Hijabagent

Hijabagent
part43


__ADS_3

" astaghfirullah astaghfirullah kenapa aku ini ya Allah"@ Isak Arsy


" kenapa rasa sakitnya sama ya Allah kenapa kenapa harus sesakit ini ya Allah hiks hiks"@ tangis Arsy pecah


" menangis lah sepuasmu sha dengan rasa sakit yg melenggu dihati mu setelah itu bersimpuh lah kepada sang pengobat hati agar hatimu menjadi tenteram dan tenang "@ ujar Azka di belakang


" ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ


“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”@ujar azka


tangisan Arsy pun mereda dengan perkataan Azka


lama mereka berdiam


"apa kau masih mendendam atas mereka lakukan dulu"@ ujar Azka


" tak sama sekali aku sudah memaafkan mereka hanya saja aku bingung harus bagaimana dan aku pun masih takut jika aku tak di percayai LG"@ ujar Arsy yang berdiri


"mau kemana"@ ujar Azka bingung ketika melihat Arsy ingin pergi


" tadi ada yg bilang bersimpuh lah kepada sang pengobat hati agar hatimu tentram"@ ujar arsy masih membelakangi nya


Azka yg mendengar pun tersenyum dan menatap pergi nya arsy


" Dy mendengarkan perkataan ku"@ ujar Azka tersenyum senang


" dimana Arsy ka "@ ujar farel tiba tiba muncul


"astaghfirullah ngagetin aja bang"@ ujar Azka terkejut


"lah dari tadi bengong aja geh ini gua nanya dimana adek gua"@ ujar farel


" lg bersimpuh dengan sang pencipta "@ ujar Azka tersenyum


" sholat maksudnya"@ ujar farel LG dan diangguki oleh Azka


"loe gx macem-macem kan ka"@ selidik farel

__ADS_1


" cuman satu macem bang"@ ujar Azka yg membuat farel menatap nya dengan tajam


" memberikan Dy semangat bang gx lebih kok saya jg tau batasan nya menatap wajahnya pun saya tidak berani bang mana mungkin saya macem-macem "@ ujar azka menjelaskan


"syukurlah klo gitu "@ ujar farel


mereka berbincang bincang


" bang kalo saya pergi Abang gak bakal nyari jodoh kan buat alsha"@ ujar Azka


"alsha siapa"@ ujar farel bingung


"Arsy maksud saya bang"@ ujar Azka


"oh"@ ujar farel


setelah selesai sholat Arsy pun pergi meninggalkan farel dan Azka yg asik berbincang tak menyadari jika Arsyla sudah pergi


skip rumah pohon


"dulu tempat ini adalah tempat yg paling bahagia dan sekarang tempat ini hanya kenangan semata "@ ujar Arsy tersenyum kecut


Dy memejamkan matanya untuk menikmati udara yg sejuk


dari kejauhan seseorang memandang nya dengan sedih


" jika saja aku tak melakukan kesalahan dan membuat hati mu sakit dan terluka kau tak kan pernah pergi nak ayah yg salah yg tak mempercayai mu "@ ujar arfan ayah kandung dari Arsy


"maka dari itu kepercayaan itu paling utama om jika kita tak bisa mempercayai keadaan cobalah percaya dengan bukti jangan maen menuduh dan membuat Boomerang bagi kita sendri"@ ujar Azka ya Azka sempat melihat bahwa Arsy pergi tadi maka saat Dy dan farel berbincang Dy langsung pamit dengan alibi di panggil pak Ahmad bagian staf kampus padahal Dy ingin mengikuti Arsy


" Azka "@ ujar arfan terkejut pasalnya Dy tak merasakan bahwa ada orang lain disekitarnya


" ya om saya Azka saya mengikuti putri om yg kabur dalam pengawasan 7perisainya"@ ujar Azka


" Dy istimewah om sangat istimewah jika suatu saat kelak saya dipertemukan dengan nya karena jodoh saya tak kan bejanji untuk selalu membahagiakan nya tapi saya akan berusaha mempercayai nya karena apa yg Dy lakukan katakan pasti ada alesan nya"@ ujar Azka tenang dan sedikit menyindir


" kau menyukai putri ku"@ ujar arfan

__ADS_1


" om munafik jika tak ada lelaki yg tak menyukai putri om itu apalagi akhlak dan perilakunya yg membuat saya jatuh untuk memilih nya"@ ujarnya


" Dy wanita yg baik nan bijak pada dasarnya Dy sudah memaafkan tapi Dy hanya tak tau bagaimana cara untuk memulainya dan masih ada rasa takut jika tak dipercayai LG @ ujar Azka


membuat Arfan tertegun


"om putrimu boleh ku jadikan pendamping "@ celetuk Azka membuat Arfan langsung menoleh tajam kearah nya


"Dy masih kecil Azka aku tak ingin Dy terluka cukup karena kami Dy terluka"@ ujar arfan dingin


"aku pun tau om bukan untuk saat ini tapi untuk nanti jika aku dan Dy berjodoh"@ ujar Azka tersenyum


" aku tak ingin memaksa itu terserah Dy dan keluarga nya yg merawatnya selama ini kami tak ada hak untuk ikut campur urusan nya karena kami lah yg membuangnya "@ ujar arfan


"justru aku ini dsuruh oleh mereka om untuk meminta restu pada om dan keluarga nah sekarang ini sebagian dari praktek uji coba dulu biar nanti oom ny gx kaget"@ ujar Azka tersenyum


" mereka"@ujar Arfan bingung


" ya om keluarga Wijaya Kusuma menyuruh ku untuk meminta langsung kepada om dan keluarga nanti setelah semua proses yg aku lakukan lancar "@ ujar Azka


"mereka bicara seperti itu"@ujar Arfan terkejut pasalnya mereka sangat sulit untuk bertemu dengan Arsy


" ya om sebenarnya mereka itu ingin Arsy dan kalian damai tapi masalah ny batin Arsy yg masih merasa tertekan dan membuat Dy kadang drop itu yg membuat mereka sangat menghindari keluarga om Dy sangat menyayangi Arsy om bahkan nyawa mereka pun jadi taruhan nya jika sampai Arsy terluka"@ ujar Azka Dy yg melihat Arsy yg ingin pergi pun cepat cepat pamit


"om saya pergi dulu ya udah sore assalamualaikum "@ ujar Azka mencium tangan laki laki itu dan pergi menyusul Arsy..


Arsy sebenarnya sudah tau jika Dy diikuti oleh Azka dan ayah nya tadi dsana hanya saja iya pura" tak tau saja tah lah rasanya Dy senang jika Azka diam" mengikuti nya


" mau kemana LG alsha ya"@ tanya Azka sambil menyetir


saat lampu merah handphone ny berbunyi


" assalamualaikum Azka kamu dimana dari tadi saya nungguin kamu kamu ini jadi mau pindah tidak"@ ujar seseorang di telpon


"astaghfirullah lupa gua kalo mau nemuin pak Ahmad keasikan ngikutin Arsy Sampek lupa urusan gua"@ujar Azka tapi ia masih mengikuti Arsy sampai kompleks Mansion keluarga Wijaya Kusuma


"syukurlah kalo Dy balik sebaiknya gua kekampus dah bisa berabe urusan nya ini ntr"@ gumam azka

__ADS_1


__ADS_2