menatap wanita itu dengan dingin


diruangan itu auranya sangat mencekam


" apa kau wanita yg keji yg tak ada hati ingin membunuh bayi yg tak berdosa bahkan sebelum Dy lahir kedunia ini"@ ujar elen mencekam dagu wanita itu Arsy duduk di kursi sang suami nya mencari data yg bernama tifa mehr


" aku mengenalnya Dy keluarga Mehr bie Dy teman baik alm om Aditya apalagi bang fito adalah pelatih Raditya "@ujar Farah yg baru saja datang dan melihat Desy


"pantas seperti tak asing dengan wajahnya"@ujar Reyna


" hubungi mereka kak "@ ujar elen dan diangguki oleh Farah


Arsy berdiri dari kursinya dan mendekati Desy menatap wanita itu untuk membaca isi fikiran nya sedangkan Azka Dy duduk dikursi yg ditempati sang istri dan melihat jelas foto yg terdapat di layar laptopnya


" Arya Khansel suami dari tifa Mehr seperti tak asing "@ ujar Azka lirih Dy pun mulai berfikir seperti pernah mendengar Arya Khansel tapi dimana


" Arya Khansel "@ ulang Arlen Dy pun membuka hp nya dan mencari informasi tentang nama itu di data perusahaan ks


" hari ini Dy meeting dengan perusahaan DKs "@ujar arlen LG dan menghubungi sang sekertaris darell


ternyata mereka blm keluar dari ruangan meeting


" hubungi Abang dan bawa orang itu kesini"@ ujar Arsy dingin


" kau sungguh wanita tak berhati nona kau memfitnah dan mencelakai adik yg sangat menyayangi mu hanya karna lelaki yg mencintai adikmu "@ ujar Arsy dingin membuat mereka semua menoleh kearah Arsy


elen masih mencekam dagunya langsung reflek menampar wanita itu seketika Dy pinsan


" kenapa ditampar elen"@ ujar vei terkejut sedangkan Arsy menghela nafas panjang nya karena kereflekan saudarinya


" reflek dari tadi gua nahan pas si Arsy baca isi fikiran nya gua coba mulai ikutan kok malah emosi pas tau apa yg Dy perbuat"@ujar elen dengan muka polosnya


...


di perusahaan DKs tepatnya diruangan meeting


darel yg baru saja selesai meeting mendapatkan pesan untuk membawa Arya Khansel ke markas pun bingung ia pun menghubungi arlen, arlen pun menjelaskan secara singkat darel yg paham pun mengangguk


Dy pun menghubungi sekretarisnya untuk mencegah Arya keluar dari perusahaan sekertaris ny pun meng iyakan


" ada apa tuan tadi kata sekertaris anda, anda memanggil saya karena ada hal yg penting "@ ujar Arya


darel pun mengangguk


" iya tuan Arya bisa kah kita berbincang 4 mata saja ada hal yg sangat penting yg ingin saya bicarakan"@ ujar darel


Arya pun mengangguk dan menyuruh sekertaris nya menunggu dimobil awalnya sekertaris itu sempat menolak dengan sedikit ancaman dari darel dan diangguki olehnya


" silahkan duduk dulu tuan tak sopan jika Anda berdiri bukan"@ ujar darel Arya pun mengangguk dan duduk di kursi nya


" apa kau mengenal tifa Mehr "@ ujar darel tersenyum Arya pun menegang dan rahangnya mengeras menahan emosi yg Dy tahan


" anda mengenal istriku apa jangan" anda lelaki b...s..k itu"@ ujar Arya menatap tajam ke arah darel


" anda akan tau jawabannya ketika anda ikut dengan saya "@ ujar darel tajam nan dingin

__ADS_1


" saya tidak banyak waktu tuan untuk mengikuti anda"@ ujar Arya Khansel tak kalah dingin


" jika begitu anda akan menyesal seumur hidup anda jika kebenaran itu terbongkar dan nona tifa akan meninggalkan anda untuk selama lamanya karena suami tempat Dy bersandar tak mempercayai nya ingat anda menikahi nya seharusnya anda mempercayai ny"@ ujar darel tajam menatap kearahnya menusuk beranjak ingin pergi


" tunggu, baik lah saya ikut"@ ujar Arya


" kita akan kemana , kenapa tidak lewat luar"@ ujar Arya


" jangan banyak bicara ikut saja "@ ujar darel tak lama hp ny berbunyi


" waAlaikum salam iya ini mau otw "@ ujar darel


" ya sabar bujuk Dy susah mana jalannya saja kayak bekicot merayap"@omel darell setelah itu tlpn dimatikan dengan mereka yg sudah sampai diparkiran khusus


