
setelah makan Azzam dan Melva pun pergi dari Rumah makan itu
Azzam ngantuk, jika ngantuk tidur lah nanti Anty gendong " Ujar Melva
tidak anty, mataku masih kuat " Ujar Azzam menyengir
baik lah " Ujar Melva
mereka berdua pun masuk kedalam mobil dan pergi dari Rumah makan itu
Jarak jauh Nzi, wanita itu bukan wanita biasa, instingnya pasti kuat " Ujar Azka di earphonenya
Baik tuan " Ujar Enzi
tak butuh waktu lama Melva dan Azzam sudah sampai di komplek perumahan
Melva yang melihat spion mobil pun mengangkat alisnya
seperti nya motor itu mengikuti ku " Ujar Melva
Enzi kau berjalan lurus cepat seperti nya wanita itu curiga dengan mu " Ujar Azka
Baik tuan, kebetulan Rumah Andreas di kompleks ini " Ujar Enzi ia pun melajukan motornya menuju Ke rumah ujung
Kenapa anty " Tanya Azzam
Ah tidak boy, Anty pikir tadi kita diikuti ternyata pemikiran anty salah hehehe " Ujar Melva ia pun memencet klaksonnya agar Satpam yang menjaga rumahnya membuka pintu gerbang setelah pintu gerbang terbuka Melva Masuk kedalam rumah itu
kita susul Enzi " Ujar Azka Diangguki bobo
Saat melewati rumah itu Azka menatap ke dalam tepat Azzam sedang Ingin masuk kedalam rumah
Putra ku " Batin Azka
mobil bobo pun terparkir di halaman rumah Andreas
...
Tuan, ada apa sebenarnya, Enzi bilang Kalian bertemu dengan Tuan muda Azzam , dan dia berada di kompleks ini, " Ujar Andreas
ia Andreas, putraku tinggal di komplek ini " Ujar Azka
Tapi tuan selama 2 tahun ini saya tidak pernah bertemu dengan Tuan muda ataupun Nyonya " Ujar Andreas
Apalagi Rumah yang disebut kan oleh Enzi itu adalah Rumah Malvin dan4 Saudara nya jika memang Nyonya Ada di Rumah itu selama ini pasti saya tau Tuan, "ujar Andreas
Tapi jelas jelas, tuan muda ada disana Andreas " Ujar Enzi kekeh
tak lama istri Andreas keluar membawa kan minuman
Benar kata Enzi ndres , Azzam ada dirumah itu, Kami melihat nya sendiri dia bersama Wanita yang bernama Melva, orang yang selama ini kita cari " Ujar Azka dingin
Istri yang mendengar perkataan Azka dia bingung
Ini minumnya tuan " Ujar Istri Andreas
Tapi tuan Jika memang Nyonya ada Disina aku tak mungkin tidak tau, apalagi Melia Istri Malvin berteman dengan Istriku sudah cukup lama saat mereka kuliah " Ujar Andreas
__ADS_1
sebenarnya ada apa mas, kenapa mas menyebutkan nama Melia " Ujar Sang istri
Ini sayang, tuan Azka mengatakan jika istri dan anaknya tinggal dirumah Malvin selama ini " Ujar Andreas
Memang jika saya boleh tau, siapa nama anak serta istri tuan " Tanya Istri Andreas karena ia sering sekali mendengar cerita sang suami tentang bosnya ini tapi ia tidak pernah tau siapa nama istrinya
Arsyla dan Moreno Azzam " Ujar Azka
Mereka anak dan istri tuan " Ujar Istri Andreas terkejut
Iya, apa kau tau " tanya Azka
Sayang kamu tau dengan mereka " Ujar Andreas
Sang istri mengangguk
Aku pernah bertemu dengan kak Arsy saat Melia dan Malvin menikah, saat itu kamu masih ada di Amsterdam aku pernah cerita kan jika mereka menikah " Ujar sang istri Andreas mengangguk
Nah saat itu aku bertemu dengan mereka, Azzam saat itu masih berumur 3 tahun lebih kalau tak salah, itu pertama kali nya saat meta menikah 6 bulan itu kamu saat itu juga lagi keluar kota mas, aku bertemu lagi dengan kak Arsy bahkan kami sempat mengobrol cukup lama " Ujar Sang istri Andreas
Kamu tau dimana Nyonya Arsy tinggal yang " Ujar Andreas
dibandung sekarang juga Melia sedang dibandung, mereka tiap weekend atau bulan tertentu pasti ke bandung, " Ujar Istri Andreas
Mereka ber4 saling tatapan
Kami akan kebandung tuan" Ujar Enzi dan Andreas semangat
Sayang kamu tau tempatnya tidak " tanya Andreas menatap sang istri
dibalas dengan gelengan kepala
Bo, lacak " Ujar Azka
Bobo pun langsung melacaknya
Aku menemukan nya tuan " Ujar Bobo tersenyum
Ayo En, kita kesana kita selidiki dulu, tuan sebaiknya anda kembali ke rumah, biar kami Yang menyelidiki " Ujar Andres
Tidak aku ingin ikut, " Ujar Azka dingin
Tuan , kita berdua selediki dulu, jika memang benar benar positif baru kita akan mengabari tuan " Ujar Enzi membujuk Sang bosnya itu
Saya katakan tidak ya tidak, saya ingin ikut ke bandung, kau bobo tetap di Jakarta awasi putraku " Ujar Azka tajam mereka pun hanya pasrah mengangguk
...----------------...
