
Setelah mereka semua pergi didalam gudang tersisah Arkansas
Apa benar Anak itu adalah anak Maria " Tanya Andika dengan lirih
Ya, dan kamu membuat kesalahan terbesar dengan melukai putra kandung mu sendiri Dika " Ujar Arkansas dingin
Ku fikir kau sudah berubah An Tapi fikiran ku salah, aku sangat kecewa dengan mu " Ujar Seorang perempuan yang baru saja masuk ke gudang itu
Lisa " Lirihnya menatap kearah Delisa
iya, Kenapa kau terkejut melihat aku disini, menonton kejahatan mu yang kau lakukan pada anakmu Sendiri Andika " Ujar Delisa dengan mata yang berkaca kaca
Bang, bawa aku dan putraku pergi dari sini, aku tidak mau menjadi korban selanjutnya dari Perlakuan jahat manusia Bi*****b ini " Ujar Delisa menatap kearah Lucky yang sejak tadi hanya diam menatap Kearah Dika
Ya, tentu, kau dan anakmu adalah tanggung jawab kami sebagai keluarga mu " Ujar Lucky
Sayang maafkan aku , jangan pergi ku mohon " Lirih Dika ia berusaha meraih tangan Delisa namun ditepis oleh perempuan itu
Seribu kali pun kau memohon aku tidak mau kembali, karena aku lebih menyayangi Diriku dan anak ku daripada dirimu yang akan membuat kami berdua celaka karena ulah mu " ujar Delisa
setelah itu ia dan lukcy pergi tersisah Arkansas Malvin dan Theo
Malvin maju kedepan dia berjongkok dihadapan Dika
Aku tidak akan membunuhmu sebagaimana kau membunuh kak Marina aku pun tidak akan mencelakai mu sebagaimana kau mencelakai Azzam tapi aku akan memisahkan mu dari orang yang berarti dihidup mu agar kau merasakan Kesakitan yang teramat sangat dalam " bisik Malvin dingin ia menyuntikkan cairan ke tubuh Dika
sedangkan di dalam mobil Azka
Azzam yang sudah mereda menangis dan sekarang ia tengah tertidur pulas di pangkuan sang istri
Mas Aku ingin kembali ke Amsterdam " ujar Arsy lirih
iya, kita akan berangkat sekarang " Ujar Azka ia memeluk sang istri mencium pucuk kepalanya dengan lembut
Bang kebandara " Ujar Azka
diangguki oleh Alex,
Bang Lukas telpon semua keluarga katakan jika kami akan kembali ke Amsterdam " Ujar Azka diangguki oleh Lukas
bang hubungi bang lucky juga, bawa Delisa " Diangguki oleh Lukas
Azka menghubungi barra untuk menyiapkan keberangkatan nya sedangkan Arsy ia menyenderkan kepalanya di dada bidang sang suami dengan memangku putranya yang tertidur
....
apa semua akan baik baik saja bang " Tanya Delisa yang duduk di jok belakang dengan memangku putranya
Kita biarkan Dika Sendiri memikirkan semua kesalahannya, tenang lah Azka tidak akan melukai nya, karena bagaimanapun Dika adalah ayah kandung Azzam, " ujar Lucky
__ADS_1
Diangguki oleh Delisa,
Sedangkan di Bandung
nyonyah kita akan kembali ke Amsterdam hari ini atas perintah tuan Azka " Ujar Barra
apa terjadi sesuatu mas " Ujar Melva
Tidak tau tapi Tuan Azka meminta kita untuk sementara tinggal di Amsterdam " Ujar Barra diangguki oleh Melva sedangkan para ibu ibu hanya menurut tak banyak bicara karena apapun keputusan Azka pasti sudah ada bahan pertimbangan dari Suami mereka
Barra langsung memberikan pesan kepada Enzi
sedangkan di kediaman Rafly Torres
Kita dalam bahaya Dad " Ujar seorang pemuda yang baru saja masuk kedalam rumah
Maksudmu apa Raffly " Tanya seorang wanita yang duduk disamping pria paruh baya
Wijaya Kusuma dirgantara bahkan Nugraha alrich, memblokir perusahaan kita, dan sekarang perusahaan diujung tanduk mom " Ujar Raffly
CK, anak bodoh itu, kenapa mereka bisa mengetahui bahwa Kita yang menyuruh Anak s***** itu " Ujar pria paruh baya