" cepat lah tuan masuk saya tak banyak waktu jika anda lambat adanya saya yg akan kena Omelan dari para adik wanita saya"@ ujar darel dingin yg mulai kesal dengan Arya


Arya pun mengangguk dan masuk kedalam mobil


darel pun menancap gas dengan kecepatan tinggi karena celine memberikan ultimatum dan waktu


.....


kembali ke markas


fiko dan fito yg baru saja sampai dihutan yg alamat ny di kirimkan oleh Farah merasa bingung


" Farah tak salah memberikan alamat untuk kita menemui nya "@ ujar fito


" gak bang benar ini alamat yg dikirimkan oleh Farah"@ ujar fiko


" coba hubungi dy"@ ujar fito


💌


tunggu sebentar nanti ada yang akan menjemput Abang ikuti Dy


" bang kata Farah tunggu saja nanti ada yg menjemput kita "@ ujar fito , fiko pun mengangguk


para anggotanya yg sedari tadi sudah mengintai dengan mode transparan pun datang


" maaf apa kalian adalah tuan fiko dan fito"@ ujar lelaki yg baru saja turun dari motor yg ntah dari mana Dy datang


" iya "@ ujar mereka serentak


" ikuti kami tuan "@, ujar lelaki itu dan menaiki motor nya kembali menuju ke semak" yg rimbun dan sampailah di depan markas mereka pun terkejut


dihutan belantara seperti ini ada mansion besar


" silahkan tuan"@ ujar lelaki itu menunduk memberi hormat


tak lama suara druman mobil dari arah gerbang berbeda masuk dan parkir disamping mobil mereka


"Abang kenapa Abang disini"@ ujar Arya yg baru saja keluar terkejut melihat Abang istrinya ada disini


"kita ingin"@ ujar fito terpotong oleh darell


" sebaiknya kita masuk kedalam dulu biar lebih jelas "@ ujar darell dingin mereka bertiga pun mengangguk


mereka ber 4 pun masuk


"Fahrul dimana bie dan yg lain"@ ujar darell bertanya kepada ketua agen Alfa yg kebetulan lewat


" mereka ada di ruangan tuan Azka"@ ujar Fahrul dan diangguki oleh darel baru selangkah ia berjalan Dy pun menengok dan memanggil Fahrul


prank


darel pun menghela nafas panjang nya belum saja Dy berkata ruangan itu sudah ada benda yg dipecahkan dan itu ntah yg keberapa


mereka pun langsung masuk ke ruangan Azka


dan saat itu zakiya ngamuk


" kau, kau wanita macam apa hah menjual adik mu memfitnah dan ingin membunuh nya serta bayi yg tak berdosa"@ teriak zakiya yg baru saja diperlihatkan cctv dengan Azka ya sedari tadi Azka melacaknya dan mencari informasi sedetail-detailnya dan menemukan cctv itu dan untung nya wanita itu masih sadar dan bila lari jika tidak ah ntah lah


plakk


" sadar kau "@ ujar vei menampar wanita itu sehingga Dy bangun dari pinsan nya


fito fiko Arya angkasa dll yg masuk terkejut


" kalian apakan adik ku hah"@ ujar fiko teriak tak terima melihat Desy yg sudah berantakan


" turun kan nada mu tuan "@ ujar Azka dingin


" lepaskan adikku"@ujar fito tajam


" kakak tolong aku"@ hiks hiks ujar Desy


"CK drama mu sungguh handal nona"@ ujar celine


" kami akan melaporkan kalian semua kepada"@ ucapan


Arya terpotong oleh elen


" silahkan tuan tapi sebelum itu lihat Vidio ini maka kalian semua akan tau kelakuan adik kalian ini"@ujar elen dingin nan tajam


