
Arsy dan Gita pun sudah sampai dirumah
Arsy berlari ke arah kamarnya mama eliza yg bingung pun menyusul sang menantu
"aduh astaghfirullah huh huh sakit banget huh "@ ujar Arsy ngos ngosan sambil memegang dada nya yg tiba tiba sakit
" kenapa sayang kenapa kamu lari lari"@ ujar mama eliza
"ms El tadi menelpon kak gita Dy ingin vc ma jadi Arsy panik dan lari "@ujar Arsy
"astaghfirullah iya sudah sini duduk dulu wajah mu pucat sekali nak kau pasti terlalu lelah berlari dan panik"@ ujar mama eliza
"maafkan saya nyonya ini salah saya"@ ujar Gita yg sedari tadi sudah masuk kekamar Arsy
" bukan salah kak Gita kok emng dasarnya Arsy yg salah tak mendengar kan perkataan kakak huh"@ ujar Arsy yg masih menahan rasa sakitnya
mama eliza yg melihat itu pun menyuruh Arsy istirahat dan menyuntikkan cairan penenang agar Arsy rilex dan memasangkan alat pernapasan ke Arsy agar sedikit membantu nya
tak lama Azka vc mama eliza pun mengangkat dan mengarahkan ke Arsy
" assalamualaikum ma ada apa dengan als ma Dy tak kenapa kenapa kan "@ ujar Azka khawatir pasalnya dari tadi ia menghubungi mama atau vc yg ada di kamar Arsy tak ada yg mengangkat
" tak apa kok boy Dy baik baik saja"@ ujar sang mama
"tapi kenapa wajahny sangat pucat ma tak seperti sebelumnya"@ ujar Azka
" lah memang Dy pucat kan sayang kan Dy blm sadar "@ ujar sang mama memberi alesan yg tak masuk akal namun Azka tak curiga sama sekali
" mungkin ya ma "@ ujar Azka setelah itu mama pamit keluar hanya ada Gita yg menemani
" Gita apa kau masih disitu "@ ujar Azka
" ya tuan "@ ujar Gita
" jawab dengan jujur apa yg terjadi selama ini dsana kenapa mereka seperti merahasiakan sesuatu "@ ujar Azka dingin
Gita yg ditanya cukup gelagapan untuk menjawab namun Dy harus tetap menutupi itu karena jika tidak nona nya akan mengamuk dan bisa jadi sakitnya akan lebih parah dari ini jika Dy memberi tahu Azka toh Dy pun sudah berjanji dengan Arsy untuk tidak mengatakan apapun kepada Azka
" tak terjadi apa-apa tuan hanya saja memang para tuan nyonya dan nona yg lain sedang disibukkan oleh urusan nya apalg nona elen dan Reyna yg beberapa tempo lalu membuat yayasan baru dan cabang cabang di luar jadi mereka semua membantu nona elen dan Reyna tuan" @ ujar Gita ya alesan itu yg muncul diotaknya dan alesan itu jg yg dikatakan oleh Arsy jika Azka mulai curiga
sedangkan di lain tempat
farah melihat Peter dan Peter pun melihat nya
" bang manza ada Peter di sebelah kanan "@ ujar Farah
manza pun menengok dan benar saja ada Peter dan Dy melihat Peter menyeringai ke arah Farah
" bagus lah pancingan sudah dimulai kau siap jika kita melakukan nya sekarang far tenanglah aku dan anggota bayangan bie akan mengawasi mu pasti nya Dy akan mengikuti mu kemanapun itu "@ ujar armanza
" aku siap kapanpun itu "@ ujar fara
" kita ke mall terdekat untuk memastikan nya can..
far gunakan ATM ini belanja lah sesukamu pakai lah kartu ini untuk kebutuhan mu ini perintah bie jika kau tak menurutinya kau tau Dy seperti apa bukan dan pin nya tgl lahir bie "@ ujar armanza agar Fara menurutinya
__ADS_1
" maafkan Abang de bawa" nama mu "@ batin armanz
" huft baik lah "@ujar Fara
mereka pun pergi ke arah mall terdekat
Candra tangan kanan armanza pun melakukan perannya
" can dampingi Dy aku akan mengawasi gerak-gerik Peter jangan sampai kecolongan mengerti "@ ujar Arman Candra pun mengangguk
" pergilah bersama Candra Dy akan menemani seblm itu pakailah earphone ini agar kau mendengar instruksi ku "@ ujar Arman Fara pun mengambil earpun itu dan melangkah keluar mobil yg dibukakan oleh Candra setelah itu mereka pergi
" kita lihat Peter"@ ujar Arman namun seblm itu Dy mengerim pesan kepada elen jika misi nya akan dimulai kenapa tidak ke Arsy karena Dy tau bahwa pastinya sang adik sedang berakting karena Azka vc
Peter keluar dari mobilnya dan mengikuti fara
" kau ketemu Fara"@ ujar Peter melangkah mengikuti fara
"ke toko baju far belanja lah beli perlengkapan mu agar Dy tak curiga jika kau di ikuti olehnya "@ ujar Arman dan dijawab pelan oleh Fara
Fara pun berbelanja namun matanya masih melirik ke belakang
"nona jangan mencurigakan fokus saja dengan urusan nona.. tenang lah tuan armanza sedang mengawasi nya apalg dengan anggota yg sudah dikirimkan oleh nona elen"@ ujar Candra berbisik
"baiklah "@ ujar fara