cih jangan mengatakan anak itu anak S***** dad jika saja kau masih sangat mencintai wanita yang notabene ibu dia " Ujar Wanita yang berada disampingnya itu dengan mencemooh suaminya
Ting tong ( bel berbunyi )
Maaf tuan nyonya Ada tamu " ujar bibi
pengacara Tuan " Ujar bibi
Suruh dia masuk " Ujar pria paruh baya
tak berselang lama masuk lah seorang pria berumur 45 tahun dengan setelan jas rapihnya
Apa yang kau lakukan Torres, apa kau membuat masalah dengan Lukcy Address " Ujar Pengacar itu
aku tidak membuat masalah dengan Address Lemon " Ujar Pria paruh baya itu
Jika kau tidak membuat masalah, maka pria Hukum yang tersohor didunia itu tidak akan Mengguncang kan, kantor ku " ujar Pengacara itu dengan emosi ia melemparkan map di atas meja
Kau lihat disana, Bukan hanya perusahaan mu yang akan hancur Torres tapi Karir ku pun akan Sirna karena ulah kau, " Ujar Pengacara itu dengan kesal
sedangkan di bandara Soekarno-Hatta
mereka sudah tiba di parkiran Bandara, Azka turun terlebih dahulu bersama dengan Alex dan Lukas
lukas menghidupkan rokok yang baru saja ia ambil dari saku nya,
Kau sudah mengabari istrimu, " Tanya Alex
__ADS_1
Diangguki oleh Lukas yang masih Mengisap rokoknya
Apa rencananya mu saat ini ka" Tanya Alex
Setidaknya membawa Istri dan anakku nyaman terlebih dahulu, lagi pula, Azzam ingin mengunjungi mahkam Alm kak Marina , jika tentang Delisa, Aku tidak tau, aku pun tak mau memisahkan Delisa serta anaknya Dengan Dika, aku tau Dika sangat mencintai mereka, tapi untuk saat ini Biar Dika berusaha dahulu dan Torres, bang Arkansas yang mengurus nya aku tidak akan mau berurusan dengan Keluarga mereka, Aku fokus keistri serta anak anakku saja, " Ujar Azka menyenderkan kepalanya ke Mobilnya
Tapi hal ini akan membuat Azzam trauma Ka " Ujar Lukas
Aku tau maka dari itu aku ingin fokus dengan mereka, " Ujar Azka
Tak selang lama Mobil yang di tumpangi Delisa dan Lucky serta yang lain sudah tiba , Mereka pun keluar dari mobil
Sofiana sudah mengurus nya tuan " Ujar Bobo diangguki oleh Azka
Azka pun berjalan kearah pintu mobil yang ada sang istri nya
Di buka pintu mobil dengan perlahan Arsy membuka matanya saat merasakan ada pergerakan
Sudah sampai di Bandara mas " tanya Arsy
Diangguki oleh Azka dengan senyuman manis nya
Biar mas yang menggendong Azzam, ," ujar Azka langsung mengambil Putranya dari pangkuan sang istri setelah itu ia membantu Arsy untuk keluar dari mobil namun saat Kaki Arsy menginjak tanah dia meringis kesakitan
Kenapa sayang " Ujar Azka panik Alex Lukas Lucky dll yang lain pun menghampiri mereka berdua
Kenapa ka , Dek kamu kenapa " tanya Alex Khawatir saat melihat Azka yang tangan satunya menahan tubuh Arsy sedangkan yang satu menggendong anaknya
Kakiku kesemutan " Lirih Arsy
Biar Azzam Abang gendong, kamu Gendong istrimu " Ujar Alex Dia mengambil Azzam dalam gendongan Azka
Azka pun Mengangguk dan Langsung Menggendong sang istri
Mas malu " Cicit Arsy
Kenapa malu Sayang, ," Ujar Azka tersenyum dia menatap wajah sang istri dengan senyuman
Kok bau rokok ya, " Ujar Arsy mencium Bau rokok Ia menatap kearah Lukas yang berdiri disamping Azka
dengan tatapan tajam
Pasti Kamu bang Lukas " Ujar Sarkas Arsy yang dibalas Cengiran dan garukan kepala
Udah tua bang, udah punya anak, berhentilah merokok itu " Ujar Arsy
Ya dek, iya tapi kan butuh proses " Ujar Lukas pelan
aku gak mau tau mulai detik ini berhenti merokok " Ujar Arsy dengan tajam dan tak terbantahkan
__ADS_1
Iya iya Abang akan berhenti merokok " Ujar Lukas pasrah
mereka semua pun masuk kedalam bandara menuju pesawat yang sudah disiapkan