Vidio cctv itu pun di setel nampak Desy yg sedang berbicara kepada seseorang yg tak lain adalah ketua mafia itu untuk menjebak tifa dihotel dengan obat perangsang


namun sayangnya tifa menyadari jika Dy di jebak ia pun berlari keluar hotel menuju kerumah suaminya untuk meminta bantuan namun saat Dy sampai ke rumah masuk ke kamar, suaminya ternyata sudah mengetahui Vidio Dy dihotel dengan laki laki lain dan menampar tifa menghina tifa membuat hati tifa sakit tifa pun keluar sesenggukan saat turun tangga Dy pun melihat kedua Abang nya dengan raut wajah yg marah menarik Dy dan mendorong Dy ke luar rumah menghina tifa dan mengusir tifa


tifa pun pergi menggunakan mobil nya namun saat di perjalanan tifa mehr merasa Dy diikuti Dy pun menambahkan kecepatan yg tinggi menuju kehutan tepatnya di wilayah bridge naas nya mobil itu jatuh kejurang untungnya tifa bisa menyelamatkan dirinya walaupun dengan luka luka disekujur tubuhnya


mereka pun terkejut Desy pun sama halnya Dy pun panik


" itu semua bohong kak percayalah kepada ku Arya percayalah kepadaku bukan aku yg melakukan nya mereka bohong mereka semua mengeditnya Arya tolong lah percayalah kepadaku"@, ujar Desy dengan muka memelas


"panggilkan mafia itu kesini"@ ujar arsy yg sedari tadi diam melihat wanita itu yg terus menerus bersandiwara


" permisi nona ini orangnya "@ ujar Fahrul yg baru saja sampai dengan ketua mafia itu ya sebelum mereka bertiga datang Arsy sudah meminta Fahrul untuk membawa mafia itu


"bawalah sini Fahrul "@ ujar Arsy dingin


hawa diruangan itu mencekam tatkala Arsy menatap mafia itu dengan tajam


" maafkan saya queen maafkan saya "@ ujar pimpinan mafia itu berlutut dihadapan mereka


xela mendekati mafia itu dan ikut menjongkok


"katakan sejujurnya apa yg terjadi sebelum kau habis dengan Leon dihutan"@ ujar xela tajam sambil mencekam


" sa.. ya"@ ujar pimpinan itu terbata"

__ADS_1


" kau mengkhianati ku kau berani kenapa kau bicara yg jujur saja kau tak berani matwe "@ ujar Arsy dingin dan tajam warna matanya berubah menyala terang membuat semua yg merasakan bergidik dengan aura yg lebih mencekam lagi sedangkan mafia itu ketakutan karena Dy tau aura itu sangat lah menyeramkan bagi yg melawan queen Aza apalagi mata itu yg menyala


Azka pun siaga disamping Arsy takut akan terjadi apa" kepada istrinya apa lagi emosi sang istri sangat lah tinggi


"jawab dengan jujur matwe sebelum kesabaran ku habis"@ujar Arsy mendesis tajam Azka langsung memeluk sang istri agar istrinya tenang dan emosinya tak meluap luap


pimpinan mafia itu panik dan menceritakan semuanya


" kak itu bohong kenapa kalian melakukan itu dan kau aku tak mengenal kau "@ujar Desy yg masih saja mengelak


plakk


" cukup Desy cukup semua bukti sudah ada apa lagi hah"@ ujar fito menampar pipi Desy


"wes nyelow itu pipi adik loe udah berdarah gitu"@ ujar angkasa mengejek


" tadi ngebela bnr ampek adek kandung sendri jadi korbannya "@ sindir Farah membuat mereka bertiga tersadar


" dimana istriku"@ ujar Arya


" dimana adikku "@ ujar fito dan fiko bersama.an


" ckckck kenapa nyariin kemana kemaren saat Dy butuh kalian "@ ujar elen sinis


" katakan dimana istriku "@ teriak Arya matanya berkaca-kaca


" dy ada diruangan istriku tenang kan dulu dirimu kalian jg "@ ujar Azka dingin ya Azka tau bagaimana perasaan Arya dengan rasa kecewanya


" sayang sudah tenang "@ bisik Azka dibalas anggukan oleh Arsy


" saya akan menemui istrimu dan adik kalian dulu kalian disini "@ ujar Arsy


" saya ingin ikut"@ ujar Arya


" tetap disini jika kau ingin melihat istrimu Arya Khansel"@ ujar Azka tajam


" jangan membantah "@ ujar angkasa dingin


Arsy elen zakiya dan the squard angel yg lainnya pun keluar menuju keruangan dimana ada tifa disana


" assalamualaikum"@ ujar mereka serentak


tifa pun membalas dan menengok kearah mereka


" bagaimana keadaan mu nona"@ ujar Zakiya tersenyum lembut


" Alhamdulillah sudah membaik"@ ujar tifa tersenyum


Dy pun menatap mereka dengan bingung


" oh ampir lupa mereka saudari plus sahabat saya nona ini celin vei xela Felly elen "@ujar zakiya Farah tak ikut ya karena Farah harus pergi karena ada urusan


tifa mengagguk dan menatap kearah Arsy


" terus siapa wanita yg dibelakang mu kiya"@ ujar tifa Arsy yg sibuk dengan hp saat Dy datang pun langsung menatap tifa mehr dan melepaskan niqabnya