...----------------...
Skip
Mereka sudah sampai Di Bandung sejak Pukul 4 dini hari
Bahkan mereka sudah berada di penginapan itu dan sekarang jam menunjukkan pukul 7 pagi
Enzi kau cari dimana istriku tinggal " Ujar Azka
__ADS_1
Baik tuan " Ujar Enzi namun sebelum itu mereka mendengar Suara mengaji
Mereka bertiga diam mematung
Apa kalian dengar itu, itu suara istriku " Ujar Azka pelan dia menoleh kanan kiri Mencari asal suara itu
Tuan, di disana " Ujar Enzi gugup menunjuk kearah Pondokan bambu yang tak jauh dari mereka
Deg
Azka dengan cepat berdiri dan berjalan dengan tertatih menuju Pondokan bambu itu saat sudah sampai ia langsung memeluk Wanita yang mengaji itu membuat wanita itu terkejut
Astaghfirullah " Ujar wanita itu
Sayang maafkan aku " Ujar Azka dengan suara tercekat
Wanita itu yang tau siapa orang yang memeluk nya langsung tubuh nya bergetar hebat
Mas El " Ujar lirih wanita itu dan jatuh pinsan
Sayang, sayang bangun " Ujar Azka panik menatap sang istri yang tiba tiba pingsan
Nona " Ujar Mereka Berdua
Kakak " Teriak Seorang wanita yang berlari menuju kepondok itu
Siapa kalian " Ujar wanita itu
astaghfirullah Kak Arsy, Mas Malvin " Teriak wanita itu memanggil suaminya yang sedang bermain dengan putranya
Sayang bangun sayang " Ujar Azka dengan suara bergetar
Ada apa sayang, " Ujar Malvin namun sedetik kemudian ia terkejut
Siapa kalian, kakak" Ujar Malvin. terkejut melihat kakaknya pinsan
Kau " Ujar Malvin terkejut melihat laki laki yang memangku Arsy
namun Azka sama sekali tak menggubris Malvin dia masih tetap menepuk pipi sang istri agar bangun
Melia, hubungi dokter Fani sekarang " Ujar Malvin,Melia pun langsung Berlari ke rumah dengan menggendong sang anak
Malvin tanpa babibu langsung menggendong Arsyla
Mau kau bawa kemana istri ku ha... "Marah Azka
Kakakku harus diperiksa, jika hanya dibiarkan seperti tadi bisa bisa nyawanya terancam " ujar Malvin melangkah pergi meninggalkan mereka bertiga
Malvin membawa Arsy ke rumah mereka bertiga pun mengikuti Malvin Azka yang tertatih Enzi dengan cepat mengambil Kursi roda sang bos
Tuan duduk lah " Ujar Enzi
Tidak Zi, akh " ringis Azka ia ingin jatuh namun Andreas yang ada di samping nya dengan gesit menangkap tubuh sang bos
Jangan ngeyel tuan, " Ujar Andreas menduduki sang bos setelah itu mereka bertiga mengikuti Malvin
sesampainya di dalam rumah
__ADS_1
Kenapa dengan kakak bang" Teriak Meta yang dari dapur ia terkejut melihat Malvin menggendong Kakaknya dengan menangis
Cepat Melia hubungi dokter Fani hiks " Ujar Malvin teriak dengan tangisannya