saat ingin membayar tak sengaja Fara melihat bahwa Peter tepat ada di sampingnya dengan sengaja Dy membalikan badannya dan menimbun dada Peter armanza yg melihat itu kesal
"apa yg kau lakukan Fara"@ gumam armanza di earphonenya
" oh tak apa nona "@ ujar Peter
" apa kita pernah bertemu tuan seperti nya saya tak asing melihat wajah anda"@ ujar fara
Peter pun sedikit kegelagapan mendengar perkataan Fara
"sepertinya tidak nona saya baru saja kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun tinggal di luar negri"@ ujar Peter
" oh maaf kan aku tuan karena wajah anda tak asing mungkin aku merindukan sahabat ku "@ ujar Farah tersenyum palsu
" ya nona tak apa"@ ujar Peter
" apa boleh kita berkenalan tuan nama saya Fara"@ ujar fara mengarah kan tangan ke arah Peter dan itu membuat armanza yg mengawasi ny meradang
"namaku Van "@ ujar Peter tersenyum smrik
Candra membisikkan sesuatu dan Fara pun mengangguk
" maaf tuan saya terburu-buru saya harus pergi "@ ujar fara karena perkataan Candra barusan
"baiklah apa aku boleh meminta nomor handphone mu "@ ujar Van
" maaf tuan handphone saya sempat hilang kemarin dan ini saya ingin membelinya "@ ujar fara
"nona akting mu memang sangat bagus tapi lihat lah lelaki yg dibelakang mu sudah ingin keluar tanduk"@ batin Candra
__ADS_1
"oh baik lah hubungi saja no ku ini kartu namaku disini nanti oke"@ ujar Peter dan Fara pun mengangguk dan berpamitan pergi
"dimana tuanmu sekarang can"@ ujar fara berjalan dengan cepat
"tuan sudah menunggu nona didalam mobil "@ ujar Candra mereka pun masuk kedalam mobil dan baru saja duduk sudah merasakan aura yg dingin
"apa yg kau lakukan Fara kenapa kau malah kecentilan dengan nya "@ ujar armanza dingin
" lah aku kan memerankan aktingku bang biar Dy percaya gitu udah tu muka jangan gitu lah nih aku dapat no nya di hack biar kita tau tentang Dy lebih"@ ujar fara memberikan kartu nama Peter
Arman pun mengambil kartu itu dan mengirim kan ke elen
"lain kali jangan kecentilan Fara bie sering bilangkan kalau "@ ujar armanza terpotong
" wanita itu aurat nya jngn diumbar termasuk pandangan kita dan tingkah kita yg berlebihan gitukan "@ujar Fara
dan mereka pun berdiam dengan pikiran masing-masing
" nih handphone mu dsana sudah ada kontak ku bie dan elen jika ada apa" hubungi aku dan mereka"@uhar armanza
" tak perlu bang aku bisa beli sendiri nanti"@ ujar fara
" ini perintah bie kau tak ingin menurutinya kau ingin melihatku di siksa oleh bie Hem"@ ujar Arman
Fara pun pasrah dan mengambil handphone itu
"masuklah Dy masih mengikuti mu pin nya sama tgl lahir bie "@ ujar Arman
Fara pun melangkah ke apartemen itu di ikuti oleh Candra dan armanza pun pergi dari sana
"terlalu naif kau bang pakek alibi itu permintaan bie lagi "@ ujar elen yg baru saja sampai di kafe ya Arman menuju kafe setelah memastikan Fara aman
" diem kau Len "@ ujar armanza
" bhahaha bang bang kalau bie tau kau abis dengan nya"@ ujar elen terbahak-bahak
" diem ku sumpel mulut kau Len jangan sampai bie tau awas saja "@ ujar armanza menatap elen tajam dan membuat elen kicep ntah kenapa Dy selalu kalah dengan tatapan ke 7 putra Wijaya dan Arsy
" yayaya bang gak bakal aku ceritakan kok hihihi"@ ujar elen tak lama orang yg mereka tunggu datang
" assalamualaikum nona tuan maaf saya terlambat "@ ujar lelaki itu
" tak masalah kami berdua baru saja datang duduklah ipan "@ ujar elen dan lelaki yg dipanggil Ipan pun menurut
" ada apa tuan dan nona meminta ku bertemu "@ ujar Ipan
" misi dimulai Fara sudah memancing Peter untuk menargetkan Fara karena bukti ada ditangan Fara jadi tugas mu membuat Peter yakin untuk menangkap Fara dengan alibi bahwa Azka akan kembali ke indo dalam waktu dekat intinya gunakan otak mu untuk berfikir alibinya pan selama ini kau sudah membuat Dy percaya dengan mu dengan segala info yg kau terima bukan "@ ujar elen dan diangguki oleh Ipan
" dan sekarang buat lah Dy lebih cepat menangkap Fara"@ ujar elen
" baik nona"@ ujar Ipan
" sebelum penangkapan itu kau harus menghubungi ku dan ingat jangan biarkan Dy terluka pan jika Dy terluka kau akan tau akibatnya "@ ujar armanza menatap ke Ipan dengan tajam
" ba baik tuan akan saya lakukan"@ ujar Ipan dan setelah itu mereka keluar dari kafe
__ADS_1
" huh ganasnya tapi lebih ganas nona sih "@ ujar batin ipan