"saya arsyla nona saya adik ipar kak kiya"@ ujar Arsy tersenyum dan membuat tifa terpesona


" kau yg membawa ku kesini "@ ujar tifa


" bukan saya tapi para anggota saya saya hanya mengatakan kepada mereka untuk membawa nona dan merawat nona"@ ujar arsy tersenyum


" terimakasih kalian telah membawaku dan merawat ku disini"@ ujar tifa semua yg berada disana pun mengangguk


" kita sesama manusia harus saling tolong menolong bukan "@ ujar elen tersenyum


" apa Dy meminum nya dan terapi dengan teratur kak kiya"@ ujar Arsy dan diangguki oleh zakiya


" apa kepalamu masih terasa sakit nona "@ ujar Arsy dibalas gelengan kepala oleh tiga


" apa kau sudah mengingat semuanya "@ ujar Arsy tersenyum raut wajah tifa pun berubah sayu dan kembali tersenyum manis


" saya mengingat nya nona nama saya tifa mehr"@ ujar lirih tifa


" ceritakan lah kak kami akan mendengar agar hatimu lega"@ ujar elen tersenyum memeluk tifa dari belakang


" anggap kita ini sahabat mu dan saudara mu jg"@ ujar celin tersenyum tifa pun terharu menetes kan air matanya yg mengalir dihapus dengan kedua tangan Arsy


" jadi cerita lah kak jangan sungkan "@ ujar Arsy tersenyum


tifa pun memandang mereka satu persatu dan setelah itu Dy bercerita sambil menangis sesenggukan Arsy pun memeluk tifa


" itu adalah teguran untuk kakak agar lebih iklas sabar dan berhati-hati karena Allah tau kakak bisa melewati itu semua rencananya"@ ujar Arsy tersenyum


" mereka memang salah tapi semua itu hanya kesalah pahaman kak mereka terlalu sangat menyayangi kakak maka dari itu ketika ada kesalahpahaman itu mereka sangat kecewa dengan kakak "@ ujar elen yg masih memeluk tifa dari belakang sedangkan tifa memeluk Arsy pokoknya gitu lah saling pelukan


tifa pun mengangguk mengerti


" apa kakak memaafkan mereka "@ ujar Arsy tersenyum lembut dan diangguki oleh tifa


di ruangan Azka mereka semua menonton cctv yg ada diruangan Arsy tapi posisinya Arsy membelakangi kamera cctv ya


"yuk kita kesana bang"@ ujar Azka tersenyum menatap foto fiko dan Arya


" kesana kemana"@ bingung mereka


" dah lah tau gua ka pusing CEO iya mafia iya tapi pada cengo semua"@ ujar angkasa jengkel dan keluar kembali ke kantornya


"samperin adik dan istri kalian lah"@ ujar Azka jika ditanya kemana Desy sudah dibawa oleh Fahrul


fito fiko Arya tak menghiraukan Desy diseret Fahrul pergi


" hayok "@ ujar Arya semangat dan berlari keluar


" hey jangan asal masuk "@ ujar Azka berlari mendahului Arya


" kenapa memang saya ingin bertemu dengan istri saya di dalam "@ ujar Arya yg sudah didepan pintu


" saya tau diam saja kau lah"@, ujar Azka kesal pasalnya istrinya tak memakai niqabnya


Azka pun mengetuk pintu ruangan Arsy


Arsy yg mendengar ketukan itu pun langsung memakai niqabnya celin yg melihat Arsy sudah memakai niqabnya pun langsung membuka pintu nya


"als sudah memakai niqob nya belum ce"@ ujar Azka dan diangguki oleh celin masuk lah mereka


" kami pulang ya kak "@ ujar Arsy tersenyum


"lah kok pulang bukannya ini mansion kalian"@ujar tifa mengalihkan pandangannya


kearah Arsy

__ADS_1


" kami ada urusan kak,ini bukan rumah kami ini hanya sekedar tempat kami menginap hehe"@ ujar elen nyengir setelah itu mereka pun berpamitan


" maaf tuan jika kalian ingin menginap kamar sudah kami siapkan dan ini ada titipan undangan dari king Azka untuk kalian "@ ujar fahrul


__ADS_2